NovelToon NovelToon
HALAMAN TERAKHIR

HALAMAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: T.K. OKVIANDI

Bagi Rindu Setia Wiratman, hidup adalah buku catatan yang penuh dengan aturan ketat, ekspektasi, dan kesempurnaan semu. Sebagai gadis populer yang selalu memegang kendali, ia tidak pernah menyangka bahwa takdir akan menuliskan babak paling menyakitkan di saat ia merasa paling rapuh—ketika keluarganya runtuh dan dunianya hancur perlahan.

Di sisi lain, ada Langit Batara Nugroho, cowok arogan yang kehadirannya selalu berhasil menyulut emosi Rindu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, Langit menyimpan luka masa lalu yang belum tuntas dan sebuah rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat.

Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari halaman-halaman berat yang harus mereka balik bersama. Ketika badai menerpa hidup Rindu, justru Langit—seseorang yang paling ia benci—menjadi satu-satunya tempat untuk bersandar.

Namun, pertanyaannya: apakah mereka akan bertahan hingga akhir babak cerita, atau justru terhenti di halaman terakhir kisah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T.K. OKVIANDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HALAMAN TIGA PULUH EMPAT

HARI TERAKHIR UJIAN SEMESTER GANJIL

            Bel sekolah pun berbunyi menandakan Ujian Semesteran jam pertama akan dimulai, tidak berselang lama setelah bel berbunyi, guru pengawas memasuki kelas, dan langsung membagikan lembar soal berserta lembar jawaban kepada seluruh siswa di ruangan kelas. Seketika ruang kelas menjadi hening, seluruh siswa tak satupun mengeluarkan suara atau melirik kiri kanan untuk melihat jawaban teman atau bekerja sama, karena guru pengawas selalu mengawasi dengan teliti tanpa sedikitpun membuang pandangannya.

             120 menit tak terasa telah berlalu, jam istirahat telah tiba seluruh siswa mulai keluar kelas untuk beristirahat sebulum jam kedua. Kecuali Langit, dia tak memaksakan untuk beristirahat ke kantin, Langit hanya menitip minuman dan roti kepada Robby yang ke kantin. Blum 10 menit Robby ke kantin bersama yang lain, pesanan Langit sudah sampai di meja Langit , es the manis dalam cup gelas plastik dan roti kemasan rasa cokelat. Tapi, bukan Robby yang mengantarkan itu semua kepada Langit, melainkan Allisya yang membawakannya dan dengan membawa bekal makanan miliknya juga.

"Lah Sya, kok kamu jadinya yang beliin kan kakak tadi nitip ke Robby, kenapa jadi kamu yang bawain sih, kan jadi enak kakaknya" ucap Langit.

"Hehehe iya kak , tadi aku ketemu kak Robby dikantin katanya kakak lagi sakit terus nitip minuman sama roti, ya udah deh aku yang bawain aja, sekalian nih aku bekel dari rumah" ucap Allisya.

"Lah tumben kamu bawa bekel, boleh deh nyobain nih hehehe becanda Sya , kakak mah roti aja , bekel kamu abisin aja" ucap Langit.

 "Iya ini kak tadi pagi-pagi Bunda bikin nasi goreng kesukaan aku, tapi nggak sempet aku makan ya udah di bawa aja, enak loh kak" ucap Allisya.

"Oh nasi goreng bikinan mamah kamu Sya, wah enak tuh pasti" ucap Langit sambil memakan roti miliknya.

             Mereka nampak bahagia makan bersama walau ya hanya seadanya, sesekali Langit menyuap nasi goring milik Allisya dan mengacungkan jempol setelah menyantapnya. Tak berselang lama setelah nasi goreng Allisya dan Roti Langit habis, datanglah Robby, Rizky, dan Andy langsung ke meja Langit.

"Nah ya ketawan , katanya sakit tapi malah suap-suapan, mana gue nggak disisain" ledek Robby.

"Apaan sih lu, lu tuh yang parah, gue minta tolong nitip roti ,malah dititipin ke Allisya, bukannya anterin ke gue dulu gitu baru pada makan" ucap Langit.

 "Lah kok gue ? ade lu tuh yang maksa-maksa mau bawain, katanya mau ketemu lu sekalian" ucap Robby.

"Ih kok aku kak, kan tadi kak Rizky yang nawarin, katanya ini nih Langit nitip Roti sama minum, trus bilang kalo ketemu Allisya bilangin dicariin kak Langit, ya udah aku mikir ya biar sekalian aja toh kan kakak juga manggil aku" ucap Allisya.

"Lah kapan gue minta panggilin Allisya? Yang ada gue bilang kalo ketemu Allisya nggak usah bilang-bilang kondisi gue" ucap Langit.

            Bel sekolah pun berbunyi, Allisya melangkahkan kaki meninggalkan kelas Langit setelah berpamitan kepada Langit dan yang lainnya. Dibuat malu Allisya disana saat dirinya tanpa sengaja berpapasan dengan guru pengawas kelas Langit dan dirinya tanpa sengaja menginjak kaki guru tersebut. Dengan wajah memerah Allisya bergegas meninggalkan kelas Langit, sementara guru tersebut hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Pintu kelaspun ditutup setelah Allisya keluar dari kelas tersebut.

             Waktu terus perputar, tak terasa SMA Merah Putih telah measuki hari terakhir dalam ujian semesteran. Waktu menunjukkan dimana seluruh siswa sedang beristirahat menunggu jam ujian kedua atau bisa juga disebut mata pelajaran ujian yang terakhir. Disalah satu meja kantin sekolah terlihat Rindu dengan para sahabatnya sedang berbincang ditemani 4 gelas es teh manis dan 4 piring batagor diatas meja mereka.

"Eh ini kan hari terakhir ujian terus kan pling remedial-remedial, bagi raport tanggal berapa? gue lupa" tanya Gina.

"Kalo nggak salah tanggal 3 atau 4 januari ya, gue lupa, sekitar tanggal itu lah, kenapa emang?" tanya Rindu kembali.

"Nah pas bnget tuh, tanggal 31 kan udah kelas metting kan palingan" jawab Gina.

"Iya Gin biasanya sih gitu , paling ke sekolah maen-maen aja" ucap Chintia.

 "Gini nih, cowoknya sodara gue tuh ada yang jadi DJ gitu, dia ngisi acara malem tahun baru gitu dah di Jakarta. Kita ikut yuk, sodara gue ngajakin gue katanya boleh ngajak temen, mumpung free nih alias gretongan" ucap Gina.

"Wihh seru tuh kayaknya, tapi naek apa kita, terus alesannya gimana?" ucap Jesica.

"Ya elah gampang itu sih, tuh si Rindu mobilnya kan nganggur pake aja, alesan sih bilang aja mau malem tahun baruan gitu , masa nggak boleh, gue sih gampang lah ke orang rumah bilang aja tahun baruan di car free night" ujar Gina.

 "Tunggu tunggu, iya sih mobil gue nganggur bisa aja, nanti yang bawa siapa? Mana diijinin kalo gue yang bawa, belum ada sim gue" tanya Rindu

"Yang bisa bawa mobil kan Cuma lu Rin, ya lu lah yang bawa lagian itu kan mobil lu, tar gampang bilang ke orang rumah lu mah, bilang aja gue yang bawa bilang gue udah punya sim kok" bujuk Chintia agar Rindu berbohong.

"Yowes atur aja lah, tar bisa lah gue yang bawa asal lu semua kompak ya bilangnya Chintia yang bawa doi udah punya SIM, emang daerah mana sih" ucap Rindu.

"Deket kok beb, tanggerang gitu dah deket-deket BSD tar gue minta share lokasinya ke sodara gue, nanti tinggal liat GPS dah" ucap Gina.

"Oh daerah BSD , oke dah gue bisa, sekali lagi lu semua kompak ya ke bokap nyokap gue bilangnya, gue bawa mobil cuma sampe rumah Chintia, tar ke lokasinya Chintia yang bawa, jadi lu chin tar nunggu depan komplek rumah gue ya" ujar Rindu.

 "Beres Rin, atur aja" balas Chintia.

             Mereka pun melanjutkan menyantap batagor yang sedari tadi berada didepan mereka tapi mereka acuhkan begitu saja. Sesekali Rindu membaca-baca buku yang dibawanya untuk lebih memahami mata pelajaran yang akan di ujiankan setelah waktu istirahat ini. Tak hanya Rindu, siswa lain juga tampak beberapa yang sedang sibuk belajar dikantin sambil makan dan minum, tak kurang dari mereka yang membuat sebuah contekan pada selembar kertas kecil dan mereka sembunyikan sebisa mungkin ditempat yang tak diduga, baik itu kaos kaki, selipan dasi atau pada selipan sabuk mereka.

             Selang beberapa waktu, bel sekolah berbunyi menandakan waktu istirahat telah selesai. Seluruh siswa yang ada di kantin segera menuju ke kelasnya masing-masing, tak terkecuali Rindu dengan teman-temannya. Setelah membayar seluruh makanan yang dimakan olehnya dan teman-temannya, Rindu cs. berjalan meninggalkan kantin sekolah. Di tengah perjalananannya menuju ke kelas, Rindu berpapasan dengan Allisya yang baru saja keluar dari ruang guru.

 "Eh kak Rindu, gimana kak ujiannya? Aku denger dari temen-temen aku, katanya kakak nilai ujiannya selalu perfect ya dari kelas 1?" tanya Allisya.

"Apa sih Sya hehehe, alhamdulillah lancer kok besok bisa istirahat deh pusing ujian belajar ampe malem mulu, ini aja kurang tidur, mata udah kayak panda ehhehe" jawab Rindu.

"Iya kak keliatan item banget bawah matanya, oh ya kak ngomong-ngomong emang bener ya itu kak Langit di keroyok? Kakak tau kan?" tanya Allisya.

"Iya kali Sya, nggak tau deh, ya udah ya udah masuk nih" jawab Rindu dengan penuh keraguan dan bergegas meninggalkan Allisya.

             Sikap Rindu tersebut membuat Allisya bertanya-tanya ada apa sebenarnya, apakah Rindu itu benar-benar tidak tahu soal kejadian yang menimpa Langit, atau sebenarnya tau tapi berusaha menutupinya agar dirinya tidak ikut tersandung masalah tersebut. Beberapa saat Allisya memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya dia melupakannya dan berusaha fokus kepada ujian semesteran yang terakhir ini.

            Di dalam kelas, Langit terlihat sangat serius dalam mengerjakan soal ujian ini, walau pada mata pelajaran ini Langit lebih banyak mengalami kesulitan dibandingkan ujian sebelum-sebelumnya. Berkali-kali Langit menatap ke arah jam dinding kelas, memastikan berapa lama waktu yang masih tersisa.

             Jarum jam terus berputar , hingga menunjukkan bahwa waktu ujian telah berakhir. Langit terlihat pasrah dan berdoa , dia berharap walau dapat nilai yang minimal untuk mata pelajaran ini tak apa, yang penting tidak terkena remedial. Seluruh siswa dikelas mulai mengumpulkan soal dan lembar jawaban pada meja guru , setelah membereskan alat tulis masing-masing para siswa mulai meninggalkan ruang kelas. Begitu pula Langit yang dibantu berjalan oleh Robby dan Andy.

             Di depan kelas, mereka menghentikan jalannya untuk sekedar berbincang-bincang membicarakan rencana kegiatan mereka setelah ujian apa yang akan mereka lakukan. Terjadilah perbincangan kecil antara Langit, Andi, Robby, dan Rizky yang akhirnya sepakat mereka akan berkumpul dirumah Langit .

"Deal ya nih, dirumah lu ada makanan kan El?" ucap Andy.

"Lu mah makanan mulu, gampang makanan mah kalau nggak ada juga tinggal delivery bisa" ucap Langit.

"Eh tapi gue balik dulu ya, ngambil laptop gue sekalian ngambil kunci rumah gue, pokoknya gue langsung nyusul dah" ucap Robby.

"Ya udah lu bawa motor gue aja, nih kuncinya" ucap Rizky sambil menyerahkan kunci motornya kepada Robby.

"Iya betul itu mban biar lu nggak kabur juga sih, Rizky suruh boncengin Langit aja, kasian dia kalo bawa motor sendiri" ucap Andy.

"Bisa gue kok bawa motor sendiri, tapi kalo lu mau boncengin gue sih ya nggak bakalan nolak gue, anggap aja naek ojek online ya bang Rizky?, ahhahahaha" ucap Langit.

            Disela percakapan mereka berempat, datang Ferry yang baru saja keluar dari kelasnya. "Oi pada mau ngapain lu , ujian udah kelar kan nih gimana kalo kita kumpul gitu maen kemana kek" ucap Ferry.

 "Telat lu, ini juga anak-anak pada mau nginep kerumah Langit. Ini pada mau langsung kesana" ucap Rizky

"Gue ikut dah tapi paling balik dulu gue ngambil salin" ucap Ferry.

"Et dah cuma salin mah gampang Fer, baju gue juga ada tuh yang lain juga pada pakai baju gue paling" ucap Langit.

"Yowes lah kalo gitu, ngikut aja gue" ucap Ferry.

"Ya udah yuk cabut, gue kerumah dulu ya, tar gue langsung kerumah Langit" ucap Robby.

            Mereka berlima berjalan bersama menuju tempat parkiran sepeda motor. Di tempat parkir mereka langung menaiki sepeda motornya masing-masing, kecuali Robby yang tidak membawa motor dia menaiki motor milik Rizky, dan Rzky mengendarai sepeda motor Langit membonceng Langit itu sendiri. Keempat sepeda motor tesebut keluar bersama dari sekolah dengan arah yang sama juga, hingga di tengah jalan Robby memisahkan diri karena dia akan kerumahnya terlebih dahulu sedangkan yang lain langsung menuju rumah Langit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!