NovelToon NovelToon
Gagal Nikah

Gagal Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:51.9k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Arkendra Zivan Mahendra seorang laki-laki yang berhati dingin dan terkenal dengan sikapnya yang anti perempuan. Bukan tanpa alasan laki-laki sukses dan kaya raya itu di juluki anti perempuan. Hal itu karena di masalalu, dia pernah di kecewakan oleh seorang perempuan yang berstatus calon istrinya.

Di hari pernikahan Kendra harus menelan pil pahit jika calon istrinya memilih meninggalkan dirinya dengan pria lain. Hal itu menjadikan Kendra trauma akan pernikahan dan malas berdekatan dengan perempuan.

Sampai di mana dia bertemu dengan seorang seorang perempuan yang menarik hatinya. Siapakah perempuan yang berhasil membuat Kendra berani untuk mengambil hatinya?

ikuti kisahnya ...
Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Oma Marah

Saat makan siang, terlihat Oma Ranti dan juga Kendra duduk di meja makan untuk sama-sama makan siang. "Bagaimana urusan di kampus tadi Ken, semuanya sudah beres kan?" di sela-sela acara makan siang mereka, Oma Ranti menanyakan soal kuliah Dania.

"Semuanya sudah lengkap Oma, haru Senin Dania sudah bisa masuk." Oma Ranti mengangguk-anggukan kepalanya mengerti dengan penjelasan sang cucu.

"Oma perhatikan sejak tadi pulang, kamu kelihatan banyak pikiran. Ada apa? Gimana luka kamu? Oh ya, tadi Dania kasih tahu Oma kalau kamu tolong temen lama kamu saat di jalan. Siapa dia, apa Oma kenal?"

Kendra yang akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, langsung dia urungkan. Dia menatap ke arah sang Oma. "Teman biasa saja oma, cuma kenal saja." Kendra tak mengatakan sebenarnya, dia tak ingin membuat semuanya runyam.

"Ohhh..tapi dia nggak apa-apa kan?" Kendra menggelengkan kepalanya.

"Baguslah, untung kamu bisa tolong dia. Sekarang orang jahat nggak pandang pagi, siang, sore, atay malam. Kalau sudah niatnya jahat, walaupun di tempat rame tetap saja nggak pengaruh. Apalagi, ngeri sekarang soal begal-begal. Makanya, nanti kalau Dania kuliah..dia harus benar-benar hati-hati. Kalau bisa nanti akan ada supir buat antar jemput dia." Kendra mendengar ucapan sang Oma baru terpikir soal Dania yang akan mulai kuliah. Pastinya dia butuh banyak perlengkapan buat kuliahnya.

"Soal itu nanti biar Kendra yang handle Oma. Segala keperluan kuliah Dania biar Kendra yang tanya sama Dania." Oma Ranti tersenyum mendengar jawaban sang cucu. Lalu Oma Ranti pun mengangguk mengerti.

"Baiklah, persoalan kuliah Dania..Oma serahkan sama kamu. Tapi, persoalan hati kamu sama Dania gimana? Apa dia sudah sedikit luluh dengan usaha kamu, hemm?" Kendra menatap sekeliling ruangan, bersyukur tak ada orang di area ruangan itu.

"Oma, kalau soal itu Kendra belum bisa buat Dania bisa menerima Kendra sepenuhnya."

"Kenapa, kamu itu terlalu lambat buat tunjukkan keseriusan kamu. Ken, kalau kamu benar-benar serius..kamu nggak bisa santai sekarang. Apalagi Dania akan kuliah, pastinya akan banyak pria yang jauh lebih muda dari kamu.Jangan sampai, kamu kena tikung."

Mendengar ucapan sang Oma, Kendra langsung merespon dengan sebuah dengusan. Sementara Oma Ranti hanya tersenyum miring melihat ekspresi sang cucu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

" Oma, duduk dulu..biar Dania antar resepnya dulu." Oma Ranti menganggukan kepalanya dan duduk di kursi tunggu di sebuah Rumah Sakit.

Hari ini, Dania menemani Oma Ranti untuk cek up rutin di sebuah Rumah Sakit. Karena Yunita sedang keluar kota untuk menemani sang suami, Dania yang kebetulan belum memulai masa kuliahnya akhirnya mengajukan diri untuk menemani Oma Ranti ke Rumah Sakit.

Dania berjalan ke arah loket apotik dan menyerahkan resep obat yang harus dia tebus.

Tak lama Dania kembali melangkah menuju ke kursi tunggu dimana Oma Ranti duduk.

"Oma Ranti..!" saat Dania baru saja duduk seseorang menyapa Oma Ranti.

Mendengar namanya di panggil, Oma Ranti pun menoleh ke arah di mana seorang perempuan yang berdiri dengan senyum lebarnya menatap ke arah Oma Ranti dan Dania.

"Kamu..! Sedang apa kamu disini, hah!!" setelah melihat siapa orang yang memanggil namanya. Bukannya menyambut baik ke hadiran orang itu, tapi malah berubah marah.

"Oma, Nadia....

"Oma, sejak kapan saya jadi Oma kamu, hah!! seenaknya saja kamu!!" terlihat Oma Ranti mengacungkan tongkat yang dia pegang ke arah Nadia.

"Ma_maaf, Nadia sudah lancang. Tapi, mau bagaimana pun Nadia pernah dekat dengan Kendra, cucu Oma. Makanya Nadia terbiasa memanggil Oma."

"Walaupun begitu, saya tidak sudu lagi kamu memanggil saya dengan sebutan itu, mengerti!" Nadia mengangguk dan menundukkan kepalanya.

"Oma, tenanglah..ingat kesehatan Oma."dengan pelan Dania berbisik pada Oma Ranti untuk menenangkan diri agar tekanan darah nya tetap stabil.

"Kamu Dania kan, asisten Kendra? Bagaimana keadaan Kendra, apa dia nggak apa-apa. Maaf kalau kemarin sudah buat dia terluka karena menolong ku.Terus terang aku merasa tidak tenang dengan keadaan nya yang kemarin terluka. Dia baik-baik saja kan?" Dania tersenyum canggung mendengar ucapan Nadia. Dania tak langsung menjawab ucapan Nadia. Terlihat Dania menoleh ke arah Oma Ranti. Dania bisa lihat tatapan mata tajam Oma Ranti yang menatap ke arah dirinya.

"Em...emmm..itu, keadaan tuan Kendra baik-baik saja. Nona tidak perlu khawatir karena pastinya saya selalu pastikan dia baik-baik saja."

"Aku benar-benar tidak menyangka kalau Kendra masih peduli dengan ku Dania, bahkan aku belum mengucapkan terimakasih pada nya. Kalau..

"Cukup!! Ingat, jangan pernah coba-coba muncul lagi di kehidupan Kendra! Kamu tentu paham apa alasannya bukan, jadi...jangan pernah coba-coba untuk membuat keluarga kami lebih murka dari sebelumnya!" terlihat wajah Nadia yang tadinya terlihat ramah itu mendadak langsung terlihat tertekan karena ucapan Oma Ranti.

Bahkan ucapan Oma Ranti bagai ultimatum baginya.

"Nyonya Ranti!!" sebuah panggilan dengan nama Ranti terdengar dari arah apotik. Dania bergegas untuk mengambil obat yang harus dia ambil.

"Oma, sebentar..Dania ke sana dulu."

"Kita ambil sama-sama, langsung kita pulang..Ayo!" Oma Ranti segera menarik tangan Dania untuk meninggalkan tempat dimana Nadia masih setia berdiri.

Selama perjalanan menuju mansion tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Oma Ranti. Sementara Dania di buat serba salah kerena situasi saat ini.

Sampai di mansion Dania mengantarkan Oma Ranti ke kamarnya langsung. Beberapa saat kemudian, Dania mencoba untuk membuka suara.

"Oma...

"Diam! Kendra sudah keterlaluan! Kamu mau membelanya, hah!!"

Dania menundukkan kepalanya saat melihat tatapan mata tajam Oma Ranti. "Bukan begitu Oma, Dania bukan berniat membela tuan muda tapi, situasinya saat itu nona Nadia butuh pertolongan. Dia di paksa dua orang laki-laki masuk ke sebuah mobil. Terlihat nona Nadia saat itu seperti tertekan makanya Dania yang melihat duluan kejadian itu meminta tuan Kendra buat berhenti dan menolong nona Nadia."

Oma Ranti yang mendengar penjelasan Dania hanya bisa membuang nafas kasarnya.

" Kamu...

"Assalamu'alaikum.." baru saja Oma Ranti ingin buka suara tapi ternyata Kendra lebih dulu muncul di depan pintu kamar sang Oma.

"Wa'alaikum salam.." Oma dan Dania pun menjawab salam Kendra hampir bersamaan.

"Oma, gimana...

"Anak kurang aja* !! Benar-benar buat Oma marah ,hah!!"

Mendengar bentakan sang Oma, tentu saja Kendra merasa terkejut. Kendra menatap kearah Dania. Dari ekspresi Kendra, Dania bisa menyimpulkan jika Kendra ingin penjelasan tentang sikap marah sang Oma.

"Kenapa kamu menolong PENGKHIANAT itu Kendra!!"

Bersambung

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Nar Sih
pasti mama mu punya rencana buat jodohin kmu dgn sonia ,yg pasti nya gk berhasil ,makasih kak udah di lanjut lgi cerita dania nya 🙏
Rahma Inayah
GK ngaca yunita ni dl dia dr org kalangan bawah naik derajat stlh nikah Sama Dimas .trs maks Kendra hrs pnya istri yg selevel tp Oma lbh Suka Ken SM dania
Nazwa Azzahra
lanjut
Rahma Inayah
kukira ceritanya di gantung tau nya tiba2 liat Ado notif novel favorit. ku up senang nya .mmg GK kapok tu mantan si Kendra .semoga dia mendaptkn hukuman yg setimpal
Nar Sih
alhamduliah kendra selamat dri obt setan itu ,makasih kak puspa udh lanjut lgi cerita nya ,walau bnyk tipoo ☺️nama kekasih kendra nia kan kak ,semagatt kak di kawal hingga ending👍🥰🥰
Puspa Arum: Terimakasih kak sudah ingatkan🙏
total 1 replies
Sry C'cipit Tea
mksh KA udah balik lagi...tp aku Ampe lupa yg jebak siapa ,,,kekasihnya siapa... nama nya sama KA...🙏🙏🙏Nadia semua...
pacar ny kan dania
Nar Sih: bnr kak nama kekasih kendra dania yg di panggil nia
total 1 replies
Nar Sih
cerita nya bagus kak moga bisa up sampai end 👍☺️
Puspa Arum
Nanti di usahakan up lagi yaa
Nar Sih
lanjutt kak puspa ,aku bca nya maratonn lho ,jgn di gantung lgii ya kakk🙏🥰🥰
Nar Sih
semoga ngk terjdi hal yg blm boleh kalian lakukan😂
Nar Sih
untung nya kmu cpt sadar ya dania ,sblm kalian kebablasan ,dosa lho blm waktu nya😂
Nar Sih
👍👍terima ya dania,
Nar Sih
tenang mas gading pawang nya udah dtg tuh😂pasti mrh nya bosmu hilang
Nar Sih
sabarr,,tenang nia ,tuan muda yg bikin spot jantung ya
Nar Sih
cerita kak puspa selalu sip👍sayang nya q telat bca ,jdi maraton nih kak☺️
Nar Sih
masih selamat kmu dania cuma di cium sama tuan muda mu yg lgi mabuk
Nar Sih
mampir kak ,walau telat😂
Jingga Pelangi
mana torr kok g ada lnjutan y
Rahma Inayah
Kendra msh aja bodoh GK waspada hrs nya km tau klu Nadia pasti ada yg dia rencanakn otak mu pinter buat di pake bisnis tp urusan jebakan km kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!