NovelToon NovelToon
Terjebak Di Dunia Kultivator

Terjebak Di Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / System / Fantasi Timur / Sistem / Solo Leveling / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:505.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: XERA

Seorang pemuda bernama Li Hao tiba-tiba saja dipindahkan ke daratan asing tanpa mengetahui alasan yang jelas.

Sebuah layar tiba-tiba saja muncul di hadapannya, dia diberikan sebuah System yang bisa membuatnya menjadi kuat dalam waktu singkat.

Namun, tidak ada satupun penjelasan yang menjelaskan alasan Li Hao dipindahkan. System yang diberikan padanya seperti sebuah program tanpa adanya kehidupan, dan ia harus menjelajahi daratan asing tersebut untuk bisa bertahan hidup.

Apakah Li Hao mampu bertahan hidup di daratan yang bukan dunianya lagi, dan mencari tau alasan kenapa dirinya dipindahkan?

Baca terus novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XERA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjual Daging Buruan

Li Hao dituntun ke sebuah ruangan tertutup yang mempunyai suhu yang dingin, di sana terdapat belasan orang yang sedang menguliti beberapa makhluk hewan buas.

“Ada beberapa Kultivator di sini, apakah mereka adalah penjaga?” Li Hao bertanya-tanya dalam hati sambil mengedarkan pandangannya.

Beberapa saat kemudian, Pelayan dan Li Hao berhenti di depan sebuah meja yang dan ada seorang orang pria berusia sekitar 50 tahun-an berjaga.

“Permisi, bos Yan. Dia adalah pemburu yang ingin menjual buruannya,” Pelayan tersebut sedikit menundukkan badannya sembari menunjuk ke arah Li Hao.

Orang yang dipanggil bos Yan itu menatap Li Hao dari atas sampai bawah, dalam sekali lihat dirinya tau kalau pemuda di depannya ini adalah seorang kultivator muda jenius.

“Berapa banyak yang ingin kau jual?” tanya bos Yan tanpa basa-basi.

Li Hao terdiam sejenak mendengar itu, ia saat ini sedang memeriksa jumlah Spirit Beast yang bisa dirinya jual.

“Saya mempunyai 18 mayat Spirit Beast, salah satu di antaranya mempunyai basis kultivasi Forging Qi bintang sepuluh,” jawab Li Hao tenang.

Mendengar hal itu membuat bos Yan dan pelayan yang ada di sana terkejut, mereka berdua bukan terkejut di bagian jumlahnya akan tetapi dengan Spirit Beast Forging Qi bintang sepuluh.

“Kau... apa kau berburu di hutan dekat kota ini?” tanya Bos Yan dengan suara pelan.

Li Hao mengangguk pelan dan menjawab, “Ya, Spirit Beast yang kumaksud adalah harimau buas itu.”

“Harimau buas itu...” bos Yan bangkit berdiri dari kursinya dengan mata yang melebar sempurna. “Apa kau benar-benar sudah membunuhnya?”

Li Hao sedikit mengangkat alisnya sebelum kembali menganggukkan kepalanya. “Apakah Anda menginginkan buktinya?”

Bos Yan mengangguk cepat, jelas ia ingin memastikan kebenaran dari perkataan Li Hao.

Melihat anggukkan dari pria tua itu, Li Hao tanpa banyak bicara lagi langsung mengeluarkan mayat harimau tersebut dari inventory.

Ketika mayat harimau keluar dari udara kosong dan tergeletak di lantai, seisi ruangan langsung terkejut. Mereka bisa merasakan Niat Membunuh keluar dari mayat bintang buas tersebut.

Li Hao sendiri juga cukup terkejut melihatnya, padahal mayat harimau itu sudah lebih dari setengah hari namun mengapa mayat tersebut masih terlihat sangat baru? Seperti baru dibunuh.

“Sepertinya inventory adalah dimensi yang di mana waktu tidak bekerja sama sekali,” Li Hao berkata dalam hati, ekspresinya tampak serius.

Suasana hening selama beberapa waktu, semua orang yang ada di ruangan tersebut masih berada dalam kondisi terkejut setelah melihat mayat dari binatang buas itu.

Bos Yan menyentuh harimau tersebut dengan hati-hati, ia memastikan kalau harimau itu memanglah harimau yang bersemayam di hutan dekat kota.

Tes...

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata bos Yan, kedua matanya berkaca-kaca seolah sedang berusaha menahan tangisannya.

Li Hao sedikit mengerutkan alisnya ketika melihat itu. “Kenapa dia menangis?” Li Hao bertanya dalam hati, bingung melihat kejadian ini.

“Bos Yan mempunyai seorang anak laki-laki, dan anaknya itu menghilang ketika berburu di hutan dekat kota. Kemungkinan besar dia sudah mati dibunuh oleh harimau ini,” jawab Pelayan seolah bisa membaca pikiran Li Hao.

Li Hao tidak mengatakan apa-apa, ia hanya memandangi bos Yan yang terus menangis selama beberapa waktu.

...----------------...

“Maafkan saya, Tuan muda. Saya tidak bisa menahan emosi saya tadi.” bos Yan langsung membungkukkan badan di hadapan Li Hao, ia menjadi lebih sopan dan juga memakai kata-kata formal.

Li Hao tersenyum tipis dan menjawab, “Tak apa, saya bisa mengerti perasaan Anda...”

Bos Yan tersenyum dan kemudian meminta Li Hao untuk mengeluarkan semua mayat Spirit Beast yang dia buru, dirinya akan memberikan harga terbaik untuknya.

Mendengar hal itu membuat Li Hao tersenyum senang, tanpa basa-basi ia mengeluarkan semua mayat Spirit Beast buruannya dari inventory.

Setelah dikeluarkan, bos Yan mengangguk beberapa kali sembari memegang dagunya, ia kemudian menatap Li Hao dan menawar harga yang cukup tinggi untuk semua mayat Spirit Beast itu.

Alasannya memberikan harga yang bagus pada Li Hao bukan semata-mata pemuda itu membawa mayat harimau yang membunuh anaknya, akan tetapi semua daging buruan milik Li Hao masih terlihat sangat segar dan tentu saja karena hal itu membuat kualitas dagingnya masih berada dalam kondisi bagus.

“120 koin emas, ya? Itu adalah harga yang sepadan setelah melewati pertarungan hidup dan mati,” gumam Li Hao, dan langsung setuju tanpa harus bernegoisasi lagi.

“Bagus! Terima kasih, Tuan muda!” bos Yan tersenyum lebar sambil menundukkan badannya kembali, hal yang sama juga dilakukan oleh pelayan di dekatnya.

Li Hao hanya tersenyum untuk menanggapi itu, bos Yan kemudian mengajaknya keluar dari ruangan dan pergi ke tempat pembayaran.

“Omong-omong, siapa namamu, Tuan muda?” tanya bos Yan penasaran.

“Namaku adalah Li Hao, aku adalah seorang pengembara,” jawab Li Hao cepat.

“Ah, begitu, ya. Jika tuan muda adalah seorang pengembara, apakah Anda akan pergi dari kota ini?”

“Benar.”

“Kota mana yang akan anda tuju selanjutnya?”

“Aku sama sekali tidak tau kota lain selain kota ini, jadi aku akan pergi tanpa adanya tujuan.”

Jawaban yang diberikan oleh Li Hao jelas membuat bos Yan terkejut. “Huh, bagaimana bisa?”

“Singkatnya, aku kehilangan ingatan,” Li Hao menjawab dengan tenang.

Bos Yan yang mendengar itu hanya bisa terdiam, ia tidak bertanya lebih jauh dan memilih untuk diam sepanjang perjalanan. Setelah sampai di sebuah ruangan yang tampaknya adalah ruang kerja, bos Yan langsung mendekati meja lalu mengambil koin emas yang ada di dalam rak kayu.

Beberapa saat kemudian, bos Yan mengumpulkan semua koin emas itu di dalam sebuah kantung coklat lalu memberikannya pada Li Hao.

“Jika Tuan muda masih ragu dengan jumlahnya, Anda bisa menghitungnya di sini,” ucap bos Yan sambil tersenyum.

Li Hao terdiam sejenak, ia membuka kantung coklat tersebut dan melihat ada tumpukan koin emas dalam jumlah yang banyak.

“Tidak perlu, aku percaya padamu, Tuan.” Li Hao ikut tersenyum, lalu melanjutinya, “Kalau begitu, saya izin pamit terlebih dahulu.”

“Ah, tunggu dulu, Tuan muda!” bos Yan buru-buru mendekati pemuda tersebut, dan berkata, “Apa Anda mau makan di restoran ini sebelum pergi? Saya akan membayar semua tagihan makanan anda...”

Li Hao mengangkat alisnya. “Apakah aku boleh melakukannya?”

“Tentu saja, Tuan muda!” jawab bos Yan cepat.

“Baiklah, kalau begitu aku tidak akan menolaknya.”

Bos Yan tersenyum mendengarnya dan segera menuntun Li Hao ke meja makan yang ada di luar sana.

...****************...

Setelah menerima tawaran dari bos Yan, Li Hao memakan beberapa menu di restoran tersebut. Setelah itu, ia mengucapkan rasa terima kasih pada bos Yan lalu pergi dari sana.

Li Hao kemudian mencari toko senjata setelah keluar dari restoran tersebut, ia membeli beberapa pedang untuk berjaga-jaga lalu keluar dari kota itu.

“Sudah siang aja...” Li Hao bisa melihat matahari sudah berada tepat di atas kepalanya, ia kini sedang berjalan santai di padang rumput tanpa mengetahui arah tujuannya untuk pergi.

...----------------...

Beberapa hari berlalu, Li Hao akhirnya menemukan sebuah hutan yang cukup luas dari lokasinya saat ini, ia bisa melihat ada empat gunung yang berkumpul di satu tempat seperti membentuk garis titik kotak.

“Oh, akhirnya aku menemukan hutan lagi!” Li Hao merasa cukup antusias, tanpa banyak berpikir lagi ia langsung berjalan menuju ke hutan tersebut. “Aku akan leveling di sana selama beberapa waktu ke depan!”

Bersambung.....

LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

1
Shen shandian luo
tingkatin qi fan kultivasinya...masak staknan di situ trus...
Shen shandian luo
kalau ketemu perempuan jadi ampas alur ceritanya...
Shen shandian luo
fungsi level nya apa sih..kalau tingkatan kultivasinya buat patokan bertarung...mending kultivasinya yg di naikin..bukan level trus..karna walaupun level tinggi masih kalah sama musuh dalam hal kultivasinya..jadi level gak ada gunanya
Shen shandian luo
jurus tinju petirnya gak pernah di gunakan
Shen shandian luo
qi nya gak pernah di tambah
Shen shandian luo
pangen tau fungsi level.tingkatan kultivasinya dan qi nya..
Shen shandian luo
kapan kuatnya...jadi gak seru alurnya
Shen shandian luo
kultivator demam..hadew
WANG-zarr
emang nya ngk ada ya aliran netral
M aman Santoso
Luar biasa
Reza Aditiya
MC terlalu buang buang waktu,pas awal bab cerita masih menarik dan seru pas udah sampe bab ini jadi ga menarik dan membosan kan karna MC buang buang waktu buat Farming Xp padahal MC masih lemah
Reza Aditiya
nama Element udara ganti sama angin Thor biar ga aneh aja sih,soal nya gue baru denger
Zuchri Jalil
Luar biasa
Aiby kushina uzumaki 2
menarik
Mohd Ali Mohamad
Luar biasa
Jeme Merinem
fungsi nya buat apaan
Jeme Merinem
kok sma kyk gw🤣
Nrimo Ing pandum666
Luar biasa
SERAMBI KANDANG
kok ga perna ambil cincin penyimpanan koebanya yaa?padahal butuh/Tongue/
Erwin Syah
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!