NovelToon NovelToon
Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Menikah Dulu Lalu Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Suara gemericik air hujan yang menabrak kaca jendela kamar menjadi satu-satunya dentang yang memecah keheningan di dalam ruangan bernuansa minimalis itu. Riana duduk di tepi tempat tidur berukuran king size, jemarinya meremas pinggiran sprei satin yang dingin. Di sudut ruangan lain, berdiri seorang pemuda berpostur jangkung yang sedang merapikan kerah kemeja hitamnya di depan cermin besar. Dialah Reza, sosok pria yang sejak dua bulan lalu secara sah menyandang status sebagai suaminya.

​Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk hidup di bawah satu atap tanpa suara. Dua bulan berjalan seperti rentetan hari tanpa warna, di mana keberadaan satu sama lain dianggap layaknya bayangan yang tak memiliki wujud. Pernikahan ini bukanlah impian yang dianyam oleh cinta, melainkan sebuah simpul paksaan yang dijahit oleh warisan janji masa lalu.

​Nenek moyang dari kedua keluarga besar mereka pernah membuat kesepakatan tertulis puluhan tahun lalu, sebuah amanah keluarga yang tak boleh dilanggar oleh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Di Ujung Tanduk

​Ting tong!

​Suara bel rumah berdering nyaring, memotong keheningan di area foyer depan. Reza yang baru saja hendak memutar gagang pintu utama mendadak menghentikan gerakannya. Dahinya berkerut dalam. Siapa yang bertamu di pagi hari seperti ini? Orang tua mereka biasanya selalu memberi kabar terlebih dahulu jika ingin berkunjung.

​Di saat yang sama, Riana yang mendengar suara bel langsung berjalan cepat menuju jendela depan yang tertutup gorden tipis. Ia mengintip sedikit melalui celah kain. Begitu melihat sosok wanita yang berdiri di luar pagar dengan gaya anggun dan kacamata hitamnya, mata Riana membelalak kaget.

​Itu Sela.

​Darah Riana mendadak terasa berdesir cepat. Tanpa membuang waktu, ia berlari kecil menuju tempat Reza berdiri. Dengan cengkeraman cepat di lengan kemeja Reza, Riana menarik pria itu menjauh dari pintu utama menuju sudut ruang tengah yang tak terlihat dari luar.

​"Kamu cari mati?!" bisik Riana penuh penekanan, matanya menatap Reza tajam dengan amarah yang tertahan. "Kok ngasih tau alamat rumah ini ke Sela?!"

​Reza terpaku. Raut wajahnya yang biasa dingin kini menunjukkan riak kekagetan yang nyata. "Maksud kamu apa? Aku gak pernah ngasih tahu alamat rumah ini ke siapapun, apalagi Sela."

​"Terus kenapa dia bisa ada di depan pintu sekarang?!" tembak Riana, napasnya sedikit memburu. "Kalau sampai dia masuk dan lihat baju-baju aku di atas, atau lebih parahnya lihat CCTV keluarga kamu, selesai semua cerita kita, Reza!"

​Reza terdiam. Kepalanya mendadak berdenyut hebat. Ia sadar betul seberapa besar bahaya yang sedang mengintai di luar sana. Jika Sela tahu ia tinggal satu rumah dengan Riana—mahasiswi satu prodi yang paling menarik perhatian di semester dua—rahasia pernikahan perjodohan ini bakal meledak dan menghancurkan reputasinya di kampus dalam semalam.

​Ting tong! Ting tong!

​Suara bel kembali berbunyi, kali ini diiringi ketukan pelan pada pintu kayu depan.

​"Reza? Kamu di dalam, kan? Mobil kamu ada di garasi, nih!" suara Sela terdengar samar-samar dari luar, membawa kepanikan tersendiri ke dalam rumah.

​Reza menatap Riana intens. Untuk pertama kalinya dalam dua bulan, pria itu memperlihatkan kecemasan di depan istrinya. Benteng kesombongannya runtuh seketika digantikan oleh insting untuk menyelamatkan situasi.

​"Kamu naik ke atas sekarang," perintah Reza berbisik, suaranya sedikit gemetar. "Kunci pintu kamar. Jangan keluar sampai aku suruh."

​Riana menatap Reza dengan pandangan tidak percaya. "Kamu mau nemuin dia di dalam rumah ini?"

​"Aku gak bisa biarkan dia di luar terus, tetangga bisa curiga," selak Reza cepat. "Biar aku yang hadapi Sela di luar atau di teras. Kamu tinggal naik ke atas dan pastikan gak ada barang-barang kamu yang tergeletak di lantai bawah!"

​Riana mengertakkan gigi, namun ia tahu Reza benar. Ini bukan saatnya untuk berdebat soal gengsi atau rasa sakit hati. Keberadaan Sela di depan rumah adalah ancaman nyata bagi mereka berdua.

​"Awas kalau sampai dia melangkah masuk ke lantai dua," ancam Riana dingin sebelum membalikkan badan dan berlari cepat menaiki anak tangga menuju kamar utama.

​Reza menghela napas panjang, merapikan kerah kemejanya yang agak kusut, lalu mengatur raut wajahnya agar tampak tenang. Ia melangkah menuju pintu depan, memutar kunci, dan membuka pintu kayu tebal itu dengan senyuman yang dipaksakan.

​"Sela? Kamu... kok bisa di sini?" tanya Reza, mencoba menahan tubuhnya di ambang pintu agar Sela tidak bisa langsung melangkah masuk ke dalam rumah.

1
Waaaaaa_
hehe gpp,selamat membacaa😍
bsjelfjbrndsabdvr
tapi suka ceritanya😍😍😍
bsjelfjbrndsabdvr
wahhh saking serius baca sampai lupa like dari awal Bab. Maafken ya Thor😂😂😍😍❤️❤️❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!