Dark romance !!
Cewek polos lugu x gangster kejam bengis !!
Tidak untuk anak-anak, ada adegan spicy !!
Latar belakang luar negeri, dengan nilai moral berbeda yang Indonesia.
Rosalie Ivy Dhelpine, seorang wanita cantik yatim piatu yang tidak memiliki keluarga, dan hidup dalam kemiskinan. Suatu malam dia di usir dan di cerai oleh suaminya, setelah melahirkan anak untuk Keluarga Cornelius.
Rosalie terpaksa pergi tanpa sepeser uang, tanpa rumah dan hanya sendirian. Di tengah udara malam yang dingin, seseorang tiba-tiba mendatanginya, dan menodongkan pistol ke arah kepalanya.
“Jadi ibu susu dan perawat untuk anakku, atau mati disini ?!” Ancam lelaki itu dan membawa paksa Rosalie ke rumahnya karena menolak perintahnya.
Anehnya, Aurelion, putra sang pria kejam itu justru menyukai Rosalie, dan menerima wanita itu. Bahkan Aurelion cocok dengan ASI yang diberikan Rosalie, hingga membentuk hubungan tak kasat mata antara Rosalie dan Aurelion.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Rosalie tahu semuanya
“APA ?! Jadi anak itu ?!”
Hudson berteriak histeris mendengarkan kabar dari putranya, Ernes mengenai Clement. Untuk saat ini, bayi itu sengaja di rawat oleh pihak rumah sakit untuk sementara waktu, karena penyakit mematikan bernama Sifilis yang mulai menggerogoti tubuh mungilnya.
Disisi lain, Keluarga Cornelius di pagi harinya mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan mereka. Dimana Ernes menyakini jika bayi itu di tukar dengan bayi yang tertular penyakit mematikan itu.
Mabel melihat tangannya dengan tatapan penuh ketakutan, karena dia yang menggendong, dan selalu memeluk anak itu, tidak mungkin jika dirinya tidak tertular penyakit mematikan itu, bukan ??
“Pe.. Penyakit itu.. Apakah bisa menular dari bayi ke orang dewasa ??” Ujar Mabel bertanya dengan nada bergetar, Ernes tidak berbicara banyak, dia berdiam diri. Pertanyaan Mabel membuatnya tersadar, jika dia sendiri juga sudah memegang bahkan terkena air liur dari Clement.
“Kita harus segera membuang bayi penyakitan itu !!” Ujar Matilda dengan nada histeris, dan penuh kekhawatiran, karena dia sendiri juga merasa memegang bayi itu.
Padahal Keluarga Cornelius yang pertama menyambut bayi mungil itu, tapi lihatlah sekarang.. Setelah mengetahui jati diri bayi itu, mereka langsung menolak dan bahkan berniat membuang bayi tidak berdosa itu ??
Tidak lama handphone milik Ernes berbunyi, membuat sang pemilik segera meraih handphone dari sakunya dan melihat layarnya. Tidak menunggu waktu lama, Ernes mengangkat telepon itu.
“.. Tuan Ernes.. Bayi anda, Clement di nyatakan meninggal dunia.. Karena penyakit Sifilis ini ternyata sudah sangat parah. Tolong periksa seluruh anggota keluarga anda, saya khawatir mereka juga sudah tertular penyakit yang sama. Terima kasih.”
Telepon di tutup, tapi Ernes masih memegang dan mendekatkan handphone itu di tangannya. Tubuhnya terasa terpaku dan membeku menjadi satu, rasanya dia tidak memiliki kekuatan apapun untuk bergerak, atau sekedar menjawab perkataan sang dokter sebelum telepon di matikan.
Mabel, Matilda, dan Hudson memandang Ernes dengan tatapan horor, antara khawatir dan takut, karena ekspresi Ernes yang pucat pasi di sana.
Dengan lemas, Ernes menurunkan handphone dan juga lututnya di atas lantai.
“Sayang, ada apa ??” Tanya Mabel dengan hati-hati.
Ernes mengangkat kepalanya, dengan wajah lemah dia mulai berbicara, dan itu membuat semua anggota keluarga merasa semakin takut.
“Dokter meminta kita untuk memeriksakan diri, karena penyakit Sifilis itu sangat berbahaya. Bahkan Clement sudah meninggal karena penyakit itu.”
“APA ?!”
Di pagi yang berbeda, justru terlihat seorang perempuan dengan perasaan gugup berjalan mondar-mandir di dalam kamar.
Rosalie yang sudah selesai meny*sui dan menidurkan Aurelion, kini terlihat gundah semenjak adegan c**man dengan Jude tadi malam, membuatnya merasa gelisah.
“Haruskah aku menemuinya dan meminta maaf ?? Tapi bukankah, dia yang menc**m bibirku ?? Seharusnya aku yang marah, tapi..” Rosalie tahu, berbicara sendiri tidak akan menyelesaikan permasalahan batin di dalam dirinya.
Dia kemudian berniat menghampiri Jude, untuk membicarakan masalah semalam. Rosalie keluar dari kamar bayi, menyusuri lorong ruangan di sana, hingga dia mendengarkan sebuah suara pembicaraan antara dua orang, tapi Rosalie mengenali pemilik dua suara itu.
Dia segera mendekatkan telinganya pada sebuah pintu kayu, untuk mendengarkan pembicaraan mereka. Katakanlah jiwa penasaran Rosalie kembali muncul karena pembicaraan dua orang di sana.
“Tuan.. Tidakkah sebaiknya anda segera memberitahukan kepada Nyonya Rosalie mengenai jati diri Aurelion ??”
“Hmm.. Aku memang ingin memberitahunya, apalagi semenjak Keluarga Cornelius akhirnya menyadari, aku telah menukar bayi mereka. Tapi aku bingung harus darimana ??”
“Katakan saja, mengenai kesalahan laboratorium, sehingga membuat anak yang terbentuk dari sel telur Nyonya Rosalie dengan sel anda.”
Rosalie membulatkan matanya, tunggu apa maksud semua ini ?? Karena rasa penasaran yang tinggi mulai menutupi pikirannya, Rosalie langsung membuka pintu ruangan itu, membuat dua orang di dalam sedikit terkejut.
Mereka adalah Jude dan juga Alendo, tapi Rosalie seakan melupakan tata kramanya, dan malah bertanya dengan nada bergetar.
“A.. Apa maksud semua ini ?? Kesalahan Laboratorium ?? Anak yang di tukar ??” Tanya Rosalie dengan nada bergetar, antara terkejut dan panik menjadi satu dengan informasi yang ada di sana.
Jude menghela nafasnya berat, “Karena kau sudah mengetahui semuanya, maka aku akan mulai menjelaskan.. Duduklah dulu, aku akan menceritakan semuanya.” Ujar Jude dengan nada lirih, tanpa emosi atau nada dingin, melainkan kalimatnya terdengar lembut, seakan dia tahu jika Rosalie sedang dalam emosi yang tidak stabil saat ini.
...
Jude menjelaskan semuanya dengan perlahan di hadapan Rosalie.
“Jadi saat kau dan Ernes mengajukan program bayi tabung itu, laboratorium tanpa sengaja membuat kesalahan dengan memasukkan sel sp*rm* milikku ke dalam, dan saat Ernes di beritahu mengenai masalah ini, dia mengabaikannya karena terlalu sibuk dengan keberhasilan bayi yang terbentuk saat itu.” Ujar Jude menjelaskan masalah di laboratorium, dan menunjukkan bukti dokumen kepada Rosalie yang duduk berseberangan dengannya.
Rosalie ingat, jika saat itu pihak Laboratorium hendak menyampaikan beberapa hal penting kepada Ernes, tapi lelaki itu menolak dengan halus karena berpikir jika itu bukanlah masalah besar.
“Saat kau melahirkan, Ernes juga menyewa beberapa orang untuk menyamar menjadi perawat dan dokter, tapi kecerobohannya saat dia menyewa orang yang berbeda-beda. Sehingga anak buahku bisa menyamar menjadi dokter dan menukar bayi yang kau lahirkan dengan bayi orang lain.” Lanjut Jude dengan terkekeh kecil, karena merasa rencananya berhasil.
Rosalie mendengarkan dengan seksama, tanpa memotong perkataan Jude sama sekali.
“Dan anak yang kau lahirkan.. Sudah berada di tanganmu saat ini.” Ujar Jude dengan tersenyum kecil, Rosalie bergetar.
“Jadi anak itu..”
“Ya, Aurelion adalah anakku dan anakmu.. Tanpa sengaja sebenarnya..” Ujar Jude dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dan merasa kikuk. Mau dikatakan anak mereka, kenapa terdengar terlalu romantis ?? Tapi memang nyatanya begitu, bukan ??
“Aku sengaja memilihmu menjadi ibu susunya, karena aku tahu.. Kau adalah ibu kandungnya. Coba kau pikirkan Rosalie, kenapa aku tetap bersikeras memilihmu sebagai ibu susu putraku, jika tiada ada alasan yang mendasar ??” Ujar Jude lagi, membuat air mata Rosalie kini mulai turun dari pipinya.
Bukan air mata kesedihan, melainkan air mata haru dan juga bahagia.. Dirinya kembali di pertemukan dengan anaknya lagi. Rosalie bangkit berdiri dan berjalan ke arah Jude.
“Ada apa-”
“Terima kasih, Tuan !! Terima kasih banyak !!” Tanpa aba-aba, Rosalie memeluk Jude, dengan tubuh bergetar menahan tangisannya, dia berusaha menahan diri, agar tidak mengotori jas hitam Jude dengan air matanya.
Jude tersenyum tipis, dia mengelus punggung Rosalie dengan lembut.
“Tidak apa, jangan di tahan.. Menangislah.”
Rosalie menggelengkan kepalanya, “Nanti jas anda basah dan kotor tuan. Biarkan aku memeluk anda, sebagai tanda terima kasihku kepadamu. Telah menyelamatkan anakku dari monster itu.” Ujar Rosalie dengan suara serak, membuat Jude tersenyum menahan rasa geli melihat tingkah Rosalie.
🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷🩵🩷
Akhirnya terbongkar semuanya ya, bagus Jude.. Lebih baik Rosalie tahu dari awal, daripada nanti di manfaatkan si Ernes itu 🙄🙄
Btw gimana ya nasib Keluarga Cornelius, setelah tahu anak yang mereka pikir anaknya Rosalie, ternyata adalah anak orang lain 😏😏 mana membawa penyakit mematikan yang menular lagi 🤣🤣
tapi kasian juga harret hidup tanpa ayah, jdi gimana nih thor, 😔
anak jude tumbuh sehat karena dipenuhi semua kebutuhan ny lagian rosaline juga bahagia tinggal dsana