(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Martha
Eva menggenggam tangan Mamahnya, mereka sudah siap menuju pengadilan. Rafto menjemput Ibu dan anak itu, sepanjang perjalanan hanya ada kesunyian. Tanpa rasa mereka sudah sampai. Martha dan Eva turun dari mobil, sementara Rafto memakirkan mobilnya ke basement. Martha yang merasa pundaknya dipukul, menengok ke belakang dan melihat Luna seketarisnya datang, Luna datang ingin menemani dan mendukung bosnya. Mereka bertiga pun melangkah masuk menuju gedung, dan melihat Reno beserta seketarisnya. Para pengacara mereka sudah tiba sedari tadi untuk mengurus berkas.
Reno melihat Putrinya yang mengacuhkan dirinya, Reno menghela nafas. Ia melangkah lebih dekat kepada Putri semata wayangnya. Tapi saat dirinya sudah dekat dengan Putrinya, Eva melangkah pergi menghindari dirinya menuju Rafto yang baru datang. Saat Reno ingin melangkah lagi mendekat kepada Eva, pengacaranya memanggil dirinya. Martha dan Reno beserta pengacara masing-masing masuk keruangan. Mereka berdua ditemani seketarisnya. Eva enggan masuk keruangan persidangan karena dia takut, Eva dan Rafto menunggu di taman milik gedung pengadilan.
"Apa prosesnya sangat rumit?" tanya Eva menatap Rafto yang duduk samping dirinya
"Iya, tapi Orang Tua mu sangat banyak uang, proses akan cepat dan tidak berbelit-belit" ujar Rafto
"Oh" gumam Eva singkat
"Kenapa kamu ga masuk keruang persidangan?" tanya Rafto menatap sekilas Eva
"Hanya tak ingin" sahut Eva
Rafto melihat Eva yang melamun, pasti ia memikirkan Orang Tuanya. Rafto menarik Eva kedalam pelukannya, ia mengusap kepala Eva dengan lembut untuk menenangkannya. Eva merasa nyaman dipelukan Rafto, ia tak menangis, ia hanya bingung. Eva dan Rafto hanya menunggu seraya meminum es coffe ditangannya
Setelah beberapa jam menunggu, mereka pun keluar. Eva dan Rafto yang diberitahu oleh Luna bahwa Reno dan Martha telah keluar dari persidangan, segera berlari kecil. Eva yang sudah sampai merasa bingung, karena tak melihat Mamahnya, ia hanya melihat Reno yang menatap dirinya, tapi ia acuhkan. Ia hanya mencari Mamahnya.
"Dimana Mamah, Aunty Luna?" tanya Eva yang melihat sekeliling mencari Mamahnya
"Ia keluar menuju taman dekat sini, sepertinya untuk mencari udara segar" jawab Luna lalu beranjak pergi karena ada urusan di butik
Eva yang mendengar akan perkataan seketaris Mamahnya, segera melangkah pergi. Tapi tertahan oleh tangan Rafto, ia menatap Rafto bingung, karena menahan dirinya yang ingin menemui Mamahnya.
"Biarkan Mamahmu sendiri dulu, dia butuh ruang untuk menenangkan dirinya" ucap Rafto menyakinkan Eva agar mengerti
Eva yang mendengar perkataan Rafto, hanya menuruti saja. Reno melangkah mendekat kepada Putri semata wayangnya.
"Eva" panggil Reno
Eva hanya diam, ia lebih memilih mendekat kepada Rafto. Eva menarik paksa Rafto agar pergi dari gedung pengadilan ini. Reno yang kesal karena Putrinya menghindar dari dirinya.
"Kenapa kamu ga mau bicara sama Papah?" tanya Reno seraya menahan tangan Eva agar tak pergi
"Sudahlah Pah, aku sangat lelah selalu berdebat dengan dirimu" sahut Eva
"Pulanglah ke Manssion Allura" perintah Reno
"Aku akan pulang jika kau menepati janji, tapi kau bertemu dengan wanita rendahan itu" kata Eva lalu menarik Rafto untuk pergi menuju mobilnya.
Reno membeku ditempat, putrinya mengetahui ia bertemu dengan Mulan.
"Bagaimana Eva bisa mengetahui ya?" tanya Reno entah kepada siapa
"Kau lupa Tuan, Eva mempunyai Rafto dibelakangnya" jawab seketarisnya.
Rafto menghela nafas, ia harus bagaimana. Ia lebih memilih pergi meninggalkan gedung persidangan bersama seketaris menuju perusahaan, urusan tentang Putrinya akan ia bicarakan lagi nanti, sehabis pulang kerja.
Dilain tempat, Martha pergi menuju sungai yang dekat dari gedung pengadilan, mengunakan taxi. Ia berjalan-jalan menikmati udara yang segar. Martha termenung ditepi sungai, tunggu sebentar lagi, ia akan benar-benar bercerai.
"Ini akhir dari cintaku yang bertepuk sebelah tangan" pikir Martha dengan wajah tersenyum terpatri diwajah awet mudanya
Martha mengusap pipinya yang mengeluarkan sedikit air mata. Martha membuka sepatunya, saat ia melangkah menuju air sungai. seseorang menepuk pundaknya, ia melihat seorang pria yang membawa kamera. Martha tak jadi melangkah ke sungai, ia menatap pria itu dengan bingung.
"Maaf, bisakah memfoto diriku?" tanya pria tersebut
Martha pun menganggukan kepalanya, dengan bertelanjang kaki, ia memfoto pria tersebut dengan pemandangan sungai dibelakangnya. Ia berkali-kali memfoto pria tersebut. Martha sangat kesal, ia masih bertelanjang kaki, tapi pria yang ia tidak tau namanya siapa, menyuruhnya mengambil foto diseluruh taman ini.
"Yuk jangan lupa vote koin sebanyaknya biar author semangat, favorite, like dan komen"
Jangan lupa follow akun ini dan kalo perlu masuk gc, untuk mendapatkan informasi update dan saran tentang novel MY DREAM....Bye-bye
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍