NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:905
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebotol Air Mineral

"Belum masuk juga?" gumam Ares begitu dia sampai di kelas. Laki-laki itu meletakkan ranselnya di meja. Sorot matanya senantiasa menatap pada bangku kosong milik Celine.

Sudah dua hari Celine tidak masuk, keterangan di buku absen mengatakan ia sakit. Ares menghela napas berat, duduk di bangkunya dengan beribu pertanyaan yang bersarang di otaknya. Tentang Album foto, tentang pengakuan Celine.

"Pagi-pagi udah bete aja itu muka, mikirin cicilan, ya?" tuding Bian yang baru saja datang. Dia duduk di sebelah Ares. "Makanya kalau dibilang jangan main judol. Anak muda yang malang."

"Otak kau korslet? Gak usah ngomong macan-macam, makin berat kepalaku ketemu kau."

"Bercanda aja kagak bisa, bosen banget perasaan hidupmu. By the way, tugas math udah siap belum? Nyontek dong!" tukas Bian dengan senyuman khas. Ares mendengus, kemudian membuka tasnya. Sebuah buku diletakkan di hadapan Bian.

Pandangan Ares kembali tertuju pada arah meja Celine, Berlian baru saja datang dan duduk di sana. Seorang diri. Laki-laki itu menopang dagu.

"Dia sakit apa sampai tidak hadir dua hari," gumamnya.

"Kau bilang apa?" tanya Bian yang samar-samar mendengar gumaman Ares.

...***...

"Gila, Celine emang kurang kerjaan banget!" tukas Berlian begitu dia meletakkan sebotol air mineral ke dalam laci meja milik Ares.

Dia menghela napas lega begitu kembali duduk di bangkunya, pemilik meja itu baru saja datang ke dalam kelas. Jam istirahat sudah selesai.

Celine mendengus geli, ketika mengingat kejadian konyol pagi tadi.

"Ngapain kamu? Bukannya lagi sakit?" tanya Berlian di dapur rumah Celine. Ia hanya tersenyum culas menanggapi Berlian, terlampau sibuk dengan bawang merah yang sedang dipotong.

"Bukannya istirahat, malah masak di sini. Buat apa sih?" Berlian duduk di pantry, mengamati Celine yang sesekali menarik ingus. Perempuan itu bergidik ngeri, membayangkan masakan Celine yang bercampur dengan cairan yang keluar dari hidung perempuan itu.

"Aku mau masak buat Ares, pasti dia rindu bekal buatanku. Nanti aku nitip ya biar kamu letakkan di loker? Semalam aku udah buat kata-katanya, spesial!" seru Celine.

"Makin-makin nih anak, yang waras dikit napa. Mau kau kasih itu sama Ares? Gak kasihan?"

"Emang kenapa sama masakan aku, ini kubuat penuh rasa cinta kasih. Mungkin setelah ini dia bakal klepek-klepek. Hehe." pungkas Celine dengan kekehan yang terasa menjengkelkan di telinga Berlian.

Terlampau sibuk dengan masakannya, Celine merasakan gatal di hidungnya. Matanya berkedip-kedip seolah memberi sinyal. Dalam hitungan detik, perempuan itu bersin tepat ke dalam panci. Matanya membulat.

"Udah dibilangin, sewarasnya orang sakit aja. Tengok dah, itu makanan udah bercampur air liurmu, banyak virusnya," ucap Berlian kemudian melangkah ke arah Celine, mematikan panci listrik. Dia berkacak pinggang.

"Udahlah jangan ngadi-ngadi, balik aja ke kamar. Bantah lagi, kukasih tahu sama tante."

Berlian mengalihkan pandangannya ke arah Ares yang baru saja menemukan sesuatu dari laci mejanya. Sebotol air mineral yang diberikan oleh Celine, karena gagal membuat nasi goreng.

Ares mengamati air mineral itu seksama, pita yang membungkusnya terlampau khas. Guratan huruf yang tercetak di note jelas dari tangan yang sama. Ares jadi ragu, pasalnya orang yang dia curigai sedang tidak masuk.

"Ini dari siapa?" gumamnya memutar-mutar botol mineral berukuran sedang tersebut.

"Ares!" seru Bian di pintu masuk. "Ada yang cariin nih."

Ares menaikkan sebelah alisnya, bangkit berdiri kemudian berjalan ke luar kelas. Pandangannya bertemu dengan Jasmine yang sedang berdiri di sebelah Bian, tatapannya penuh penyesalan.

"Hai Kak Ares," sapanya.

"Iya? Kenapa Jasmine."

"Aku cuman," Jasmine menggigit bibir bawahnya, butuh banyak keberanian baginya untuk menemui Ares setelah kejadian dua hari lalu.

"Sebelumnya aku minta maaf kak, bukan bermaksud buat ngehindar dari masalah. Soal kejadian dua hari lalu waktu aku kasih kue, aku sungguh minta maaf!" Jasmine menunduk.

"Aku beneran gak tahu kalau kakak alergi kacang. Aku harap kakak gak benci aku."

Ares diam sesaat, alih-alih memikirkan perkataan Jasmine. Dia malah teringat kejadian di UKS, ketika Celine dengan mulut lantam menyalahkan Jasmine atas masalah yang menimpa dirinya.

Ares tertegun begitu dipanggil kembali, dia menjawab dengan senyum, "Gak papa, udah mendingan juga. Kamu juga jangan terlalu dipikirkan."

"Benarkah?" Jasmine berbinar, dia kemudian berdehem untuk menetralisir gejolak di hatinya. Perlahan dia membuka sesuatu dari tentengannya.

"Tadi pagi aku sempatkan buat nasi goreng buat kakak," kata Jasmine. "Kali ini beneran gak ada kacang!"

Ares terdiam sesaat, dia sempat menoleh ke belakang, memperhatikan perilaku mencurigakan Berlian yang terlampau sibuk dengan ponselnya.

"Adek kelas itu udah mulai beraksi lagi, pagi ini dia kasih nasi goreng. Wkwk, kayaknya kau bakal kalah, deh!" Begitu pesan yang dikirimkan oleh Berlian ke room chat dengan Celine.

"Ngelunjak banget itu si adek kelas. Hua, Ares aku, diterima gak bekalnya. Bisa gak kamu pura-pura jalan ke depan mereka, trus tabrak si Jasmine. Biar nasi gorengnya jatuh." Emot menangis tercantum di akhir pesan yang baru saja dikirim Celine.

Berlian mendengus geli, menggelengkan kepalanya. Dia kembali menjawab pesan Celine,

"Cinta boleh, bodoh jangan. Kalau udah sembuh, kusaranin ikut kelas bareng Jasmine. Biar dia ngajarin kamu bagaimana mengutarakan perasaan. Capek gak sih cinta sebelah pihak?"

Berlian cepat-cepat mematikan ponselnya, benar saja dalam hitungan detik Celine telah meneror dengan puluhan chat.

"Makasih buat nasi gorengnya, aku terima. Tapi Jasmine aku beneran minta maaf, aku tidak terlalu suka makanan berminyak," ujar Ares.

Jasmine terdiam sejenak, kemudian mengulas senyum manis. "Kalau begitu aku bakal buatin sesuatu yang lain, deh, Kak!" kata Jasmine bersemangat.

"Jasmine, kurasa tidak usah. Terlalu merepotkanmu,"

"Nggak ngerepotkan kok kak!"

Ares menghela napas, agaknya sulit untuk menolak Jasmine secara halus. Bian yang melihat penolakan Ares, menyikut siku laki-laki itu.

"Sok banget kau gak nerima pemberian orang, yang di loker tiap hari aja tetap kau makan. Kasihan tahu anaknya, gak merugikan juga kan?" bisiknya.

"Nggak usah Jasmine. Sebaiknya kamu kembali ke kelas, jam pelajaran akan segera dimulai." ujar Ares.

Jasmine diam, bulir air mata mengalir dari pelupuk matanya. Tidak menyangka Ares akan menolak dirinya. Dia pergi begitu saja, merasa kecewa.

"Nangis anaknya," kata Bian prihatin, dia hendak menceramahi Ares, tetapi lelaki itu terlebih dahulu masuk ke dalam kelas. Ares menghampiri Berlian yang sibuk dengan ponselnya.

"Berlian," panggil Ares. Perempuan di depannya tersentak.

"Iya?"

"Siang nanti kamu ada waktu gak?"

Berlian menaikkan sebelah alisnya, terlampau bingung. "Kenapa memangnya?" tanyanya.

"Kalau dalam waktu senggang, bisa tunjukkan jalan ke rumah Celine, gak?"

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!