NovelToon NovelToon
Because, I Love You

Because, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: MICHELLA

Squel novel lanjutan dari BUDAK CINTA.

Bagi yang belum membaca di karya ku sebelumnya silahkan mampir dulu ya !!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MICHELLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Setelah puas berbincang dengan semua keluarga, aku mengajak Irgy menuju pemakaman ayah sebelum waktu sore tiba.

" Sayang, setelah dari makam kita langsung balik ke kota? " Tanya Irgy di tengah perjalanan.

" Ehm, terserah saja. Tapi aku, masih rindu tanah kelahiran ku ini. "

" Baiklah, kau mau ku antar kemana lagi? "

" Nanti saja ku pikirkan, fokus saja dulu kita ke makam. " Ucapku kemudian. Dengan senyuman Irgy menanggapi dan melajukan mobilnya lebih cepat.

Tiba di pemakaman, selalu. Seperti biasa, aku sudah menitikkan air mata saat melihat makam ayah dari jauh, menyesakkan. Setiap kali ku rindu, hanya gundukan tanah itu yang mampu ku lihat.

" Ayah, apa kabar? Semoga bahagia selalu di sisi Tuhan. Hari ini aku hadir dengan suami ku, kau tahu itu kan? " Ucap ku dengan berlinangan air mata.

" Halo ayah, aku menantu mu yang paling tampan. Sekarang, ayah tidak perlu khawatirkan lagi tentang kehidupan Fanny dan ibu. Aku akan menggantikan peran mu, aku tidak berjanji akan selalu membahagiakan mereka. Tapi aku akan selalu berusaha, karena saat ini mereka adalah bagian dari hidupku. Bahagialah selalu di sisi-Nya ayah. "

Hati ini semakin di penuhi haru biru mendengar ucapannya menyapa ayah, meski telah tiada dia selalu menghormatinya dengan santun. Tuhan, dia memang suami idaman. Lihat lah ayah, aku yakin kau melihat kami. Dan kau bisa ikut merasakan kebahagiaan di hatiku saat ini.

Ku lirik jam yang melingkar di pergelangan tangan ku, menunjukkan pukul 4 sore. Aku menoleh pada Irgy yang kemudian memberikan sebuah bucket bunga di atas makam ayah.

" Sayang, kita pulang sekarang? " Tanya Irgy kemudian.

" Langsung balik ke kota besar? " ku bertanya kembali.

" Kau masih rindu kota kelahiran mu ini? "

" Aku, gapapa. Jika kau ingin segera pulang ke apartemen, kita akan kemalaman nantinya. " Jawab ku dengan menundukkan wajah, ku sembunyikan kesedihanku bahwa betapa ini terasa singkat. Aku masih rindu suasana dikota ini.

Perlahan Irgy menarik tangan ku untuk segera menuju mobil melangkah bersama dengan bergandengan tangan.

" Jangan memasang wajah sedihmu di depan makam ayah, nanti beliau berpikir aku tidak peka akan ingin mu. Mari kita menginap satu malam saja di kota ini, besok pagi kita kembali ke apartemen. "

Seketika aku menghentikan langkah kaki ku, Irgy melihatku dengan tatapan heran. Ah, lagi-lagi dia membuatku terharu dengan sikapnya yang selalu peka itu. Dia memang masih bocah, tapi entah kenapa dia begitu dewasa menghadapiku.

" Makasih sayang, aku. . . " Ku peluk tubuhnya dengan erat dan menghentikan ucapan ku dalam dekapannya.

" Aku apa? kenapa kau selalu saja berterimakasih padaku? apa kau sudah tidak menganggapku suamimu? "

" Aku mencintaimu !!! " Ucap ku spontan. Dengan mata berbinar-binar Irgy menatapku dengan mulut nya yang gemetaran seolah kebingungan.

" Kau selalu membuatku jatuh cinta setiap hari nya, ah tidak. Kau membuatku jatuh cinta di setiap detak jantung dan desahan nafasku. " acap ku menatap kedua matanya lekat-lekat.

" Kau tau apa yang aku inginkan saat ini? " Jawabnya dengan nada serius.

" A,apa? " Tanya ku dengan bibir gemetar, apa dia menganggapku terlalu mudah jatuh cinta? Dia menatapku begitu tajam.

" Ingin rasanya ku menelan mu dan menyembunyikan mu dalam lubuk hatiku yang paling dalam, agar hanya aku saja yang mendengar setiap hari ungkapan cinta ini. " Jawab nya meraih kedua tangan ku.

" Apa kau merasakan hal yang sama seperti ku saat ini, suamiku? "

" Jauh sebelum kau mengatakan nya, aku sudah lebih dulu jatuh hati padamu. Hanya saja, aku tidak ingin mengungkapkannya melalui kata. Itu hanya sebuah simbol belaka. Yang kapan saja bisa berubah. Iya kan? "

" Kau memang paling pandai. Suami paling idaman, " Ucapku menggodanya.

Irgy tersenyum tersipu malu. Kemudian kami melangkah masuk ke mobil lalu pergi melewati area pemakaman umum. Di tengah perjalanan, terbersit dalam otak ku ingin mengajaknya berkeliling dulu.

" Sayang, kita langsung kerumah tante? " tanya Irgy lagi,

" Ehm, kita ke pantai yuk yank. Aku ingin melihat sunset, hehe. " Jawab ku cengengesan.

" Hmm, ide bagus. Aku sudah lama tidak menikmati udara pesisir pantai. " Ucap Irgy dengan riang.

🍃🍃🍃

Tiba di pantai terdekat, terlihat di pesisir pantai sudah banyak yang menunggu untuk menyaksikan pesona sunset sore ini.

" Waow, cukup indah pantai disini. " Ucap Irgy menyeru.

" Heemm, dulu aku biasa ke pantai ini berjalan di pesisir sepanjang pantai ini. Sambil menikmati suasana sore yang selalu menenangkan ini. " Jawab ku dengan tatapan kosong mengarah lurus ke depan.

Tiba-tiba teringat akan kenangan indah saat bersama Ammar. Huh, sudah cukup lama ternyata. Tapi udara di pesisir pantai ini, masih terasa sama. Mengukir pilu di hati, hahaha. Ini konyol, benar kata banyak orang. Penikmat senja seperti ku ini, bukan type orang yang mudah melupakan kenangan indah dari seseorang walau itu menyakitkan. Bukan untuk di kenang maupun jadikan harapan, melainkan sebagai cerminan diri untuk tidak mengulangi nya lagi.

" Yank, sayang. Halo, Fanny. "

" Ah ya, kenapa? " Jawab ku gelagapan, terbangun dari lamunan ku sesaat.

" Hayo, mikirin siapa? aku menanyaimu daritadi. " Ucap Irgy dengan menggodaku.

" Ih, mikirin apaan. Gak tuh, hanya saja. Tempat ini terlalu banyak kenangan, tapi aku tetap merindukan keindahan dipantai ini. " Jawab ku dengan senyuman tipis.

" Hmm. . . Pasti mantan, uugh aku cemburu lagi. " Ucap Irgy dengan bibir manyun. Aku menertawainya,

" Tuh kan, benar. " Jawab Irgy lagi,

" Yang penting hatiku tetap hanya ada kamu, sampai kapan pun. Masa depan ku, masa hidupku yang baru, dan suami idaman ku. Hehe "

Irgy tersipu malu.

" Ayo kita jalan-jalan sebentar, jangan menggunakan alas kaki. Agar lebih menyatu dengan alam disini, " Ucap nya sembari membuka sepatu kets yang di kenakannya. Begitu juga dengan ku, lalu kami berjalan dengan bergandengan tangan menikmati suasana sore ini. Matahari semakin membenamkan dirinya, membuat suasana semakin terasa romantis.

" Yank, kita foto yuk. Pas banget nih momentnya, " Jawab ku sembari meraih ponsel dan membuka kamera untuk berselfi dengan suami bocah ku ini.

Cekrek, cekrek, cekrek !!!

Aku mengambil foto tiga kali dengan gaya yang berbeda. Dan ku lihat, wajah ku dan Irgy terlihat sangat jauh berbeda. Wajah Irgy sungguh terlihat bersih putih dan glowing di depan kamera, tidak mengurangi kenyataan wajahnya yang sungguh bersih terawat. Membuatku malu saja.

Ku slide berkali-kali untuk memandangi nya, dan si slide terakhir kembali aku perhatikan berkali-kali untuk di zoom agar lebih terlihat jelas pasangan yang sedang berjalan penuh senyuman bahagia di belakang kami saat ini. Aku menolehnya seketika,

" Tristan, kau. . . "

Ya, pasangan itu adalah Tristan dengan seorang wanita di sampingnya dengan kondisi perut begitu besar. Oh my God, siapa wanita di sampingnya itu? Istrinya kah? apa dia sedang hamil?

" Fa,fanny. . . " sambutnya gelagapan melirik wanita di dekatnya yang sembari mengelus perutnya berkali-kali.

" Hey, apa kabar? " Tanya ku santai menyapa. Irgy memberiku isyarat, bertanya siapa laki-laki di depanku ini.

" Ba,baik. Kau. . . " Jawab Tristan dengan ekspresi gusar.

" Aku sangat baik, ehm kenalkan ini suamiku. " Jawab ku merangkul lengan Irgy dengan mesra. Irgy mengulurkan tangannya dan menyapa Tristan dengan ramah.

" Halo, saya Irgy suami Fanny. "

" E,eh Tristan. Aku Tristan, " Jawab nya semakin kikuk mengulurkan tangan. Mereka bersalaman tanda baru berkenalan.

" Tristan, dia. . . " Tanya ku menyela, melirik pada wanita yang semulai tadi memangdangku dengan tatapan datar.

" Dia. . . Istriku. " Jawab nya ragu.

Feeling ku tepat lagi kali ini. Tapi sejak kapan dia menikah? bukan kah sehari sebelum pernikahanku dia masih menelpon ku dengan obrolan yang terdengar begitu berat. Dan wanita itu sudah hamil, woah. . . Bravo Tristan. Seru ku dalam hati.

" Halo, aku Fanny. Selamat ya atas pernikahan kalian, wah. Sebentar lagi sudah akan menjadi orang tua. " ucapku nyerocos sok akrab pada wanita yang tidak mau menyebutkan namanya di hadapan ku. Dia hanya tersenyum tipis, tanpa menyambut uluran tangan ku. Aku membalasnya dengan mencebik.

" Fanny, kau sudah kembali ke kota ini? " tanya Tristan kemudian mengabaikan Irgy begitu saja. Seolah hanya ada kami berdua di pantai ini.

" Oh tidak. Aku hanya berkunjung menemui ibu saja, besok aku sudah harus kembali ke kota tempatku dan suami tinggal. " jawab ku menoleh pada Irgy, dia tersenyum lembut padaku kemudian mengelus lembut kepala ku. Tristan terdengar menghela nafas panjang.

" Pa, mama capek berdiri aja. Berat banget ini perut tau, ayo kita pulang. " Ucap wanita itu pada Tristan dengan sedikit cetus.

" Kami duluan ya Fan, dan selamat atas pernikahan mu. "

" Makasih ya, selamat juga untuk mu. Jaga baik-baik istrimu. " Jawab ku menatap wanita itu.

" Dia sudah pasti menjagaku dengan baik, karena dia sangat mencintaiku lebih dari apapun. " Jawabnya mengejutkan ku. Sampai aku tidak bisa memikirkan kata yang pantas untuk menjawabnya.

" Wah, dia pasti suami yang baik. Semoga selalu bisa membahagiakan mu dari hal apapun itu termasuk menjaga pandangannya hanya untuk mu. " Jawab Irgy dengan santai.

Jleb !!!

Apa-apaan ini???

" Sayang, " panggilku menatap wajah Irgy dengan mengerutkan kedua alisku.

" Ayo kita pulang duluan, disini kita tidak bisa berciuman mesra. Aku sudah rindu bibir hangat mu, " ucap Irgy dengan tersenyum padaku. Tanpa peduli bahwa Tristan dan wanita itu yang semula tadi pergi melewati kami belum begitu jauh.

Ya ampun Tuhan, apaan lagi sih ini bocah???

Tanya ku menggerutu dalam hati.

1
daftha
udah 5thn loh kak 😊😊😊
Dian Thalitha Balqis Iskandar: penasaran ya....kl pindah rumah ya infoin lah bisa kita datangi rumah baru nya ya kaann...aku pun suka dgn kisah ini dan penisirin ☹️
total 1 replies
Saujanar Renjana 88
Aaah, Bintang.
Saujanar Renjana 88
Kevin, aku tetap mencintaimu
Saujanar Renjana 88
Irgi aku padamu
Saujanar Renjana 88
Irgi, aku juga sama kaya, Bunda. Jatuh cinta
Saujanar Renjana 88
Meski sikapnya kekanak-kanakan, Irgi kaulah sosok yang Fanny butuhkan. Terima kasih sudah hadir dalam kehidupan Fanny.
Saujanar Renjana 88
Kevin terlalu baik, dia selalu peduli dengan orang sekitarnya. Hanya saja, itu menjadi kelemahannya untuk bersatu dengan Fanny.
Saujanar Renjana 88
Aku selalu merindukan karya ini dan membacanya berulang kali, entahlah. Aku sangat menyukai karya ini.
Saujanar Renjana 88
Dia harus mempertanggungjawabkan sesuatu yang bukan menjadi tanggungjawabnya. Fany andai kau tahu, Kevin sama terlukanya denganmu.
Saujanar Renjana 88
Akhirnya Egi muncul, eeeh sampai lupa Irgi apa Egi suami Fany? aku senang.
Saujanar Renjana 88
Sakit banget, ya, Fan, Vin.
Tapi aku salut dengan cinta kalian yang abadi meski hingga akhir tetap tak bisa bersatu.
Saujanar Renjana 88
Tu, Kan. Setiap kali mengingat Kevin aku langsung 😭😭😭 Thor. Adakah laki-laki nyata didunia ini seperti Kevin?
Saujanar Renjana 88
Hai, Kak.
Aku rindu dengan cerita ini, aku datang lagi.
Masih, sama, aku selalu terbawa suasana.
Sedih, Kevin, Irgi, Amar, aku merindukan kalian.
Ekha Satriani
up dong🥺
Irzah Irsyad Zahriyah
thor bikin hubungan pacaran pelangi sama joe ini yang sehat aja donk, cuma pegangan tangan aja gitu.... kasian pelangi anak nya lugu polos
Irzah Irsyad Zahriyah
fanny seharusnya sikapnya eg gitu, knp disaat perusahaan suaminya kolap, malah di tinggal pergi
Irzah Irsyad Zahriyah
😭nyesek banget kisah cinta fanni , huuuwaaaaaa
Irzah Irsyad Zahriyah
kenapa eg di buat nikah aja sama kevin thor
Apri Anto
wow udah lama ternyata
Rika_Faris
heh.... kenapa ngomongnya si lucky selalu terbata2 thor...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!