NovelToon NovelToon
Black Alice in the Murder Land

Black Alice in the Murder Land

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Horor
Popularitas:97.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayano Kaname

Berawal dari link aplikasi aneh yang masuk dalam obrolan chat grup kelasnya, Yufuin Tenn, Demon Lord yang bereinkarnasi menjadi seorang manusia akhirnya harus mengikuti sebuah game aneh karena terpaksa.

[Code Name: Alice Liddell]

[Welcome to the Murderland]

Game dengan seribu kisah dongeng sebagai setting permainan membuat Tenn semakin penasaran dengan orang di balik permainan ini tersebut.

Hanya satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui sosok di balik game ini dan menyelesaikan permainannya yaitu mengumpulkan kartu klondike untuk masuk ke level selanjutnya.

Demi mengetahui apa alasan dia terpilih dalam game pembunuhan dalam kisah dongeng tersebut, Tenn harus berusaha membuat dirinya lolos ke level berikutnya tanpa ada yang tau identitasnya sebagai demon lord hingga akhir permainan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6. Permainan Berburu Kartu

Setelah selesai dengan tiga orang yang sebelumnya dilihat oleh Tenn, dia berjalan kembali dengan tenang di kota itu.

“Kota seluas ini hanya berisi 89 orang yang 3 di antaranya sudah mati. Aku ingin tau, bersembunyi dimana saja mereka?”

“Selain itu, masih ada yang tidak benar dengan permainan ini.”

Tenn memanggil sistemnya kembali, “Sistem, apa imbalan jika berhasil menyelesaikan permainan?”

[Hadiah akan diberikan dalam bentuk uang, kemampuan dan satu permintaan terbatas sesuai syarat yang berlaku]

“Permintaan terbatas sesuai syarat? Contohnya?”

[Permintaan tersebut baru akan bisa diwujudkan jika pemain sudah menang. Contoh tidak bisa diberikan]

[Ada syarat dan jenis permintaan yang bisa dikabulkan. Semua akan diinformasikan saat permainan selesai]

“Cih, pelit sekali! Bilang saja kamu tidak tau jenis permintaannya.”

Tenn berjalan kembali dan menemukan sebuah cahaya di depannya.

“Hmm?”

Tenn berlari dan melihat sesuatu dari kejauhan. Dari jauh, terlihat hanya sebuah cahaya merah, namun ketika didekati dengan jarak kurang lebih 100 meter, terlihat kobaran api di depan.

“Api? Siapa yang mungkin menggunakan api di sini?” 

Terlihat sekelompok orang-orang yang sedang menyerang beberapa kelompok lain.

“Serahkan! Aku tidak mau mati bersama kalian di tempat ini!”

“Aku tidak akan menyerahkannya. Kenapa kita tidak bekerja sama saja untuk keluar dari tempat ini?”

Sebuah pertengkaran terjadi. “Apa mereka itu saling mengenal satu sama lain? Sistem, bagaimana menurutmu?”

[Terdeteksi–]

“Jawab saja pertanyaanku dan jangan memberiku penjelasan rumit!”

[Tidak saling mengenal]

“Berarti mereka juga pemain. Menarik. Coba kita lihat, 1, 2, 3…total ada 12 orang. Berapa orang dari mereka yang punya kartu?”

[3 dari 12 pemain terdeteksi memiliki kartu klondike yang dicari]

“Apa? Hanya 3 kartu? Sisanya tidak berguna. Ya sudah, habisi semuanya saja lah. Daripada terlalu banyak menonton drama.”

Tenn berjalan santai mendekati mereka semua.

“Hai, kakak-kakak semua.”

Salah satu dari mereka membentaknya, “Siapa kamu?!”

“Ah, aku hanya anak hilang. Bisa antarkan aku ke rumah.”

“Jangan main-main ya! Kau juga pemain kan? Serahkan kartumu atau kubunuh kau!”

Tenn langsung terlihat cemberut.

“Huwaa, galak sekali. Itulah kenapa aku benci orang galak. Cih, apa boleh buat. Langsung bunuh semua saja.”

Salah satu dari ke-12 orang pemain itu mengeluarkan sebuah serangan api dari tanganya.

“Dia memiliki kemampuan untuk memanipulasi api rupanya?”

Tentu saja hal itu bukanlah hal sulit untuk Tenn. Dengan mudah dia melenyapkan semua api itu.

“Apa?! Kau…kau bisa menghapus semua seranganku?! Oi, kalian! Bunuh dia juga, jangan hanya menonton!” perintah pemain tersebut.

Empat pemain di antara mereka memilih untuk kabur.

“Lari!”

“Aku masih belum mau mati!”

Tenn melihat itu dengan wajah datar, “Kabur? Serius? Memang bisa?” katanya dalam hati.

“Dasar serangga tidak berguna! Kita habisi mereka nanti setelah menghabisi yang sa–”

“Bang!”

-Craaat

Darah keluar dari tubuh pemain yang menyerang Tenn dengan api. Bukan hanya darah, namun ada lubang besar yang tercipta dari perut hingga dada kembali.

Pemain itu langsung menjadi donat seperti pemain sebelumnya.

“Huwaaaa!!!”

“Ma–mati?! Ti–tidak! Aku tidak mau mati!”

“Lari!”

Para pemain itu meninggalkan temannya yang sudah menjadi mayat itu sendirian. Namun Tenn tidak ingin membiarkan semua orang-orang itu lolos darinya begitu saja.

“Aku tidak ingin teman kalian kesepian, jadi kalian harus menemaninya.”

Tenn membuat gaya seperti akan menembak kembali dan mengeluarkan suara khasnya tembakan yang baru dilakukannya.

“Bang! Bang! Bang!”

-Craaaat…Craaat…Craaaat

Satu per satu mereka semua dibunuh dengan mudah. Setelah selesai dengan semua pemain tersebut, Tenn berjalan dan merogoh saku mereka semua.

“Hmm? Ada satu! Apa ini? “Heart 4” ya, lumayan.”

“Ini…tidak ada. Yang ini…tidak ada juga. Ini juga, ini juga.”

“Cih! Hanya dapat satu. Sisanya pasti ada di antara empat orang yang kabur tadi. Merepotkan sekali.”

Tenn melihat semua kartu-kartu yang dia miliki sekarang.

“Sisa 48 kartu klondike lagi. Tapi, apa gunanya mengumpulkan semua kartu-kartu ini? Apa ada sesuatu? Kenapa aku masih belum menemukan titik penting dari permainan ini?”

“Mungkinkah admin dengan kode Wonder itu kekurangan hiburan jadi ingin mengurangi populasi manusia di Jepang?”

“Tapi kenapa hanya Jepang? Memang dia tidak tau negara lain ada di bumi?”

Membuatnya sedikit bingung, Tenn iseng bertanya pada sistemnya.

“Sistem, apakah game ini hanya ada di satu negara atau satu wilayah saja?”

[Informasi dibatasi]

“Apa?! Pelit sekali! Masa begitu saja tidak mau memberitauku juga?!”

[Informasi dibatasi. Admin Wonder tidak mengizinkan pemain mencari tau mengenai hal-hal bersifat pribadi mengenai game ini]

[Pemain hanya perlu melakukan permainan dan mengumpulkan ke-52 kartu klondike untuk mencapai level selanjutnya]

“...” Sekarang, Tenn merasa sangat kesal sampai-sampai ingin sekali menggigit kartu-kartu di tangannya. Tapi dihentikan olehnya.

“Jangan lakukan. Mereka belum tentu higienis. Banyak bakteri, jangan digigit…aku tidak boleh menggigitnya.” katanya pada diri sendiri.

Akhirnya, Tenn menyerah dan memasukkan kembali kartunya lalu pergi mencari yang lain.

Dia tidak menghabiskan banyak waktu untuk menemukan keempat orang-orang yang kabur darinya.

“Itu dia. Oh aku hampir lupa. Sistem, karena pemain yang menang hanya ada satu, apakah sisanya akan mati atau tidak masalah jika mereka dibiarkan hidup?”

[Pemain yang kalah akan dianggap mati dan tidak akan dibiarkan hidup]

[Admin Wonder akan membunuh pemain yang kalah jika mereka masih hidup sampai akhir permainan]

“Heee~jadi memang harus dibunuh semua dan tidak disisakan ya. Aku tidak akan heran jika tempat ini adalah ‘Murder Land’ seperti arti namanya. Ya sudah, bunuh semuanya saja.”

Tenn tidak membutuhkan banyak usaha. Keempat pemain tersebut dibunuhnya dari jarak jauh. Cara membunuhnya tidak berubah sejauh ini. Masih dengan cara yang sama.

Darah mulai mengotori ujung sepatunya.

“Untung ini sepatu sekolah. Kalau sepatu asliku, aku harus minta maaf pada ibu yang sudah membelikannya.”

“Coba kita lihat…”

“Woaah, apa ini?! “Ace of Diamonds” dan “King of Spades?!”

“Aku menang banyak!”

Tenn tersenyum dengan mata tajam, “Hanya permainan membunuh dan mengambil kartu ya. Tidak sulit dan…tidak buruk.”

“Untuk manusia normal permainan ini mungkin sangat berbahaya karena mereka akan mati jika gagal. Tapi untukku yang seorang demon lord…ini bagus untuk pemanasan.”

Mata Tenn yang awalnya berwarna coklat seperti penduduk Jepang pada umumnya berubah menjadi merah.

Mata merah itu terlihat seperti mata iblis di kota mati di tengah malam saat ini.

“Aku senang memburu manusia dan kartu. Mereka yang menciptakan permainan ini…benar-benar seorang jenius.”

Setelah memasukkan kedua kartu yang didapatkannya ke dalam saku, Tenn berjalan kembali. Di kota itu, darah segar manusia mulai membasahi setiap sudutnya.

*****

1
@Han Boshalvaya ୧⍤⃝🍌
Terakhir kali aku baca di chapter berapa yak 🗿
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
dah sore tenn, bukan waktunya boci/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: ngantuk terus tah🤣
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
lieur lieur kamu alice🤣
Ayano: 🤣🤣🤣 udah gak inget ini lier yang keberapa
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
nekad juga mad hatter.
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/iya sih
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
🤣🤣ketemu langsung kena tendangan si madun/Facepalm/
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: duar duar duar duak🤣
total 3 replies
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
aku gak berisik koq👉👈cuma sedikit bawel aja🤣🏃‍♂️
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ: aku kan jujur🤭
total 2 replies
Dance Seaweed
sekarang disnyip Puss? 🤔
Ayano: bener. itu bagus banget asli
manhwanya juga udah ada chapter 23
total 4 replies
Dance Seaweed
wow. aman sekali 😌🤣
Ayano: paling aman 🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
coba bayangkan gini, March memutih dan ucapan itu makjleb kayak panah.

March muntah darah 🗿

mau gimana lagi? 😌 March nggak punya Priamal Skill
Ayano: 🤣🤣🤣🤣 sumpah ngakak. tapi cocok asli
total 1 replies
Dance Seaweed
hmm, jadi rata-rata yang terjebak di Murderland bisa Close Combat toh? 🤔
Dance Seaweed: ohh... jadi kayak... status atribut? mirip rpg gene? 🤔
total 2 replies
Dance Seaweed
wow, sangat kekanak-kanakan sekali. Ditungguin nggak tuh 😏
Ayano: 🤣🤣🤣 itu sikap dewasa loh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
cantik 🗿 (bagi persepsi seseorang yang tak ingin aku sebutkan namanya)
Dance Seaweed: Kenapa? kebakar? 🗿 menarik... 😏
total 2 replies
Dance Seaweed
thor! di suatu masa, bisa pasangkan dengan Mad Hatter? aku mau liat colab mereka 😅
Dance Seaweed: okeh? otw deh 😌
total 4 replies
Dance Seaweed
ohh, ya. boleh tanya nggak? ini efek kondisi nul masih aktif meski Penalti?

aku inget kuku-kukunya luka, kan? 🤔
Ayano: cukup murah cuma ya...agak nyusahin yang laen😅
total 3 replies
Dance Seaweed
sebaik ini, i have bad feeling 😏
Dance Seaweed: woo iya, jelas sih 😏 aku ini sebenarnya penyuka genre kegilaan 😌
total 4 replies
Aya Shibal
Semangat terus lord tenn 💪💪
Ayano: /Determined/ semangka biar waras meski Deket mad hatter 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
kayaknya itu job yg sesuai dengan tugas Miko 😅
Ayano: 🤣🤣🤣 kali aja dia pernah gitu. biar bisa ngusir makhluk halus kayak mad hatter
total 1 replies
Dance Seaweed
kayaknya kemampuan Queen of Hearts lebih over kill disini 😁
Dance Seaweed: ohh, konsep menarik 😏 i like it!
total 2 replies
Dance Seaweed
anakmu? saha? 🤔 AL1
Ayano: iyalah. sapa lagi. jangan lupa yang diakuin menantu juga ada🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Dance Seaweed
metafora yang bagus! aku bisa membayangkan nya 😆
Ayano: 🤣🤣🤣jangan dibayangin wak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!