NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Dia tidak berniat menghancurkan keluarga atau hubungan orang tua Langit. Tapi hal seperti itu sulit dijelaskan pada anak kecil.

"Nggak mau! Aku nggak mau dengar! Kak Aelsana orang jahat, jahat banget!"

Melihat air mata menggenang di mata Sana, yang selalu baik padanya, Langit merasa sangat sedih di dalam hati, walaupun mulutnya bilang Sana orang jahat.

Dia teringat hari-hari tanpa ibunya, bagaimana Kak Aelsana membujuk Ayah supaya merayakan ulang tahunnya bersamanya, dan bagaimana Kak Aelsana dengan sabar membacakan dongeng setiap malam sebelum tidur...

Banyak bayangan Kak Aelsana terlintas di kepala Langit. Dia tidak mengerti kenapa Kak Aelsana harus jadi orang jahat, bertengkar dengan Mama karena Ayah, dan bahkan mencoba mengusir Mama.

"Langit, berhenti membantah. Ayah nggak direbut Kak Aelsana. Mamamu yang bicara omong kosong."

Karena ingin melindungi Sana, Raksa tiba-tiba membentak Langit. Dia tidak memikirkan perasaan Langit.

"Aku paling benci Ayah!" Langit cemberut, air mata mengalir di wajahnya. Dia berbalik dan berlari keluar dengan cepat, hatinya penuh sedih dan benci.

Dulu, meski Ayah tidak peduli padanya, Ayah tidak pernah membentaknya seperti ini. Tapi sekarang Ayah membentaknya keras sekali gara-gara Kak Aelsana.

"Langit..."

Ketiganya berteriak serempak. Sana yang pertama berlari mencoba menghentikan Langit, tapi Langit sudah lenyap tanpa jejak.

"Kenapa kamu sejahat itu pada Langit? Kalau terjadi sesuatu padanya, aku nggak akan pernah memaafkanmu," kata Sana pada Raksa sambil mengejar Langit.

Sejak lama Sana sudah menganggap Langit seperti keluarga terdekatnya. Dia melakukan segalanya demi Langit, seakan-akan dia ibu kandungnya.

Dia bertekad mempertahankan ikatan ini, bahkan kalau itu berarti harus meninggalkan Raksa. Dia tidak peduli. Yang terpenting baginya sekarang adalah keselamatan dan kebahagiaan Langit.

"Maafkan aku, Sana. Aku benar-benar gagal."

Pada saat itu Raksa akhirnya merasa sangat menyesal, dipenuhi rasa bersalah karena tidak pernah memperlakukan Langit dengan baik.

Sana begitu menyayangi Langit yang bukan anak kandungnya, sedangkan dia, ayah kandungnya, malah mengabaikan putranya sendiri. Kalau terjadi sesuatu pada Langit, dia tidak akan memaafkan dirinya.

Sekarang dia sadar kepeduliannya pada Langit jauh melebihi yang dia bayangkan. Sikap dinginnya selama ini hanya cara untuk membalas pengkhianatan Sheila.

Tapi pada akhirnya dialah yang menerima hukumannya. Saat melihat Langit berlari keluar kantor dengan wajah kecewa dan sedih, semua pertentangan di batinnya runtuh.

Sekarang yang dia harapkan hanya satu: tidak ada hal buruk yang menimpa Langit. Itu yang terpenting saat ini.

Di ruang sekretaris yang kini kosong, Sheila, yang tadi pura-pura ikut mengejar Langit, kembali tanpa disadari siapa pun. Senyum menghiasi wajahnya, sangat kontras dengan wajah sedihnya tadi.

Dia menyalakan komputer, dan tangannya bergerak cepat di atas keyboard. Apakah Langit akan kena masalah bukan lagi urusannya. Yang dia butuhkan sekarang adalah rahasia dagang Hanggara Group.

Langit memang baik padanya. Tadinya dia mengira harus memakai segala akal untuk mendapatkan rahasia Hanggara Group. Siapa sangka dia malah menyaksikan sendiri "perbuatan baik" Raksa dan Sana.

Jadi tentu saja dia ingin memanfaatkan kesempatan ini. Dia akan berakting di depan Langit dan Sana, berpura-pura jadi korban, supaya bisa menyusup ke perusahaan dan mencuri informasi.

Soal Langit, dia percaya Satria akan mengurusnya. Lagi pula, bagi Sheila, Langit tak lebih dari alat yang memudahkannya masuk ke keluarga Hanggara.

Pikirannya dipenuhi bayangan kekayaan dan kejayaan di masa depan. Di bawah cahaya redup, wajah cantik Sheila mendadak berubah menakutkan.

***

Sengaja menghindari pencarian Sana dan Raksa, dan mengabaikan panggilan mereka, Langit menengok kiri-kanan dengan hati-hati. Setelah yakin tidak ada orang, dia menyelinap keluar dari gerbang Hanggara Group.

Tapi apa yang harus dia lakukan sekarang?

Kak Aelsana, kenapa Kakak mau jadi orang jahat?

Dia berjongkok di sebuah taman kecil dekat gedung Hanggara Group. Yang ada di pikirannya bukan ayah atau ibunya, melainkan Sana.

Dia menggambar sembarangan di tanah dengan tangannya, lalu menghapusnya. Dia menggambar dan menghapus lagi. Tapi saat sadar yang dia gambar hanyalah Sana, dia tidak sanggup lagi menahan tangis kecilnya.

"Huhu... Kak Aelsana... Di sini gelap banget, Langit takut!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!