Alya Maharani mahasiswi Cantik di sebuah Universitas ternama di Jakarta harus menerima nasibnya di pilih dan menikah dengan laki laki yang tidak dia sukai.
Arga Dewantara memilih Alya sebagai calon istrinya saat dua keluar menjodohkan putra dan putri mereka.
Arga memilih Alya yang sebenarnya hanya asal, karena Alya yang juga kuliah di Universitas yang sama dengan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Pagi harinya Arga masih satu mobil dengan Alya karena keinginannya walaupun sebelumnya Alya sudah menolaknya namun perintah Arga tetap tidak bisa di bantah.
Dengan wajah cemberut Alya masuk ke dalam mobil, Arga melaju keluar dan dia melupakan jika harus menjemput Gladis.
Gladis yang sudah menunggu Arga pun tampak Kesal, chat ya bahkan sama sekali tidak di balas bahkan masih belum di baca Arga.
Jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 7 pun membuat Gladis menghubungi Gama.
"Halo Dis" Tanpa menunggu lama Gama langsung menjawab teleponnya.
"Halo Gam, Lo udah jalan belum."
"Gue baru mau jalan, kenapa Dis."
"Em, bisa jemput gue"
"Loh memangnya kemana Arga, dia gak jemput Lo."
"Engga tau, Chat gue sama sekali gak di baca."
"Ya udah Lo tunggu, gue ke sana sekarang."
Gladis menutup telponnya dan menunggu Gama di depan rumahnya, walaupun Gama tidak satu kampus dengannya dan harus berputar arah namun Gama tetap mau untuk menjemputnya.
Tin,,
Tin,,
Gladis menatap sebuah motor sport berhenti di sampingnya, dia lah Gama yang datang dengan motornya.
"Gapapa kan gue pakai motor, mobil gue lagi di bengkel."
"Gapapa Kok, Ya udah yuk."
Gladis naik dan langsung memeluknya, Gama tersenyum di balik helm full face nya, dia senang jika Gladis memeluknya tanpa di suruh.
Setiap hari pun dia akan rela putar arah hanya untuk mengantar Gladis ke kampus.
Lima belas menit, mobil Arga sampai di Parkiran dan kali ini Arga tidak mengijinkan Alya turun di tengah jalan seperti biasanya.
"Kenapa gak turun." Ucap Arga menatap Alya yang masih setia duduk.
"Ya udah Kakak dulu, gue nanti."
Arga mengangkat kedua alisnya heran, dia pun melihat jika masih ada beberapa mahasiswa/wi yang berada di parkiran dan mungkin itu alasan Alya kenapa tidak mau turun.
Arga menghela napasnya dan membuka pintu, dia pun berjalan meninggalkan Alya yang masih di dalam mobil.
Alya menatap sekeliling, sudah sepi dan dia pun membuka pintu mobilnya.
"Loh Alya."
Deg.
Alya terdiam, siapa yang memanggilnya.
"Lo ngapain?" Lanjutnya lagi membuat Alya memutar tubuhnya.
"Kak Fadli."
Dia lah Fadli yang juga baru datang, Fadli heran kenapa Alya berada di dalam mobil Arga.
"Gu- gue,-
"Dia berangkat bareng gue, Ayo masuk." Ucap Arga tiba-tiba dan langsung menarik tangan Alya.
Fadli semakin dibuat bingung dengan mereka, apa yang sebenarnya terjadi dan sejak kapan mereka dekat.
"Lepasin Kak." Ucap Alya melepaskan tangan Arga yang menggenggam tangannya.
Arga menoleh dan menatap Alya,,
"Jadi Lo sengaja nunggu di mobil padahal kalian janjian di sana."
Alya mengernyit dengan ucapan Arga, dia sama sekali tidak paham dengan apa yang di ucapkannya.
"Maksudnya apa sih Kak, Kak Fadli baru saja sampai tadi dan kita gak sama sekali janjian."
"Ingat status Lo, Lo istri gue dan jangan pernah macam-macam di belakang gue." Ucap Arga tegas dan pergi meninggalkan Alya yang masih berdiri menatapnya.
Gladis yang mendengar semuanya langsung mengepalkan tangannya, jadi Arga berubah karena Alya.
Arga sudah menerima Alya dan melupakan dirinya.
"Tidak, ini gak bakal gue biarin .
Arga milik gue, dan tidak ada satupun yang boleh mengambil Arga dari gue termasuk Alya istrinya."
Alya kini berada di Kantin, kelasnya baru akan di mulai satu jam lagi.
Dia harus menunggunya, padahal sebelumnya Alya sudah meminta untuk berangkat sendiri namun Alga menolaknya alhasil Alya harus menunggu sendiri di kantin.
"Jadi karena Lo Arga berubah."
Alya memutar bola matanya kesal, apa lagi ini setelah dia kesal dengan sikap Arga kini malah Gladis yang menyalahgkannya.
"Ingat Al, pernikahan kalian cuma karena perjodohan dan Lo harus tau Arga mau menerima perjodohan itu karena dia di desak orangtuanya.
Dia terpaksa menikahi Lo dan sesuatu saat Arga bakal tinggalin Dan ceraikan Lo."
Alya beranjak bangun dan menatap Gladis dengan tatapan sinis ya.
"Ya udah Lo ambil aja Arga gue juga gak keberatan." Ucap Alya berjalan meninggalkan Gladis yang masih berdiri menatapnya.
"Sialan Alya, Lo berani main-main Sama gue berarti Lo haru siap mendapatkan sesuatu dari gue." Gumam Gladis dengan kedua tangannya mengepal.
Alya menyusuri lorong kampus, kedua sahabatnya pun belum terlihat di sana semakin membuat bosan.
"Alya tunggu."
Alya menghela napasnya, siapa lagi yang memanggilnya.
Dan ada apa dengan hari ini kenapa semua orang begitu menyebalkan dan mereka selalu membuatnya kesal.
lah Nadin kapan baiknya sirik mulu yg dipiara🤦😏
tidak apa memang untuk kita menjadi lebih baik akan ada banyak cobaan menghadang kita
tetap tawadhu ya 😘