Kania Larasati adalah seorang gadis dari keluarga broken home.Kehormatannya telah direnggut secara paksa oleh kekasihnya saat ia memutuskan untuk melanjutkan studinya hingga dia hamil,dan setelah kekasihnya tahu bahwa ia hamil ia malah dikhianati dan dicampakkan olehnya.Saat Papanya mengetahui bahwa ia tengah hamil dia pun diusir dari rumah hingga hidupnya semakin hancur dan akhirnya tenggelam dalam narkoba.Apakah ia
bisa terbebas dari jerat narkoba atau semakin tenggelam didalamnya?Dan akankah ia kembali menemukan cinta sejatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila a.v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Selama beberapa hari sepulang dari pesantren itu aku masih ragu untuk segera memulai proses penyembuhan ku,bukannya aku tak ingin lepas dari jerat narkoba atau apapun, tapi aku hanya merasa masih berat untuk meninggalkan anakku yang masih bayi pada Dinda.
Aku bukannya tidak percaya dengan Dinda untuk merawat anakku karena selama ini dialah yang lebih sering merawat anakku ketimbang aku, ibunya sendiri.Tapi biar bagaimanapun Dinda juga punya kehidupan sendiri,dia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Berulangkali Dinda meyakinkanku bahwa ia bersedia untuk merawat anakku dan memintaku agar tidak merisaukan tentang dirinya,tapi entah kenapa aku masih enggan juga,aku merasa malu jika terus menerus menyusahkannya.
Hingga pada suatu malam ditengah kegundahan hatiku aku kembali memimpikan hal yang sama.Aku kembali bermimpi tentang kiamat, tapi kali ini kejadiannya lebih mengerikan lagi.
Saat itu aku melihat kehancuran dunia yang begitu maha dahsyat.Seluruh bangunan hancur lebur luluh lantak tak bersisa, gunung-gunung yang beterbangan seperti kapas yang ditiup angin sembari memuntahkan laharnya yang panas,air laut bergejolak memenuhi daratan, dan tampak mayat-mayat yang bergelimpangan dimana-mana.
Suara jerit tangis anak-anak yang terpisah dari ibunya,saudara yang terpisah dari keluarganya,dan istri yang terpisah dari suaminya.Saat itu semua orang tidak lagi memikirkan atau memperdulikan tentang hubungan atau status sosialnya,semua sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing.
Saat semua penghancuran itu telah usai aku melihat seberkas cahaya putih dari ufuk barat yang perlahan menghampiriku,suara itu terus bergema dan menyuruhku agar segera kembali.
Aku pun tersentak kembali dari alam mimpiku dengan nafas yang memburu.Aku punmengucap istighfar sembari mengusap keringat dingin yang bercucuran membasahi dahiku.Aku pun termenung memikirkan makna mimpi
itu.
Aku merasa mimpi itu adalah sebuah teguran dari Allah SWT agar aku lekas kembali kejalan-Nya.
Keesokan harinya aku mengajak Dinda untuk berbelanja pakaian,aku ingin merubah penampilanku agar lebih tertutup lagi.
Ya sekarang aku sudah mantap
untuk untuk segera memulai proses penyembuhan ku, dan langkah awal yang kuambil adalah dengan merubah penampilanku menjadi lebih tertutup,sesuai dengan syariat Islam yang mewajibkan pada seluruh muslimah untuk menutup auratnya.
Aku memilih beberapa potong jubah panjang serta beberapa kerudung,dan setelah mendapatkan apa yang kucari kami segera kembali kerumah.
Sesampainya dirumah aku segera mengenakan baju yang tadi kubeli,sebuah jubah panjang yang menutupi seluruh tubuhku ditambah dengan kerudung panjang yang bertengger manis menutupi kepalaku dan semakin melengkapi penampilanku.
Sejenak aku mematut diri didepan cermin dan melihat tampilan diriku disana.Aku merasa ada sesuatu yang berbedaq disana, aku melihat seakan itu bukanlah diriku yang dulu tapi seorang Kania yang baru.Satu hal yang kini kurasakan,aku merasa begitu nyaman dan damai setelah aku mengenakan pakaian ini.
Bersamaan dengan itu Dinda masuk kedalam kamarku, ia nampak tercengang dengan perubahan penampilanku saat ini.
"Kania apa ini benar kau?" tanya Dinda sambil membelalakkan matanya.
aku pun mengangguk mengiyakan sambil tersenyum.
"Ini ini beneran kamu?" tanya Dinda masih tak percaya.
"Iya Dinda ini beneran aku, Kania!" jawabku.
"Kau terlihat lebih cantik dengan pakaian seperti ini" puji Dinda sambil membolak-balikkan tubuhku ke kanan dan kiri.
"Ah jangan terlalu memujiku" jawabku sambil tersipu malu.
"Aku bukan sekedar memujimu Kania,tapi memang kamu sangat cantik dengan pakaian seperti ini" kata Dinda meyakinkanku.
"Udah ah kamu membuatku semakin malu" jawabku dengan muka yang semakin merona.
"Oh ya aku mau nelpon Abhimana dulu!" kataku setelah beberapa saat sambil meraih ponselku yang tergeletak diatas nakas.
"Ada apa? kenapa kau mau menelepon Abhimana?" tanya Dinda.
"Aku mau ngajakin dia bertemu dan membicarakan mengenai proses penyembuhanku" jawabku menjelaskan.
"O gitu,ya udah sana gih kamu telpon Abhimana " kata Dinda ber o ria.
aku pun segera menghubungi Abhimana untuk mengajaknya bertemu dan kami pun sepakat untuk bertemu di kafe seperti kemarin.
Selesai menelpon Abhimana aku segera mengambil tas tanganku dan menuju ke kafe itu.
Tak butuh waktu lama aku pun sampai ditempat yang kami janjikan,tampak Abhimana pun telah sampai juga.
Sejenak kami berdiri didepan kafe saling berhadapan, Abhimana tampak tercengang melihat perubahan penampilanku.
"Cantik!" kata Abhimana tiba-tiba.
aku pun tersipu malu mendengar ucapan Abhimana,kemudian aku menjentikkan jariku didepan muka Abhimana untuk menyadarkannya.
"Eh maaf maaf!" kata Abhimana gelagapan setelah ia sadar dari lamunannya.
"Ini beneran kamu Kania?" tanya Abhimana masih tak percaya.
aku pun mengangguk sambil tersenyum.
"Kau terlihat sangat cantik dengan pakaian seperti ini" puji Abhimana tulus.
"Udah ah kamu ini sama aja kayak Dinda terus saja memujiku" kataku sambil menyembunyikan wajahku yang merona seperti tomat matang karena malu.
"Ngomong-ngomong kita mau terus disini atau kita segera masuk kedalam" kataku lagi.
"Oh ya karena begitu terpesona melihat seorang bidadari di depanku aku sampai lupa,yuk kita masuk kedalam!" kata Abhimana sambil menepuk jidatnya.
dan kami pun segera masuk kedalam dan mengedarkan pandangan mencari meja yang masih kosong.
Kami pun menuju meja yang berada didekat jendela yang kebetulan kosong,kemudian kami memesan minuman.
"Ada apa kau memintaku datang kesini?" tanya Abhimana setelah pelayan meletakkan minuman pesanan kami.
"Abhi sekarang aku sudah mantap untuk segera memulai proses penyembuhanku" jawabku mengatakan maksud dan tujuanku.
"Apa kau benar-benar yakin?" tanya Abhimana meminta kepastian dari ucapanku tadi.
"Ya aku sangat yakin!" jawabku meyakinkannya.
"Baiklah aku akan segera mengatur keberangkatanmu kesana!" kata Abhimana.
"Tapi kau akan terus menemaniku selama aku disana kan?" tanyaku.
"Ya tentu saja!" jawab Abhimana.
"Ngomong-ngomong aku suka dengan penampilanmu yang sekarang,kau terlihat lebih cantik dan sangat anggun" kata Abhimana kembali memujiku.
"Jangan memujiku terus" jawab dengan muka merona.
"Aku bukan memuji tapi ini memang kenyataan" kata Abhimana.
"Tapi kenapa kau tiba-tiba ingin berpakaian seperti ini?" tanya Abhimana.
"Aku bermimpi hal itu lagi,tapi kali ini kejadiannya lebih mengerikan dari sebelumnya,aku......"
dan aku pun menceritakan semua mimpiku semalam.
"Itulah yang membuatku yakin dengan keputusanku sekarang!" kataku setelah selesai menceritakan mimpiku.
Abhimana pun manggut-manggut mendengarkan ceritaku.
"Aku senang dengan keputusan yang sudah kau ambil,biar bagaimanapun ini adalah jalan yang terbaik bagimu untuk saat ini!" kata Abhimana.
"Oh ya apa kamu sudah mengatakan keputusanmu ini pada Dinda?" tanya Abhimana.
"Belum,aku belum sempat memberitahunya!" kataku sambil menggelengkan kepala.
"Segera beritahu Dinda mengenai keputusanmu ini,biar bagaimanapun dia juga berhak tahu mengenai hal ini!" kata Abhimana.
"Ya,nanti sesampainya dirumah aku akan segera memberitahunya" jawabku.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya,aku masih ada urusan lain" kata Abhimana.
"Terimakasih atas semua bantuanmu Abhi" kataku tulus.
"Sama-sama!" jawab Abhimana sambil tersenyum.
dan dia pun beranjak pergi dari kafe itu,begitu pula denganku.
Kalaupun Kania tersesat di jalan yang salah. ini hukan salah Kania sepenuhnya. Orang" yang Ia sayangi sudah menghianatinya dan membuat hantiya hncur.
siappun yg ada di posisi Kania entah apa yang akan Ia Lakukan.
Tetap semangat Kania. Hidup tak selamanya sulit.
Novelmu Keren Thor.
Bikin sesak dan sedih.
Emosi aku thor.
😠
semangat