NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri Buangan

Balas Dendam Sang Putri Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jiang Qiuye, putri tabib Jiang begitu sedih setelah tahu bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari orang yang telah membesarkannya selama lima belas tahun.

Apalagi saat ia tahu bahwa ayah kandungnya tidak menginginkannya bahkan tega membuangnya begitu saja.

Untuk itu Qiuye berusaha agar bisa masuk ke dalam istana dan berharap mendapatkan informasi mengenai dirinya dan keluarga aslinya itu.

Akan tetapi perjuangannya tidak lah mudah, Qiuye harus menghadapi berbagai macam rintangan. Bahkan ayah kandungnya yang telah mengetahui bahwa dirinya masih hidup pun, menjadikannya sebagai buronan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Menutup kasus

Walau hatinya membara atas perkataan tidak berdasar Putri Xu mengenai Qiuye yang kini menjadi pelayan wanita dikediamannya, Guan Yu memilih untuk tetap tenang dan menyetujui perkataan Putri Xu.

Karena setelah dipikir ulang, pernyataan Putri Xu kali ini bisa ia jadikan sebagai alasan untuk menghindari pencarian tersebut.

"Yang Mulia, hamba rasa perkataan Putri Xu ada benarnya. Daripada disibukkan mencari seorang tabib biasa, lebih baik kita fokuskan kepada siapa pelaku dibalik kasus penyerangan kepada rombongan nona Huang dan hamba berjanji akan menangkap pelakunya," ucap Guan Yu.

Putri Xu senang mendengar pernyataan Guan Yu yang bersependapat dengan dirinya, namun ia berubah tidak tenang saat Guan Yu berjanji akan mencari pelaku utama penyerangan tersebut.

"Kak Guan Yu, kenapa harus repot-repot mengurus hal kecil seperti ini. Tugas ini biar saja diurus oleh istana," ucap Putri Xu

"Di urus oleh istana? Jika memang seperti itu lalu untuk apa Yang Mulia memanggilku kesini?" balas Guan Yu dingin membuat Putri Xu seketika terdiam.

"Sudahlah, Xu Er. Jangan mencampuri urusan istana maupun negara, lebih baik kembali saja ke kamarmu dan belajar lebih giat lagi agar tidak asal bicara," sela Kaisar Song.

Putri Xu menghembus nafas kesal, ia pun berbalik pergi tanpa berhasil menyampaikan keinginannya kepada kaisar Song.

Sementara itu Guan Yu pamit undur diri dari istana, namun sebelum pulang ia menyempatkan diri untuk menemui nona Huang.

"Benarkah kau akan membantuku mencari keberadaan Qiuye?" tanya Nona Huang penuh harap.

"Nona perdana menteri, aku hanya ditugaskan menyelidiki kasus penyerangan terhadap anda dan bukan di tugaskan untuk mencari keberadaan seseorang," balas Guan Yu.

"Tapi ku mohon berikanlah waktu untuk mencari Qiuye, walaupun ia sudah tidak bersamaku, setidaknya berikanlah aku kabar baik mengenai dirinya saat ini dimana pun ia berada sekarang," balas Nona Huang.

Guan Yu terdiam menatapi kesedihan nona Huang, ada rasa bersalah ketika ia tidak berkata jujur tentang keberadaan Qiuye yang berada di kediamannya saat ini.

Namun demi keamanan Qiuye sendiri ia harus bertindak tegas, maka dari itu, ia memerintahkan Xin agar mencari mayat wanita berusia seumuran dengan Qiuye dan memakaikannya pakaian yang sama saat kejadian waktu itu.

Lalu melaporkan kejadian tersebut kepada nona Huang dan juga kepada Kaisar Song, jika tabib Qiuye telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan membusuk di antara bebatuan jurang.

Beruntung kondisi wajah mayat wanita itu sudah tidak berupa, sehingga semua yakin jika mayat itu adalah mayat Qiuye dari pakaian terakhirnya.

"Bukankah dia dibawa oleh seorang pria? Lalu kenapa dia bisa ditemukan dibawah jurang?" tanya nona Huang tidak mengerti.

"Menurut identifikasi dan penelitian hamba, nona Qiuye sama sekali tidak dibawa seorang pria. Melainkan terjatuh saat mencari pertolongan," balas Guan Yu merangkai semua kebohongan tersebut.

Hal tersebut membuat luka mendalam untuk nona Huang, ia menangis tersedu-sedu dihadapan mayat tertutup kain putih yang dianggapnya sebagai Qiuye. Dan terus menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi pada teman sekaligus orang yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri.

Termasuk Bibi Lan, ia juga menangis tersedu-sedu menatapi kepergian Qiuye yang menurutnya sangat malang.

Guan Yu terdiam menatapi semua itu, setidaknya ia telah berhasil menutup kasus pencarian ini dan membuat semua orang berhenti mencari keberadaan Qiuye.

Namun dibalik penyelidikannya itu, Putri Xu merasa ada yang janggal.

Karena menurut anak buahnya yang berhasil meloloskan diri kala itu, gadis yang bersama dengan nona Huang memiliki rambut berwarna coklat keemasan. Sedangkan mayat gadis yang ditunjukkan oleh Guan Yu tidak memiliki ciri-ciri tersebut, lalu ia tidak menemukan luka tusuk pada perut mayat yang pernah dikatakan oleh anak buahnya.

"Kenapa Kak Guan Yu tidak mengatakan seperti apa yang anak buahku laporkan saat itu, apakah kak Guan Yu tahu sesuatu tentang tabib pribadi nona Huang?" batin Putri Xu merasa semua ini sangatlah aneh.

Merasa ingin tahu jawaban atas rasa penasarannya, Putri Xu menemui Guan Yu sebelum ia pulang ke kediamannya.

"Kak Guan Yu."

"Ya Tuan Putri," balas Guan Yu.

"Kak, aku sangat memuji kerja cepatmu. Kau berhasil menemukan keberadaan seseorang yang tidak bisa dilakukan oleh para petinggi istana hanya dalam waktu setengah hari. Tapi yang membuatku bertanya-tanya adalah apakah benar mayat wanita yang kau temukan itu adalah tabib pribadinya nona Huang?" selidik Putri Xu.

Mendengar pernyataan Putri Xu, Guan Yu lantas merasa tertarik. Sepertinya ia harus meladeninya kali ini. "Nona Huang sudah mengakui bila mayat yang ditemukan adalah tabib pribadinya, lantas mengapa tuan putri merasa itu tidak sesuai?"

"Ya, bukankah tabib nona Huang terkena tusukan dibagian perutnya? Tapi setelah kulihat, mayat itu tidak ada bekas luka tusukan pada perutnya. Dan bukan hanya itu saja, sepertinya rambut tabib nona Huang berbeda dari yang diucapkan oleh saksi mata." jawab Putri Xu.

Guan Yu terdiam, ada hal yang patut ia curiga mengenai pernyataan Putri Xu tentang kondisi mayat Qiuye palsu. Bagaimana Putri Xu bisa tahu tentang kondisi terakhir Qiuye? Karena saksi yang dihadirkan terdahulu sama sekali tidak membicarakan secara detail mengenai kondisi Qiuye ataupun penampilannya.

"Bagaimana anda tahu ada luka tusukan pada perut tabib itu? Dan saksi mata mana yang menyebutkan warna rambutnya berbeda?" selidik Guan Yu.

Putri Xu menggigit bibir bawahnya karena merasa bingung harus menjawab apa, karena tidak mungkin ia harus menjawab jika anak buahnya yang mengatakan hal itu.

"Ya para saksi yang melihat hal tersebut yang mengatakan hal itu."

"Para saksi? Menurut penuturan saksi kala itu, mereka sama sekali tidak melihat kejadian secara jelas, mereka hanya melihat dikejauhan karena takut dan tidak tahu apa yang terjadi secara rincinya. Lalu Putri, bagaimana anda bisa tahu semua itu? Bagaimana anda bisa tahu kondisi tabib nona Huang tertusuk pada bagian perut atau warna rambutnya yang berbeda? Apa anda berada di lokasi saat kejadian? Atau ada orang lain yang melihat kejadian ini dan melaporkannya kepada anda?" cecar Guan Yu membuat Putri Xu mendadak panik dan Guan Yu menangkap gelagat aneh itu.

"T-tidak Kak Guan Yu, aku hanya asal bicara saja. Mari kita lupakan semua ini dan aku berterima kasih karena kau telah membantu nona Huang menemukan tabibnya, sehingga nona Huang tidak sedih berlarut-larut," balas Putri Xu mencoba menenangkan dirinya agar tidak dicurigai.

"Benarkah kau merasa berterima kasih padaku? Atau ucapanmu itu hanya pengalihan dari pertanyaanku saja?" desak Guan Yu dengan tatapan tajam dan dinginnya.

Putri Xu tersenyum getir, karena takut ia harus mencari alasan lain agar bisa pergi. "Ya tentu saja aku tulus berterima kasih ... Oh iya Kak, aku baru ingat ada urusan dengan ibunda permaisuri. Aku pamit ya."

Guan Yu tak menanggapi hal tersebut dan menatap kepergian Putri Xu dengan satu keyakinan penuh. "Dialah dalang penyerangan waktu itu."

Namun apa alasan dan motif Putri Xu melakukan penyerangan itu, Guan Yu akan terus menyelidikinya.

"Tuan."

"Ya Xin," balas Guan Yu.

"Ada kabar dari tabib Min," ucap Xin.

"Katakan?"

"Racun dari sari anggur yang pernah putri Xu berikan pada nona Huang waktu itu, berasal dari pasar gelap."

"Benarkah?"

"Benar Tuan, tabib Min yang mengatakannya." Xin menyerahkan bukti melalui surat tertulis dari tabib Min.

Guan Yu terdiam memikirkan sesuatu dan mengaitkannya dengan semua kejadian yang pernah terjadi. Apakah Putri Xu adalah orang istana yang dimaksud oleh penduduk kota bawah tanah? Lalu apa kaitannya Putri Xu dengan ketua organisasi ilegal tersebut?

...Bersambung....

1
Joan
guan yu meriang itu, 🤣
Joan
makin seru kk
Joan
waduh percaya diri bener anak gundik satu ini
Joan
ya pelakunya si qiuye itu🤣
Joan
guan yu cuma milik Qiuye seorang. titik gk pake koma
Noviyanti
terima kasih sudah membaca karyaku, jangan lupa berikan like dan komen ya.
Joan
keren thor satu persatu mulai terungkap. gk sabar sama reaksi qiuye pas dia tahu guan yu ngerawat dia🤣
Joan
semakin seru lanjut thor
Joan
semakin pnasran. lanjut thor💪
Joan
parah banget kaisarnya /Panic/
Joan
makin seru thor, lanjutkan💪
Joan
lanjut thor
Noviyanti
Selama menunggu kelanjutan cerita ini, kalian bisa baca karya yang lain dulu ya
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak Nov.... selamat aktif menulis kembali ya.
total 3 replies
Joan
ceritanya bagus dan cukup menarik. terus semngat
Noviyanti: terima kasih semangatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!