Dimadu di Hari Pernikahannya. Ditolak mentah-mentah lewat pesan, Naura Kirana, gadis bercadar yang harus menanggung malu di hari pernikahannya.
Demi menyelamatkan keluarga, Cakra, adik mempelai pria terpaksa menggantikan posisi kakaknya.
Namun, alih-alih melindunginya, Cakra yang sejak awal membenci wanita bercadar itu justru langsung membawa dan menikahi kekasihnya sendiri tepat di hari yang sama, memadu Naura di depan mata.
Di balik itu semua, ternyata, Komandan Anggara yang merupakan calon suami Naura, tidak pernah menolaknya, semua terjadi hanya salah paham.
Pembatalan itu murni ulah licik bawahan Anggara yang merupakan seorang wanita yang terobsesi padanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan nasib Naura? Apakah Anggara berhasil meluruskan semuanya? bagaimana kisahnya saat tiba-tiba hadirnya seorang gadis yang berusia 6 tahun yang ternyata merupakan anak kandung Naura? siapakah ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sindiran
"Maksud Anda apa, Komandan? Saya tidak mengerti," elak Dalia, mempertahankan ekspresi tenangnya.
Tentu saja tidak semudah itu untuk dia membohongi Anggara. Mungkin wanita itu lupa, kalau saat ini dia sedang berharapan dengan atasannya
Anggara bergerak, menyambungkan sebuah kamera tersembunyi berukuran kecil ke layar laptop yang ada di atas meja kerjanya. Setelah itu, ia memutar posisi layar laptop tersebut menghadap ke arah Dalia.
Rekaman video di layar, memperlihatkan dengan jelas tindakan Dalia. Dimana wanita itu diam-diam mengutak-atik ponsel pribadi Anggara pada malam hari sekitar jam 7, sehari sebelum pernikahannya.
Setelah itu, Anggara memutar kembali rekaman keesokan harinya. Di mana terlihat, sekitar jam delapan pagi yang di mana pada saat itu Anggara berada di kantor karena berpikir waktu pernikahannya akan berlangsung jam 03.00 sore.
Sehingga pria itu kembali menyempatkan waktu untuk mengurus urusannya di kantor, tanpa mengetahui kalau sebenarnya ibunya semalam sudah mengirim pesan bahwa dia akan menikah jam 08.00 pagi.
Semua karena Dahlia yang sudah mengutak-atik ponselnya sehingga dia tidak mengetahui pesan dari Safira sang mama.
Brak!
Dengan keras, Anggara menutup layar laptop tersebut.
Dalia terloncat kaget, ketakutan melihat kemarahan di wajah pria itu.
Anggara menunjuk ke arah layar yang tertutup tersebut. "Apa yang ingin kau jelaskan?" tanya Anggara dingin, sangat marah dengan wanita dihadapan.
Dalia mencengkeram jemarinya sendiri, menunduk, dan tak berani mengangkat pandangan.
"Dalia, saya sudah tahu tentang perasaanmu sejak lama, tapi saya sama sekali tidak menyukaimu. Cobalah jadi wanita yang terhormat. Pasti ada banyak laki-laki di luar sana yang akan melirik mu.
Saya sudah terlalu sering bertoleransi semua kelalaianmu selama ini, Dalia. Tapi kalau kau terus saja memancing kesabaran saya... saya memperingatkan padamu, untuk jangan pernah menginjakkan kaki lagi dalam ruangan saya!" Tegas Anggara, tidak bisa lagi menahan diri pada kelakuan semena-mena Dalia selama ini.
Dalia yang keras kepala, tentu saja tidak terima dengan keputusan pria itu. Dia membuang rasa takutnya, mempertahankan egonya.
"Kau tidak bisa berbuat seperti itu padaku! Kalau kau berani! Akan aku adukan kau pada Ayahku!" Ancam Dalia, tak peduli dengan kemarahan Anggara. Dia juga tak berbahasa formal lagi.
Ternyata, latar belakang Dalia bukan orang sembarangan. Dia juga masuk ke dunia militer bukan karena ingin mengabdikan diri pada negara, melainkan semata-mata demi bisa berada di dekat Anggara.
Semua orang tahu siapa ayah Dalia. Seorang Brigjen TNI yang menjabat di salah satu posisi strategis tingkat atas.
Berbekal latar belakang itu, Dalia sering merasa dirinya memiliki perisai. Juga alasan utama kenapa ia bisa lolos masuk ke militer.
Anggara tersenyum miring, tak peduli ancaman tersebut. Alih-alih melunak, tatapan mata pria itu justru semakin dingin.
"Silakan. Katakan pada ayahmu, yang seorang Brigadir Jenderal, bahwa putrinya telah lancang mencampuri urusan pribadi atasan dan melakukan sabotase di dalam markas. Lihat, apakah dia akan membela tindakan memalukan anak yang mencoreng nama baik kesatuannya sendiri."
Skakmat!!!
Wajah Dalia pucat. Tak menduga Anggara sama sekali tidak bergeming meski ia sudah bawa-bawa nama besar sang ayah. Pria itu tetap tidak ciut.
"KELUAR!!" Bentak Anggara mengusir Dalia.
Dalia terpaksa keluar dengan wajah merah mentahan malu dan marah.
Lihat saja, Anggara! Aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku nanti! Batin wanita itu.
_____
Anggara, Cakra, Nada dan Naura, berdiri mengantar Safira ke depan pintu yang sudah bersikap untuk berangkat keluar kota.
Safira kembali berpesan pada Cakra agar memperlakukan Naura dengan lebih lembut. Begitupun dengan Anggara, dimana Safira meminta putranya untuk tinggal dirumah itu selama dia pergi.
Tak lupa Safira juga berpesan pada Nada dan Naura agar keduanya bisa akur. Setelah itu, Safira langsung pergi.
Cakra menjulurkan tangannya, menarik-narik ujung jilbab Naura setelah ibunya pergi.
"Apaan sih!" Gumam Naura, tidak suka di ganggu oleh Cakra.
"Kau tidak ingin nafkah batin mu?" Tanya Cakra tersenyum, lagi-lagi sengaja memancing Anggara yang masih berdiri di ambang pintu dengan pakaian santai kedua tangan disakunya.
Dibalik cadar, Naura tersenyum penuh arti. "Tanya saya? Atau Anda sendiri yang mau? Lupa? Kalau Anda itu jijik bahkan hanya melihat saya saja? Ingin menjilat ludah Anda sendiri, Pak Direktur?" Sindir Naura, yang membuat wajah Cakra mengeras.
"Atau..." Mata Naura menelisik tubuh Nada yang berdiri disamping Cakra.
"Sudah bosan dengan rasa dari istri kedua Anda?" Lanjut Naura, puas melihat wajah Cakra seperti kepiting rebus. Kemudian dia berbalik melangkah masuk.
"Kurang ajar kau, Naura!!!" Teriak Nada, seperti ingin membunuh Naura.
Anggara juga berbalik badan, meninggalkan pasangan itu.
Cakra bisa melihat jelas, kalau sorot mata Anggara sedang meremehkannya karena diledek oleh Naura barusan.
dan anggara ayah anakmu...duhhh hanya di novel yang bisa gini.
jatuh cinta pada bapak anak sendiri🤭
masak mencintai org yg mencintai kakaknya terulang kembali..kasihan juga cakra🤭😭
wah sip anggara 👍buruan tes dna kiki biar sgra jls