Liana adalah seorang gadis yang terlahir dari keluarga sederhana, ia adalah seorang gadis yang mandiri dan pekerja keras.
Pertemuan nya dengan Alex membuat nya terpaksa menikah muda meski pun tanpa restu dari mertua nya
(Ayah Alex), menurut sang mertua Liana tidak pantas untuk menjadi menantu nya karena perbedaan status.
Setelah menikah Alex rela meninggalkan kehidupan nya yang mewah, dan bekerja sebagai Sales Marketing demi bisa hidup dengan Liana.
Namun cobaan rumah tangga mereka datang satu persatu menghampiri, mampukah mereka berdua menjalani nya?
Apakah Ayah mertua nya bisa menerima Liana sebagai menantu nya??
Akan kah Liana mendapat Restu dari Mertua nya??
Di saat Liana sedang terpuruk, datang lah Adit seorang pengusaha yang lebih sukses dari keluarga mertua nya.
Akan kah Liana tetap setia hidup bersama Alex meski pun sakit hati?
Atau memilih Adit yang selalu menerima nya apa ada nya??
Yuk baca kelanjutannya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mery Hakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Agus pun mematuhi perintah tuan nya ia pun pergi ke butik tempat Liana bekerja, sesampainya di sana ia di sambut oleh Rani yang mengira Agus akan berbelanja.
"Selamat datang Pak, ada yang bisa saya bantu" ucap Rani ramah
"Liana ada??" tanya Agus
"Oh Liana enggak masuk pak" ucap Rani dengan nada kesal
"Ke mana dia??" ucap Agus
"Mana saya tau,dia bukan siapa-siapa masa harus saya perhatiin" ucap Rani
"Dasar rubah, lagi libur pun masih ada aja yang nyariin" gumam Rani
Agus yang mendengar ucapan Rani langsung pergi keluar dari butik itu, dan kembali ke kantor melaporkan kepada tuan muda nya.
"Nona Liana tidak ada tuan, katanya sedang libur" ucap Agus
"Heemm" jawab Alex singkat
"Maaf tuan mau makan di mana, atau mau saya pesan kan apa" ucap Agus
"Enggak usah Gus, aku lagi enggak nafsu makan" ucap Alex
"Siap kan saja mobil, aku ingin pulang cepat" lanjutnya kepada Agus
"Baik tuan" ucap Agus
Setelah mobil siap Agus pun mengantar tuan muda nya pulang, setelah sampai di rumah tuan nya Agus pun izin pamit pulang.
Sementara Alex langsung naik ke kamar nya, pikiran nya kacau balau sejak kejadian rapat tadi ia tak habis pikir dengan kelakuan bodoh nya Novi.
Saat ini Alex hanya ingin bertemu Liana,agar pikiran nya agak tenang. Ia mengambil Hp nya dan menghubungi Agus agar memeriksa ke mana Liana seharian ini. Tak berapa lama Agus pun menelpon tuan nya.
"Tuan menurut laporan dari bawahan saya, nina Liana tidak ke mana-mana ia hanya keluar bersama nona Septi untuk nyekar ke kuburan Almarhum mama nya" ucap Agus
"Baik lah kau bisa istirahat sekarang" ucap Alex sambil menutup panggilan di Hp nya.
Ceklek pintu kamar Alex terbuka, ternyata Ibunya yang masuk ke kamar.
"Nak Ibu dengar kamu belum makan dari pagi" ucap Ibu nya
Iya Bu, nanti aku makan sekarang masih belum lapar" ucap Alex
"Ibu sudah tau kejadian tadi di kantor sudah lah jangan terlalu di pikirin, nanti kamu sakit kalo sudah rejeki nya nanti juga balik lagi" ucap Ibu nya
"Iya Bu, Ayah belum pulang" ucap Alex
"Ayah mu di undang makan bersama di rumah keluarga Novi" ucap Ibu nya
"Ibu enggak ikut"? Ucap Alex
Padahal Alex sudah tau jawaban nya,Ibu nya kurang suka dengan keluarga Novi.
"Enggak Nak, Ibu tadi sudah janji sama ibu-ibu pengajian sekarang kamu makan ya" ucap Ibu nya
"Iya bu" jawab Alex sambil bangun dari ranjang nya.
Saat Alex bangun pandangan nya sangat gelap, brukkk Alex pun jatuh dan tak sadarkan diri. Melihat anak nya jatuh Ibunya langsung berteriak, teriakan sang ibu terdengar oleh asisten-asisten nya dibawah dan langsung membawa nya ke rumah sakit.
Tiba di rumah sakit Alex pun langsung mendapatkan pelayanan cepat dan di pindah kan ke ruangan rawat inap. Hasil diagnosa Dokter sudah keluar asam lambung nya naik, dan Alex juga kurang istirahat akibat nya menjadi anemia.
Tak berapa lama Alex pun sudah sadar.
"Aku di mana Bu"? Tanya Alex
"Kamu pingsan nak, asam lambung nya tinggi terus kamu juga anemia" ucap Ibu nya
"Maaf Bu, jadi ngerepotin Ibu" ucap Alex
"Enggak papa nak, kamu istirahat aja dulu masalah kantor kamu tugasin Agus saja" ucap Ibu nya
Setelah semuanya baik, Ibu kiki pun segera menelpon suami nya memberi kabar apa yang baru saja terjadi.
Mendengar Alex masuk rumah sakit Ayah nya pun berpamitan pada keluarga Novi, dan langsung menuju rumah sakit di mana Alex di rawat.
Tiba di rumah sakit Ayah Alex pun langsung menuju ruangan Alex. Ayah Yoga pun datang bersama Agus wajah Alex langsung lesu lagi, karena meskipun sedang sakit Ayah nya tetap akan memarahi nya.
"Lemah kamu cuma gara-gara batal 1 kontrak saja langsung sakit" ucap Ayah Yoga
"Yah sudah jangan ngomong gitu, kasian Alex baru sadar" ucap Ibu nya
"Itu semua karena kamu terlalu memanjakan nya bu" ucap Ayah Yoga dengan nada marah
Melihat ibu nya di marahi Alex pun langsung angkat bicara, sedangkan sang Ibu seperti biasa lebih memilih diam.
"Jangan marahi Ibu, iya aku lemah tapi apa Ayah tau perusahaan mana yang batal kontrak tadi"? Ucap Alex
"Mana Ayah tau" ucap Ayah Yoga
"Itu perusahaan AG Yah" ucap Alex
"Kenapa kamu gak bilang dari siang" ucap Ayah Yoga
"Percuma Direktur AG sangat kecewa sekali dengan perusahaan kita atas tindakan Novi, itu pertama kali nya dalam sejarah rapat di jadikan lelucon" ucap Alex
"Lebih baik Ayah dan Ibu pulang saja istirahat, aku di sini ada Agus kok" lanjutnya
"Baiklah Nak, Ibu pulang dulu ya besok ke sini lagi" ucap Ibunya
Alex pun hanya menjawab dengan anggukan, dan kembali tidur sementara Agus tidur di sofa.
Selama dalam perjalanan pulang Ayah dan Ibu Alex hanya diam tanpa bicara,ya mereka kecewa atas tindakan bodoh yang Novi lakukan. Sesampainya di rumah Ayah Yoga langsung masuk ke kamar dan tidur, sementara Ibu Kiki tidak bisa tidur karena masih memikirkan keadaan Alex meskipun suadah ada Agus yang menjaga.
Pagi telah tiba seperti biasa Liana melakukan pekerjaan rumah nya dan mengantar adik nya sekolah, setelah semuanya beres Liana pun berangkat ke tempat kerja nya. Setelah sampai di tempat kerja, Liana merapihkan dan memajang baju dengan model yang baru.
Rani pun datang menghampiri.
"Kemarin abis dari mana?libur mulu baru libur udah enggak masuk" ucap Rani
"Enggak ke mana-mana Ran" jawab Liana
"Kemarin ada yang nyariin tuh cowok,heran deh kalo bisa jangan bawa masalah pribadi ke tempat kerja dong" ucap Rani
"Maaf ya Ran aku enggak tau kemaren siapa, emang ngomong apa sampai bikin kamu marah" ucap Liana
Tapi Rani tidak menjawab dia malah pergi ke lantai atas, tidak berapa lama seorang laki-laki datang dengan terburu-buru mencari baju.
"Permisi mbak saya mau cari baju kemeja ukuran L ada"? Ucap nya
"Ada mas mari sebelah sini" ucap Liana sambil menunjuk kan tempat nya.
Setelah menemukan yang cocok laki-laki itu pun ingin langsung memakai nya.
"Apa boleh langsung di pakai mbak? Soal nya saya ada rapat sama klien eh malah ketabrak anak-anak yang lagi lari" ucapnya sambil menunjuk kan noda bekas minuman
"Bisa mas tapi di proses dulu ya pembayaran nya" ucap Liana
"Iya mba saya ngerti ko" ucap nya
"Maaf ya mas, soalnya saya masih baru,takutnya salah nanti di tegur" ucap Liana
"Cantik sekali wanita ini ramah pula" ucapnya sambil melakukan transaksi pembayaran.
Setelah selesai Liana pun mengantar nya ke ruang ganti, ketika konsumen tersebut sedang ganti baju datang lah Rani sambil marah.
"Liana kamu tuh jadi orang jangan maruk" ucap Rani
"Maksudnya apa ya Ran"? tanya Liana bingung
"Jangan pura-pura enggak tau deh, semua pelanggan kamu rebut semua biar dapat bonus banyak hah"? ucap Rani
"Maaf Ran aku cuma niat kerja, enggak ada maksud apa-apa" jawab liana sambil pergi meninggalkan Rani.
Rani tersenyum puas karena sudah bisa menegur Liana, sudah lama ia ingin menegur nya baru kesampaian sekarang.
Tanpa sadar keluar seseorang dari ruang ganti, Rani pun kaget ia pikir tidak ada siapa-siapa saat menegur Liana. Rani pun mencoba tersenyum pada pria tersebut,tapi pria itu hanya diam saja dan tidak suka melihat Rani.