NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELAS RAMUAN SIHIR DAN KEHENDAK POHON KEHIDUPAN

Ketenangan di Akademi Sihir Agung Kerajaan seolah lenyap semenjak kehadiran Elena. Berita tentang anak petani berumur tujuh tahun yang sanggup memanggil Peri Suci Purba makhluk tingkat dewa yang hanya ada dalam mitologi kuno menjadi topik hangat yang dibicarakan dari tingkatan siswa hingga jajaran dewan profesor.

Hari berikutnya, Elena mengikuti pelajaran yang tak kalah krusial di gedung laboratorium utama: Kelas Pembuatan Ramuan Sihir (Alchemy & Potion Class).

Pelajaran ini dibimbing oleh Profesor Morgana, seorang ilmuwan ramuan paling ketat dan dingin di Kerajaan. Ruangan laboratorium dipenuhi oleh ribuan botol kaca, tungku perunggu, serta deretan bahan-bahan herbal sihir yang sangat bernilai tinggi.

"Dengarkan!" seru Profesor Morgana dengan suara lantang seraya mengetukkan tongkat kayu mahoni ke mejanya. "Membuat ramuan sihir membutuhkan presisi tingkat tinggi! Kesalahan satu miligram bahan saja bisa memicu ledakan kimia yang menghancurkan satu ruangan ini!"

Seluruh murid mengangguk tegang, tak terkecuali anak-anak bangsawan yang duduk di barisan depan.

"Hari ini, kalian bertugas membuat Ramuan Penyembuh Tingkat Menengah (Medium Healing Potion). Bahan-bahannya sudah ada di meja kalian masing-masing: Daun Perak, Kristal Air Jernih, dan Akar Bunga Bulan. Siapa pun yang ramuannya memancarkan pendar hijau terang, dialah yang terbaik!"

Para siswa mulai sibuk menimbang bahan, meracik herbal, dan menyalakan api tungku sihir di meja masing-masing.

Di barisan tengah, Elena duduk didampingi oleh Lumi, peri kecilnya yang dengan santai duduk di pinggir mangkuk porselen Elena seraya mengayun-ayunkan kakinya yang mungil.

Elena memperhatikan tiga jenis bahan di mejanya dengan dahi berkerut polos.

"Lho... kenapa bahannya sedikit sekali?" gumam Elena bingung. "Kalau Ibu Alya buat ramuan obat luka di rumah, Ibu selalu pakai rumput liar di pekarangan dan dicampur sedikit air suci dari pohon belakang rumah..."

Lumi si peri kecil menepuk jidatnya. "Elena, rumput liar di belakang rumahmu itu Rumput Dewa Abadi yang bisa menghidupkan orang mati! Jelas beda kelas dengan tanaman di sini!"

"Eh? Begitu ya?" Elena tertawa polos seraya mulai meracik bahan-bahan yang disediakan.

Sesuai instruksi, Elena memasukkan Daun Perak dan menumbuk Akar Bunga Bulan. Namun, dasar Elena yang sejak kecil tumbuh besar di bawah naungan Pohon Kehidupan Abadi dan sering menyiram tanaman herbal bersama Alya, energi mana alamiah dari tubuhnya secara tidak sengaja ikut mengalir melintasi jemari mungilnya saat menumbuk bahan-bahan tersebut!

SHINNNNNG!

Mangkuk porselen milik Elena mendadak memancarkan cahaya keemasan yang begitu menyilaukan! Bukannya berubah menjadi cairan hijau bening seperti ramuan penyembuh biasa, campuran bahan di dalam mangkuk Elena mendadak mengkristal dan mekar menjadi sebuah bunga teratai air raksasa murni berbintang emas!

Aroma wangi segar yang melingkupi ruangan laboratorium seketika menyembuhkan rasa lelah seluruh murid dan profesor di ruangan itu. Bahkan, tanaman-tanaman kering di sudut laboratorium mendadak tumbuh mekar kembali!

Hening seketika.

Profesor Morgana yang terkenal dingin mendadak menjatuhkan botol uji di tangannya hingga hancur berkeping-keping. Matanya membelalak lebar seperti mau keluar dari sarangnya.

"I-Ini..." suara Profesor Morgana gemetaran saat melangkah mendekati meja Elena. Tangannya yang memegang kacamata bergetar hebat. "Ini bukan lagi Ramuan Penyembuh... Ini adalah Eliksir Keabadian Purba (Divine Immortal Elixir)! Ramuan tingkat Mitos yang bahkan resepnya sudah punah sejak seribu tahun lalu?!"

Elena menatap sang profesor dengan polos. "Eh? Tapi Elena cuma menumbuk bahannya seperti biasa, Profesor... Apa Elena salah buat ya?"

"Salah?!" jerit Profesor Morgana histeris seraya memegangi kepalanya yang mendadak pusing. "Kamu bukan cuma sukses, nak! Kamu membuat ramuan yang bisa menyembuhkan luka fatal dalam hitungan detik hanya dari bahan-bahan kelas bawah!"

Di sudut ruangan, Pangeran Rupert yang memantau dari kejauhan hanya bisa menghela napas panjang seraya tersenyum pasrah. "Sudah kuduga. Sentuhan tangan anak yang dibesarkan oleh Kayy dan Penyihir Alya memang tidak akan pernah wajar..."

Anak bangsawan sombong yang kemarin hidungnya sempat diubah jadi bunga oleh Lumi, kali ini hanya bisa tertunduk lesu di pojok laboratorium, tidak berani lagi mencari masalah dengan Elena.

Hari itu, nama Elena sekali lagi terukir emas di papan pengumuman Akademi sebagai siswa dengan rekor pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pembuatan ramuan!

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!