NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Terpaksa Menikah Dengan Pria Dingin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Deby ria sitopu

Nia terpaksa kehilangan kesuciannya begitu ia salah memasuki kamar majikannya yang sedang dalam keadaan mabuk. Hal itu mengubah hidup Nia terpaksa menikah dengan tuannya yang baru saja ia kenal.


Hari-hari yang dilalui Nia terasa berat, menikah dengan pria dingin yang tak menginginkan pernikahan itu terjadi. Gael pria dingin itu terpaksa menikahi Nia setelah perbuatan bejatnya diketahui oleh ibu kandungnya.

Nia menerima perlakuan dingin suaminya mencoba memahami perasaan Gael yang menikahinya hanya karena mengikuti kemauan orang tuanya. untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Akan Gael menerima Nia sebagai istrinya atau sebaliknya? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deby ria sitopu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergian Kiren

"Huh.. Hampir saja. " Nia mengelus dadanya ketika sudah berada diluar kamar.

"Ada apa dengan ku?" Nia memiringkan kepalanya sambil berpikir. "Kenapa tubuh ku tak sejalan dengan akal sehat ku? " Gumam Nia.

"Tidak, tidak. Sadar Nia kau itu siapa jangan sampai melewati batasan mu. " Nia menepis pikirannya menepuk-nepuk pipi nya dengan kedua tangannya.

Nia berjalan melewati lorong rumah sakit, dari kejauhan ia melihat Daren dan beberapa orang yang sedang berada diluar ruang rawat Kiren.

"Nyonya." Daren bangkit dari duduknya. "Tuan ada didalam dan sebaiknya anda ikut masuk." Daren membukakan pintu untuk Nia. Nia yang belum mengetahui apa yang terjadi ikut masuk seperti yang dikatakan oleh Daren barusan.

Suasana ruangan itu sangat penuh dengan isak tangis. Nia yang baru saja tiba melihat satu persatu orang yang berada di ruangan itu, terlihat sangat menyedihkan suara tangisan bersahutan disana. "Ada apa ini? " Nia bingung dengan apa yang dilihatnya sekarang ini. Menatap tak percaya melihat tubuh yang terbujur kaku disana.

Matanya kemudian beralih menatap laki-laki yang sedang menangis sambil terus memeluk tubuh kaku itu. Tian terus menangis. "Bangun sayang, bangun. Aku tidak bisa hidup tanpa mu. " Tian mengguncang tubuh itu berharap sang pemilik tubuh terbangun kembali. Walaupun akal sehatnya tau jika yang dilakukannya itu tidak akan merubah apa pun.

Hati Nia ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Tian. Kehilang seseorang yang sangat berarti, Nia tau betul bagaimana berada di posisi seperti itu. Sungguh sangat menyedihkan seakan hidup ini tak berarti lagi, seakan dunia berhenti berputar.

Sementara laki-laki yang sudah berstatus sebagai suaminya itu menundukkan kepalanya. Ia memang tidak menangis seperti Tian namun Nia tau saat ini dia sedang berusaha tidak terlihat lemah didepan banyak orang tapi hatinya sangat kehilangan.

Kehilangan orang yang sangat ia cintai. Orang yang mengisi hatinya bahkan sampai saat ini hatinya hanya ada dia. Nia menarik nafas dalam. Memukul dadanya yang terasa sesak melihat suaminya bersedih atas kepergian wanita lain.

Nia mendekati semua orang yang berada di ruangan itu. Ruang yang sudah satu minggu ini tidak ia datangi. "Tante, apa yang terjadi? " Nia menatap wajah yang penuh dengan air mata itu. Seakan belum percaya dengan apa yang ada di pikiran dan yang ia lihat. "Nak Nia, Kiren. Kiren sudah tiada. " Lirih Triana terisak.

Nia mendekap Triana sebagai sandaran wanita paruh baya itu. Membawa tubuh itu kesebuah sofa yang ada diruang vip itu. "Tante, yang sabar ya. Kiren sudah tenang disana. Dia tidak lagi merasakan sakit yang dideritanya. " Nia mengelus lengan Triana berharap wanita itu tegar mengahadapi semuanya.

Pelupuk mata Nia sudah penuh dengan air mata yang kapan saja siap meluncur keluar membasahi pipinya. Ikut bersedih walaupun Kiren bukan merupakan teman dekatnya namun ia juga sangat merasa kehilangan. Apa lagi melihat Tian yang terus menangis meraung-raung memanggil nama Kiren.

Sungguh Nia tersentuh melihat bagaimana Tian yang ia kenal bisa seperti itu ketika kehilangan cintanya. Hal itu membuat Nia sadar betapa besarnya cinta Tian kepada Kiren. "Andaikan ada seseorang yang mencintai ku seperti kak Tian mencintai Kiren." Gamam Nia didalam hati.

Matanya beralih kembali melihat kearah Gael, masih dengan posisi yang sama duduk sambil menundukkan kepalanya. Nia beralih mendekatinya. "Tuan.. " Nia duduk disamping Gael. Gael tidak bergeming masih tetap menundukkan kepalanya.

"Menangislah jika ingin menangis! " Nia berbicara tanpa menoleh kearah Gael.

Gael menyandarkan kepalanya di pundak Nia. Mulai terisak dan semakin lama suara tangis itu akhirnya pecah juga. Seorang Gael yang dikenal banyak orang dengan sikap dinginnya kini menangisi seseorang yang pernah mengisi hatinya.

Nia ikut menangis. Namun kali ini Nia menangis bukan untuk menangisi kepergian Kiren melainkan menangisi hidupnya sendiri. Suaminya menangis karena wanita lain. "Jika aku yang ada di posisi itu akan kah kau menangisi ku seperti kau menangisinya." Gumam Kiren menghela nafasnya dalam seraya menghapus air matanya.

Cukup lama ia membiarkan Gael menangis sampai laki-laki itu benar-benar berhenti sendiri dari tangisnya.

Gael dan Nia keluar dari dalam ruangan itu. Daren yang sedari tadi menunggu diluar berdiri dari duduknya. "Kita kembali mansion sekarang sebelum ikut ke pemakaman. " Ucap Gael kemudian melanjutkan langkahnya.

Nia masih mematung. "Nyonya, apa anda tidak ikut? " Daren bertanya karna melihat Nia tak bergerak dari tempatnya.

"Ia, aku ikut. " Nia berjalan lebih dulu kemudian disusul oleh Daren dari belakangnya.

Daren membukakan pintu mobil untuk tuannya itu. Kemudian Daren berjalan cepat mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Nia. "Terima kasih. " Ucap Nia sebelum ia masuk kedalam mobil itu.

Daren membawa tuan dan nyonya nya itu menuju mansion sebelum ikut pergi menuju pemakaman. Nia dan Gael terdiam tidak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Dipemakaman Tian masih terus menangis. Menaburkan bunga diatas gundukan tanah itu. Mengelus batu Nisan sambil terisak. Ingin sekali Nia merangkul tubuh Tuan yang sedang bergetar itu. namun ia tidak punya keberanian melakukan hal seperti itu didepan Gael.

Dengan terpaksa Nia menahan hatinya untuk tidak melakukan hal yang nantinya membuat Gael marah.

Semua orang mulai meninggalkan makam suatu persatu. Kini hanya ada kedua orang tua Kiren, Daren beserta Nia dan Gael.

Gael menepuk pundak Tian. "Dia sudah tidak merasakan sakit lagi bukan? " Tatapan mata Gael mengarah ke batu lisan yang bertuliskan nama Kiren disana.

Tian menghapus air matanya. "Kau benar, Kiren sudah tenang dialamnya. " Tian seolah mendapat kekuatan baru untuk melanjutkan hidupnya tanpa kehadiran Kiren disisinya.

"Sungguh beruntungnya Kiren memiliki kalian berdua. " Lirih Nia hampir tak terdengar oleh siapa pun yang ada disana.

Dari kejauhan Daren yang sigap berada di sekitar tuannya itu melihat Nia dengan tatapan kasihan. "Bersabarlah nyonya, sebenarnya tuan sudah jatuh cinta kepada anda hanya saja beliau belum menyadari perasaanya." Gumam Daren menatap Nia.

Daren melirik kaca mobil yang ada didepanya. Melihat tuan dan nyonya itu yang sedari tadi hanya diam saja. Jika Gael sedang sibuk dengan ponselnya, berbeda dengan Nia yang sedang melamun melihat keluar mobil melalui kaca mobil. Entah apa yang Nia pikirkan saat itu hanya ia lah mengetahuinya.

"Maaf tuan, kita kembali ke kantor atau kembali ke mansion? " Tanya Daren kepada tuannya itu.

"Ke kantor. " Suara Gael mengusik lamunan Nia. Ia menoleh kearah Gael dengan tatapan tanda tanya. "Bagaimana dengan diri ku? "

"Aku hanya sebentar setelah itu akan kembali ke mansion setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku. "

"Tapi.. " Nia tak jadi lanjutkan kata-kata nya ketika Gael menatapnya tajam.

"Baiklah. " Nia terpaksa pasrah.

**Bersambung**!

1
Sutri Ana
Luar biasa
Lina Kandar
lanjut tttt
Sakinah Amalia
Lumayan
Sakinah Amalia
Luar biasa
Rania Indani
Tania
Sri Ayuu
lanjuuut
wendyddy
not bad lahhh, tetap semangat nulis novel torr
Neng Sarah
suka dngn ceritanya ... ampe baca berulang ulang
Neng Sarah: love..lovee..thoor🥰😘😘
total 2 replies
Asyatun 1
keren
Herta Siahaan
😆😆😆 kasihan Gael yg ada Nia makin g percaya dan ragu padamu.... tumpuk terus masalah dgn Nia😆😆
Herta Siahaan
yg ada Nia makin menjauh dan pergi Gael dan si Mama jg harus nya tegas ma Serly
Herta Siahaan
Oalah Gael tuk menyatakan Nia sebagai istri mu aja kau tdk tegas apalagi bilang cinta.... makin down Nia ma Sikapmu
Herta Siahaan
Mama bilang ma Gael donk ... istrinya kan polos dan kurang peka mengingat dia dinikahi krna terpaksa dan dia trauma masa akhir hidup kiren dia diacuhkan....
Herta Siahaan
apa sich susah nya bilang cinta padanya Gael.,...
Herta Siahaan
Gael istri mu bingung dgn sikap mu... waktu dirimu mengurus Kiren dan cuek pd istri mu apa kau tahu betapa dia selalu pasrah dgn tangis dalam diam
Unnah_Azzahrah03
ini nggk ada Extrapart nya yah??
Ismiyati
wah tambah seru
Ismiyati
astaga npa lelet pdhl lgi seru2nya
Sofia Askana
i love this story. gak bertele-tele 👍👍👍
Sekar kedhaton👑
vas gitulah Thor 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!