Perjuangan cinta seorang Aneth yang ditinggal mati sang suami tercinta, janji dalam hatinya bahwa dia tidak akan bisa membuka hati untuk laki-laki manapun juga
Begitu besar cinta yang dia miliki untuk sang suami karena dia telah meninggalkan kenangan yang sangat indah buat dirinya dan keluarganya membuat dia susah untuk menerima keadaan bahwa dia harusnya mencari pendamping lagi untuk menemaninya mengarungi hidup kedepannya dan mencari sosok pengganti ayah buat sang anak tercinta
Pras yang jatuh cinta kepada Aneth, berusaha untuk meluluhkan hati sang pujaan hati, begitu banyak cara yang ditempuh tapi belum juga mampu untuk membuat Aneth bisa buka hati untuknya
bagaimanakah kisah perjalanan cinta antara Aneth dan Pras?
Mampukah Pras meluluhkan hati orang yang telah membuatnya jatuh cinta ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suri Hadassa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saran Kakak
Malam itu sepulang dari mall, Pras singgah di rumahnya Laura, suasana rumah sepi karena sudah larut malam, setelah bibik membukakan pintu, Pras masuk kedalam rumah mewah itu
Tadi sebelum keluar dari mall, Pras menelepon Laura karena mau singgah ada yang perlu di bicarakan
Laura yang sudah menunggu kedatangan Pras kemudian memeluk adik kesayangannya itu, begitupun dengan Ryan suami Laura ikut memeluk adik iparnya
"dek...kenapa tanganmu di perban begitu, apa yang terjadi ? " tanya Laura cemas melihat tangan Pras yang terlilit perban
"biasa aja kak....namanya juga laki-laki, yang begini-begini mah kecil " jawab Pras sambil menjentikkan jari kelingkingnya
"Pras...bagaimana kabarmu dek ?..." tanya Ryan
"ya beginilah bang....." jawab Pras dengan lesu
(Pras memang kebiasaannya memanggil kakak iparnya dengan sebutan abang, sedangkan Laura memanggil suaminya mas 🤣🤣😂, lucu juga ya....)
"ga usah tanya-tanya mas....dia lagi galau dengan cewek....." Laura yang menjawab sambil tersenyum
"betul dek ?....abang seneng lho denger kamu suka seseorang....dulu abang takut kamu ga suka perempuan manapun juga, belum ketemu yang pas ternyata....good luck dek, jangan pernah menyerah mengejarnya, sampai ke ujung dunia tetap jabanin ya, abang akan dukung kamu....."
"makasih bang....."
"Dion dan Sidney dah tidur kak ? " tanya Pras sambil melihat ke arah Laura
"udah....ini sudah larut malam....kalau kamu ga nelpon, kakak juga sudah tidur dari tadi, tu anak dua dari kemarin-kemarin nanyain kamu terus kayaknya kangen, kamu sih ada perlunya aja baru dateng "
"iya deh kak...kapan-kapan saya singgah main sama mereka..."
"eee ngomong-ngomong kamu singgah mau bicarain apa sih? kaya serius gitu ..."
"maaf ya Pras....Abang ke ruang kerja dulu, masih ada yang harus saya kerjakan, lagian pasti kamu ga enak ngobrolnya kalau saya di sini kan?, kamu ngobrol aja sama kakakmu ya...saya tinggal dulu " pamit Ryan disambut senyum sama Pras
Sepeninggalan Ryan, Laura dan Pras tampak ngobrol dengan seriusnya
"ada apa sih dek, koq bela-belain datang larut malam begini ? "
"masih soal yang sama kak, yang mana lagi kalau bukan Aneth...."
"ada apa?....ada apa?..., coba kamu ceritakan, kakak siap dengar....." kata Laura lucu sambil menggeser duduknya mendekati Pras
(Di antara ketiga saudara perempuannya, Laura adalah tempat curhatnya Pras, dia lebih merasa enak curhat apapun juga kepada kakaknya yang satu ini dibanding curhat ke mamanya, apapun permasalahan yang dihadapi Pras, pasti larinya ke Laura)
"kemarin kan dari kantornya Aneth, mengutus Aneth untuk presentasi produk mereka yang akan diluncurkan itu lho, kakak tau produknya kan ? "
"iya kakak tau...maksudmu produk yang dipresentasikan Aneth dan Lisa minggu lalu di kantornya kakak kan ? "
"iya betul kak, nah itu di presentasikan lagi sama Aneth di Surabaya sebagai kota kedua pemasaran produk terbesar mereka, karena info saya dapatkan dari Dimas dan Lisa, makanya saya bela-belain juga ikut dalam meeting itu sebagai supplier bahan baku, selama ini kan selalu saya minta diwakili, tapi ini saya pergi sendiri meskipun kerjaan saya numpuk di Jakarta, bahkan Lisa yang harusnya ikut, setelah kami ngobrol bertiga dengan Dimas akhirnya kami sepakati agar Lisa buat alasan biar dia ga ikut ke Surabaya, ya istilahnya kami sekongkol bertiga " cerita Pras sambil berhenti sebentar seakan berpikir
"trus gimana kelanjutannya di Surabaya ?...." tanya Laura semakin penasaran
Pras melanjutkan cerita sedetail mungkin kejadian mulai naik pesawat di bandara Sukarno Hatta sampai Aneth yang pulang diam-diam dari Surabaya
"OOO gitu ceritanya, jadi tanganmu yang diperban itu hasil dari ngejar si Aneth ya ....? "
"bisa dibilang begitu kak...." jawab Pras sambil tersenyum malu
"dek...menurut kakak kamu jangan terlalu memaksakan Aneth begitu, dia adalah perempuan baik-baik, kamu harus lebih sabar ngambil hatinya, sepertinya dia ada trauma yang menyebabkan kamu yang seganteng itu bisa ga buat dia klepek-klepek..."
kata Aneth sambil bercanda
"iya bener juga kata kakak...sepertinya ada trauma yang dialami Aneth, apakah ini tentang suaminya yang meninggal ? ..."
"bisa jadi dek.....apa mungkin karena dia cinta banget sama suaminya sampai-sampai dia tidak ingin ada laki-laki lain yang menggantikan posisi dia di hati Aneth ? tapi entahlah...kakak juga ga bisa menjawabnya dengan pasti "
"saya juga bingung kak bagaimana caranya tau penyebab dia selalu bersikap seperti itu, tadi aja saya buntuti dia sampai ke mall, tapi apa yang saya dapat, malah setelah saya paksakan bantu dia bawa trolinya yang penuh belanjaan, eee malah dia semprot saya...."
"kenapa bisa dia semprot kamu dek ? ..."
"tadi saya sempat maksa sih biar ngobrol sebentar tapi Aneth nolak, malah dia marah-marah gitu...."
"nah itu kesalahan kamu dek....sepertinya Aneth itu tipenya ga suka di paksa....saran kakak kalau Aneth sudah mulai menolak untuk diajak, mendingan kamu jangan maksa, tarik diri pelan-pelan, nanti kamu datang lagi saat dia lagi mulai ga marah, begitu terus semoga bisa berhasil menarik hatinya suatu waktu...."
"iya sih kak....tapi sampai kapan begini terus?....jangan sampai ada laki-laki lain yang menarik hatinya, gimana dong kak...."
"entahlah.... tapi kakak yakin aja, sama kamu dia ga tertarik apalagi sama laki-laki lain, kamu tu sudah pengusaha sukses, ganteng, baik, bertanggung jawab, apalagi yang kurang sebagai seorang laki-laki ?, bukan karena kamu adikku makanya saya puji kamu, tapi saya melihatnya dari kacamata sebagai seorang perempuan "
"aaahhh kakak....saya jadi besar kepala nih...., tapi makasih lho kak sudah mendengar curhatanku..."
"itu gunanya saudara dek....kamu harus sabar menghadapi Aneth ya...kamu jangan pernah putus asa, kakak pasti dukung kamu sama dia, Aneth itu selain cerdas dia pada dasarnya orang baik, kakak bisa rasakan aura dari dirinya sangat terpancar ketika dia ngobrol ....."
"iya kak, pasti saya ga akan pernah menyerah....dia satu-satunya orang yang bisa membuatku jatuh cinta....."
"iya....sejak mendengar kamu jatuh cinta pada seorang wanita, kakak ikut bahagia, meskipun kedepannya mungkin selain kamu harus berjuang keras untuk meluluhkan hati Aneth, masih ada tantangan lain yaitu mama, kemungkinan dia tidak setuju kalau kamu dengan wanita yang sudah pernah menikah alias janda....."
"iya kak....saya tau mama mungkin akan menolak Aneth tapi saya akan mempertahankan dia sekuat tenaga untuk membuat mama menerima dia, sekarang pikiran saya hanya berfokus pada Aneth, yang penting bagaimana cara meluluhkan hati dia, itu aja kak..."
"iya kakak ngerti.... kakak juga akan bantuin kamu nanti untuk ngomong ke mama, kamu harus banyak-banyak berdoa agar hatinya Aneth dapat dilembutkan untuk dapat nerima kamu dek....."
"makasih kak dukungannya....udah larut malam, saya pulang dulu ya kak....."
"ini bukan larut lagi dek, sudah subuh kali....kamu nginap di sini aja besok pagi baru pulang...."
"baru jam 2 kak, masa sudah subuh sih, takutnya besok saya terlambat bangun, ga ada baju ganti di sini, saya pulang ya kak...."
"ya sudah kalau ga mau nginap, hati-hati di jalan ya....."
Malam itu Pras menyetir menembus lengangnya kota Jakarta, sambil terus memikirkan wanita yang telah mewarnai hari-hari hidupnya meskipun belum bisa dia taklukkan hatinya
Ditunggu feedback nya