"Jangan gila kamu, Sa! kita ini kakak adik!"
"Kita tidak sedarah! dan aku pastikan, bahwa aku akan memiliki kamu. Cepat atau lambat!"
"Sinting kamu!"
"Bahkan aku rela menjadi sinting, bila itu demi kakak," jawab Angkasa yang justru terkekeh mendengar umpatan kakaknya.
Di antara dua dilema. Namun, tak mengurungkan niat seorang Angkasa Gaharu untuk memiliki gadis cantik yang selama ini ia anggap sebagai kakak.
Bagaimana perjalanan cinta mereka?
Ikuti perjuangan Angkasa Gaharu untuk mendapatkan hati kakak yang sejak kecil selalu bersamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pacar
...~Happy Reading~...
"Bee!" panggil seorang siswa laki laki yang memasuki ruang kelas Bintang dengan membawa beberapa makanan di tangan nya.
"Masih inget ternyata sama pacar?" saut Bintang dengan sedikit ketus saat melihat ternyata kekasih nya yang datang.
Laki laki itu tersenyum cukup lebar, lalu mendudukkan diri di depan Bintang, "Maaf. Kamu kan tahu, sebentar lagi kita ada acara."
Bintang langsung menghela napas nya berat, "Iya tahu, tapi ya gak gini juga. Udah berapa hari ini kamu cuekin aku. Ngilang gak jelas, bahkan chat aku gak di bales!" saut Bintang memanyunkan bibir nya kesal.
"Kan semalam aku udah jelasin, aku udah mau telfon kamu, tapi kamu yang gak mau," ujar laki laki itu langsung menghela napas nya berat.
"Ya gimana mau angkat telfon dari kamu. Kamu telfon tengah malam gitu, emang nya aku kunti!" cetus Bintang semakin kesal.
Ehemmm!
Seketika itu, perdebatan antara Bintang dan juga kekasihnya langsung terhenti.
"Bin, Bim. Kayaknya kita cabut dulu deh. Kita gak mau jadi saksi atas perdebatan kalian." ucap Valen menyengir kuda, "Bim, hati hati!" imbuh nya membuat laki laki bernama Bima itu langsung terkekeh.
"Thanks!" balas Bima tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
"Kalian pikir aku setan, pake hati hati segala!" saut Bintang semakin di buat kesal oleh sahabat dan juga kekasih nya sendiri.
Setelah kedua sahabat Bintang pergi, Bima langsung menggenggam tangan Bintang, "Beberapa hari ini aku memang sibuk. Bukan cuma di sekolah, tapi di rumah juga. Maaf ya sudah buat kamu terabaikan. Lain kali, aku gak akan ulangi lagi," ucap nya dengan begitu lembut seraya mengusap pipi mulus kekasih nya.
Bila sudah begini, Bintang sudah tidak bisa marah lagi. Gadis itu langsung menghela napas nya dengan begitu berat. Bima memang begitu lembut, dan selalu bisa membuat nya mudah luluh. Terlebih, alasan yang di berikan oleh laki laki itu cukup masuk akal dan Bintang yakin bahwa kekasih nya tidak akan mendua.
"Urusan apa sih? Sampai buat kamu sesibuk itu?" tanya Bintang pada akhirnya. Padahal, biasanya ia tidak pernah mau ikut campur dalam urusan Bima yang di luar sekolah.
"Ada sedikit problem keluarga." jawab Bima tersenyum, "Kamu belum makan kan? Aku bawain makanan kesukaan kamu."
Bima langsung membuka bungkusan makanan yang ia bawa tadi, "Mau yang mana dulu?"
"Kenapa banyak banget? Emang nya aku kuli!" ucap Bintang menatap tak percaya pada beberapa menu di depannya.
"Berdua," jawab Bima terkekeh, "Aku baru selesai rapat. Jadinya sekalian aja aku beli banyak. Aku suapin ya," ujar nya lalu menyuapkan makanan ke mulut Bintang.
Gadis itu pun tidak menolak. Karena ia sudah terbiasa makan berdua dengan Bima. Bahkan satu sendok berdua atau kadang satu gelas berdua, itu sudah biasa.
"Oh ya, emang anak anak Garuda kapan sih datang nya? Kata bu Tety minggu depan. Tapi tepat nya hari apa?" tanya Bintang sambil mengunyah makanan nya.
"Kamis," jawab Bima juga ikut mengunyah makanan, "Kamu jangan jauh jauh dari aku. Gak usah ikut ikut lomba atau apa. Pokoknya—"
"Gik isih jiih jiih diri iki!" ucap Bintang mencibir ucapan Bima, "Terus aku ngapain di deket kamu? Aku bukan anggota OSIS. Gak mungkin aku jadi mandor kamu kan!"
"Lagipula, kamu pasti bakal sibuk banget. Aku gak mau ganggu kamu!" imbuh Bintang menghela napas nya berat.
Laki laki itu tidak menjawab, ia justru tersenyum semakin lebar. Setiap kali melihat kekasih nya berbicara, apalagi mengoceh seperti itu, entah mengapa ia merasa semakin gemas dan tak kuasa menahan diri. Namun, sebisa mungkin ia selalu menahan, karena ia juga tahu akan batasan nya.
"Bisa gak sih, gak usah gemesin kaya gini," ucap Bima tersenyum dan langsung mencubit pipi Bintang.
"Sakittt!" keluh Bintang memanyunkan bibir nya, hingga membuat laki laki itu semakin terkekeh.
Bima menatap wajah Bintang dengan begitu intens. Begitu pun dengan Bintang yang juga menatap laki laki di depan nya. Keduanya saling menatap dengan begitu dalam, dan entah mengapa semakin lama wajah keduanya semakin mendekat dan semakin dekat.
"Aku sayang banget sama kamu Bee," gumam Bintang begitu lembut, satu tangan nya terulur untuk mengusap pipi Bintang, hingga menjalar ke bibir yang selalu membuatnya merasa gemas.
Dan saat keduanya akan hanyut dalam pandangan yang begitu memabukkan, tiba tiba...
Brakkkk!
...~To be continue... ...
...Kaburrrr 🤭🤣🤣🤣💃💃💃💃💃...
Alhamdulillah