NovelToon NovelToon
Want You

Want You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: SILAN

Semuanya telah selesai, selamat melewati kehidupan baru

WANT YOU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SILAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bonus terakhir. SELESAI

"Malam malam begini kamu membawaku ke rooftop hanya untuk membuatku masuk angin?" celetuk Naura terlihat kedinginan karena dia hanya mengenakan dres sebatas lutut dan lengan pendek. Naura tidak tau jika suatu tempat yang Justin maksud adalah rooftop sebuah bangunan yang baru saja selesai dibangun.

Rasa hangat menyelimuti Naura saat Justin menyampirkan jaketnya dibahu Naura kemudian lelaki itu memasukan tangan disaku celana menatap langit berbintang dengan bulan sabit.

Naura merapatkan jaket Justin dibadannya untuk menghalau hawa dingin yang menerpa. Justin sendiri hanya memakai kemeja kotak-kotak berwarna biru meski begitu kadar tampannya tetap saja tidak berkurang.

"Kenapa kita kemari?" Tanya Naura. Justin menoleh dan tersenyum tipis.

"Intinya bukan untuk membuatmu masuk angin" Candanya. Naura berdecih pelan.

"Naura kamu tau gak hari ini hari apa?" tanya Justin yang sudah kembali menatap langit.

"Hari rabu malam" jawab Naura seadanya. Justin kembali tersenyum.

"Bukan. Tapi hari ini adalah hari terakhir saat aku pernah melihatnya sebelum dia pergi" Lanjut Justin kemudian lelaki itu terdengar menghembuskan nafas kasar dari bibirnya. Naura menatap Justin bingung entah siapa yang justin maksud barusan.

"Apa yang kamu maksud barusan adalah kekasihmu tapi dia pergi kemana apa dia tidak pernah menghubungimu lagi?"

Justin terkekeh pelan lalu menunjuk salah satu bintang yang bersinar lebih terang dari yang lain.

"Kamu lihat gak bintang itu. Dia bersinar lebih terang dari bintang yang lain"

"Ya. Lalu?"

"Dia seperti itu. Selalu bersinar mengisi perasaanku" justin menambahkan.

Naura tersenyum masam. Ternyata Justin sudah punya seseorang yang mengisi hatinya padahal selama mengenal justin beberapa bulan ini Naura sudah merasakan kedekatan pada Justin tapi lelaki itu justru masih mencintai seseorang yang tidak jelas bagi Naura.

Sekali lagi Justin terdengar menghembuskan nafas berat "Tapi sayangnya dia sudah pergi sangat jauh dan menjadi salah satu bintang yang ada dilangit. Karena itulah aku sangat suka melihat bintang saat malam" ucap Justin.

Naura menoleh cepat sedikit kaget dan tak percaya "Maksudmu dia sudah–"

"Meninggal delapan tahun lalu" Justin kembali menatap Naura "Sebelum dibangun kembali tempat ini adalah tempat kami sering bertemu untuk saling bercerita"

"Apa dia sangat berarti bagimu?"

"Sangat berarti" Jawab Justin tanpa ragu.

Naura terdiam memikirkan betapa beruntung nya perempuan yang di cintai oleh Justin hingga seperti ini. Bolehkah. Bolehkah ia juga berharap dicintai oleh seseorang hingga seperti ini?

"Jadi kamu membawaku kemari untuk ikut mengenang masa lalumu bersamanya? Tapi sebelum itu aku turut berduka atas kepergiannya"

"Aku selalu mengingat nya entah didalam mimpi atau dunia nyata hanya saja sangat mustahil membuatku bertemu dengan dia lagi" lagi Justin kembali berbicara.

"Namanya Luisa. Gadis cantik dengan senyum yang begitu manis. Jika bukan karena dia aku tidak akan jadi Justin yang sekarang"

"Mungkin kamu bertanya tanya kenapa aku berbicara mengenai Luisa iya kan?"

Naura menoleh "Aku akan jadi pendengar yang baik" sahut Naura.

"Terima kasih Ra. Sebelumnya aku tidak pernah membawa orang lain ketempat ini. Sejak Luisa pergi setiap tahun aku selalu datang sendiri kesini untuk mengenang betapa berharganya dia didalam hatiku"

Justin terus bercerita mengenai perempuan bernama Luisa itu. Jujur sekarang untuk pertama kalinya Naura sangat cemburu pada orang yang sudah meninggal. Justin sepertinya sangat membanggakan Luisa tapi apakah lelaki itu sadar jika perempuan yang menemani nya ini juga menyukainya?

Padahal Naura tidak pernah merasakan hal seperti ini. Rasanya kesal ketika pria yang ia sukai menceritakan tentang wanita yang bukan dirinya. Naura memang bukan perempuan yang ahli dalam percintaan tapi dia juga tidak terlalu bodoh untuk tidak menyadari perasaannya sendiri.

Ditatapnya Justin dari samping yang sibuk bercerita. Naura membiarkan hal itu, mungkin Justin memang butuh teman dan Naura menjadi teman yang tepat untuk datang ketempat yang penuh kenangan ini. Entah alasan utama Justin membawanya untuk apa Naura tidak peduli.

Tapi bisakah yang justin ceritakan saat ini adalah dirinya bukan perempuan yang sudah bahagia disurga?

"Meskipun aku sangat ingin melihatnya aku tidak bisa. Aku ingin melupakan nya aku juga tidak bisa. Aku tidak tau cara agar bisa berpaling darinya. Dan aku berharap kamu bisa membantuku" ucap Justin.

Mereka bertatap-tatapan sedangkan Naura masih belum tau maksud dari kalimat terakhir Justin barusan.

"Membantu untuk apa?" tanya Naura.

"Mungkin membuatnya hilang dari hatiku sepenuhnya tidak mungkin tapi bolehkah ruang kosong lainnya kamu yang mengisinya disini?" Justin meraih tangan Naura dan menempelkan di dada bagian kirinya.

Naura masih belum bisa mengerti. Dia menatap tangannya lalu pada wajah Justin dengan bingung.

"Naura bolehkah aku menyimpan namamu juga didalamnya?"

Naura mengerjap beberapa kali masih saja belum sepenuhnya mengerti. Naura menarik tangannya dari dada justin.

"Menyimpan namaku? Untuk apa? Aku bukan barang yang dengan mudah untuk kamu simpan" jawab Naura. Justin menyunggingkan senyum tanpa arti.

"Aku pikir tadinya kamu itu–"

"Tapi jika kamu mau menjaga hatimu untukku aku mau" Lanjut Naura. Justin sontak menatap Naura kaget, Justin pikir asumsinya mengenai Naura menyukainya salah tapi ternyata–

Naura tersenyum "Aku mau membantumu tapi kamu juga harus membantuku. Jaga hatimu untukku dan akan kujaga hatiku untukmu. Aku tidak mau menjadi orang egois tapi kali ini aku ingin menjadi egois. Katakan aku gila jika aku katakan aku sudah menyukaimu saat pertama aku–"

Belum sempat Naura menyelesaikan kalimatnya Justin sudah menarik Naura dalam pelukannya. Erat dan nyaman, Naura belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya. Perlahan tangannya membalas pelukan Justin.

"Aku tidak tau kenapa hari ini aku harus menceritakan masa laluku padamu tepat dihari kematian nya. Tapi perlu kamu tau Ra. Terlarut dalam kesedihan yang begitu lama itu tidak menyenangkan. Maaf sudah membuatmu menjadi pelarianku tapi aku janji aku tidak akan main-main untuk berusaha mencintaimu juga"

Naura mendorong justin dan memukulnya "Kamu sangat jahat Justin. Kau baru datang dalam kehidupanku tapi kenapa kamu berhasil mengobrak abrik perasaanku?"

Justin terkekeh pelan "Awalnya aku hanya melihat perempuan berbaju pink membeli kembang gula tapi siapa yang menyangka kalau perempuan itu membuat pikiranku beberapa hari tidak bisa fokus untuk tidak terus memikirkannya"

Naura melotot membuat Justin gamas dan mengacak puncak kepala Naura. Akhirnya selain Luisa dan Fera ada perempuan lain yang justin perlakukan seperti ini. Rasanya senang yang sulit dijelaskan, apa ini yang dimaksud Luisa yang selalu hadir dalam mimpinya?

Ia akan bahagia. Sebentar lagi. Apa kebahagian nya berupa seorang wanita yang berhasil membuat hatinya mulai terbuka kembali setelah delapan tahun tertutup salju yang begitu tebal.

Justin dan Naura tidak mengatakan apapun keduanya kompak saling bertatapan. Jantung Naura memompa pembuluh darahnya lebih cepat dari biasanya. Bibirnya terasa kering tiba-tiba saat perlahan wajah Justin semakin dekat dan membasahi bibirnya mengulumnya perlahan dengan penuh perasaan, Naura tidak dapat berpikir jernih selain berusaha mengikuti alunan gerakan manis yang Justin lakukan.

Angin malam tak mampu membuatnya kedinginan lagi entah mengapa, Naura justru tidak merasakan hawa dingin yang sebelumnya menunsuk kepori-porinya. Jaket Justin yang Naura pakai pun jatuh dibawah kakinya. Bolehkah ia mengatakan jika hari ini adalah hari yang begitu istimewa?

Karena sampai matipun Naura bersumpah ia tidak akan melupakan hal ini dimana akhirnya ia jatuh cinta pada seorang dokter yang membuat jantung nya selalu bergemuruh tiba-tiba. Sekarang dan selamanya

_________

THE END

"WANT YOU" udah selesai ya gengs. Sebagai ganti nya kalian bisa baca ceritaku yang lain. Di Watt, Dream'e/Innove'l. Dengan nama akun (SILAN). Cerita yang udah aku buat lumayan banyak kok disana. Sempat suka hehe.

Terima kasih sudah mau beri dukungan dicerita ini sampai selesai.

Salam hangat dari SILAN.

BOLEH DONG KALIAN KETIK DI KOMEN SETELAH BACA CERITA INI SAMPAI SELESAI 😁

Contact penulis via IG (@Vio.hil)

1
Besti
baguss
Besti
aku lanjut membacaya
Qaisaa Nazarudin
Noh Justin jadi Dokter karena Luisa..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor,Sumpah,,Kamu tega banget thor bikin aku nangis 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Munglinndgn keadaan Luisa yg gak tertolong bikin Justin nekat pengen jadi Dokter,biar hisa nolongin banyak orang,ya kan..
Qaisaa Nazarudin
OMG Luisa sakit??Kok gitu?? Baru juga Justin akan bahagia 😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Aku tenak Janis suka sama Luisa,Sukanya seorg pria ke wanita,bukannsuka sebagai sahabat,seperti biasanya..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Justin di skors tuh..
Triiyyaazz Ajuach
mgknkah Justin suka dgn Luisa
Triiyyaazz Ajuach
ceriyanya kayaknya lucu ringan
Meili Mekel
msmpir guys
Meili Mekel
lanjut
Meili Mekel
janis pux perasaan sama luisa
Meili Mekel
justin kerwn
Meili Mekel
siapa jodohx luisa
Meili Mekel
baca dulu
fitra andriyani
nangis aq ya allah
Desrana Aulia syawali
thorr kenapa hruss sad... aku gk terlalu suka cerita sad.. 😢
Desrana Aulia syawali
ahhhh fiks aku nangissss
Desrana Aulia syawali
sedihhh banget thorrrrrr,,, kejerrr aku...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!