Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.
Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.
Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.
Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.
Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.
Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.
Apakah Amanda akan menerimanya?
Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6
Colorado 07.00 Pm.
Amanda turun dari mobilnya bersama dengan Zack, sesuai janji Zack malam itu mereka akan makan malam dengan romantis disebuah hotel
The Antlers A Wyndham Hottel.
Hotel Antlers yang penuh gaya dan kelas atas memiliki posisi yang ideal di pusat kota Colorado Springs dan populer dengan keluarga, pasangan, dan juga orang tua yang mengunjungi anak-anak yang menghadiri Colorado College, perguruan tinggi seni liberal yang terletak di ujung utara pusat kota di jalan yang sama The Antlers.
Kamar dan suite di sini kontemporer dan memiliki tempat tidur nyaman dengan sandaran kepala yang mewah dan banyak bingkai kayu. Ada juga jendela besar dengan pemandangan gunung atau kota dan TV layar datar digantung di dinding di atas meja kerja built-in di kamar. Banyak suite juga dilengkapi dengan jacuzzi tubs (sempurna untuk berendam pasca-hiking) dan balkon.
Fasilitas di dalam hotel termasuk kolam renang dalam ruangan, ruang olahraga, dan restoran yang menyajikan hidangan Amerika - jika menu tidak menarik bagi Anda, namun, ada banyak pilihan tempat makan lainnya dalam beberapa menit berjalan kaki dari The Antlers.
Hotel ini terletak di 4 S Cascade Ave, Colorado Springs, Colorado.
Zack menggandeng tangan Amanda memasuki hotel mewah itu, sesuai dengan rencana Justin mereka telah memesan sebuah kamar dihotel itu.
Tanpa curiga sedikitpun Amanda mengikuti Zack, semula mereka masuk kedalam restoran terlebih dahulu untuk makan malam supaya Amanda tidak curiga.
Dan memang sampai sekarang Amanda tidak curiga karena dia pikir Zack sedang menyiapkan kejutan manis untuknya apalagi pria itu berkata jika dia akan melamar Amanda dengan romantis.
Zack menarik sebuah kursi untuk mempersilakan tunangan cantiknya itu untuk duduk.
"Terima kasih Zack." Amanda tersenyum dengan manis pada tunangannya. Rasanya sudah tidak sabar ingin melihat kejutan apa yang akan Zack berikan padannya.
Zack membalas senyuman Amanda, pria itu menarik sebuah kursi didepan Amanda dan duduk disana.
"Jangan sungkan sayang, nikmati malam ini." Zack memanggil seorang pramusaji untuk melayani mereka.
Amanda menatap wajah tunangannya itu, dari wajahnya terpancar kebahagiaan karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Zack.
"Sayangku Amanda, kau boleh memesan makanan apapun yang kau suka. Malam ini aku akan memuaskanmu dan memanjakanmu." kata Zack lagi.
"Kau sangat baik Zack."
Amanda mengambil buku menu yang ada diatas meja dan mulai melihat setiap menu yang tertera dibuku itu.
Setelah selesai Amanda memesan Tenderloin Steak yang terkenal dihotel itu. Tidak lupa juga Zack memesan anggur terbaik yang disediakan ditempat itu pula.
Selama menunggu makanan mereka tiba, tidak henti-hentinya Amanda memandangi wajah Zack yang tampan.
"Amanda, apa kau begitu terpesona padaku?"
Amanda tersipu malu dan memalingkan wajahnya.
"Kau sudah tahu Zack, aku sangat suka melihat wajahmu, itu karena aku sangat mencintaimu dan sebentar lagi kita akan menikah dan aku sudah tidak sabar menantikannya."
"Amanda, malam ini kaulah bintangnya dan kau yang akan melunasi semua hutangku." kata Zack dalam hati sambil tersenyum pada tunangan cantiknya.
Tidak lama kemudian, makanan merekapun tiba. Pramusaji juga membawa sebotol anggur kualitas terbaik yang ada dihotel itu.
Pramusaji itu menuangkan anggur kedalam gelas yang tersedia, setelah itu pramusaji itupun pergi membiarkan tamu mereka menikmati makanan dan anggur dengan kualitas terbaik itu.
Zack mengangkat gelas didepannya dan mengarahkan gelas itu kearah Amanda.
"Bersulang untuk malam yang indah ini sayang."
Amanda juga mengangkat gelas anggurnya, mereka mengadukan gelas itu hingga menimbulkan suara dentingan kecil dari gelas itu.
"Zack, setelah makan apa yang akan kita lakukan?"
Amanda mulai memotong daging steak Tenderloin yang ada diatas piringnya dan memakannya.
"Ini kejutan sayang, aku sudah menyiapkan sesuatu dikamar hotel ini, yang pasti aku sudah memesan kamar dengan fasilitas terbaik untuk memberikan kejutan untukmu."
Wajah Amanda semakin berseri saat mendengarnya, hal itu semakin membuatnya tidak sabar menantikan kejutan dari Zack.
Setelah selesai makan, Zack bangkit berdiri.
"Amanda sayang,tunggu disini, aku harus memastikan apakah kejutan yang aku siapkan sudah selesai?"
"Baiklah Zack, jangan terlalu lama karena aku sudah tidak sabar." ujar Amanda penuh semangat.
"Pasti sayang." Zack memutar langkahnya dan segera pergi.
Amanda menunggu disana sambil menikmati anggur yang ada, dia mulai berdebar-debar saat membayangkan Zack akan melamarnya dikamar hotel terbaik yang ada ditempat itu.
Mungkin saja dikamar itu terhampar kelopak bunga mawar diatas ranjang, mungkin juga Zack akan berlutut didepannya dan melamarnya.
Saat membayangkan hal itu, Amanda semakin tidak sabar. Rasanya dia sudah tidak sabar menantikan Zack kembali dan mungkin malam ini dia akan membiarkan Zack melakukannya, memiliki dirinya seutuhnya.
Sedangkan saat itu Zack, pria itu sedang menghubungi Mr Ronal, dia harus memastikan pria tua itu sudah ada dikamar hotel yang sudah dia siapkan.
"Mr Ronal, apa kau sudah siap?"
"Zack,aku sudah berada didalam kamar ini sedari tadi. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati tubuh seksi Amanda Jhonson. Jika pelayanannya memuaskan maka aku akan menanamkan modal yang besar diperusahaanmu." terdengar suara Mr Ronal disebarang sana yang tampak sudah tidak sabar.
Pria tua itu telah menunggu didalam kamar memakai sebuah kimono yang pastinya, dibalik kimono yang dipakainya sudah tidak memakai apa-apa lagi.
Dia melakukan hal itu agar mudah untuk menerkam Amanda Jhonson dan menikmati tubuhnya.
"Sabar Mr Ronal, aku harus berakting sebentar lagi agar tunanganku tidak curiga." Zack tersenyum puas, seharusnya dia melakukan hal ini sejak awal tanpa harus memikirkan hutang-hutangnya.
Ditambah Mr Ronal berjanji akan menanamkan modal diperusahaannya, sepertinya Amanda sangat berguna sekarang.
Setelah mematikan ponselnya, Zack kembali menghubungi seseorang, orang yang dia hubungi adalah Justin.
"Justin, apa kau sudah menyiapkan semuanya?"
"Jangan kawatir Zack, anak buahku sudah siap.jika Amanda berani kabur mereka sudah siap untuk menangkapnya." jelas Justin dari seberang sana.
"Bagus, kalau semua sudah siap maka ayo memainkan permainan ini."
Saat mendengar itu Justin tersenyum puas, sebenarnya didalam kamar itu Justin telah meletakkan sebuah kamera untuk merekam aksi Amanda dengan Mr Ronal.
Dia akan menyebarkan Video itu nanti hingga Amanda hancur, sehancur-hancurnya hingga wanita itu tidak punya muka lagi untuk kembali kekota itu, dan bisa dia bayangkan saat Eric Jhonson mengetahui hal ini?
Pria tua itu pasti akan langsung mati saat mengetahui putri yang dia banggakan telah melakukan hal hina dan telah mempermalukannya.
Setelah mematikan ponselnya, Zack langsung menghubungi Amanda karena permainan itu akan segera dimulai.
"Sayang,naiklah kelantai 35 aku sudah menunggumu." pinta Zack dan tidak lupa dia juga mengatakan nomor kamarnya kepada Amanda.
Saat mendengar itu Amanda bangkit berdiri, wanita itu mulai berjalan kearah lift untuk naik kelantai 35 tanpa tahu sebuah jebakan telah menantinya.
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak