NovelToon NovelToon
Pangeran KW Salah Server

Pangeran KW Salah Server

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Fantasi Isekai / Komedi
Popularitas:749
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Kiano (18), remaja narsis asal era 2050, apes total! Tersesat di stasiun kuburan tua, ia malah mencabut golok pusaka dan membebaskan Tengkorak Hideung, jin buronan yang kini menempel padanya.

Niatnya mau pulang ke Jakarta Barat, Kiano malah terdampar di Kerajaan Bunian dan dikira Pangeran Wirasada yang kabur. Alhasil, kaus mewahnya disita, menyisakan kolor kuning Upin-Ipin, dan ia dipaksa ikut Kencan Buta Maraton dengan ratusan putri jin yang wajahnya bikin jantungan! Tanpa sinyal 6G dan dikepung dedemit Sunda kuno, mampukah pangeran KW ini selamat dari kejaran dan penyihir peminum darah, Nini Kalingking?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Kencan Buta Berujung Uji Nyali

Kiano semakin melotot lebar. "Pantesan keras! Untung jidat estetis gue gak benjol segede bakso tahu!"

"Ayo Pangeran, mari kita turun," ajak Dharma menenangkan.

Mereka berdua pun turun dari kereta terbang dan mulai melangkah masuk melewati gerbang keraton. Di dalam sana, puluhan pengawal berbaju besi dan dayang istana yang memang bertugas di tempat itu sudah berjajar rapi, bersiap menyambut kedatangan sang putra mahkota tiruan.

"Pangeran, saya hanya ingin memberitahu kembali. Jika Anda belum menghafal nama-nama putri yang ada di daftar gulungan itu, saya bisa memberi Anda saran agar proses kencannya berjalan cepat," bisik Dharma sambil berjalan beriringan di samping Kiano.

"Berhubung kandidatnya ada lima puluh... ah, maksud saya mungkin empat puluh sembilan, karena salah satu putri dari Kerajaan Gunung Kidul mendadak batal hadir karena sakit. Saya sarankan agar Anda menyaringnya menjadi lima orang saja, lalu menyeleksinya sendiri. Pastikan pilihan Anda benar-benar sesuai dengan kriteria Baginda Raja. Begitu pesan Gusti Ratu kepada saya sebelum berangkat tadi."

Kiano mendengus pasrah. "Ck, iya, iya! Bawel banget sih lo, kayak panitia ospek!"

****

Sesampainya di dalam, para putri dari berbagai negeri gaib sudah berdiri berjajar dengan anggun. Namun, bukannya terpesona, Kiano malah bergidik ngeri seketika. Di sana, ia melihat sebagian wajah mereka memang tampak ayu jelita. Sialnya, bagian bawah mereka justru membuat bulu kuduk berdiri.

Ada putri yang kakinya berbentuk kaki rusa, ada yang kaki kuda berbulu lebat, ada juga yang memiliki ekor serta telinga rubah, kucing, hingga harimau. Bahkan, ada beberapa putri yang wajah aslinya tampak sangat menyeramkan dengan kulit pucat kebiruan.

Kiano menelan ludahnya susah payah. Cobaan apa lagi ini, Gusti? batinnya merana.

"Silakan, Yang Mulia, mulailah menyeleksi. Jika Anda sudah menemukan dan memilih lima kandidat terbaik, segera beritahu saya," ucap Dharma berbisik di dekat telinganya.

Dengan kaki yang mendadak bergetar lemas, Kiano mulai melangkah melewati barisan para putri itu satu per satu.

Ini mah bukan mau kencan, tapi mau uji nyali di rumah hantu! batin Kiano menjerit histeris.

****

Setelah melakukan inspeksi visual dengan tingkat ketelitian tingkat tinggi, akhirnya Kiano menjatuhkan pilihan pada lima kandidat yang menurutnya paling normal. Setidaknya, secara fisik luar mereka terlihat mirip-mirip manusia seutuhnya.

Pilihan lima orang itu jatuh pada dua putri yang memakai cadar penutup wajah—yang tampak sangat anggun dengan lekuk tubuh aduhai. Sementara tiga putri lainnya terlihat sangat cantik, langsing, dan modis bak model papan atas atau artis terkenal di tahun 2050.

Sesi kencan pertama pun dimulai dengan salah satu putri bercadar merah.

Dharma sudah menyiapkan sebuah ruangan privat khusus di dalam keraton untuk sang pangeran. Sementara itu, empat puluh empat putri lainnya yang tidak terpilih terpaksa dibubarkan dan dipulangkan ke negeri masing-masing. Mereka diantar langsung oleh para pengawal istana Mandala Hyang sebagai bentuk penghormatan dan rasa tanggung jawab kerajaan.

Kiano sudah duduk manis di kursinya. Tak lama kemudian, sang putri bercadar merah melangkah masuk ke dalam ruangan. Gerakannya begitu gemulai dan berwibawa saat mengambil tempat duduk tepat di seberang Kiano.

"Salam, Yang Mulia Pangeran Wirasada. Saya Rasmaya Sanca Wulung, putri dari Kerajaan Wulung," sapanya dengan suara lembut yang mendayu-dayu.

Kiano hanya mangut-mangut, matanya sedikit terpesona melihat aura anggun sang putri. "Ah, salam kenal juga. Kalau begitu... apakah Anda bersedia membuka cadarnya? Saya ingin tidak ada keraguan di antara kita, dan sejujurnya saya ingin melihat wajah cantik Anda," ucap Kiano melancarkan jurus basa-basi mautnya.

Sebenarnya, Kiano bukan cuma penasaran. Dia hanya ingin proses konyol ini cepat selesai. Urusan jodoh bisa dipikirkan belakangan, yang penting dia sukses berakting dan bisa segera mencari celah untuk kabur.

Putri Rasmaya mengangguk pelan. Jemari lentiknya perlahan melepas tali cadar di belakang kepala, lalu menurunkan kain merah itu dengan sangat anggun.

DEG!

Mata Kiano langsung membelalak sempurna sampai hampir keluar dari rongganya. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

Ternyata, hidung putri itu ukurannya sangat tidak manusiawi, besar dan panjang ke bawah persis seperti jantung pisang ambon!

Pantas saja sejak tadi kain cadarnya kelihatan agak menggembung ke depan. Kiano yang mengira wanita di depannya memiliki wajah rupawan mirip model majalah dewasa seketika langsung shock berat di tempat.

Kiano yang masih mematung dengan mulut menganga lebar. Matanya mengerjap beberapa kali, berharap penglihatannya sedang mengalami gangguan sinyal augmented reality atau semacamnya. Namun tidak. Jantung pisang ambon itu nyata, menempel tepat di tengah wajah sang putri dengan kokohnya.

Buset! Ini putri kerajaan atau maskot toko buah?! teriak Kiano histeris dalam hati.

Putri Rasmaya tersenyum malu-malu, membuat hidung raksasanya ikut bergoyang ke kanan dan ke kiri. "Bagaimana, Pangeran? Apakah wujud hamba sesuai dengan fantasi Anda?" tanyanya dengan suara mendayu-dayu yang sekarang terdengar amat horor di telinga Kiano.

Kiano buru-buru menutup mulutnya yang hampir kemasukan lalat gaib. Ia berdeham keras, mencoba mengendalikan otot-otot wajahnya yang mulai kejang karena menahan syok.

"A-Ah... iya. Sungguh... sebuah mahakarya visual yang sangat... di luar ekspektasi saya, Tante—eh, Putri," jawab Kiano patah-patah, tangannya diam-diam mencengkeram pinggiran kursi kayu jati untuk menahan diri agar tidak pingsan.

"Hidung Anda... sangat membumi sekali ya. Kaya akan vitamin C."

Putri Rasmaya terkekeh manja. "Anda bisa saja, Pangeran. Ini adalah ciri khas kecantikan bangsawan Kerajaan Wulung. Semakin panjang dan besar hidung kami, semakin tinggi pula derajat kami di mata para leluhur."

Leluhur lo seleranya ajaib bener! batin Kiano meratapi nasib.

Sadar bahwa ia tidak bisa berlama-lama di ruangan ini sebelum jiwanya benar-benar terguncang, Kiano langsung memajukan tubuhnya. Ia memasang wajah super serius yang dipaksakan.

"Putri Rasmaya yang terhormat," ucap Kiano dengan nada dibuat sebijaksana mungkin.

"Setelah melihat kecantikan Anda yang begitu... megah ini, saya merasa diri saya yang remah-remah kerupuk kaleng ini sama sekali tidak pantas bersanding dengan Anda. Derajat Anda terlalu tinggi. Saya takut tidak bisa membahagiakan Anda di masa depan."

Putri Rasmaya mengernyitkan dahi, hidung jantung pisangnya meliuk sedih. "Maksud Anda, Pangeran?"

"Maksud saya, demi kebaikan masa depan Kerajaan Wulung dan demi kelestarian hidung Anda yang berharga ini, dengan berat hati saya harus menyatakan... kita tidak jodoh," tembak Kiano telak tanpa rem.

"Dharma! Tolong hantar Putri Rasmaya kembali ke keretanya dengan selamat!" teriak Kiano kencang ke arah luar pintu.

Pintu ruangan privat itu langsung terbuka. Dharma muncul dengan wajah kaku nan siaga. "Baik, Pangeran."

Putri Rasmaya mendengus kecewa. Ia kembali memasang cadar merahnya yang menggembung, lalu bangkit berdiri dengan hentakan kaki kesal sebelum melangkah keluar ruangan diikuti oleh Dharma.

Kiano langsung merosot dari kursinya hingga terduduk di lantai keramik yang dingin. Ia memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri seolah habis dihantam meteor.

"Gila... baru kandidat pertama aja speknya udah kayak buah-buahan tropis," gumam Kiano sembari mengusap wajahnya yang pucat.

"Masih ada empat kandidat lagi. Sialan, kalau yang berikutnya wujudnya mirip duren atau manggis, gue fix minta resign aja jadi pangeran!"

Ia kembali mengempaskan bokongnya di atas kursi kayu jati dengan sisa tenaga yang ada.

Namun, belum sempat Kiano menata kembali mentalnya yang sempat hancur, pintu ruangan kembali diketuk. Dharma melongokkan kepalanya dari balik daun pintu.

"Pangeran, kandidat kedua sudah siap. Beliau adalah putri dari Kerajaan Wulung, sama seperti Putri Rasmaya. Apakah saya bisa menyuruhnya masuk?"

Kiano meneguk ludah, bersiap menanggung beban batin lanjutan. "Iya... suruh dia masuk, Dharma."

Sesi kandidat kedua pun dimulai.

Putri kedua melangkah masuk ke dalam ruangan dengan gemulai. Kiano langsung memasang mata jeli. Berbeda dengan kakaknya, putri yang satu ini tidak memakai cadar. Wajahnya terpampang nyata: sangat cantik, proporsional, dan sejauh pengamatan visual Kiano, tidak ada cacat atau keanehan sama sekali pada fisiknya.

Melihat visualnya yang aduhai mirip model papan atas, Kiano langsung mempersilakan putri itu untuk duduk di seberangnya tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun.

"Mari kita percepat—maksud saya, kita langsung pada intinya saja, ya. Tidak perlu basa-basi terlalu panjang," ucap Kiano, tidak ingin membuang waktu sedetik pun di ruangan privat ini.

"Baik, Pangeran. Namun sebelumnya, perkenalkan nama saya Rasmita Sanca Wulung. Saya adalah adik kandung dari Putri Rasmaya, berasal dari Kerajaan Wulung," ucap sang putri dengan suara mendayu yang teramat merdu.

Kiano sontak tertegun di tempat. Waduh, berarti dia saudaraan sama yang hidung jantung pisang tadi dong? Tapi kok muka yang ini aman-aman aja ya?

1
Protocetus
Wuih cepet amat nulisnya Thor 💪
Soobin Chan: lumayan, udah hampir setahun juga nangkring di lapak sebelah. dari jaman bapaknya kiano SMA sampai punya anak. dan anaknya sekarang pindah kesini😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!