NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Jejak-Jejak Terakhir di Sekolah dan Dinding Pelindung Tak Kasat Mata

​Atmosfer di SMA Garuda dalam beberapa minggu terakhir terasa mendadak berubah drastis. Bendera-bendera sponsor Pentas Seni yang meriah perlahan diturunkan, digantikan oleh spanduk-spanduk kain putih berukuran besar bertuliskan “Sukseskan Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah Tahun Ini!”. Koridor yang biasanya dipenuhi oleh gemuruh tawa dan candaan anak SMA kini dihiasi oleh pemandangan murid-murid yang berjalan sambil memegang tumpukan buku tebal, rumus-rumus yang dihafalkan setengah berbisik, serta aura kecemasan yang samar-samar menyelimuti setiap sudut kelas 12.

​Di meja pojok perpustakaan sekolah yang tenang dan ber-AC, empat gadis muda sedang duduk melingkar. Di atas meja kayu mahoni yang luas, terhampar belasan buku soal simulasi Ujian Nasional, kertas-kertas kalkulus berlingkar merah, hingga tumpukan stabilo berbagai warna.

​Alexa, yang kini usia kandungannya memasuki minggu ketujuh dan mulai menampakkan sedikit tonjolan halus di balik seragam abu-abunya, sedang menopang dagunya dengan kedua tangan mungilnya. Pipi tembamnya mengembung pelan, matanya yang bulat menatap lurus ke arah kertas soal Fisika di depannya dengan pandangan yang amat pasrah.

​"Rin... Melati... Safi..." cicit Alexa dengan suara cemprengnya yang dipelankan hingga menjadi bisikan halus. "Kenapa waktu rasanya cepat banget jalan ya? Rasanya baru kemarin kita kelahi gara-gara rebutan bakso di kantin pas kelas 10... Kok tiba-tiba sekarang kita udah mau Ujian Nasional dan lulus?"

​Rin, yang sedang serius mengoreksi soal Bahasa Inggris, mendongak. Jemari lentiknya menurunkan kacamata radiasi yang ia kenakan. Pandangan mata oriental gadis karate itu mendadak melunak, menatap Alexa, Safi, dan Melati bergantian.

​"Iya ya, Ca..." gumam Rin pelan, sebuah senyuman tipis yang agak langka terbit di bibirnya. "Dulu kita pikir tiga tahun di SMA itu bakal lama banget. Kita mengeluh gara-gara jemuran seragam belum kering, kesal sama guru Matematika yang galak, sampai pusing mikirin cinta monyet. Tapi begitu tinggal hitungan hari... rasanya kok ada yang mengganjal ya di dada?"

​Safi, yang sedang memegang pensil 2B-nya, menghentikan goresan kertasnya. Logat Melayu khasnya meluncur dengan nada yang jauh lebih lembut dan haru dari biasanya. "Aiyo... Nanti bila kita dah lulus, tak ada lagi cerita kita kumpul dekat kantin belakang... Tak ada lagi nak dengar jeritan cempreng Alexa pas kena hukum jemur di lapangan... Tak ada lagi nak tengok Rin marah-marah pas kena ganggu..."

​Melati mengusap sudut matanya yang mendadak berkaca-kaca. Gadis berhati lembut itu merangkul lengan mungil Alexa dari samping. "Tapi kan... walau kita udah lulus nanti, walau Alexa udah fokus jadi ibu muda buat bayinya Mas Exel, dan walau kita nanti kuliah di kampus yang beda-beda... kita bakal tetap jadi sahabat seumur hidup kan?"

​"PASTI LAH!" jerit Alexa refleks dengan suara cemprengnya yang melengking tinggi, lupa kalau mereka sedang berada di dalam perpustakaan!

​"Ssstttt! Harap tenang di dalam perpustakaan!" tegur penjaga perpustakaan kencang dari meja depan.

​Alexa cepat-cepat menepuk mulutnya sendiri seraya membungkuk-bungkuk minta maaf, sementara Rin, Safi, dan Melati menutupi wajah mereka seraya tertawa terbahak-bahak dalam bisikan. Momen kehebohan kecil itu seketika memecahkan suasana haru di antara mereka, meninggalkan rasa hangat yang amat dalam di dalam dada.

​Masa-masa SMA adalah lembaran hidup yang paling indah, penuh tawa, air mata, dan kepolosan. Dan Alexa bersyukur setengah mati, di tengah status rahasianya sebagai istri dari seorang CEO konglomerat, ia tetap memiliki sahabat-sahabat sejati yang mencintainya apa adanya.

​Namun, di luar dinding kelas SMA Garuda yang dipenuhi kehangatan dan persiapan belajar marathon tersebut, bayangan bahaya yang sangat kelam terus mengintai tanpa henti.

​Di dalam sebuah mobil minibus beratap gelap yang terparkir di dalam gang sempit berjarak dua ratus meter dari gerbang sekolah, Clara duduk bersama dua pria bertubuh kekar bersetelan hitam. Wajah cantik Clara tampak sangat kusam, matanya merah dipenuhi oleh racun dendam dan obsesi gila yang kian membakar otaknya.

​Sejak rencananya menjebak laporan keuangan perusahaan Exel gagal total dan rahasia kehamilan Alexa diketahuinya, Clara telah menghabiskan ratusan juta rupiah untuk menyewa eksekutor jalanan dari luar kota. Tujuannya hanya satu: menculik Alexa di jam pulang sekolah, membawanya ke lokasi terpencil, dan melenyapkan gadis itu serta calon bayi di dalam kandungannya sebelum hari Ujian Nasional selesai!

​"Kalian sudah siap?" bisik Clara dingin dengan nada suara mematikan. "Gadis itu sebentar lagi keluar dari gerbang sekolah untuk naik ke mobil jemputannya. Saat dia berjalan di tikungan gang sepi dekat minimarket, langsung sergap dia, bius, dan masukkan ke dalam mobil ini!"

​Dua pria kekar itu mengangguk kaku, meraba pisau dan sapu tangan berbius di dalam saku jaket mereka. "Siap, Nona. Perintah dilaksanakan."

​Kedua pria itu melangkah keluar dari minibus, berjalan cepat menyusuri trotoar menuju tikungan gang sepi tempat Alexa biasanya menunggu jemputan.

​Namun... Clara dan para penjahat bayaran itu tidak pernah menyadari satu hal yang amat sangat krusial.

​Mereka berpikir bahwa mereka sedang berhadapan dengan seorang gadis SMA biasa. Mereka tidak tahu bahwa di balik sosok tegap sang CEO Exel Dirgantara, ada sosok Achmad—tangan kanan eksekutif yang bukan sekadar asisten pribadi biasa.

​Achmad adalah pemimpin tertinggi dari sebuah jaringan divisi pengawasan dan pertahanan rahasia tingkat tinggi secara resmi dan legal di mata hukum. Divisi tersebut membawahi dua pilar utama yang sangat ditakuti: Divisi Cyber-IT Internasional yang sanggup meretas dan melacak sinyal komunikasi di seluruh belahan dunia dalam hitungan detik, serta Divisi Tactical Guard (Bodyguard Eksekutif)—sebuah pasukan pengawal khusus bernomor lisensi resmi yang seluruh anggotanya merupakan mantan prajurit taktis terlatih dengan kualifikasi setara tentara elit.

​Dan saat ini, sepuluh anggota Divisi Tactical Guard milik Achmad telah menyebar tak kasat mata di sekitar area SMA Garuda!

​Di dalam mobil komando tersembunyi yang terparkir di seberang jalan, dua anggota pengawal bertubuh tegap dengan earpiece nirkabel di telinga mereka sedang memantau layar monitor khusus. Di layar tersebut, pergerakan dua pria suruhan Clara yang baru saja keluar dari gang terpampang dalam bentuk titik merah bersinyal termal.

​"Laporan untuk Unit Utama," bisik pengawal bertakhtakan lisensi taktis itu ke mikrofon kerahnya. "Dua target mencurigakan bergerak mendekati zona perimeter Nyonya Muda. Terdeteksi membawa senjata tajam ringan dan zat bius terlarang."

​Di seberang jalur komunikasi privat, suara Achmad mengudara—sangat dingin, tegas, dan berwibawa, jauh dari kesan sengkleknya yang biasa:

​"Eksekusi senyap di tempat. Jangan biarkan Nyonya Muda melihat atau menyadari pergerakan kalian. Jangan biarkan sehelai rambut pun dari istri Bos tersentuh. Lumpuhkan dan serahkan mereka ke unit hukum internal kita."

​"Diterima, Komandan."

​Hanya dalam hitungan detik!

​Saat dua pria suruhan Clara melangkah memasuki lorong gang sepi seraya bersiap menarik sapu tangan biusnya... dua sosok pria jangkung bersetelan kasual rapi yang tadinya tampak seperti pejalan kaki biasa mendadak berbalik dengan kecepatan luar biasa!

​Brak! CRACK!

​Tanpa ada suara jeritan yang sempat lolos, gerakan kuncian leher dan patahan persendian ala pasukan elit militer diperagakan secara sangat presisi! Kedua preman bayaran itu seketika roboh kaku ke atas tanah dalam waktu kurang dari lima detik! Senjata dan kain bius mereka disambar kencang sebelum sempat menyentuh tanah.

​Sebuah mobil van hitam berpelat resmi meluncur halus, membuka pintu gesernya, dan menyeret tubuh kedua penjahat yang pingsan itu ke dalam kendaraan, lalu menghilang dari lokasi tanpa menyisakan jejak sedikit pun!

​Di saat yang bersamaan...

​Alexa melangkah keluar dari gerbang sekolah bersama Rin, Safi, dan Melati sambil tertawa cempreng seraya mengunyah es krim rasa stroberi. Gadis mungil itu melintasi gang tersebut dengan santai, sama sekali tidak menyadari bahwa lima detik sebelumnya, sebuah bahaya maut baru saja dilumpuhkan secara sempurna di tempat itu!

​Di dalam mobil minibusnya di ujung jalan, Clara melotot tak percaya memandangi gang yang mendadak kosong melompong. Pria-pria bayarannya hilang lenyap bagaikan ditelan bumi tanpa bekas!

​Ponsel di tangan Clara mendadak bergetar nyaring. Sebuah nomor tidak dikenal yang terenkripsi khusus terpanggil.

​Dengan tangan gemetar, Clara menggeser tombol hijau. "H-Halo...?"

​Suara Achmad menggema dari seberang telepon—sangat dingin, tajam, dan mematikan bagaikan suara malaikat pencabut nyawa:

​"Selamat sore, Nona Clara. Mainan anak buah jalananmu baru saja kami amankan di markas eksekusi hukum kami. Ini peringatan terakhir dari Dirgantara Group. Jika kamu mencoba melangkah satu meter lagi mendekati Nyonya Alexa... bukan cuma kamu yang akan membusuk di penjara, tapi seluruh sisa-sisa nama keluargamu di Eropa akan kami ratakan secara finansial hingga tak tersisa. Selamat menikmati hari-harimu dalam ketakutan."

​TUT!

​Sambungan telepon terputus secara sepihak.

​Ponsel di tangan Clara seketika terlepas dan jatuh menghantam lantai mobil hingga retak. Wajah wanita cantik itu seketika membara oleh rasa takut yang luar biasa. Seluruh tubuhnya gemetar hebat, menyadari bahwa benteng pelindung di sekeliling Alexa dan Exel benar-benar tidak tersentuh oleh kekuatan apa pun di muka bumi.

​Malam harinya, di unit penthouse apartemen eksklusif...

​Atmosfer di dalam kamar utama terasa sangat tenang, hangat, dan dipenuhi oleh desiran asmara yang begitu syahdu. Sinar rembulan menerobos lewat jendela kaca besar, menyinari dua insan yang sedang beristirahat di atas kasur empuk.

​Alexa tidur bersandar nyaman di dada bidang Exel. Usia kandungannya yang makin menguat serta rasa mual yang telah sepenuhnya hilang membuat gadis mungil itu bisa kembali berada di dalam dekapan hangat suaminya. Jemari mungil Alexa meremas pelan kain kemeja kasual yang dikenakan Exel, menikmati detak jantung suaminya yang berirama tenang.

​Exel merangkul erat tubuh mungil istrinya dengan lengan tegapnya. Pria bertubuh 185 cm itu mengelus lembut rambut bergelombang Alexa, lalu memindahkan jemarinya untuk mengelus pelan tonjolan halus di perut rata istrinya—tempat calon buah hati mereka tumbuh dengan aman.

​Exel baru saja menerima laporan singkat dari Achmad di ponselnya bahwa pergerakan Clara telah dilumpuhkan total dan pengawalan rahasia di sekitar Alexa berjalan seratus persen sempurna. Rasa lega dan kepuasan yang mendalam bertakhta di dada sang CEO.

​"Mas..." panggil Alexa pelan dengan suara cemprengnya yang melunak sangat manis.

​Exel menunduk, mendaratkan satu ciuman hangat di dahi Alexa. "Iya, Sayang? Kenapa belum tidur?"

​Alexa mendongak kaku, menatap lurus ke dalam manik mata cokelat gelap milik suaminya. Binar matanya memancarkan rasa haru dan kecemasan anak SMA yang campur aduk.

​"Aca deg-degan banget..." cicit Alexa polos. "Ujian Nasional tinggal beberapa hari lagi... Habis itu Aca lulus. Aca rasanya sedih mau berpisah sama teman-teman sekolah Aca... Tapi Aca juga senang banget karena sebentar lagi Aca bakal jadi ibu beneran buat dedek bayi ini dan mendampingi Mas Exel selamanya."

​Exel menyunggingkan senyum yang teramat sangat tampan dan hangat—sebuah senyuman tulus yang penuh dengan kejujuran cinta. Pria itu menunduk, menyatukan kening mereka secara halus.

​"Masa SMA-mu akan selesai dengan indah, Bidadariku," bisik Exel rendah, suaranya sarat akan kepastian dan perlindungan abadi. "Kamu sudah berjuang dengan sangat hebat. Jangan takut pada hari esok... Karena apa pun yang terjadi setelah kelulusanmu nanti, Mas akan selalu ada di sini. Berdiri di depanmu sebagai bentengmu, dan berdiri di sampingmu sebagai suamimu."

​Air mata keharuan menetes pelan di sudut mata bulat Alexa. Gadis mungil itu tersenyum manis, melingkarkan kedua lengan mungilnya di leher tegap Exel kencang-kencang.

​"Aca cinta banget sama Mas Es Batu..." bisik Alexa di dada suaminya.

​"Mas jauh lebih mencintaimu, Istriku," balas Exel lembut, lalu menunduk menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam, hangat, dan sarat akan kebahagiaan sejati.

​Di bawah naungan malam yang syahdu, di antara jejak-jejak masa sekolah yang akan segera berakhir dan ancaman musuh yang berhasil ditumbangkan di balik layar, ikatan cinta sang CEO berdarah dingin dan Si Gadis Cempreng Mungil kini berdiri makin kokoh—siap melangkah menembus gerbang kelulusan menuju masa depan yang penuh kebahagiaan abadi.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iihh serem kali lah hormon bumil ini /Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
semoga Alexa dan kandungannya baik² saja.. semoga kalian tidak terlambat menolongnya😊
𝐀⃝🥀Weny
si Clara masih blm kapok juga, padahal sudah berkali kali gagal tetep aja ngeyel... sudahlah iklasin aja si Exelnya, kan dia sudah nikah.. dari pada hidupmu di hancurin sama Dia 😊
Shin
mampir kak
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: makasih
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
ihiiiir... ada yang berbunga² nih hati, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan😂
𝐀⃝🥀Weny
si Exel cari aman, gk mau kalau istri imutnya ngambek 😁
𝐀⃝🥀Weny: trs seng ngambek kamu😂
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ya tuhan kirimin satu suami kaya Exel buatkuh /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣 Gass lah om mik
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
biar tau rasa, emang enak ngrasain mualnya bumil😂😂
𝐀⃝🥀Weny
musuh menyusun strategi buat menghancurkan Exel, lain halnya dengan Exel yang sibuk mencari cara buat deketin dan mengatasi ngidam bumilnya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yang sabar ya Exel, turutin aja ngidamnya orang hamil biar anaknya gak ileran😂😂
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kenapa ga dibikin bangkrut aja mereka 😏 tuman
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Masih lama apa
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Lengkap sudah penderitaan Axel /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: 🤣/Facepalm/
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
selamat ya Exel baru aja Alexa ketahuan hamil, eeehh.. si orok sudah ngerjain papanya😂
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Rame ya Akexa hamidun... Trus gimana tuh sekolah na
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Waduh mulai ada yg rusuh dong /Slight/
total 4 replies
𝐀⃝🥀Weny
paman Achmad mesti salting kalo ada safi🤔😁
𝐀⃝🥀Weny
so sweet 🥹🫠
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Oleh oleh buat akuu manaaa /Applaud/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Cry//Cry/ Masih pagi udah banyak bombai bertebaran ae om mik /Cry//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Yg nebar bombai lah
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Bacana otomatiss pake nada alm Uje dong /Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Pepet terooss paman Ahmad 🤣🤭 /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih tega bener 😅
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!