NovelToon NovelToon
Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: NinLugas

Ranti merasa hidupnya sempurna. Suaminya, Sony, adalah pria idaman—penyayang, sukses, dan setia. Bahkan, Ranti begitu percaya pada Sony hingga tak pernah sekalipun menaruh curiga.

Namun, kebahagiaan itu hancur dalam sekejap. Kejadian tak terduga mengungkap kenyataan pahit. Ternyata menyimpan makna lain yang menyakitkan. Nama Raya, guru TK anak mereka.

Kekecewaan dan pengkhianatan mengguncang dunia Ranti. Kebohongan Sony selama ini tak hanya menghancurkan biduk rumah tangga mereka, tapi juga persahabatan Ranti dengan Raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: BAYANG-BAYANG PENYESALAN

Pintu kaca kafe bernuansa kayu hangat di kawasan Senopati itu berdenting pelan saat Ranti melangkah masuk. Angin sore Jakarta membelai lembut helai rambutnya yang terurai. Di meja sudut dekat jendela, dua sahabat karibnya—Tasya dan Lala—sudah melambaikan tangan dengan senyum terkembang.

Di samping Tasya, duduk Pak Hendra—pengacara berparas tampan, berpenampilan rapi dengan kemeja kancing teratas terbuka santai tanpa dasi. Pria itulah yang selama beberapa hari terakhir berjuang mati-matian pasang badan untuk Ranti.

"Nah, ini dia sang pahlawan kita sudah datang!" puji Lala seraya menarikkan kursi untuk Ranti.

Ranti tersenyum tipis, meletakkan tas sandangnya di atas meja. "Maaf ya membuat kalian menunggu. Tadi di kantor polisi proses administrasi wajib lapornya sedikit memakan waktu."

Ya, meskipun laporan penganiayaan berat yang diajukan Sony dan Raya telah ditarik secara resmi, prosedur hukum tetap berjalan dengan mekanisme status quo. Ranti tidak ditahan di dalam sel berkat jaminan kuat dari Pak Hendra serta kooperatifnya Ranti yang hanya dikenakan status Wajib Lapor dua kali seminggu. Status yang jauh lebih manusiawi dibanding ancaman sel tahanan yang sempat dilayangkan pihak lawan.

Hendra tersenyum hangat, menggeser cangkir cappuccino hangat yang sengaja ia pesankan untuk Ranti. "Tidak masalah, Bu Ranti. Yang penting status Wajib Lapor tadi berjalan lancar. Penyidik sudah mencatat bahwa semua persyaratan kooperatif sudah terpenuhi. Jadi Anda tidak perlu khawatir akan ada penahanan fisik mendadak."

"Terima kasih banyak ya, Mas Hendra," ujar Ranti tulus. Suaranya sedikit bergetar oleh rasa lega. "Kalau bukan karena Mas Hendra yang gerak cepat membalikkan keadaan di depan penyidik, mungkin hari ini aku sudah duduk di balik jeruji besi."

Tasya langsung merangkul pundak Ranti dari samping, menyandarkan kepalanya manja di bahu Ranti. "Ranti, Ranti... kamu ini kaya sama orang asing saja pakai panggil 'Mas Hendra' seformal itu. Hendra ini kan suamiku, alias abang ipar kamu sendiri! Masak sama keluarga sendiri masih canggung?"

Hendra terkekeh pelan, menatap istrinya dengan pandangan penuh kasih sayang sebelum kembali menatap Ranti. "Tasya benar, Ran. Kita ini keluarga. Begitu Tasya cerita situasi kamu malam itu, aku langsung bersumpah tidak akan membiarkan pria brengsek seperti Sony membodohi dan menghancurkan kamu lebih jauh. Tugas advokat memang membela hukum, tapi membela sahabat istri sendiri itu kewajiban harga mati."

Lala mengangkat cangkir kopinya ke udara. "Mari kita cheers untuk kebebasan Ranti dan kekalahan telak dua benalu melepuh itu!"

Denting halus gelas kaca membumbung di meja mereka. Suasana di meja itu dipenuhi oleh gelak tawa dan obrolan riang. Tasya dan Lala terus menceritakan betapa puasnya mereka melihat ekspresi panik Raya saat tahu seluruh harta Sony ternyata terkunci oleh klausul perjanjian pra-nikah.

Namun, di tengah gelak tawa dan keriuhan sahabat-sahabatnya, pandangan Ranti mendadak menerawang jauh keluar jendela kaca.

Di luar sana, sebuah pasangan suami istri muda tampak berjalan bergandengan tangan menyeberangi jalan. Sang suami memegang payung untuk melindungi istrinya dari gerimis tipis, sementara sang istri tertawa lebar menatap wajah suaminya.

Pemandangan sederhana itu mendadak menghantam ulu hati Ranti. Senyum manis di bibirnya perlahan memudar, berganti dengan kilat kepedihan yang sangat dalam di matanya.

Tasya, yang sangat mengenal sahabatnya sejak zaman bangku kuliah, menyadari perubahan aura tersebut. Ia memegang jemari Ranti yang mendadak terasa dingin di atas meja.

"Ti..." tegur Tasya pelan, suaranya melunak penuh empati. "Kamu kenapa? Ada yang sakit?"

Ranti tersentak kecil dari lamunannya. Ia menatap Tasya, lalu beralih menatap Hendra dan Lala. Ranti mencoba tersenyum, tetapi kelopak matanya yang mulai digenangi air mata tak sanggup lagi berbohong.

"Aku... aku tidak apa-apa, Sya," bisik Ranti, suaranya serak menahan sesak yang membakar dadanya.

"Jangan bohong, Ranti," sela Lala lembut. "Matamu tidak bisa membohongi kami. Kalau kamu mau menangis, luapkan saja di sini. Ada kami."

Satu tetes air mata akhirnya meluncur mulus melewati pipi Ranti, jatuh menetes di atas meja kayu. Ranti menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyapu air mata itu dengan jarinya yang gemetar.

"Aku cuma... merasa bodoh," aku Ranti dengan nada suara yang teramat rapuh. Tembok ketegaran yang selama ini ia bangun rapat-rapat di depan polisi dan pengadilan seketika runtuh di hadapan orang-orang terdekatnya.

"Kenapa kamu bilang begitu, Ran?" tanya Hendra prihatin.

"Selama ini aku merasa menjadi istri yang paling beruntung di dunia," tutur Ranti seraya menyapu sudut matanya yang basah. "Aku sangat percaya padanya. Saat dia pulang malam dengan alasan rapat, aku buatkan dia teh hangat. Saat dia bilang dia lelah karena mengejar proyek, aku pijat punggungnya. Bahkan saat aku menemukan noda lipstik pertama di kemejanya... aku memilih untuk percaya pada kebohongannya."

Ranti mendongak, menatap Tasya dengan mata yang memerah penuh penyesalan.

"Kenapa aku bisa sebuta itu, Sya?" tangis Ranti pecah perlahan, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. "Kenapa aku bisa sangat percaya kalau suamiku itu pria baik-baik? Aku mendoakan keberhasilannya di setiap sujud malamku... tapi ternyata di balik semua doa-doaku, dia sedang membagi tubuh dan hatinya dengan wanita lain! Bahkan di atas ranjangku sendiri..."

Tasya langsung menggeser kursinya merapat, memeluk tubuh Ranti yang berguncang hebat oleh isak tangis. Lala ikut memegang lengan Ranti, mengelusnya penuh kehangatan.

"Kamu tidak bodoh, Ranti! Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri!" tegas Tasya dengan suara bergetar menahan haru. "Kamu itu istri yang tulus! Kamu percaya pada Sony karena kamu punya hati yang bersih dan setia. Yang jahat dan bejat itu Sony dan Raya, bukan kamu!"

"Benar kata Tasya, Ran," tambah Hendra dengan nada tenang namun berwibawa. "Dalam hukum maupun moralitas, rasa percaya seorang istri bukanlah sebuah kelemahan, melainkan kewajiban dalam pernikahan. Sony yang telah menyalahgunakan kepercayaan murni itu. Dia yang merusak kesucian janji pernikahan kalian, bukan kamu."

Ranti draws a shaky, deep breath, mencoba menetralkan detak fisiknya yang tak beraturan. "Tapi rasa penyesalan ini menyiksa sekali, Mas Hendra... Setiap kali aku mengingat betapa bangganya aku memamerkan Sony di depan keluarga besar, rasa mual itu datang lagi. Aku merasa seperti orang tolol yang bertepuk tangan untuk panggung sandiwaranya sendiri."

"Itu wajar, Ranti," tutur Hendra penuh empati. "Proses penyembuhan luka batin (healing process) itu butuh waktu. Kamu baru saja melewati badai yang sangat besar. Tapi ingat satu hal: kamu tidak hancur. Kamu berdiri, kamu melawan, dan kamu berhasil merebut kembali kehormatan serta hak-hak kamu dan Bima."

Lala menyodorkan selembar tisu kering ke arah Ranti. "Lihat posisimu sekarang, Ti. Kamu punya rumah, kamu punya harta warisan utuh, kamu punya hak asuh Bima, dan yang paling penting... kamu punya kami yang tidak akan pernah meninggalkan kamu. Sedangkan Sony dan Raya? Mereka cuma dapat luka bakar, rasa malu, kemelaratan, dan rasa penyesalan seumur hidup."

Ranti menerima tisu dari Lala, mengusap sisa-sisa air mata di wajahnya. Ia menatap ketiga orang di hadapannya satu per satu. Ada rasa hangat yang perlahan mengalir mengikis hawa dingin penyesalan di dadanya.

"Terima kasih ya..." bisik Ranti tulus seraya tersenyum tipis di balik mata sembapnya. "Terima kasih karena kalian tidak biarkan aku menghadapi neraka ini sendirian."

"Sama-sama, Sahabatku," sahut Tasya seraya mengecup pipi Ranti penuh kasih. "Mulai hari ini, tidak ada lagi air mata untuk pria bangsat seperti Sony. Kita tutup buku lama, dan kita buka lembaran baru."

Hendra merapikan berkas-berkas di dalam tasnya, lalu menatap Ranti dengan senyum profesionalnya yang menenangkan. "Minggu depan sidang pembacaan putusan ikrar talak dan pengesahan pembagian harta akan digelar. Begitu ketok palu resmi dijatuhkan, Bu Ranti... Anda resmi menjadi wanita yang merdeka."

Ranti menegakkan kembali posisi duduknya. Ia menarik napas panjang, membiarkan udara segar memenuhi paru-parunya. Bayang-bayang penyesalan dan kebodohan masa lalu itu mungkin belum sepenuhnya sirna, tetapi malam ini, di antara kehangatan sahabat dan pelukan keluarga, Ranti tahu satu hal pasti:

Ia telah memenangkan pertempuran terhebat dalam hidupnya, dan ia siap menyambut hari esok dengan kepala terangkat tinggi.

1
Lee Mba Young
pengacara Sony keren banget, walau Sony napi ttp bisa memenangkan sidang🤣.
pengacara ranti abal abal cm butuh duit Tok mkne keder mengjadapi pengacara Sony. mkne ranti kalah sidang.

pdhl Sony jelas selingkuh Dan korupsi tp masih bisa dpt hak asuh. 👍
NinLugas: ka baca karya baru aku kak, perlu pembaca kritis kyk KK
total 1 replies
Lee Mba Young
pling enak pelakor Raya gk dpt karma.
Lee Mba Young
Cerita pling aneh. pdhl Sony napi dpt hak asuh.
farhan Dan pengacara ranti memang memgalah agar farhan bebas mndekati ranti tanpa bima. 🤣.
pdhl jelas jelas Sony napi kan 🤣
Lee Mba Young
pengacara Sony best banget pdhl Sony selingkuh, zina korupsi tp dpt bebas Dan dpt hak asuh🤣 .
ranty pengacara ne goblok 🤣
farhan kayak nya gk mau bima, cm mau ranti mkne suruh ranti nyerah.
NinLugas: kalau g gila authornya ya ceritanya yg gila kak🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Ini hukum pling aneh, pdhl korupsi kok bisa bebas bersyarat.
pengacara ranti yg kurang keren
sunaryati jarum
Fitnah jika diselidiki dan ada bukti akurat,maka fitnah akan kalah
sunaryati jarum
Sony Seharus kamu akui dan terima kenyataan,ini semua karena kesalahan kamu.
Lee Mba Young
di sini pengadilan yg gk banget bpk nya napi tp dpt hak asuh itu dah aneh.
trus sekarang bpk nya nikah dng selingkuh annya apa gk di Banting tu anak.

ranti punya kerjaan hidup mapan knp gk dpt hak asuh. pdhl anak di bawah umur itu dng ibunya 🤣.
NinLugas: nnti d jelaskan d episode berikutnya nya y kk 🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Kenapa Sony bisa dpt hak asuh anak kn dia narapidana. kok aneh.
hrse dng status napi Dan gk punya penghasilan gk dpt hak asuh kan.
bukan kah kemarin hak asuh resmi ke ibunya. kok mulek.
sunaryati jarum
Kacang lupa akan kulitnya ,itu kamu Soni dan keluargamu
sunaryati jarum
Kamu malah.tambah cari masalah
NinLugas: terimakasih y kk atas dukungannya, 😍
total 1 replies
sunaryati jarum
Ada temen semasa kecil yang memberi dukungan
sunaryati jarum
Semoga kedepannya tidak ada lagi pengkhianat Ranti
sunaryati jarum
Orang tua Raya , bagus.Tidak membela tapi menyalahkan
sunaryati jarum
Tujuan kamu memang ingin merebut posisi Ranti, sudah pas kamu langsung dapat karma instan
sunaryati jarum
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!