dengan sebuah kecelakaan.dia berpikir ini akhir dari kehidupannya,tapi...ternyata dia salah.karena ini awal dari perjalanan hidup barunya di sebuah dunia yang mirip dengan dunia sebelumnya.namun banyak hal yang berbeda di didunia ini.
Rio berpikir untuk menjalani kehidupannya di dunia ini dengan menjadi orang biasa,sampai...sistem yang entah darimana asalnya terinstal di dalam tubuhnya dan membantunya untuk menjalani kehidupan orang kaya.
dia senang,tapi sistemnya agak...
[tuan rumah,anda berpikir buruk tentang sistem ini!]
[anda harus dihukum]
"arghhh!!!!" tiba-tiba rio merasakan sengatan listrik yang mengalir ke seluruh tubuhnya dan itu menimbulkan rasa sakit luar biasa yang membuatnya langsung kehilangan kesadaran.
"..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wansan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5:kekhawatiran seorang ibu 2
Elina mulai menceritakan kisahnya.
Elina menikah saat masih muda karena perjodohan politik,namun dia menjadi single parent karena suaminya meninggal dalam kecelakaan sepuluh tahun yang lalu.meninggalkan dia dengan kedua anaknya yang masih kecil.Dia menjadi pemimpin perusahaan besar yang di tinggalkan oleh suaminya karena tidak ada yang bisa dia percayai untuk mengurus perusahaan itu selain dirinya sendiri.selama,lima tahun dia terus bekerja dan sedikit waktu di rumah,kedua putri nya di asuh oleh babysitter.
Setelah lima tahun itu Elina merasakan bahwa dia,bukan lah ibu yang baik karena tidak bisa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus putri nya.untungnya disaat seperti itu ada orang asing yang menawar membeli sebagian besar saham dengan harga yang sangat mahal,dia pun memutuskan untuk menjual saham itu karena dia juga masih menghasilkan uang dari sedikit saham yang tersisa dan tidak perlu mengurus urusan perusahaan itu lagi,dia agak muak mengurus perusahaan karena banyak orang berusaha merayu dan mendekatinya karena status dan kecantikannya.setelah berhenti mengurus perusahaan barulah dia bisa menghabiskan banyak waktu di rumah untuk mengurus putrinya.
"Bukankah kamu masih menghabiskan banyak waktu untuk bersama dengan putrimu?.memang awalnya kamu sibuk tapi bukankah cukup untuk menebusnya dengan terus dirumah membantu kebutuhan putrimu selama lima tahun itu?,kamu juga sudah tidak perlu khawatir dengan hal ekonomi untuk kedua putri mu?,jadi apa lagi yang membuatmu berpikir bahwa kamu Ibu tang buruk,juga apakah putri mu mengatakan kamu ibu yang buruk?"Rio melontarkan berbagai kata setelah Elina selesai berbicara.
"Aku-aku.."Elina bingung,tidak tahu mau menjawab apa.
"Kamu..kamu..kamu menggertakku..huaa"Elina yang bingung akhirnya berdiri dengan panik menyalahkan Rio.
Karena merasa digertak,Elina melakukan gerakkan ingin memukul dada Rio,namun Rio segera menahan pukulan pelan itu menggunakan tangannya.
"Tenang"Rio berkata untuk menenangkan Elina.
"Uwa..aku ibu yang buruk,a-aku tidak pernah melihat miya tertawa saat bersamaku,se-sedangkan untukmu hanya sedikit waktu untuk membuat miya tersenyum dan tertawa..hua..hiks*hiks*"Elina menangis dengan kepala bertumpu pada bahu Rio
Rio megusap-usap punggung Elina.sambil memikirkan kalimat yang Elina katakan.lalu berkata"Begitu,kamu cemburu?,kamu iri karena aku bisa membuat miya tersenyum dan tertawa?.sepertinya bukan miya yang kesepian,tapi kamu kak Elina.sungguh..itu perilaku yang buruk,kak Elina"Rio mengeluarkan kata yang seolah mengejek Elina.
Mendengar kata itu,Elina menegakkan kepala untuk menyangkal"A-apa yang kamu katakan!"
"Kamu tak perlu menyangkal"kata Rio memegang tangan Elina menariknya kembali ke pelukannya,lalu melanjutkan katanya dengan lembut"aku tahu itu berat bagimu,dari cerita yang keluar dari mulutmu itu lebih terdengar seperti curhatan dari pada sebuah kisah.kamu boleh merasa tangguh tapi ada saatnya untuk melupakan semua beban itu sejenak.jika kamu tidak punya tempat untuk mengeluhkan hal itu, aku bisa meminjamkan bahuku untuk mu bersandar,aku akan mendengarkan semua keluh kesahmu.Jadi,jangan Ragu jika kamu ingin menangis maka menangislah sepuasmu"
"Hua!.."Elina yang selesai mendengarkan kalimat Rio merasa terharu, langsung menangis keras,membenamkan kepalanya di bahu Rio.
Rio hanya mengusap punggung Elina,menunggu dengan tenang.setelah beberapa menit barulah tangisan Elina terhenti.
Elina yang sudah tenang Mengangkat kepala mantap dan mendekatkan kepalanya ke wajah Rio sambil bergumam"Rio..."
Rio yang melihat wajah Elina yang semakin dekat dengan wajahnya segera menjauhkan kepala Elina dengan telapak tangannya sambil berkata "berhenti.."dia tidak tau apa yang ingin Elina lakukan padanya.
Elina yang dijauhkan menjadi malu dan segera duduk dikursi.saat itu matanya kabur,dia merasa Rio itu sangat tampan dan baik.dia merasa telah jatuh cinta dan ingin menciumnya.namun dihentikan oleh Rio.
Rio tidak tahu dengan pikiran Elina dan bertanya lembut melihat kondisi Elina"apakah kamu sudah tenang?"
"Um.."Elina mengangguk malu,dia merasa pikirannya lebih tenang dan rileks setelah melepaskan semua keluh kesah dihatinya dengan tangisan.
"Bagus,jangan pernah menahannya lagi,oke?jika kak Elina butuh teman mengobrol kamu bisa bertemu denganku"Rio menyarankan sambil menepuk ringan kepala Elina.
"Um.."Elina mengangguk seperti anak kecil.beberapa saat dia tersadar kepalanya sedang ditepuk seperti anak kecil dan langsung berkata"jangan tepuk kepalaku!"
"Ya,ya.."Rio berhenti memberikan tepukan pada Elina.
Yang dapat Rio gambarkan tentang Elina yaitu seorang ibu cerdas dengan sifat kekanak-kanakan yang berusaha bersikap tangguh karena keadaan.
"Sebaiknya kamu rapikan wajah mu,atau dirimu yang tadinya menangis akan dilihat oleh Miya"Rio berkata pada Elina.
"Bagaimana ini.."Elina panik.
"Yah..sudah terlambat.sepertinya Miya sudah melihat"Rio berkata dengan ekspresi menyesal,seolah-olah menyesal baru mengetahui bahwa miya sudah ada melihat apa yang terjadi.padahal,Rio sudah sadar dari saat miya datang di depan pintu dengan mengintip karena takut mengganggu interaksi Rio dan Elina.
Rio yang melihat itu, memberi instruksi pada Miya menggunakan gerakan tangan untuk masuk duduk disofa karena Elina bercerita cukup lama.walaupun Miya malu namun,masih menuruti instruksi Rio.
"Apa?!,sejak kapan?"Elina berteriak menoleh kebelakang melihat Miya yang sedang duduk di sofa sambil menundukkan kepalanya.
Elina merasa citra nya sebagai ibu yang kuat dan hebat sudah hancur.
Miya masih menundukkan kepalanya karena malu dan tidak tahu mau menjawab apa.
"Bukankah itu wajar?,kamu bercerita cukup lama.tentu Miya yang sudah makan dikantin segera kembali ke sini ."Rio berkata untuk membantu miya berbicara.
"Ya.."Elina merasa apa yang dikatakan Rio itu benar.memang dia yang salah tidak mengingat hal itu.'Tidak!,bukan kah itu salahnya Rio yang membuatku menceritakan itu,dan bukankah Rio tahu kalau Miya akan kembali,kenapa dia tidak memberitahu ku! ya, ya,ini salahnya Rio'.setelah memikirkan kemungkinan itu Elina merasa bahwa dirinya sangat cerdas.berbalik berkata keras sambil mengacungkan jarinya ke Rio untuk menyalahkan"ini semua salah mu!kenapa tidak memberitahu ku kalau miya sudah kembali!"
Melihat Elina menyalahkannya,Rio kembali berkata sedih"Bukan begitu,apakah kamu berpikir kamu ibu yang buruk?maka dari itu aku berpikir untuk menunjukkan kepada Miya apa yang kamu rasakan dan kamu juga bisa mendengarkan pendapat miya tentangmu secara langsung"
Elina menjadi diam,lalu bertanya pelan"Benarkan itu?
"Ya" Rio mengangguk,Lalu memanggil miya untuk mendekat dengan dirinya dan Elina.
Miya yang dipanggil Rio mendekati dengan malu.
"Miya bagaimana pendapatmu,apakah kamu berpikir ibumu itu buruk?"Rio bertanya langsung pada miya untuk meyakinkan Elina.
Elina segera menghadap miya dengan penuh harap
Miya yang ditanya sambil ditatap ibunya,segera menggelengkan kepalanya berkata pelan sambil menunduk"Tidak,walaupun ibu selalu serius,tapi ibu itu orangnya baik dan selalu peduli"
...____________________________________________________________...
...(Ayo dukung author dengan meninggalkan jejak)...
...Like ➠ Comment ➠ Vote ➠ Rate 5 ⭐...
belum ada waktu sekarang...
itu juga harus di buat lagi kerangkanya... jadi butuh persiapan...
hadiahnya jg udah byk yg lupa jadi authornya jg harus baca ulang ceritanya...
jadi mohon pengertiannya...