NovelToon NovelToon
CASANOVA ARROGANT

CASANOVA ARROGANT

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:57.6k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Patah hati karena cintanya harus kandas tanpa sempat bersemi membuat Agam Mahardika semakin tidak tersentuh. Meski kerap menghabiskan malam panas bersama banyak wanita cantik yang rela menyerahkan diri untuk menemani malam-malamnya, namun pria tampan dengan berjuta pesona itu tetap memilih menutup rapat pintu hatinya. Menguncinya bersama satu nama yang sudah sedari awal mendiami relung hatinya.

Namun, pertemuan tidak terduga dengan seorang gadis cantik yang terpaut usia jauh di bawahnya, perlahan mulai mengusik relung hati.

Akankah pintu hati yang telah lama tertutup itu kembali terbuka, atau akan tetap terkunci tanpa tersentuh, membiarkan hatinya tetap layu tanpa pernah bersemi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Tiba di negara yang begitu banyak menyimpan kenangan, Agam memilih untuk tinggal di unit apartemen miliknya sendiri. Ia menolak kembali tinggal di kediaman utama Keluarga Mahardika. Rasa kecewa pada sang Ayah yang sudah dengan sengaja menjauhkannya dari kekasih yang tidak mampu ia jangkau, masih membekas di hati Agam. Meski begitu, Agam tidak sampai hati menolak permintaan sang Bunda untuk mempimpin semua perusahan keluarga Mahardika, karena sang ayah, Vino Mahardika memilih untuk pensiun lebih awal. Sementara dua kakaknya, Reza dan Hana, sudah memiliki tanggung jawabnya masing-masing.

"Ini masih terlalu pagi. Kenapa kau sudah ada di apartemenku?!" geram Hyun, saat ia baru membuka mata, tapi langsung di suguhkan pemandangan Agam yang tengah berdiri tegak dengan kedua tangan yang terlipat di depan dada. Wajah pria itu terlihat datar, namun begitu menyebalkan di mata Hyun.

"Cepat bangun. Kita sudah mulai bekerja pagi ini," ucap Agam yang sudah rapih dengan celana panjang hitam dan kemeja lengan panjang. Bahkan sepatu hitam Agam tampak begitu mengkilap, hanya tinggal mengenakan jas dan dasi agar terlihat lebih formal.

Sambil bersandar di sandaran ranjang, Hyun mendesah, mengacak rambutnya dengan begitu frustasi. Ia kembali merutuki kebodohannya, sehingga harus terjebak bersama sahabat arogan seperti Agam yang tidak pernah mentolerir apapun.

"Agam, kita baru saja sampai semalam. Biarkan aku beristirahat dulu barang satu hari ini," pinta Hyun dengan tatapan memelas. Tubuhnya masih terasa tidak nyaman, apalagi sudah dua malam ia tidak bisa tidur nyenyak. Rasa kantuk begitu mendera matanya. Ia masih membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat.

"Lima belas menit... Lebih dari itu, kau bisa berangkat ke kantor dengan angkutan umum atau berjalan kaki," ucap Agam datar. Ia sama sekali tidak menggubris permintaan Hyun dengan langsung berbalik badan dan melangkah keluar dari kamar, mengabaikan Hyun yang sempat melayangkan protes bahkan kembali mengumpatnya.

Hyun yang hanya bisa pasrah setelah permintaanya diabaikan begitu saja oleh Agam. Terpaksa bergegas turun dari atas ranjang untuk membersihkan diri. Ia tidak mungkin mengabaikan ucapan Agam yang bukan hanya sekedar ancaman. Sahabat arogannya itu selalu merealisasikan ucapannya. Dan Hyun tidak ingin hal itu sampai terjadi.

Andai saja, seluruh aset dan keuangan miliknya tidak dibekukan oleh keluarganya, sudah pasti Hyun tidak akan sudi mengikuti semua ucapan Agam. Namun kini, Hyun hanya bisa bersabar, mengikuti setiap kemauan Agam agar hidupnya tetap terjamin, terutama urusan di bawah perutnya tetap bisa tersalurkan tanpa terkendala materi. Karena meski Agam terlihat arogan, pria itu selalu royal pada setiap pegawai yang berdedikasi tinggi padanya.

Tepat lima belas menit, Hyun sudah berdiri di depan Agam dengan mengenakan pakaian rapi, ia sudah siap bekerja sebagai seorang asisten serbada bagi Agam, Seorang Asisten yang serba bisa dan selalu ada.

"Duduk dan nikmati dulu sarapanmu," ucap Agam tanpa menatap Hyun. Maniknya masih sibuk menatap layar sebuah tablet yang menampilkan grafik perkembangan salah satu perusahaan yang akan dipimpinnya.

"Tadi, Kau menyuruhku siap dalam lima belas menit. Tapi sekarang, malah memintaku menyantap sarapan," ucap Hyun sambil menarik sebuah kursi di sebrang Agam. "Tau seperti ini, aku santai saja mandinya, tidak perlu terburu-buru." Meski sambil terus menggerutu, Hyun tetap menikmati roti panggang dan kopi yang sengaja sudah Agam siapkan untuknya.

Agam menaruh tablet yang sedari tadi menyita perhatiannya, ia kemudian menatap Hyun yang masih sibuk dengan roti dan kopi.

"Bahasa Indonesiamu sangat lancar Hyun. Bahkan tidak kesulitan untuk terus mengomel dan mengumpat," sindir Agam.

Meletakkan cangkir kopi di atas meja, Hyun menatap jengah wajah Agam. "Bukankah aku sering bilang, aku lebih banyak tinggal di sini, daripada di negaraku sendiri," sahut Hyun.

Perdebatan keduanya berlanjut panjang, selain berdebat hal pribadi, keduanya juga berdiskusi tentang salah satu perusahaan yang hendak mereka kelola. Agam yang terkenal tidak banyak bicara, justru bisa banyak bicara jika tengah berhadapan dengan Hyun.

Sementara Agam dan Hyun berdebat di apartemen milik Hyun.

Viona Larasati, gadis yang belum genap berusia sembilan belas tahun sudah memulai harinya dengan membersihkan seluruh ruangan di lantai dua. Karena tidak memerlukan waktu tempuh pergi ke tempat kerja, ia jadi memiliki banyak waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya agar bisa selesai lebih cepat.

Rani yang baru datang bekerja di buat terkejut saat melihat bersihnya semua ruangan di lantai dua. Padahal hari masih terlalu pagi, sementara yang bertanggung jawab kebersihan di lantai itu hanya ia dan Viona.

Bergegas Rani melangkah mencari keberadaan Viona di loker tempat mereka beristirahat. Namun saat melewati lorong menuju area gudang belakang, Rani melihat cahaya lampu dari arah gudang yang biasanya selalu dalam keadaan gelap. Karena penasaran, Rani berbelok arah, menyusuri lorong hingga sampai di pintu gudang. Wanita berusia dua puluh tiga tahun itu kembali terkejut melihat Viona berada di dalam gudang tengah membereskan pakaian.

"Viona, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rani, wajahnya tampak panik. Bergegas ia melangkah masuk kemudian menutup rapat pintu gudang.

Rani menyapu pandangan ke sekeliling gudang yang tidak terlalu luas. Area yang tadinya berantakan penuh dengan kardus-kardus bekas dan ramat-ramat yang bergelantungan, karena tidak lagi digunakan kini terlihat bersih dan rapih.

"Kamu yang membersihan gudang ini?" tanya Rani. Ia kemudian beralih pandangan pada dua tas besar dan tumpukkan pakaian milik Viona yang tergeletak di atas lantai. "Semua barang ini, milik siapa, Viona?" lanjutnya sambil menunjuk pada dua benda yang dimaksud.

Viona menghela panjang napas, tidak menyangka ia akan ketahuan secepat ini. Semalam, setelah mendapat panggilan telepon dari Bu siska, sebuah ide gila melintas di kepalanya. Viona memutuskan kembali ke tempat ia bekerja untuk beristirahat sejenak. Namun saat melewati area gudang. Ide gila lain mendadak muncul kembali. Dengan modal sebuah keberanian, membuang rasa takut tentang cerita hantu yang konon kerap bergentayangan, ia membersihkan gudang yang tidak digunakan itu untuk tempat melepas lelahnya. Viona lebih takut tidur di jalanan daripada bertemu hantu penunggu gudang.

"Kak Rani, tolong jangan beri tahu siapa pun, ya," pinta Viona penuh harap.

"Kamu... berencana tinggal di sini, Vio?" tanya Rani yang langsung paham, ia mendekati Viona yang tengah duduk beralas kardus bekas yang sengaja ia gelar di atas lantai.

Viona mengangguk pelan. "Aku baru saja diusir, kak," jawabnya pelan. "Karena tidak punya cukup uang buat bayar kontrakan, aku jadi kepikiran buat tinggal sementara di gudang ini." Viona memilih berterus terang pada Rani. Ia yakin Rani bisa mengerti keadaannya.

Menatap iba, Rani menepuk lembut bahu Viona. "Tinggal saja dulu di sini sementara. Tapi... jangan sampai ada orang lain yang tahu, termasuk Bu Siska," ujarnya. "Aku juga akan berusaha mencarikan rumah kontrakan yang murah, agar kamu bisa segera pindah sebelum ketahuan orang lain." Andai saja, ia tidak tinggal bersama kedua orang tua dan tiga adiknya, ia pasti langsung meminta Viona untuk tinggal bersamanya.

Viona menatap nanar wajah Rani, ia tidak menyangka, masih bisa menemukan orang baik di balik kerasnya ibu kota. "Terimakasih, Kakak sungguh bisa memahami situasiku,"

"Sudah, Vio... sekarang lebih baik kita kembali bekerja. Hari ini akan ada petinggi baru perusahan yang akan datang berkunjung. Bu Siska pasti bakal ngomel-ngomel kalau seluruh ruangan belum selesai di bersihkan."

Viona mengangguk paham. keduanya lantas berjalan beriringan keluar dari gudang untuk menyelesaikan pekerjaan yang kian bertambah.Terlebih lagi, menurut kabar yang beredar. Hari ini putra pemilik perusahan yang baru datang dari luar negeri akan datang berkunjung.

*****

1
Three Flowers
ciee.. Viona ikutan baper. Memang enak kalo mempunyai seorang pelindung
Three Flowers
dia lagi marah, Viona
Three Flowers
kamu terlambat, Damar
Three Flowers
mulai timbul sifat posesif nya nih
Three Flowers
apakah damar naksir viona?😅
Three Flowers
apa yang terjadi semalam?😅
Three Flowers
jadi sedih, ternyata dibikin nyaman untuk viona seorang diri, bukan bersama Agam
Three Flowers
berarti secara tidak langsung, Agam ingin rumah itu terasa nyaman saat ia mudik ke rumah mertua, ya? ciee...berasa nikah beneran, bukan sekedar kontrak 😍
Three Flowers
takut ada yang ngintip, ya Gam?
Three Flowers
perhatian banget Viona sama Agam😍
Three Flowers
Veronica masih cinta Hyun ya?
Three Flowers
ternyata viona berprestasi ya
Three Flowers
enak banget, duit segitu banyak buat pasangan beracun ini
Three Flowers
kenapa pamannya kejam sekali nyebut vio jalang?😭
Three Flowers
mereka mau kemana sih?
Three Flowers
minta ditampol mulutnya si Agam
Three Flowers
enak saja ngomongnya... nggak ikut mengandung malah mau ambil anaknya
Three Flowers
ish ish... yang dipanggil calon suaminya.. wkwk 😂
Three Flowers
daddy siapa ini maksudnya?
Teteh Lia: Daddy Rayyan, ayah angkat Agam. mantan suami bunda alya
total 1 replies
Three Flowers
jangan main jodoh2an saja, bu... Agam udah mau nikah sama cewek lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!