Memey pergi saat mengandung benih dari Dani, majikannya, karena dia takut dipisahkan dari bayinya saat sudah melahirkan nanti, mengingat Rara istri Dani yang sampai saat ini belum juga hamil. Bisakah Memey merawat putranya seorang diri, akankah Dani bisa bertemu dengan putranya. Simak terus ya...
Jangan lupa like and follow Facebook dan IG ku ya...
IG Maria_Rembulan
Facebook Maria Rembulan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehidupan Memey setelah Melahirkan
Hari ini Memey sudah diperbolehkan pulang. Dia memutuskan untuk mengontrak rumah di dekat Ummi Hanifa. Nyonya Maria juga memberikan Memey sejumlah uang untuk digunakan sebagai usaha agar hidupnya lebih berkecukupan. Dan Memey menggunakan uang itu untuk membuka rumah makan. Dia bekerja sama dengan Ummi Hanifa, selaku chef di rumah makan tersebut.
Beruntungnya Fahmi putra semata wayangnya tidak pernah rewel, meski sering diajak Memey untuk membantu pelayan di rumah makan miliknya. Memey memiliki 3 orang pegawai, satu di bagian kasir, satu di sebagai pelayan, dan satu lagi yang membantu Ummi memasak di dapur.
Setiap hari Memey mengajak Fahmi pergi ke rumah makan, karena selain sang putra masih minum ASI, dia juga ingin selalu berada di dekat putranya. Jika putranya sedang tidur, dia akan membantu melayani pelanggan yang ingin makan. Namun jika putranya rewel, dia hanya membantu mengawasi mereka saja.
Nyonya Maria juga sering mengunjungi Memey, selain karena menyayangi Memey, dia juga merasa dekat dengan anak Memey. Apalagi wajahnya yang mirip sekali dengan Dani putranya membuatnya curiga jika Fahmi adalah putra Dani. Namun untuk menanyakannya pada Memey, Nyonya Maria masih segan. Dirinya akan menunggu waktu yang tepat untuk menyelidiki kasus ini.
Saat ini Fahmi sudah berusia 7 bulan, sudah mulai pandai berceloteh. Fahmi juga mulai menunjukkan perkembangan yang pesat untuk anak seusianya. Memey begitu bahagia melihat perkembangan putranya, meski Memey membenci ayah dari putranya, dia tetap menyayangi sang putra walaupun wajah sang putra 100% duplikat ayahnya.
Seperti pagi ini, tiba tiba Fahmi memanggilnya, "Ma." Memey pun sampai menangis haru, mendengar suara pertama putranya. Dia pun bercerita pada Ummi dan juga Nyonya Maria. Nyonya Maria yang tak percaya pun langsung mendatangi Memey, sedangkan Ummi Hanifa hanya tersenyum saja.
"Mana cucu Oma, katanya sudah bisa bicara benarkah? Coba sini gendong Oma, Ayo kita panggil Oma sama sama ya" ucap Nyonya Maria sambil menggendong cucunya begitu dia sampai di rumah makan Memey.
"Coba ucapkan OMA" perintah Nyonya Maria pada Fahmi.
Fahmi hanya terkekeh melihat Omanya begitu antusias ingin dia berbicara. Nyonya Maria yang gemas dengan tingkah Fahmi pun menciumi perut Fahmi hingga bayi itu kegelian, karena tak tahan bayi itu berteriak, "Cetop Oma."
Nyonya Maria senang bukan main melihat cucunya bisa memanggilnya Oma. Dia pun menceritakannya pada suaminya dan menyuruhnya untuk datang kesini. Namun Pak Burhan masih ada rapat, jadi dia akan datang ke tempat Memey saat pulang kantor.
...****************...
Nyonya Maria berusaha sebisa mungkin untuk membantu Memey. Karena itu juga demi kesejahteraan sang cucu kalau anggapannya ini benar. Salah satunya dengan mempromosikan rumah makan Memey pada teman sosialitanya juga rekan kerja kantor suaminya. Semua itu membuat restoran Memey berkembang pesat. Semula yang hanya sanggup mengontrak, kini sudah bisa membeli ruko strategis yang dekat dengan kampus dan sekolah. Dan itu semua juga tak lepas dari campur tangan Nyonya Maria. Ya ,dialah yang mencari tempat dan menego penjualnya supaya mau memberikan rukonya pada Memey.
Meski banyak yang membantu Memey, namun ada juga yang julid dengannya. Dia di fitnah menjadi simpanan om om berduit, karena yang datang kesana kebanyakan rekan kerja Pak Burhan. Seperti saat ini, di depan rukonya banyak ibu ibu berteriak menyuruh Memey untuk pergi meninggalkan ruko.
"Dasar PELA*UR, Simpanan Om Om, makanya rumah makannya selalu ramai, karena selain makan, juga dapat servis gratis dari pemilik restoran, USIR PELA*UR itu!!" teriak salah satu Ibu disana.
Ibu ibu yang lain pun terbawa emosi, mereka marah, dan mulai merusak meja dan kursi restoran Memey. Memey yang ketakutan langsung menelepon Nyonya Maria. Mendengar Ibu dari cucunya kesusahan, Pak Burhan dan Nyonya Maria membawa beberapa polisi, satpam dan pengacara kantornya untuk membantu Memey.
Begitu mereka sampai di TKP, Polisi langsung membubarkan massa. Polisi itu hanya memanggil beberapa orang yang dianggap sebagai provokator.
"Ada apa ini, kenapa anda bikin keributan dan merusak sarana orang" hardik Polisi itu.
Salah satu Perempuan yang tadinya berkoar koar kini diam seribu bahasa. "Kenapa hanya diam, apa tidak ada yang memiliki mulut" Bentak Polisi itu.
"Maaf Pak Polisi, kami hanya menyuarakan suara warga, karena katanya Bu Memey, membuka restoran plus plus" jelas Wanita berbaju Merah.
"Restoran plus plus gimana maksudnya?" tanya Polisi itu kembali.
"Begini Pak Polisi, semua pelanggan di rumah makan ini setelah makan bisa bobok sama pemilik rumah makannya" jawab Wanita baju merah.
"Astaghfirullah" ucap semua yang ada disana.
"Apa Ibu ada buktinya jika rumah makan ini menjalankan praktek prostitusi?" tanya Polisi itu.
Mereka semua menunduk, tidak ada yang menjawab. Melihat tingkah laku wanita wanita di depannya membuat Pak Burhan dan Nyonya Maria geram.
"Kalian semua tahu, jika menuduh seseorang tanpa bukti bisa dikenakan pasal KUHP ayat 311 dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara, apa semua sudah paham?" tanya pengacara Pak Burhan.
Semua wanita itu hanya menunduk terdiam lalu kemudian mereka semua berlutut meminta ampun atas apa yang mereka lakukan.
"Ampun Pak Polisi, maafkan kami, kami hilap, kami tidak akan berbuat seperti ini lagi" ucap mereka kompak.
Nyonya Maria yang sudah terlanjur geram pun tak mau tahu dan tetap ingin melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Hingga akhirnya Memey keluar, dia mengampuni mereka semua, asalkan mereka mau mengganti properti yang rusak juga memulihkan nama baiknya.
Setelah proses perundingan, akhirnya mereka sepakat mengganti properti Memey yang mereka rusak juga membuat konferensi pers secara live, mengklarifikasi ucapan mereka.
...***************...
Hari ini badan panas tinggi, dia juga mengalami muntah darah. Memey menangis pilu, dia begitu ketakutan melihat kondisi anaknya. Memey langsung meminta bantuan salah satu pegawainya yang bernama Jihan untuk mengantarkannya ke rumah sakit terdekat. Saking paniknya, dirinya ke rumah sakit hanya membawa badan dan anaknya saja, beruntungnya Jihan memiliki sedikit uang hingga ia bisa membayar biaya administrasi UGD.
"Nyonya Ibunya anak Fahmi?" tanya perawat UGD.
"Ya sus benar, Nyonya dipanggil dokter" ucap perawat itu.
Hati Memey berdegup kencang, dia takut terjadi sesuatu pada putranya. Dirinya tak bisa membayangkan hidup tanpa putranya. Dengan langkah lesu, dia menuju ruang Dokter. Setelah di depan pintu, dirinya menguatkan hati untuk mendengar penjelasan dokter mengenai penyakit anaknya.
"Permisi Dok" ucap Memey.
"Silahkan duduk Bu" ucap Dokter itu.
"Terima kasih Dok" lirih Memey.
"Begini, anak ibu terkena DBD, dan ini sudah tahap yang serius karena sudah muntah darah dan dibutuhkan segera transfusi darah karena kadar trombositnya yang sangat rendah, karena jenis golongan darah anak ibu agak langka, kami di rumah sakit tidak memiliki stok darah, untuk itu Ibu bisa menghubungi saudara, kakek, nenek, atau mungkin ayahnya yang memiliki golongan darah yang sama mendonorkan darahnya" terang Dokter.
Memey langsung menangis histeris, begitu keluar dari ruangan dokter. Dirinya tak sanggup menopang tubuhnya hingga terduduk di lantai. Hatinya sakit melihat putranya ditusuk jarum. Jika dia bisa, dia ingin dirinyalah saja yang menanggung sakitnya, jangan putranya yang masih berusia 7 bulan.
Ingin sekali Memey menghubungi Dani karena pastinya darah mereka sama. Jadi dia tidak perlu lagi mencari pendonor. Namun tentu saja hal itu akan menimbulkan masalah baru baginya. Tapi nyawa anaknya lebih penting dari apapun. Memey berada di tengah kebimbangan, haruskah ia menghubungi Dani sang ayah atau mencari pendonor.