NovelToon NovelToon
Mystical Soul

Mystical Soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:334.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ivonius sugiharto

"beruang sialan, mati kau, matii" teriak cosmic dengan penuh amarah sambil menikam belakang leher bos beruang hitam yang telah jatuh ditanah dengan penuh luka diseluruh tubuhnya

[anda telah membunuh Bos beruang hitam]
[anda telah berburu 100 beruang hitam]
[anda mendapatkan judul black bears slayer - semua statisik anda +2]
[level anda telah meningkat]
[kesehatan anda telah dipulihkan]
[anda orang pertama yang berburu semua hewan didesa andalas]
[ anda mendapatkan judul andalas village guard - semua statistik anda naik 10% , pertahanan anda terhadap monster hewan lebih kuat]
[anda telah mendapatkan potongan jiwa]
[anda telah memenuhi persyaratan perubahan job/pekerjaan kedua]

misi job/pekerjaan kedua : kumpulkan potongan jiwa 1/3
hadiah perubahan job/pekerjaan : ???
waktu misi : tidak ada

"ahahaha,"
"tidak sia-sia aku berburu monster ini"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ivonius sugiharto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkah di Balik Perburuan

Padang rumput di sebelah selatan Desa Andalas kembali dipenuhi suara pertarungan.

Belalang Tempur berkeliaran di berbagai penjuru, sesekali terdengar suara gesekan capit mereka yang tajam saat mengejar mangsa.

Di tengah hamparan padang rumput itu, dua orang petualang muda berlari sekencang mungkin.

"Sebelah sini!"

"Tarik yang itu juga!"

Deniel berteriak sambil terus berlari. Di belakangnya, lima Belalang Tempur mengejar tanpa henti.

Di sisi lain, Hanur juga melakukan hal yang sama. Ia menarik lima Belalang Tempur lainnya menuju tempat yang telah ditentukan.

Begitu kedua kelompok monster itu berkumpul...

Cosmic melangkah maju.

"Bagus."

"Bawa semuanya ke sini."

Sepuluh Belalang Tempur langsung mengubah arah dan menyerbu Cosmic.

Namun berbeda dengan Deniel dan Hanur yang harus terus berlari menghindar, Cosmic justru berdiri tenang sambil menggenggam pedangnya.

"Wind Cutter!"

Gelombang tebasan melesat membelah barisan depan.

Belalang Tempur yang terkena serangan langsung kehilangan sebagian besar Health mereka.

Tanpa memberi kesempatan monster mendekat...

"Shadow Arrow!"

Tiga panah energi menghantam sasaran secara bersamaan.

Dua monster langsung roboh menjadi cahaya.

Sisanya terus menyerbu.

"Sword Blast!"

BOOOM!

Ledakan kecil menyebar dari ayunan pedangnya.

Beberapa Belalang Tempur terpental ke belakang.

Cosmic segera menerjang ke tengah kerumunan.

Pedangnya berkilat tanpa henti.

Satu...

Dua...

Tiga...

Dalam waktu singkat seluruh Belalang Tempur berubah menjadi butiran cahaya.

Notifikasi EXP terus bermunculan di hadapan ketiga petualang itu.

---

Teknik yang dilakukan Cosmic dikenal oleh para pemain sebagai Game Booster atau lebih sering disebut GB.

Dalam metode ini, pemain dengan level tinggi membantu pemain yang lebih rendah menaikkan level dengan cara membunuh monster yang mereka tarik.

Karena Deniel dan Hanur memiliki level jauh di bawah Belalang Tempur, monster akan terus mengejar mereka dengan agresif.

Sebaliknya...

Level Cosmic yang sudah jauh lebih tinggi membuat Belalang Tempur tidak lagi terlalu agresif kepadanya.

Ia memanfaatkan perbedaan sistem tersebut.

Deniel dan Hanur bertugas menarik monster.

Sedangkan Cosmic menghabisi semuanya.

Cara ini jauh lebih cepat dibanding berburu sendirian.

---

Perburuan berlangsung tanpa henti.

Deniel dan Hanur bergantian menarik Belalang Tempur dari berbagai arah.

Begitu monster berkumpul, Cosmic langsung menghabisinya menggunakan kombinasi berbagai skill.

Sesekali ia meminum Ramuan Mana.

Kadang juga menggunakan Ramuan Health ketika menerima beberapa serangan.

Meski demikian, pertarungan tetap berlangsung sangat efisien.

Beberapa kali cahaya putih menyelimuti tubuh Deniel dan Hanur.

TING!

«[Level Anda meningkat.]»

Tidak lama kemudian...

Notifikasi yang sama kembali muncul.

Lagi.

Dan lagi.

Dalam waktu kurang dari tiga jam, level mereka meningkat sangat cepat.

Kini...

Deniel telah mencapai Level 15.

Hanur juga berhasil mencapai Level 15.

Keduanya hampir tidak percaya dengan perkembangan mereka.

Sementara itu...

Cosmic juga memperoleh EXP dalam jumlah besar.

Walaupun EXP harus dibagi dengan anggota party, jumlah monster yang dibunuh jauh lebih banyak dibanding ketika ia berburu sendirian.

Apalagi sekarang Belalang Tempur tidak lagi agresif terhadap dirinya.

Kalau berburu sendiri, ia harus mendekati monster satu per satu.

Sedangkan sekarang...

Monster datang sendiri.

"Itu jauh lebih menghemat waktu."

gumam Cosmic sambil kembali menghabisi beberapa Belalang Tempur.

EXP miliknya terus bertambah.

Levelnya hampir mencapai 22.

---

Dua jam lebih berlalu.

Deniel akhirnya menghentikan langkahnya.

Ia membungkuk sambil memegangi lutut.

Napasnya terengah-engah.

"Kak..."

"Boleh kita istirahat sebentar?"

Hanur yang berada di sampingnya juga tampak sangat kelelahan.

Bukan karena bertarung.

Melainkan karena terus berlari memancing monster selama berjam-jam.

Cosmic menoleh ke belakang.

Ia melihat wajah keduanya yang dipenuhi keringat.

Belalang Tempur terakhir di depannya juga baru saja berubah menjadi cahaya.

"Baik."

"Kita istirahat."

Ketiganya kemudian duduk di bawah sebuah pohon besar di tepi padang rumput.

Angin sore bertiup pelan menghilangkan rasa panas setelah berburu cukup lama.

Deniel membuka inventarisnya.

"Luar biasa..."

"Ini pertama kalinya aku naik level secepat ini."

Hanur mengangguk setuju.

"Kalau bukan karena Kak Cosmic..."

"Mungkin kami masih berkutat di Level delapan."

Cosmic hanya tersenyum tipis.

"Berapa total Belalang Tempur yang kita bunuh?"

Deniel segera menghitung seluruh capit yang ada di inventaris party.

Beberapa saat kemudian ia mengangkat kepala.

"Seratus delapan puluh tiga ekor."

Cosmic mengangguk puas.

"Jumlah yang lumayan."

Ia kemudian membagi hasil buruan.

"Kalian masing-masing ambil lima puluh capit."

"Sisanya untukku."

Deniel dan Hanur saling berpandangan.

"Benarkah?"

"Padahal Kak yang mengalahkan hampir semuanya."

Cosmic hanya tertawa kecil.

"Kalian juga sudah bekerja keras."

"Tanpa kalian, aku tidak mungkin menarik monster sebanyak itu."

Deniel menerima lima puluh capit tersebut dengan wajah berbinar.

"Terima kasih banyak, Kak."

"Quest kami juga sudah selesai."

"Kami akan kembali ke desa untuk melaporkannya."

Cosmic mengangguk.

"Setelah itu?"

Hanur menjawab dengan penuh semangat.

"Kami akan langsung pergi ke Kerajaan."

"Level kami sudah lebih dari sepuluh."

"Banyak orang bilang petualangan yang sesungguhnya dimulai dari sana."

Cosmic tersenyum.

"Semoga perjalanan kalian lancar."

Deniel mengulurkan tangan.

"Terima kasih atas semua bantuanmu."

"Aku tidak akan melupakan hari ini."

Cosmic menjabat tangannya.

"Semoga kita bertemu lagi."

"Pasti."

Tak lama kemudian Deniel dan Hanur berjalan kembali menuju Desa Andalas.

Keduanya sesekali melambaikan tangan sebelum akhirnya menghilang di balik padang rumput.

Cosmic memperhatikan mereka hingga tidak terlihat lagi.

Kemudian ia membuka inventarisnya.

Belalang Tempur telah memberikan banyak hasil buruan.

Namun...

Tatapannya berhenti pada satu item quest.

"Aloe Vera Water..."

Ia hanya memperoleh satu tanaman.

Padahal misi dari Ria membutuhkan delapan.

Cosmic mengernyitkan dahi.

"Kenapa sedikit sekali?"

"Apa tanaman ini memang sangat langka?"

Ia kembali melihat tumpukan capit Belalang Tempur.

Hal lain juga membuatnya bingung.

"Aneh..."

"Aku sudah membunuh seratus delapan puluh tiga Belalang Tempur."

"Tapi Boss Lapangan tidak muncul lagi."

Ia terdiam beberapa saat.

Lalu memasukkan kembali seluruh barang ke dalam inventaris.

"Kalau begitu..."

"Aku harus mencari lebih jauh."

"Mungkin tanaman itu memang tidak tumbuh di sekitar sini."

Cosmic berdiri.

Tatapannya mengarah ke bagian selatan padang rumput yang belum pernah ia jelajahi.

Tanpa ia sadari...

Keputusan sederhana untuk mencari tanaman obat itu akan membawanya menemukan sebuah rahasia yang selama dua tahun belum pernah ditemukan oleh pemain mana pun.

----

Setelah Deniel dan Hanur kembali ke Desa Andalas, padang rumput di bagian selatan kembali terasa sunyi.

Hanya suara angin yang berembus pelan di antara rerumputan dan sesekali terdengar jeritan Belalang Tempur dari kejauhan.

Cosmic menatap lembar quest milik Ria sekali lagi.

---

■ Ria Quest

Quest:

Kumpulkan 8 tanaman Aloe Vera Water.

Progres:

1/8

---

"Hanya satu..."

Cosmic menghela napas pelan.

Selama lebih dari dua jam berburu, ia hanya menemukan satu tanaman Aloe Vera Water.

Jumlah itu terlalu sedikit.

"Apa tanaman ini memang sangat langka?"

Ia memasukkan kembali lembar quest ke dalam inventaris.

Kemudian mengalihkan pandangannya ke arah selatan.

Semakin jauh dari Desa Andalas, jumlah Belalang Tempur mulai berkurang.

Padang rumput yang luas perlahan berubah menjadi kawasan berbatu.

Bongkahan batu besar tersebar di berbagai tempat, membentuk tebing-tebing rendah yang belum pernah didatanginya.

Sebagian besar pemain memilih berburu di dekat desa.

Tidak banyak yang mau berjalan sejauh ini hanya demi mencari tanaman obat.

"Aku sudah sampai sejauh ini."

"Sayang kalau kembali dengan tangan kosong."

Cosmic terus melangkah.

Belalang Tempur yang ditemuinya tetap ia habisi satu per satu.

Walaupun EXP yang diperoleh sudah tidak terlalu banyak, setidaknya hasil buruan masih bisa dijual.

Namun...

Aloe Vera Water tetap tidak terlihat.

"Hm..."

"Kalau tumbuhan itu membutuhkan air..."

"Mungkin tempat tumbuhnya bukan di padang rumput."

Cosmic mulai memperhatikan keadaan sekitar.

Matanya menyapu setiap sudut medan berbatu.

Sesekali ia naik ke atas batu besar untuk memperluas pandangan.

Saat berdiri di atas salah satu batu tertinggi...

Ia tiba-tiba terdiam.

"Hah?"

Di balik deretan bebatuan itu tampak sebuah celah besar.

Bentuknya menyerupai mulut gua.

Yang lebih mengejutkan...

Di sekitar pintu masuk gua tumbuh banyak tanaman berdaun hijau tebal dengan ujung berwarna putih.

Persis seperti gambar yang diberikan Ria.

"Itu..."

"Aloe Vera Water!"

Tanpa berpikir panjang, Cosmic segera melompat turun dan berlari menuju gua.

Semakin dekat ia mendekat...

Semakin banyak tanaman obat yang terlihat.

Bahkan jumlahnya jauh lebih banyak dibanding seluruh tanaman yang ditemukannya sejak pagi.

"Astaga..."

"Selama ini semuanya tumbuh di sini."

Cosmic langsung mulai memetik satu per satu.

Daunnya tebal.

Di dalam batangnya terdapat cairan bening yang menjadi bahan utama pembuatan ramuan kesehatan.

Tanaman itu tumbuh rapat di sepanjang dinding gua.

Satu...

Lima...

Sepuluh...

Dua puluh...

Cosmic terus memetik tanpa berhenti.

Ia bahkan lupa menghitung jumlah yang telah dikumpulkannya.

Beberapa menit kemudian...

TING!

«[Anda telah memetik 100 tanaman.]»

«[Skill Pasif baru diperoleh.]»

«Picking Plants Lv.1»

Efek:

- Kecepatan memetik seluruh jenis tanaman meningkat.

- Waktu yang dibutuhkan berkurang 33%.

Cosmic menghentikan tangannya sejenak.

"Skill baru?"

Ia tersenyum puas.

"Jadi..."

"Bukan hanya berburu monster yang bisa menghasilkan skill."

"Profesi pengumpul juga memiliki skill sendiri."

Skill itu mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi pemain yang sering mengumpulkan tanaman atau bahan kerajinan, kemampuan tersebut sangat berharga.

Setelah itu Cosmic kembali memetik tanaman.

Namun...

Baru beberapa langkah memasuki bagian dalam gua...

Notifikasi lain tiba-tiba muncul.

Suaranya berbeda dari notifikasi biasa.

Lebih berat.

Lebih jelas.

TING!

«[Wilayah tersembunyi berhasil ditemukan.]»

«[Mengidentifikasi lokasi...]»

Beberapa detik kemudian...

«[Guardian Cave]»

Cosmic membelalakkan mata.

"Guardian Cave?"

Belum sempat ia memahami arti nama tersebut...

Notifikasi berikutnya langsung muncul.

«[Anda adalah pemain pertama yang menemukan Guardian Cave.]»

«[Reputasi +500.]»

«[Bonus EXP +10% selama dua hari.]»

Cosmic terdiam.

"Reputasi... lima ratus?"

Jumlah itu jauh lebih besar dibanding seluruh reputasi yang ia kumpulkan selama dua hari terakhir.

Belum selesai.

Sistem kembali memberikan pemberitahuan.

«[Reputasi Desa Andalas melebihi 500.]»

«[Penduduk Desa Andalas akan menganggap Anda sebagai keluarga.]»

«[Harga pembelian di Desa Andalas berkurang 5%.]»

«[Harga penjualan kepada NPC Desa Andalas meningkat 5%.]»

Cosmic mengusap pelipisnya.

"Ini..."

"Hadiahnya terlalu besar."

Ia benar-benar tidak menyangka hanya dengan menemukan sebuah gua tersembunyi, ia memperoleh begitu banyak keuntungan.

Beberapa saat kemudian, sebuah jendela pilihan muncul di hadapannya.

---

Apakah Anda ingin mengumumkan penemuan Guardian Cave kepada seluruh dunia?

Ya / Tidak

Hadiah apabila diumumkan:

- Reputasi +100

---

Cosmic membaca pilihan itu dengan tenang.

Kalau ia memilih Ya...

Seluruh pemain di HEAVEN akan mengetahui lokasi Guardian Cave.

Namun...

Artinya ia juga harus berbagi semua rahasia yang mungkin ada di dalamnya.

Ia tersenyum kecil.

"Maaf..."

"Tapi kesempatan seperti ini tidak datang dua kali."

Tanpa ragu ia memilih...

Tidak.

Jendela notifikasi langsung menghilang.

Tidak ada pengumuman dunia.

Tidak ada pemain lain yang mengetahui lokasi Guardian Cave.

Kini...

Rahasia itu hanya diketahui oleh Cosmic seorang diri.

Ia kembali menatap lorong gelap di depannya.

Udara dingin perlahan berembus dari dalam gua.

Suasananya sangat sunyi.

Tidak terdengar suara monster sedikit pun.

Justru kesunyian itulah yang membuat tempat itu terasa semakin misterius.

Cosmic menggenggam pedangnya.

"Apa sebenarnya yang ada di dalam sana?"

Rasa penasaran perlahan mengalahkan keraguannya.

Ia menarik napas dalam.

Lalu melangkahkan kaki lebih jauh memasuki kegelapan Guardian Cave.

Tanpa ia sadari...

Setiap langkah yang diambilnya semakin mendekatkannya pada sebuah rahasia yang telah tersembunyi selama bertahun-tahun di bawah Desa Andalas.

----

Langkah kaki Cosmic bergema pelan di dalam Guardian Cave.

Udara di dalam gua terasa jauh lebih dingin dibandingkan padang rumput di luar.

Dinding-dinding batu dipenuhi lumut hijau, sementara tetesan air terus menetes dari langit-langit gua, menciptakan suara yang menggema di setiap sudut ruangan.

Anehnya...

Tidak ada satu pun monster yang ditemuinya.

Padahal menurut pengalaman Cosmic selama bermain HEAVEN, hampir setiap gua selalu dihuni oleh monster.

"Kenapa sepi sekali?"

Ia tetap berjalan dengan hati-hati.

Pedang Rare di tangan kanannya selalu berada dalam posisi siap.

Meski suasana tampak tenang, instingnya mengatakan bahwa tempat ini sama sekali tidak aman.

Di sepanjang lorong gua, Aloe Vera Water masih tumbuh subur.

Dengan bantuan skill Picking Plants yang baru diperolehnya, Cosmic memetik tanaman-tanaman itu jauh lebih cepat.

TING!

«[Aloe Vera Water diperoleh.]»

«[Aloe Vera Water diperoleh.]»

«[Aloe Vera Water diperoleh.]»

Jumlah tanaman di dalam inventarisnya terus bertambah.

Namun kali ini ia tidak terlalu memedulikan hasil panennya.

Perhatiannya lebih tertuju pada ujung lorong yang mulai terlihat semakin terang.

"Cahaya?"

Semakin mendekat, lorong sempit itu perlahan melebar.

Beberapa langkah kemudian...

Cosmic berhenti.

Matanya membelalak.

Di hadapannya terbentang sebuah ruangan bundar yang sangat luas.

Langit-langit gua menjulang tinggi hingga sulit terlihat ujungnya.

Ribuan batu kristal berwarna biru menempel pada dinding, memancarkan cahaya lembut yang menerangi seluruh ruangan.

Pemandangan itu begitu indah hingga membuat Cosmic terpaku beberapa saat.

"Tempat apa ini...?"

Udara di dalam ruangan terasa sangat lembap.

Tak heran jika Aloe Vera Water tumbuh jauh lebih subur dibandingkan di luar gua.

Namun...

Bukan tanaman itu yang menarik perhatian Cosmic.

Tepat di tengah ruangan...

Berdiri sebuah peti kayu raksasa.

Peti itu terlihat sangat tua.

Permukaannya dipenuhi ukiran-ukiran kuno yang hampir tertutup lumut.

"Ada peti harta..."

Wajah Cosmic langsung berbinar.

Kalau sebuah gua tersembunyi memiliki peti sebesar itu...

Kemungkinan besar isinya bukan barang biasa.

Namun...

Saat pandangannya bergeser ke belakang peti...

Senyumnya perlahan menghilang.

Di sana berdiri sebuah patung batu raksasa.

Patung itu sedang duduk sambil menundukkan kepala.

Kedua tangannya menggenggam sebuah pedang besar yang ditancapkan ke tanah.

Seluruh tubuhnya dipenuhi lumut dan retakan.

Sekilas, patung itu tampak seperti peninggalan kuno yang telah berada di sana selama ratusan tahun.

"Patung?"

Cosmic memperhatikannya beberapa saat.

Tidak ada notifikasi.

Tidak ada nama.

Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

"Mungkin hanya hiasan."

Rasa penasaran mengalahkan kewaspadaannya.

Ia melangkah perlahan menuju peti kayu.

Semakin dekat.

Semakin dekat.

Hingga jaraknya tinggal beberapa meter.

Tiba-tiba...

Sebuah suara berat menggema memenuhi ruangan.

"Siapa... kau?"

Tubuh Cosmic langsung membeku.

Suara itu bukan berasal dari belakangnya.

Melainkan...

Dari arah patung batu.

Perlahan...

Patung itu mengangkat kepalanya.

Debu dan lumut berjatuhan dari tubuhnya.

Dua mata yang semula kosong kini memancarkan cahaya biru terang.

Ruangan yang semula sunyi mendadak dipenuhi tekanan yang begitu berat.

"Kau..."

"...bukan Guardian."

Suara itu terdengar dingin tanpa emosi.

Patung raksasa itu perlahan berdiri.

Tubuhnya yang besar membuat tanah di sekitarnya bergetar.

DUM!

Dengan satu tangan, ia mencabut pedang raksasa yang tertancap di tanah.

Suara gesekan batu menggema ke seluruh ruangan.

"Pergi."

"Tempat ini..."

"...bukan untukmu."

Saat itu juga sebuah notifikasi muncul di hadapan Cosmic.

---

«[Anda telah bertemu dengan peninggalan Penjaga Desa Andalas terdahulu.]»

«[Hanya Penjaga Desa yang diizinkan mendekati tempat ini.]»

---

Beberapa detik kemudian...

Tulisan berwarna merah perlahan muncul di atas kepala patung tersebut.

Andalas Village Guardian

Level : ?????

Cosmic langsung menelan ludah.

"Level... tidak terbaca?"

Selama bermain HEAVEN, ini adalah pertama kalinya ia melihat tanda tanya menggantikan angka level.

Artinya hanya satu.

Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.

Patung batu itu tetap berdiri di tempat.

Ia tidak bergerak.

Tidak menyerang.

Namun tekanan yang dipancarkannya saja sudah cukup membuat Cosmic berkeringat dingin.

Ia mencoba mengaktifkan kemampuan identifikasi.

Tidak ada hasil.

Seluruh informasi tetap tertutup.

Cosmic mengepalkan pedangnya.

Matanya sempat melirik ke arah peti harta.

Jaraknya tinggal beberapa langkah.

"Tidak..."

"Aku tidak boleh serakah."

Ia mengingat kembali nasihat Richard.

Kalau bertemu lawan yang tidak bisa dikalahkan... mundurlah.

Dengan sangat perlahan, Cosmic mulai melangkah mundur.

Satu langkah.

Dua langkah.

Tiga langkah.

Patung itu tidak mengejar.

Tatapan mata birunya terus mengikuti setiap gerakan Cosmic.

Begitu Cosmic keluar dari ruangan bundar...

Patung tersebut perlahan kembali berjalan menuju tempat semula.

Ia menancapkan kembali pedangnya ke tanah.

Lalu duduk.

Mata birunya padam.

Tubuhnya kembali diam seperti sebuah patung biasa.

Seolah-olah tidak pernah bergerak sama sekali.

Cosmic baru berani mengembuskan napas panjang.

"Nyaris saja..."

Kalau tadi ia memaksakan diri membuka peti...

Mungkin ia sudah mati dalam hitungan detik.

Ia menoleh sekali lagi ke arah ruangan itu.

Peti kayu raksasa masih berada di tempatnya.

Diam.

Menunggu seseorang yang benar-benar memenuhi syarat untuk membukanya.

Cosmic tersenyum tipis.

"Aku pasti akan kembali."

"Tapi..."

"Bukan sekarang."

Ia memandang nama merah yang masih samar terlihat dari kejauhan.

"Andalas Village Guardian..."

"Aku akan menjadi cukup kuat untuk mengalahkanmu."

Dengan tekad baru memenuhi pikirannya, Cosmic meninggalkan Guardian Cave.

Di dalam inventarisnya kini tersimpan puluhan Aloe Vera Water.

Namun...

Hadiah terbesar hari itu bukanlah tanaman obat.

Melainkan pengetahuan bahwa di balik Desa Andalas masih tersimpan rahasia besar yang bahkan belum pernah ditemukan pemain lain selama dua tahun terakhir.

Dan untuk pertama kalinya...

Cosmic merasa bahwa jalannya di dunia HEAVEN mungkin akan berbeda dari semua pemain lainnya.

----

Matahari mulai condong ke barat ketika Cosmic keluar dari Guardian Cave.

Cahaya senja menyinari padang rumput selatan Desa Andalas dengan warna keemasan.

Ia berhenti sejenak di depan mulut gua, lalu menoleh ke belakang.

Mulut gua itu kembali tampak sunyi, seolah tidak pernah menyimpan rahasia apa pun.

Kalau bukan karena notifikasi yang diterimanya dan Guardian batu yang baru saja ditemuinya, mungkin ia sendiri akan mengira tempat itu hanyalah gua biasa.

"Aku pasti akan kembali..."

"Tapi bukan sekarang."

Cosmic menggenggam erat pedang di pinggangnya.

Ia sadar, kekuatannya saat ini masih terlalu rendah untuk menghadapi Guardian yang menjaga peti harta tersebut.

Memaksakan diri hanya akan berakhir dengan kematian.

Dengan langkah ringan, Cosmic berjalan kembali menuju Desa Andalas.

Di sepanjang perjalanan ia tetap memburu Belalang Tempur yang ditemuinya.

Meski EXP yang diperoleh tidak lagi sebesar sebelumnya, hasil buruan mereka masih cukup berharga untuk dijual.

Sesekali ia juga memetik Aloe Vera Water yang tumbuh di sekitar bebatuan.

Skill Picking Plants membuat pekerjaannya jauh lebih cepat.

Kurang dari beberapa detik, satu tanaman sudah berpindah ke dalam inventarisnya.

Saat gerbang selatan Desa Andalas mulai terlihat di kejauhan, Cosmic membuka tas penyimpanannya.

Ia tersenyum puas.

"Total lima puluh tiga Aloe Vera Water."

"Jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan."

Setelah memastikan semua barang tersusun rapi, ia mempercepat langkah menuju alun-alun desa.

---

Tujuan pertama Cosmic adalah Kantor Penjaga Desa.

Bangunan itu masih ramai oleh para penjaga yang baru selesai berpatroli.

Begitu melihat Cosmic datang, beberapa penjaga langsung memberikan salam hormat.

Perubahan sikap mereka sangat berbeda dibandingkan beberapa hari yang lalu.

Reputasi yang tinggi membuat para NPC mulai menghormatinya.

Cosmic masuk ke dalam ruangan Kepala Penjaga.

Ihsan yang sedang memeriksa laporan langsung mengangkat kepalanya.

"Kau kembali."

"Sepertinya perburuanmu berjalan lancar."

Cosmic mengangguk sambil menyerahkan lembar quest beserta tiga puluh capit Belalang Tempur.

Ihsan memeriksanya sebentar.

Lalu tersenyum puas.

"Kerja bagus."

Suara notifikasi langsung terdengar.

TING!

«[Quest selesai.]»

«Anda telah menyelesaikan misi berburu Belalang Tempur.»

«Hadiah diterima: 60 Koin Perak.»

«Reputasi Desa Andalas +20.»

«Kedekatan dengan Head Guard Ihsan +20.»

Melihat hubungan mereka kembali meningkat, Cosmic tersenyum tipis.

Ihsan menyimpan laporan tersebut sebelum berkata,

"Besok pagi."

"Jangan terlambat."

"Kita berangkat menuju Bear Forest."

"Aku akan datang sebelum matahari terbit."

"Bagus."

Ihsan mengangguk puas.

"Aku menantikan kerja samamu."

Cosmic membungkukkan badan sebagai tanda hormat sebelum meninggalkan kantor penjaga.

---

Tujuan berikutnya adalah toko ramuan milik Ria.

Begitu bel di pintu berbunyi, Ria langsung menyambutnya.

"Kau kembali."

"Apa kau berhasil menemukan Aloe Vera Water?"

Cosmic hanya tersenyum.

Tanpa banyak bicara ia membuka inventaris.

Satu per satu tanaman Aloe Vera Water muncul di atas meja.

Sepuluh...

Dua puluh...

Tiga puluh...

Hingga akhirnya...

Lima puluh tiga tanaman memenuhi meja kayu di depan Ria.

Wanita itu membeku.

Matanya membelalak tidak percaya.

"Ini..."

"Mustahil..."

Ia mengambil salah satu tanaman dengan hati-hati.

"Lima puluh tiga?"

"Bagaimana kau bisa mendapatkan sebanyak ini?"

Cosmic hanya tersenyum kecil.

"Kebetulan aku menemukan tempat tumbuhnya."

Tentu saja ia tidak mungkin menceritakan tentang Guardian Cave.

Tempat itu terlalu berharga untuk diketahui orang lain.

Ria masih menatap tumpukan tanaman itu dengan kagum.

"Aloe Vera Water adalah tanaman yang sangat langka."

"Bahkan para pengumpul profesional sering pulang dengan tangan kosong."

"Lalu kau..."

"...membawa sebanyak ini."

Cosmic tertawa pelan.

"Kalau begitu..."

"Berapa hadiah yang akan kudapat?"

Ucapan itu membuat Ria ikut tertawa.

"Baiklah."

"Karena jumlahnya jauh melebihi permintaanku..."

"Aku akan memberikan hadiah yang pantas."

Sebuah notifikasi muncul.

TING!

«[Quest selesai.]»

«Anda telah menyelesaikan misi mengumpulkan Aloe Vera Water.»

«Hadiah: 20 Ramuan Kesehatan Medium.»

Cosmic segera memeriksa deskripsi item tersebut.

---

Ramuan Kesehatan Medium

Efek:

Memulihkan 50% Health pengguna.

---

Matanya langsung berbinar.

"Ramuan yang bagus."

Di HEAVEN, Ramuan Kesehatan Medium termasuk barang yang cukup mahal.

Satu botol dihargai sekitar 5 Koin Emas.

Jauh lebih mahal dibanding Ramuan Kesehatan biasa yang hanya memulihkan sepuluh persen Health.

Sedangkan Ramuan Kesehatan Tinggi bahkan mencapai 15 Koin Emas karena mampu memulihkan sembilan puluh persen Health.

Bagi petualang yang sering berburu monster kuat, ramuan seperti ini sangat berharga.

Cosmic segera memasukkan seluruh hadiah ke dalam inventarisnya.

Belum sempat ia menutup jendela sistem...

Notifikasi lain kembali muncul.

TING!

«[Kepercayaan Ria meningkat.]»

«Kedekatan dengan Ria +40.»

Beberapa detik kemudian...

Notifikasi berikutnya membuat Cosmic benar-benar terkejut.

«[Statistik baru berhasil dibuka.]»

Karisma +10

Keterangan:

Statistik ini tidak dapat ditingkatkan menggunakan Status Point.

Nilainya bertambah melalui kepercayaan, rasa hormat, dan hubungan baik dengan NPC maupun pemain lain.

«Reputasi +10.»

Cosmic terdiam beberapa saat.

"Karisma..."

Ini adalah pertama kalinya ia melihat statistik tersebut.

Selama ini ia hanya mengenal Strength, Agility, Intelligence, Defense, Magic Resistance, dan Dexterity.

Ternyata masih ada statistik tersembunyi yang baru terbuka setelah memenuhi syarat tertentu.

Semakin lama ia bermain...

Semakin banyak rahasia HEAVEN yang terbuka di hadapannya.

Ia menutup seluruh jendela notifikasi.

Hari mulai gelap.

Lampu-lampu sihir di sepanjang jalan Desa Andalas perlahan menyala, menerangi alun-alun yang masih ramai oleh para petualang.

Cosmic mengusap perutnya yang mulai berbunyi.

"Hmm..."

"Aku benar-benar lapar."

Ia tersenyum kecil.

"Hari ini hasilnya jauh lebih baik dari yang kuduga."

Level meningkat.

Mendapat Title.

Menemukan Guardian Cave.

Membuka statistik Karisma.

Serta memperoleh banyak ramuan dan reputasi.

Semua itu menjadi bekal yang sangat berharga sebelum ekspedisi menuju Bear Forest.

Cosmic menarik napas panjang.

Lalu mengucapkan satu kata.

"Log Out."

Tubuhnya perlahan berubah menjadi butiran cahaya dan menghilang dari tengah Desa Andalas.

Sementara itu, jauh di dalam Guardian Cave...

Patung batu penjaga kembali membuka kedua matanya.

Cahaya biru redup memancar dari balik kelopak matanya.

Ia menatap ke arah pintu masuk gua yang kini telah kosong.

Suara beratnya bergema pelan di dalam ruangan.

"...Manusia itu..."

"...memiliki aura yang berbeda."

Tak lama kemudian, kedua matanya kembali tertutup.

Guardian kembali membisu.

Menunggu hari ketika seseorang yang layak datang untuk mengungkap rahasia yang telah dijaganya selama ratusan tahun.

1
Louis Vert
ni org mau dpt uang ga si?
Louis Vert
lah tadi katanya mau berburu sendiri, gimana sih kocak amat, suka lupa ni author kocak
Arshad Arshad
Luar biasa
Arshad Arshad
terbaik
SYSTEM VILLAIN
Luar biasa
nalina
permulaan nya cukup bagus, I like it👍⭐
Pendekar New
aku bingung sama pihak NT banyak novel putus jalan kyak gini masih d UP..

seharusnya kasih pemberitahuan pada para author yg buat novel putus jalan kasih denda..

bukan hanya cuma minta uang'nya doang tiap bulan.
Danz sbg
Luar biasa
毛蘭Mɢʜᴛ一個
hahh~ novel nya dah bagus,tapi sedikit kesalahan aja dari awal turnamen sifat MC berubah 180°,sifat MC yang awal nya cukup cerdas tiba-tiba nurun drastis dan MC nya jadi gila uang
毛蘭Mɢʜᴛ一個
dari sini sangat jelas kesalahan sang Author, seharusnya MC gak bakal ikutan turnamen dari awal MC menghindari perhatian dan masalah tapi disini tiba-tiba MC nyari masalah jadi kek perubahan sifat MC berbalik 180°.
Ansah Zk Doank
seru
Ansah Zk Doank
sayang sekali ga ada kelajuta an nya padahal cerita nya seeu
Amir Hamsod Arter
bandit di rampok😁😁😁
kucing~peduli
tak tau harus mngomen apa cuma bisa bilng sangat bagus
Zuan-Lin
uh,. Sungguh Santuy Hidup mu Kawan 😆😆😆
Zuan-Lin
wow
Zuan-Lin
🤔 Kira² Butuh Berapa Tahun Lagi, Sampe Teknologi sampe kayak gini cuy 😣😣😣
Louis Vert: yg pasti bukan 2025/Curse/
total 1 replies
arfan
up
farway
game untuk sultan ini :v, orang amerika maen udah jadi kaya raya, 1 dollar = 1 emas
.
dicoba
Shen月呀: halo kak jangan lupa mampir juga di karyaku 🙃
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!