NovelToon NovelToon
INVESTASI CINTA YANG SALAH

INVESTASI CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Fantasi
Popularitas:555
Nilai: 5
Nama Author: AwandaMw

INVESTASI CINTA YANG SALAH

Oleh: AwandaMw

"Dia mengira aku cuma pelengkap, sampai dia sadar seluruh kerajaannya berdiri atas namaku."

Sinopsis:

Demi mendukung impian Reno, Nadia rela menyembunyikan kejeniusannya dan menyerahkan seluruh asetnya untuk membangun Apex Media dari nol. Namun, begitu bisnis bernilai puluhan miliar itu berada di puncak kejayaan, Reno justru berpaling pada Sella—seorang wanita glamor yang menghasutnya bahwa Nadia hanyalah beban.

Dicampakkan dan dihina tanpa harta gono-gini, Nadia memilih pergi tanpa sepatah kata dendam. Reno merasa menang, tanpa tahu satu rahasia besar: Nadia adalah pemilik tunggal PT Cakrawala Capital, pemegang saham mayoritas 60% yang memegang leher bisnisnya.

Saat Reno dan Sella sibuk merayakan kesuksesan semu, Nadia siap melancarkan takeover dingin dan menagih kembali setiap sen yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwandaMw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

***Bab 6 hadiah yang ternoda

🌸🌸🌸

Sinar matahari pagi menyiram interior megah butik perhiasan internasional di kawasan Pacific Place, SCBD.

Kilauan berlian, mutiara, dan emas putih dalam etalase kaca memantulkan cahaya yang memanjakan mata. Tempat ini bukan butik biasa. Hanya pelanggan VVIP dengan batas kredit tanpa batas yang biasa menginjakkan kaki di atas lantai marmer hitamnya yang mengkilap.

Di dalam ruangan layanan privat yang tertutup, Sella duduk santai di atas sofa beludru berwarna krem.

Di hadapannya, seorang jewelry consultant berseragam rapi memperlihatkan sebuah kotak beludru hitam yang baru saja dibuka.

Di dalam kotak itu, melingkar sebuah kalung emas putih dengan liontin berlian berpotongan teardrop yang sangat berkilau.

"Ini adalah seri L'Aurore, Miss Sella," ujar sang konsultan dengan nada suara yang sangat sopan dan tertekan ramah. "Hanya ada tiga unit di Asia Tenggara. Berlian utamanya bernilai dua karat dengan tingkat kejernihan VVS1."

Mata Sella berkilat penuh ketamakan.

Ia mengambil kalung itu dari dalam kotak, mengelus permukaan berliannya yang dingin, lalu menengok ke arah Reno yang berdiri di sampingnya seraya menyesap cangkir espresso.

"Bagaimana, Reno? Indah banget, kan?" bisik Sella manja, menempelkan kalung itu tepat di leher mulusnya. "Menurut kamu, ini cocok nggak kalau aku pakai pas mendampingi kamu di acara gala dinner asosiasi pengusaha minggu depan?"

Reno tersenyum lebar. Ia melangkah mendekat, lalu memegang bahu Sella dari belakang.

Tatapannya terkunci pada kilauan berlian di leher Sella—dan pada fakta betapa bangganya ia bisa membelikan barang semewah ini untuk wanita yang begitu memujanya.

"Sempurna," puji Reno tanpa ragu sedikit pun. "Perhiasan sekelas ini baru pantas melekat di leher wanita anggun dan berkelas seperti kamu."

"Tapi harganya... lumayan tinggi, Reno," ujar Sella dengan raut wajah pura-pura ragu. "Tiga ratus lima puluh juta rupiah. Kamu yakin nggak apa-apa?"

Reno tertawa kecil, mengibaskan tangannya seolah nominal ratusan juta rupiah itu hanyalah kerikil tak berharga. Matanya dipenuhi rasa jumawa yang membutakan.

"Tiga ratus lima puluh juta itu angka kecil buat menjaga gengsi Direktur Pemasaran Apex Media, Sel," sahut Reno dengan suara lantang.

Ia merogoh dompet kulitnya dan mengeluarkan sebuah kartu kredit korporat berwarna hitam dengan logo Apex Media Executive.

"Gunakan kartu ini."

Sang konsultan perhiasan membungkuk hormat, lalu menerima kartu tersebut dengan kedua tangannya.

"Baik, Pak Reno. Transaksi akan segera kami proses atas nama pengeluaran korporasi."

Sella membalikkan badan, melingkarkan kedua tangannya di leher Reno, lalu mendaratkan kecupan hangat di pipi pria itu.

"Terima kasih banyak, Reno! Kamu benar-benar pria paling royal dan sukses yang pernah aku kenal."

Reno merengkuh pinggang Sella dengan erat, merasa dirinya benar-benar berada di puncak dunia.

Di dalam pikirannya, ia adalah seorang raja yang sedang memanjakan ratunya. Ia sama sekali tidak peduli bahwa kartu kredit yang ia gesek adalah akun anggaran operasional perusahaan—yang seharusnya digunakan untuk pengembangan teknologi dan gaji para karyawan.

Sementara itu, di sebuah kafe yang tenang tak jauh dari kawasan SCBD, Bimo duduk berhadapan dengan Nadia.

Di atas meja kayu, Bimo menggeser sebuah map cokelat tebal ke arah Nadia dengan gerakan pelan. Wajah Manajer Keuangan Senior itu tampak sangat cemas dan kelelahan.

"Nadia, ini laporan transaksi kartu kredit eksekutif yang baru saja masuk lima belas menit lalu," kata Bimo dengan suara setengah berbisik.

"Pak Reno baru saja menyelesaikan transaksi sebesar tiga ratus lima puluh juta di butik perhiasan. Faktur pembeliannya dimasukkan ke dalam kategori Biaya Entertainment dan Operasional Pemasaran."

Nadia membuka map tersebut, lalu membaca lembar demi lembar rincian transaksi tanpa mengubah raut wajahnya sama sekali.

Mata tajamnya menelusuri nomor faktur, nama merchant, hingga stempel pengesahan digital yang ditandatangani oleh Reno sendiri.

"Tiga ratus lima puluh juta hanya untuk satu set kalung berlian," ujar Nadia pelan. Suaranya tenang, namun sarat akan intonasi yang mematikan.

"Bukan cuma itu, Nadia," timpal Bimo gusar. Ia menunjuk lembar halaman berikutnya dengan telunjuk yang sedikit bergetar. "Minggu lalu, ada penarikan dua ratus lima puluh juta untuk DP mobil adik Pak Reno."

Bimo menarik napas sejenak sebelum melanjutkan.

"Lalu seratus delapan puluh juta untuk renovasi ruang kerja baru Sella, belum lagi kuitansi restoran-restoran mewah di SCBD hampir setiap malam. Kalau ini terus dibiarkan, laporan keuangan kuartal ini bakal merah! Auditor independen dari holding bisa menemukan ketidaksesuaian ini!"

Nadia menutup map cokelat itu dengan gerakan yang sangat halus. Ia menyesap teh kamomil panasnya perlahan-lahan.

"Biarkan auditor menemukannya, Bimo," sahut Nadia datar.

Bimo terbelalak kaget. "Maksud kamu?"

"Reno sedang mabuk oleh pujian dan kemewahan instan," jelas Nadia, menatap lurus ke dalam mata Bimo. "Sella tahu persis bagaimana cara memicu ego Reno untuk terus mengeluarkan uang tanpa berpikir panjang."

Nadia memperbaiki posisi duduknya.

"Semakin banyak uang kas yang dialihkan Reno untuk kepentingan pribadi dan wanita itu, semakin cepat bukti pelanggaran hukumnya menumpuk."

"Tapi, Nadia... uang itu adalah uang perusahaan!" seru Bimo pelan, benar-benar tidak habis pikir dengan ketenangan wanita di depannya.

"Uang perusahaan Apex Media itu enam puluh persennya adalah milik PT Cakrawala Capital, Bimo. Artinya, itu uang saya," tegas Nadia dengan mata berkilat dingin.

"Setiap rupiah yang dikeluarkannya untuk membelikan Sella hadiah, perhiasan, atau memanjakan keluarganya, dicatat secara sah sebagai penggelapan dalam jabatan dan penyalahgunaan wewenang direksi."

Nadia mengeluarkan sebuah flashdisk kecil dari dalam tasnya, lalu meletakkannya tepat di tengah meja.

"Bimo, simpan seluruh salinan faktur asli, rekaman CCTV transaksi jika ada, dan bukti transfer dari rekening operasional."

Nadia menatap Bimo tanpa berkedip.

"Masukkan semuanya ke dalam drive terenkripsi ini. Jangan ada satu pun data yang terhapus atau diubah."

Bimo menatap flashdisk itu dengan ragu sebelum akhirnya mengambilnya. "Kamu... benar-benar sudah siap menghancurkan Pak Reno?"

Nadia bersandar di kursi kafenya, lalu menyunggingkan senyum tipis yang amat dingin.

"Saya tidak menghancurkan siapa pun, Bimo. Reno yang memilih untuk menghancurkan dirinya sendiri."

Nadia mengalihkan pandangannya ke luar jendela kafe.

"Dia mengambil uang yang saya kumpulkan dengan darah dan air mata di masa lalu, lalu menggunakannya untuk membelikan hadiah bagi wanita yang menghina saya."

Nadia menatap gedung-gedung pencakar langit yang menjulang megah di luar sana.

"Hadiah berlian yang dibelikannya untuk Sella hari ini... bukan tanda cinta," bisik Nadia pelan, suaranya sedingin es di musim dingin.

"Itu adalah tanda bukti utama yang akan mengantarkan Reno tepat ke balik jeruji besi."

🌸🌸🌸

1
falea sezi
lanjut
Arieee
laki" mokondo yang terlalu percaya diri🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!