NovelToon NovelToon
259 DAYS

259 DAYS

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Chicklit
Popularitas:177.9k
Nilai: 5
Nama Author: SheisUgly

Wrenny Saragih, wanita berusia 30 tahun yang mewujudkan ambisinya menjadi pengacara di hadapkan pada kisah masa lalu yang mengganggu Hidupnya.

Dominic Sinatria, lelaki bodoh yang menganggap istrinya juga mencintainya.

Alur maju mundur. Diharapkan jika membaca harus teliti di setiap narasi.

Enjoy it ! Thanks....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HANDSOME MAN.

"Sayang, sini biar aku yang bawain"

Wren yang berjalan tergesa di depan parkiran kantor dengan membawa setumpuk file dan tas jinjing berisi lapton beserta chargernya hanya bisa mendengkus kesal. Apalagi pria ini memanggilnya sayang.

Dan seolah sial yang tidak berujung semenjak pertemuan mereka kembali, Wren malah menjatuhkan file dan berserakan di atas paving block parkiran James & Co yang rindang dan asri. Angin sepoi-sepoi menyejukkan turut menerbangkan anak rambut warna kecoklatan miliknya yang tergerai bebas.

Lelaki keren dan tampan itu ikut berjongkok untuk memungut dan merapikan file milik Wren.

"Kan udah aku bilang, aku bawain. Kenapa masih keras kepala sih?" Lelaki itu menyunggingkan senyum yang bisa membuat gadis, bahkan istri orang ikut terhipnotis.

"Kamu bisa kan enggak ganggu aku lagi?" Wren mendelik tak suka lelaki itu mulai merayunya. Seperti dulu.

"Udah lama banget aku nyari kamu . Mana mungkin aku enggak deketin kamu lagi? Lagian kamu pergi disaat aku lagi sayang-sayangnya ama kamu. Bisa kamu bayangkan gimana menderitanya aku tanpa kamu. Kamu membuat aku gila...."

"Stop Jantaka ! Jangan bicara omong Kosong !" Wrenny bangkit dengan wajah kesal dan memeluk barang bawaannya setelah merampas paksa dari Jantaka yang coba mengganggunya.

"Kita belum bener-bener putus Wren !"

"Kapan kita pacaran?" Wren malah tertawa bengis. Sejak kapan mantan adik iparnya ini berpacaran dengannya? Melihat Jantaka menginap dirumahnya saja membuat Wren selalu waspada. Lagipula, Jantaka adalah playboy yang tidak mengenal namanya sakit hati. Dia hanya bisa membual !

"Apa kamu enggak ingat? Aku selalu ada buat kamu. Disaat Mas Domi berbuat gila sama Kalinda, aku ada untuk nenangin kamu yang kacau? Kita udah pernah...."

"Aku bilang stop !" Wren menyela agar Jantaka tidak terus membicarakan masa lalu. Wanita 30 tahunan itu memejamkan mata. Dadanya sesak setiap dia ingat peristiwa itu. Selama bertahun-tahun, Wren berusaha melupakannya.

Wangi itu...

Tangan lembut dan rambut yang basah.

Semua terasa Mengerikan.

Wanita itu langsung memeluk file di dadanya, nafasnya memburu. Seakan takut jika Jantaka berbuat sesuatu padanya. Pupil mata Wren berputar cepat karena ketakutan. Dia tidak ingin Jantaka menyakitinya lagi.

Wren langsung berlari memasuki mobil sebelum Jantaka berhasil menyergapnya seperti kemarin. Sesaat setelah Jantaka berhasil menemukan Wrenny yang baru saja keluar dari ruang private untuk mengejar Dominic, Wren seperti dibayang-bayangi masa lalu kelam.

Pertemuan yang pada awalnya hanya sebatas adik ipar dan kakak ipar berubah menjadi hubungan yang bisa di katakan lebih dari itu.

Jantaka memergoki Kalinda dan Wren yang sedang makan mie ramen samyang kuah pedas seraya menonton National Geographic Channel di lantai dua rumah Dominic, tepatnya di daerah kekuasaan Wren.

Obrolan kedua wanita itu terasa santai. Bagaimana bisa seorang istri terlihat berbicara akrab dengan mantan pacar suaminya seolah mereka punya hubungan Dekat. Apa mungkin mereka saling kenal?

Setahu Jantaka, kakak iparnya tidak pernah mengenal Kalinda.

"Sebenernya aku enggak enak hati lho Wren sama kamu. Dominic sekarang kan suami kamu. Masa setiap hari kita hangout bertiga dan kamu memberikan akses buat aku dan Domi" Kalinda berkata seraya mengaduk mie di dalam mangkuk besar yang dipangkunya.

"Kamu sama Domi kan masih pacaran. Enggak apa-apa aku lindungin kalian biar bisa ketemuan. Domi juga pasti seneng kalau kalian bisa jalan terus" Wren menyeruput kuah dan lagi-lagi dia kepedasan. Bibirnya bertambah merah dan mendesis. Dahinya sampai berkeringat dan keluar ingus dari hidungnya.

"Sebenernya, aku takut sih kalau sering jalan bertiga ada orang yang mergokin kita. Apalagi pengalihan perusahaan atas nama Domi masih dalam proses" Kalinda mendengus lirih.

"Ya udah, kita jangan ketemuan dulu. Aku juga enggak mau beasiswa ku lenyap gitu aja. Kita udah separuh jalan" Kakak iparnya begitu nikmat kembali menyeruput kuah pedas samyang tanpa beban sedikitpun.

Jantaka pelan-pelan menuruni tangga setelah mendengarkan sebuah rahasia besar. Beasiswa, pacaran, adalah kombinasi sempurna untuk membuatnya berspekulasi jika pernikahan Dominic hanya sebuah kebohongan.

Jantaka mengakui jika dirinya hanyalah lelaki brengsek yang suka bergonta ganti wanita, namun perlu di garis bawahi kalau dia juga benci wanita pembohong. Jantaka sering menemui wanita yang mampu menyerahkan tubuhnya demi uang. Dan kini, dia melihat sendiri ada wanita yang mempermainkan pernimahan hanya demi uang.

Tentu saja, Dominic juga terlibat dalam konspirasi ini. Dan itu membuat Jantaka mengubah sikap terhadap kakaknya. Terutama kakak iparnya.

Jantaka hanya bisa menatap kepergian mobil LCGC berwarna merah yang di kendarai kakak iparnya meninggalkan lawfirm office tanpa berniat mengejarnya.

Lelaki itu tersenyum tipis. Ada rasa bahagia timbul dalam hatinya saat bertemu Wren kembali. Wanita kejam yang mampu membuat dadanya berdesir kencang. Selama bertahun-tahun ini, Wren pergi dengan membawa luka dan setumpuk kebohongan yang tersimpan rapi.

Jantaka berpikir jika Wren sama dengan wanita-wanita matrealistis lain yang dengan mudah di temukan di klub malam. Tapi dia berbeda. Wanita itu punya prinsip.

Dering ponsel di sakunya membuat Jantaka kembali dari memori lama. Di layar tertera nama 'Lovely Sister'.

"Hallo Mbak..."

"Kamu dimana Jan?"

"Aku lagi...di...." Jantaka menggaruk tengkuk yang mendadak gatal dan bibirnya terasa gugup. Dia tidak mungkin bilang kalau sekarang sedang di kantor Wrenny.

"Terserah lah kamu mau dimana. Tapi kamu bisa kan nanti malem anterin Mbak ke Mall?"

"Ngapain Mbak ke Mall?"

"Mau belanja buat acara ulang tahun Qeela. Kamu kan udah janji mau jalan sama Mbak..."

"Mas Doni emang kemana?"

"Aku maunya jalan sama kamu ! Jangan ngebantah !"

Jantaka menghela nafas perlahan.

"Iya, ntar malem aku anterin" Diapun menyerah. Tidak mungkin Jantaka menolak permintaan Nadia. Semua perintah dari mulut Nadia serasa perintah dari Mama.

Setelah mendengar tawa cekikikan dari kakaknya, mereka berdua memutuskan sambungan telpon dan Jantaka segera menaiki motor maticnya untuk kembali kerumah.

Dari kejauhan, tampak segerombolan manusia mengintip dari balik tanaman anturium besar yang menghiasi teras depan lobbi. Sejak Wren keluar dengan raut wajah kesal, Bianca, Sasmita, Glenn dan Mbak Sulis kompak mengendap-endap. Mengintai gerak gerik Wren yang selama dua hari ini selalu di teror pria misterius.

Pria itu selalu menunggu Wren yang baru datang dari tugas luar bertemu klien atau saat Wren pulang jam kantor. Lelaki yang kata Bianca memiliki ketampanan paripurna seperti idol Korea dan berambut hitam sedikit gondrong dengan tampilan casual, selalu mencegat seniornya saat di parkiran. Bahkan pria itu berani menarik-narik tangan Wren. Seperti ingin menjelaskan sesuatu. Mereka ingin menguping lebih dekat, namun tidak mau menanggung resiko kepergok Wren.

Mereka hanya bisa melihat interaksi keduanya tanpa berani menyimpulkan apa-apa.Glenn menutup rapat rahasia Wrenny dan kini dirinya harus menebak, siapa gerangan pria tampan ini. Seniornya itu tidak pernah terlihat bersama pria, sekalinya ada kabar, Wren ternyata sudah pernah menikah. Dan kini di kejar oleh lelaki yang berbeda.

"Kalian ngapain sih pada disini? Enggak pulang?" Anita menegur mereka yang sedang berkerumun melihat kepergian Jantaka.

"Kita lagi nemenin Mbak Sulis nyiram bunga" Bianca terkekeh mencari-cari alasan yang tepat.

"Jangan bohong deh. Kalian lagi ngintip kan?" Tebak Anita.

Keempat orang itu mengangguk bersamaan.

"Sebenernya, saya juga penasaran sama Wren. Apalagi dia tiba-tiba di deketin ama cowok bar-bar. Tapi cowok itu ganteng sih" Anita tersenyum geli. Dia juga ingin di dekati cowok yang sama tampannya dengan Jantaka.

"Mbak Anita kan tinggal serumah sama Mbak Wrenny. Tanya aja Mbak. Mungkin kalau Mbak Anita yang nanya, dia bakalan jujur"

"Masalahnya, Wren tu selalu menghindar dari aku. Terakhir kali, dia pernah semalam pergi diam-diam dan enggak pulang. Katanya sih pergi ke rumah sakit liat mayat, tapi kok lama banget. Apa enggak ngeri semalaman sama mayat di ruang otopsi?" Anita bergidik ngeri seraya meraba tengkuk. Tamannya itu memang aneh. Wren tidak punya ketakutan dengan makhluk astral dan gaib-gaib sejenisnya.

"Pokoknya dia aneh. Apalagi setelah pulang dari tugas luar sama Glenn. Ada apa sih Glenn sebenernya?" Sasmita menimpali dan Glenn mendadak kelabakan.

Pria itu mengedikkan bahu, " Yang aku tahu sih, Mbak Wren ketemu sama cowok yang tadi itu di kantor Pak Dominic. Mungkin mereka saling kenal bahkan pernah menjadi keluarga"

Glenn buru-buru mengatupkan bibir yang ngeloyor tanpa bisa di rem.

"Keluarga?"

"Gimana maksudnya????"

Anita, Bianca, Mbak Sulis dan Sasmita kompak menatap Glenn. Dan lelaki itu sadar sudah terlalu jauh bicara dan melanggar privasi seniornya.

🌹🌹🌹🌹🌹

Wren hanya menatap kosong kedepan seraya mengaduk smoothies yang di pesannya tanpa diminum. Anita yang duduk berhadapan dengannya di areal foodcourt makanan cepat saji dari Amerika ini hanya keheranan. Kenapa sahabatnya berubah menjadi aneh. Mungkinkah hawa pengap ruang otopsi membuatnya kerasukan makhluk halus?

"Wren !" Tegur Anita membuyarkan lamunan Wren.

"Kamu kenapa sih?"

Wren mengerjapkan mata. Tidak tahu harus menjawab apa.

"Kalau kamu ada masalah, kamu cerita dong jangan di pendam sendiri. Kesambet baru tahu rasa" Anita menyedot es pudingnya dengan kesal.

"Aku enggak ada masalah." Jawab Wren tersenyum kecut.

"Kamu kangen sama keluarga?" Anita mendadak teringat perkataan Glenn yang menyimpulkan jika lelaki yang suka menunggu di parkiran itu keluarganya.

"Keluarga?" Wren malah berbalik tanya kemudian menggeleng pelan. "Aku tiap hari kirim fatihah buat Mamak. Aku emang kangen tapi...." Bibir Wren mengatup rapat. Jika menyinggung tentang keluarga, terutama sang Ibu, Wren langsung merasa bersalah karena telah menjadi anak durhaka.

"Udah dong jangan sedih lagi. Aku ngajak kamu kesini kan buat jalan-jalan. Aku tau kamu fokus banget sama kerjaan sampai kamu lupa buat cuci mata" Anita mengelus punggung tangan Wren seraya tertawa.

"Aku maunya juga seneng-seneng, tapi kalau kerjaan belum clear, tetep aja itu beban" Definisi bersenang-senang menurut Wren adalah ketika kita tidak memiliki beban hidup yang Berat. Saat kita mendapat masalah, kita ingin refreshing, liburan ketempat yang menenangkan. Tapi ketika kita pulang, masalah itu akan datang kembali. Lebih baik menyelesaikan terlebih dahulu lalu bersenang-senang tanpa beban.

"Wren, akhir-akhir ini aku lihat ada cowok ngejar-ngejar kamu. Siapa?" Tanya Anita memberanikan diri. Mereka sudah lama bersahabat dan tinggal bersama dalam waktu yang lama. Tidak ada lagi batasan privasi jika mereka hanya berdua sebagai sahabat. Bahkan mereka sudah tahu ukuran bra dan bentuk dada masing-masing.

"Dia bukan siapa-siapa" Jawab Wren datar. Bibirnya tersenyum kecut.

"Apa dia penggemar kamu di kampus dulu? Kamu kan kuliah di Jakarta?"

"Bukan, aku dulu Cupu. Enggak punya penggemar."

"Masa sih? Kamu sekarang cantik gini kok. Kalau emang cowok itu naksir kamu, kenapa kamu enggak coba buka hati buat dia sih? Kasian lho dia ngejar-ngejar kamu terus" Anita menggoda.

Senyum sinis Wren terbit. Bagaimana bisa dia membuka hati untuk pria seperti Jantaka yang suka membuka kancing dress perempuan?

"Kita enggak usah bahas dia lagi ya? Besok, aku suruh security buat ngusir dia" Wren segera mengambil ayam krispi pedas dan digigit dalam ukuran besar agar Anita tidak terus menanyakan Jantaka.

Keduanya kembali makan sebelum ayam krispi ini menjadi dingin. Setelah ayam yang dimakan Wren tinggal separuh, ada sesosok wanita yang datang menghampirinya dengan memanggil namanya.

"Wren?" Wanita itu berdiri mendekat di samping meja Wrenny dengan ekspresi tak percaya.

"Kamu Wrenny kan?" Wren hanya bisa diam mematung melihat wanita cantik ini masih mengenalinya. Dan tidak menyangka bisa bertemu di sini.

"Mbak Nadia..." Wren berbisik. Anita hanya bisa bergantian memandang interaksi keduanya. Apa mungkin ini teman Wren?

"Mbak, aku udah pesen ayam. Kita take away aja. Disini rame !"

Pria itu tidak menyadari jika kakaknya telah bertemu dengan Wrenny. Anita bahkan lebih terkejut melihat pria yang mengejar-ngejar sahabatnya memanggil wanita bernama Nadia ini dengan sebutan Mbak.

"Mbak Nadia kan? Apa kabarnya Mbak?"

Nadia segera memeluk Wrenny dengan erat. Mantan kakak iparnya itu mengelus punggung Wren.

"Kamu kemana aja kok nggak pernah kasih kabar?"

"Maafin aku Mbak. Aku..."

"Meskipun kamu udah cerai sama Domi, kamu enggak boleh mutus tali silaturahmi gitu aja Wren"

Anita yang mendengar percakapan keduanya membelalakkan mata. Tak percaya dengan apa yang di dengarnya?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Maharani Ekasari
sehat thor???
mamih
masih di rak thor..lanjutin ceritanya ya😍
mama Al
akhirnya up Juga
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin
Nazmia Mia
berbulan2 nungguin...
Etik Triwahyuni
aq nungguin gimana bisa lupa
Etik Triwahyuni
kesini lagi ternyata masih sama😥😥
tinny suartini
ya Allah, kakak kirain ga akan ketemu lagi.
makasih masih inget wreni belum beres ini, penasaran sampe novel mu yang lain aku baca ulang🤣👍
T.N
tetap semangat kk ditunggu kelanjutannya
anikkkk
alhamdulillh setelah sekian lama,,akhirnya,,,,
masih menunggu thor,,,miss uuuuuu😍😘
Mulya Tiningsih
masiiih saaay....ya Allah kemana aja....kangen...jarang buka noveltoon eh...ada notif ...😍
Muhammad Dimas Prasetyo
dih othor kemana aja sih kamu...apa kesambet setan kuburan juga??semangat update nya lagi yaa😁
Muhammad Dimas Prasetyo: semoga lanjut terus ya thor..sayang banget cerita sebagus ini di gantung kelamaan
total 2 replies
Yanti Husna
suka bangeeet, di baca2 ulang novelnya kk, yg pumpkin sama wilo
Yanti Husna: sama2 kk
total 2 replies
Saiful Misbah
masih kak. ya Allah kakak apa kabarnya? semoga sehat selalu.... kangen. ditunggu setelah sekian lama, begitu ada notif rasanya wowwwww
Rissa Kim: gitu ya?? skrg udah 2026...lama juga ya ternyata...💪💪
total 1 replies
Sri Wahyuni
lanjut donk kak... 🫰🫰
Rissa Kim: insyaallah....
total 1 replies
Siti Aisah
sampe Oktober 2025 masih nunggu ya
T.N
Oktober 2025
kak akan dilajut kah
T.N
nggak kan bisen utk baca ulang berharap kali aja ada lanjutannya
T.N
nggak pernah bosen ungulang" bacanya
Isna Hasyim
Agustus 2025
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!