NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07 Pemuda Aneh

Da Xie masuk kedalam paviliun-nya, setelah berjalan-jalan badannya menjadi segar dan bugar kembali. Namun itu cukup melelahkan juga sih.

Ketika akhirnya sampai dihadapan kasurnya, Da Xie segera melompat dan terjun kearah kasur yang lembut itu. Untunglah kayu kasur cukup strong dan tidak patah karena ulahnya tersebut.

"Hum... Meskipun jalan-jalan nya menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi kalau hanya berbaring dikasur seharian tanpa melakukan apapun." Teriak Da Xie kepada dirinya sendiri.

Mata Da Xie perlahan-lahan tertutup. Ia hampir sampai di alam mimpinya ketika tiba-tiba Da Xie mendengar ada seseorang yang membuka pintu paviliun secara perlahan dan masuk kedalam dengan langkah kaki yang hampir tidak terdengar.

'Hm? Siapa? Palingan para dayang yang ingin membersihkan kamar' Batin Da Xie enteng.

Namun pikirannya itu salah, seseorang itu kini sudah berada tepat didekatnya. Da Xie bisa merasakan hembusan nafas seseorang di wajahnya. Sayangnya Da Xie ini terlalu malas untuk bangun.

"Eugh..." Akhirnya Da Xie bergerak karena merasa tidak nyaman.

"Ah, saya membuat anda tidak nyaman ya? Maaf Maharani Agung." Suara bariton seorang pria terdengar ditelinga Da Xie.

"Meskipun suaramu berdemeg. Aku tetap tak akan memaafkan dirimy karena mengganggu istirahatku. Sana pergi." Gumam Da Xie dalam tidurnya. Sepertinya ia masih setengah sadar.

"Eh tunggu... Suara berdemeg?" Mata Da Xie terbuka lebar secara mendadak. Da Xie kemudian menoleh ke sampingnya, tempat suara yang berdemeg itu berasal.

"Kyaaa!!!" Da Xie melompat kebelakang seperti kodok dari kasurnya. Ia secara reflek memeluk tubuhnya sendiri seolah melindungi dari penjahat.

Dia adalah Pemuda yang tadi saat jalan-jalan ditemui oleh Da Xie. Kenapa dia bisa masuk begitu saja kedalam kamar ini?

"Akhirnya anda terbangun. Sekarang, bila anda siap, saya akan mulai melayani anda." Da Xie terkejut dengan ucapannya itu, tambah terkejut lagi ketika Pemuda itu mulai melepaskan pakaian atasannya.

"A–A–A–APA YANG KAU LAKUKAN?!!"

Teriakan Da Xie menggema di seluruh paviliun tersebut. Bahkan rasanya, orang dari jarak satu kilometer bisa mendengar teriakan Da Xie yang amat sangat merdu tersebut.

Brak!!

Pintu didobrak secara paksa oleh seorang –Tidak, tetapi LIMA ORANG!! Itu adalah pasukan pengawal yang selalu bersiap siaga dan berpatroli disekitar paviliun untuk menjaga Maharani Agung nya.

"Ada apa Maharani Agung? Apakah ada penyusup?!!" Teriak pengawal yang paling depan.

"Tenang! Kami akan menyingkirkan penyusup itu–" Semangat sang pengawal yang awalnya membara-bara langsung menciut begitu melihat pemandangan dihadapan mereka.

Sang Maharani Agung sedang meringkuk dikasur-nya dengan seorang Pemuda yang melepaskan pakaian atasnya. Seketika itu juga, para pengawal langsung menyimpulkan kejadian itu seenak jidat.

"Maafkan kami telah mengganggu malam romantis anda Maharani Agung." Lima Pengawal itu mundur secara perlahan.

Krieet...

Para pengawal itu keluar dari ruangan melalui pintu. Mereka menutup pintu secara perlahan seolah tak ingin mengganggu malam panas Sang Maharani Agung.

Keadaan pun menjadi hening selama beberapa saat, sampai akhirnya Pemuda dihadapan Da Xie lanjut berkata.

"Karena sudah tidak ada gangguan lagi. Sekarang saya akan fokus memuaskan anda–"

"TUNGGU DULU OII!"

...----------------...

Entah bagaimana caranya, Da Xie berhasil meyakinkan Pemuda dihadapannya ini untuk duduk dan berbincang ringan sambil meminum teh. Bukannya malah ingin memuaskan dirinya! Aduh, Da Xie yang polos ini kini jadi tidak polos lagi.

"Ehem..." Akhirnya Da Xie membuka suaranya. Banyak sekali hal yang ingin dirinya tanyakan kepada Pemuda didepannya ini.

"Jadi, kenapa kau tiba-tiba masuk kesini dan... Membuka pakaianmu?" Lanjut Da Xie. Sungguh, ini benar-benar aneh bagi Da Xie membicarakan hal tidak senonoh tanpa beban seperti ini.

"Maharani Agung, saya adalah pemuas nafsu dari rumah bordil. Tentu saja sudah menjadi tugas saya untuk melayani orang yang membeli saya. Dan sekarang, anda adalah orang yang membeli saya. Tentu saja saya harus menyenangkan anda sebagai pemilik saya." Jelas Pemuda itu panjang lebar.

Da Xie terlihat berpikir. Apa yang dikatakan pemuda ini ada benarnya, dia dibeli oleh Da Xie dari rumah bordil. Otomatis sekarang dia menjadi tanggung jawab Da Xie.

Tapi masa sih Da Xie harus melakukan itu dengan Pemuda ini. Da Xie kan tak mau keperawanannya diambil oleh orang yang bukan suami.

"Aku sepakat dengan ucapan mu yang mengatakan kalau aku adalah pemilik mu dan kau harus menyenangkan aku. Tapi, bukankah ada banyak cara untuk menyenangkan orang lain selain dengan cara ini?" Da Xie mencoba membuat pikiran pria itu menjadi lurus.

"Memangnya, apa cara lain itu, Maharani Agung?" Tanya sang Pemuda.

"Hmm... Mari kita lihat. Apa kau bisa melakukan hal yang berguna? Maksudku hal selain memuaskan pemilik mu itu."

Pemuda tersebut terlihat ragu. Sejenak ia menunduk kebawah, sebelum akhirnya berkata, "Sebenarnya saya bisa melakukan bela diri."

"Ya? Wah, kau bisa bela diri ya. Itu hal yang sangat bagus." Da Xie bertepuk tangan seolah-olah sangat kagum oleh kemampuan Pemuda itu.

"Saya sudah mencapai ranah kultivasi ke-7. Tetapi selama ini saya menyembunyikan kemampuan ini karena tidak ada orang yang akan mempercayainya. Mana mungkin ada orang yang percaya kalau ada Pemuda buta yang bisa mencapai kultivasi ranah ke-7."

Melihat Pemuda itu yang murung, hati mungil Da Xie berteriak untuk menyemangati sang pemuda. Meskipun sejujurnya ia tidak tahu apa itu ranah atau kultivasi sih...

"Hei, aku percaya kok. Bagaimana kalau begini saja, kau bisa bela diri kan? Aku akan merekomendasikan dirimu agar bisa bekerja sebagai pengawal pribadiku." Da Xie menyemangati sang pemuda.

"Benarkah?" Pemuda itu terlihat tak percaya.

"Ya! Nah, sekarang bagaimana kalau kau minum teh ini dulu." Da Xie meyakinkan dirinya. Ia lalu menuangkan secangkir teh kepada gelas Pemuda itu.

Sang Pemuda mulai menyeruput tehnya. Da Xie melihat itu dengan senang, akhirnya dirinya bisa membuat pemuda itu tak lagi melakukan hal-hal aneh seperti membuka pakaian tiba-tiba.

Da Xie terus menatap Pemuda itu yang menyeruput tehnya dengan diam. Suasana menjadi hening, dan Da Xie mulai mengantuk. Tetapi karena Da Xie tidak mau tertidur, akhirnya ia mulai berbicara lagi.

"Oh iya, kau buta kan? Bagaimana kau bisa berjalan dengan normal. Bahkan sekarang pun, kau sama sekali tidak terlihat seperti orang buta." Ucap Da Xie.

Pemuda itu mendongak. Ia menjawab, "sebenarnya saya bisa bertingkah seperti orang normal karena saya sudah melatih indra peraba saya. Sejak memasuki ranah kultivasi ke-5, saya sudah bisa melakukan hal-hal seperti orang normal yang tidak buta."

"Tetapi tetap saja, orang-orang memandang saya sebagai Pemuda buta yang tidak bisa apa-apa ketika melihat mata saya. Andaikan saya bisa membeli sebuah kain untuk menutupi mata buta ini." Lanjut Pemuda itu.

"Oalah." Da Xie hanya mengangguk-angguk seolah paham apa yang dibicarakannya (Padahal aslinya gak paham).

Sembari mendengarkan cerita Pemuda tersebut, Da Xie mengangkat gelas tehnya yang sedari tadi dibiarkan diam membisu dan mendingin. Ia kemudian menyeruput teh itu, namun secara tiba-tiba...

Byurrr...

Da Xie tiba-tiba menyemburkan teh yang sudah masuk ke mulutnya. Da Xie tidak menyangka kalau teh itu benar-benar sangat pahit dan tidak sesuai seleranya.

Namun, Da Xie baru menyadari sesuatu, semburan tehnya itu tepat mengenai Pemuda dihadapannya, dan kini baju si Pemuda menjadi kotor.

"Eh... Ini." Da Xie segera menyodorkan sebuah kain bordir untuk mengelap baju di Pemuda yang kebasahan semburan tehnya.

Tetapi entah apa yang dipikirkan si Pemuda itu, dia menerima kain pemberian Da Xie dengan tangan bergetar. Ia lalu bertanya, "Apa– Apa ini benar-benar untuk saya, Maharani Agung?"

Da Xie tidak paham. Mengapa Pria ini bertanya begitu? "Tentu saja untukmu. Memang untuk siapa lagi?" Balas Da Xie.

Hal selanjutnya yang dilakukan Pemuda itu bukanlah mengelap air teh yang tadi disembur Da Xie. Ia malah berdiri lalu yang membuat Da Xie tambah bingung adalah, Pemuda itu malah mengikatkan kain itu untuk menutupi matanya!

"H–Hah?" Bingung Da Xie tidak bisa memahami jalan pikir Pemuda itu.

Pemuda itu mengira kalau Da Xie memberikan kain penutup ini untuk dirinya pakai sebagai penutup mata setelah Da Xie mendengar ceritanya dan iba. Bukannya sebagai kain lap. Lagian, kain lap apa sih yang menggunakan kain bordiran secantik ini.

"Terimakasih Maharani Agung. Anda benar-benar orang yang baik. Tidak hanya mempercayai omongan saya, tetapi anda juga memberikan barang berharga yang selama ini saya idam-idamkan. Saya bersumpah akan selalu setia dan melakukan semua perintah anda meskipun perintahnya aneh-aneh."

"HAH?!!"

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!