Andrea Smith seorang dokter bedah jantung brilian di Miami—cerdas, mandiri, dan menyimpan satu rahasia: ia peretas ulung. Namun di balik jas putihnya, hidupnya terjerat keluarga yang beracun: ibu yang tak pernah menyayanginya dan seorang ayah tiri yang terus memerasnya lewat satu-satunya orang yang ia cintai. Yang Andrea inginkan cuma satu—bebas.
Alexander Silver adalah pria paling ditakuti di Irlandia. Bos mafia berdarah dingin yang sudah lama mengunci hatinya rapat-rapat setelah dikhianati. Baginya, cinta hanyalah kelemahan yang tak bisa ia tanggung. Sampai suatu malam, takdir membawanya ke sebuah rumah sakit di Miami… dan mempertemukannya dengan sepasang mata cokelat yang mengubah segalanya.
Sebuah tawaran mendadak. Sebuah pernikahan yang lahir dari kebutuhan, bukan cinta. Tapi di tengah dunia penuh peluru, aliansi berbahaya, dan musuh yang mengintai dari setiap sudut, dua hati yang sama-sama terluka perlahan saling menemukan. Alexander bersumpah melindungi Andrea dengan nyawanya—tak menyangka wanita rapuh yang ia nikahi ternyata jauh lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berani dari siapa pun yang pernah ia kenal.
Ketika masa lalu Andrea membuka rahasia yang mengguncang, dan bahaya mengancam segala yang mereka bangun, seberapa jauh mereka rela melangkah demi satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MarLu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Kami tiba di lokasi pertemuan dan melihat beberapa mobil yang menembaki Dante dan Robert. Anak buah mereka terkepung, jadi bersama orang-orangku aku ikut bertempur. Saat melihat kami datang, para penyerang terkejut. Saul mulai memberi perintah dan kami terus menembaki lawan. Aku memerintahkan agar beberapa dari mereka dibiarkan hidup dalam keadaan tak sadarkan diri, supaya nanti bisa kami cari tahu siapa yang mengirim mereka. Begitu situasi terkendali, kucari Dante dengan mataku. Kulihat dia berjalan ke arahku, dan hampir saat tiba di dekatku dia berkata,
"Saudaraku…" lalu ambruk ke tanah.
"Saudaraku! Saul, cepat ke rumah sakit sekarang!"
Kupegangi lengan saudaraku dengan bantuan salah satu anak buahku, lalu kami melaju ke rumah sakit pertama yang kami temukan. Dia kehilangan banyak darah.
"Ayo, Saudaraku, bertahanlah! Lebih cepat, Saul!"
Sesampainya di rumah sakit, kami masuk lewat bagian gawat darurat. Kugendong saudaraku dan masuk secepat yang kubisa sambil berteriak minta tolong.
"Tolong!"
Seorang dokter menghampiri kami sambil menanyakan apa yang terjadi. Kami membaringkan Dante di brankar dan dia langsung dibawa ke ruang operasi. Aku cuma bisa memandangi mereka membawanya pergi. Aku ngeri membayangkan kehilangan saudaraku. Kulihat Saul, lalu kudekati dia.
"Saul, aku mau semua orang yang menyerang tadi dibawa ke gudang. Korek informasi dari mereka, siapa yang mengirim mereka. Aku tak peduli cara apa yang kaupakai, aku ingin tahu segalanya," kataku.
"Segera kulakukan," jawab Saul.
Saat itu Robert masuk ke rumah sakit.
"Alexander, bagaimana keadaan Dante?" tanyanya.
"Aku tidak tahu. Dia dibawa ke ruang operasi, belum ada kabar apa pun untukku."
"Tenang, dia pasti selamat. Di mana kepala keamananmu?"
"Menjalankan perintah yang kuberikan. Aku ingin tahu siapa yang menyerang kita dan kenapa. Kubawa orang-orang yang kami tangkap untuk dikorek informasinya."
"Bagus. Kau mau kutemani? Karena aku juga ingin sekali tahu bajingan mana yang berani menyerang kita," kata Robert.
"Tidak usah. Lakukan apa pun yang perlu kaulakukan untuk mengetahuinya, karena urusan ini tidak akan kubiarkan begitu saja."
"Baik. Begitu kudapat informasinya, akan kusampaikan langsung padamu."
Robert keluar dari rumah sakit, sementara aku tetap bersandar di dinding, menatap pintu tempat saudaraku dibawa masuk. Ini membuatku putus asa, dan tak ada seorang pun yang memberitahuku apa-apa.
Di ruang praktik Andrea
Aku baru saja hendak menikmati kopiku ketika ada telepon masuk dari Mama. Tapi pada saat yang sama, seorang perawat masuk dengan panik.
"Dokter Smith, Anda dibutuhkan segera di ruang operasi," katanya.
Kubiarkan teleponku terus berdering. "Ayo."
Kami berlari ke ruang operasi. Setibanya di sana aku mencuci tangan, mengenakan seluruh perlengkapan, dan masuk. Rekanku memberitahuku.
"Dokter Smith, saya butuh bantuan Anda mengeluarkan peluru di tubuh pasien. Saya tidak bisa menemukannya, dan dia terus kehilangan darah," kata Dokter Dave.
Aku mulai bekerja. Setelah pelurunya berhasil kukeluarkan, kujahit lukanya, dan kami berhasil menstabilkannya. Sementara aku melepas seluruh perlengkapan, rekanku keluar untuk melaporkan kondisi pasien.
Di lorong bersama Alexander
Rasanya aku ingin membunuh semua orang karena tak ada yang memberitahuku apa pun. Penantian ini benar-benar menyiksaku. Ketika aku sudah memutuskan masuk dan mencekik siapa pun yang pertama kulihat, seorang dokter keluar.
"Keluarga pasien Dante Sklov?" tanyanya.
"Saya. Katakan, bagaimana keadaan saudara saya?"
"Meski sempat sulit mengeluarkan pelurunya, akhirnya berhasil kami keluarkan. Untuk saat ini kondisinya stabil. Kita tunggu sampai dia sadar untuk bisa melakukan penilaian. Sebentar lagi dia dipindahkan ke ruang rawat, dan Anda bisa masuk menjenguknya," kata Dokter Dave.
"Baik, terima kasih, Dokter."
Syukurlah saudaraku selamat. Sekarang tinggal menunggu informasi yang didapat Saul dan Robert dari para bedebah itu, dan aku akan membuat mereka terbakar di neraka karena berani menyakiti keluargaku.