NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:114
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Gadis yang terluka itu memeluk pemuda dihadapan nya dengan erat karena tanah di sekitar mereka terguncang kuat.

ia melihat ke arah yang jauh di sana sebuah ledakan besar sedang terjadi.

Athena melayang di udara sambil mengatur ledakan itu, tangan nya terulur membuat anak panah yang besar.

tatapan nya tertuju pada satu titik, ia lalu menarik kuat busur nya dan menembak tepat di tengah-tengah musuh.

"Ctass!!

" Boomm!!

busur itu membuat ledakan besar yang hampir menyamai ledakan pertama tadi.

dengan tenang gadis itu terus melayang kan tembakan beruntun mengenai salah satu monster dan terus menjalar ke monster yang lain.

"Athena!!! suara seseorang terdengar sedang berteriak sangat kencang di pikiran gadis itu.

" apa? tanya nya sambil terus fokus membidik para monster.

"apa kau melihat Sina dan Aron disana?!!

" aku takut mereka berdua sudah mati!!

"jika kau memiliki suara untuk berteriak seperti itu maka kemarilah dan teriak lah di hadapan para monster" Athena menutup jalur telepati nya.

ia lalu kembali turun dan menginjak tanah.

semua yang di hadapan nya sudah luluh lantak, tak ada yang tersisa selain beberapa ratus monster yang berhasil lolos.

"hufffttt" gadis itu menarik nafas panjang, ia sudah kehilangan sebagian besar mana nya karena terus menerus melancarkan serangan tingkat tinggi.

bahkan tangan nya saat ini sedang bergetar hebat dengan darah yang terus mengalir.

Athena mengepalkan tangan kuat, ia menyembuhkan luka dari tangan nya sendiri lalu lanjut melawan para monster.

"Athena" panggil Keeta.

"aku penasaran,, kalian sang pelindung Kekaisaran apakah memiliki idealisme?

" di lihat dari tindakan semua teman mu aku merasa mereka takut mati saat perang"

"tidak ada yang lebih buruk dari mati di saat perang"

tidak ada yang lebih buruk dari mati di saat perang, idealisme yang di pegang teguh oleh para pelindung Kekaisaran.

"Sina!!

" apa kau baik-baik saja?!!

"Apa kau Agarin?!!

"aku baik-baik saja tapi Aron tidak sadarkan diri!! gadis itu kembali meneteskan air mata.

" tenang lah!!

"kami sebentar lagi sampai di sana untuk menyelamatkan mu!!

" apa kau melihat Athena?!!

"aku tidak bisa menghubungi nya!!

" dia sedang melawan para monster seorang diri!!

"Apa?!!

" seperti nya dia sudah mengalahkan lebih dari setengah jumlah mereka!

"Astaga........!!!!

gadis itu menatap ke luar pelindung dengan tatapan sendu.

" Aku benar-benar tidak berguna...." gumam nya meneteskan air mata.

"hosh hosh hosh" Athena berdiri dengan kaki yang gemetar dan nafas yang tersenggal, gadis itu sudah kehilangan banyak tenaga nya.

ia melihat ke arah telapak tangan nya.

"tersisa 2.000 lagi" gumam nya menatap ke arah kerumunan monster.

"apa kau perlu bantuan? tanya Keisha khawatir dengan keadaan gadis itu.

" tidak perlu" Athena menggeleng kan kepala.

"Athena!! seorang gadis cantik berambut hijau alami berlari menghampiri gadis yang sedang kelelahan itu.

" aku tahu kau kuat tapi pikirkan lah juga dirimu!! ucap nya menyembuhkan luka Athena.

gadis itu menepis tangan orang yang menyembuhkan nya.

"lebih baik kau gunakan kemampuan mu itu untuk menyembuhkan mereka berdua! tunjuk nya pada sebuah batu besar dengan dua orang yang di selimut pelindung.

gadis itu menoleh ke sana namun saat ia kembali berbalik menatap Athena gadis itu sudah menghilang dengan kecepatan di atas rata-rata untuk menebas sisa-sisa monster yang masih mengamuk.

dengan gusar ia berlari menghampiri batu besar dengan pelindung itu.

"apa kau tak apa-apa?!! tanya nya mulai menyembuhkan.

" aku tak apa apa"

"saat Athena datang dia langsung membuat pelindung dan menyembuhkan Aron" ucap nya tersenyum dengan tatapan sendu.

"dan kau?!

" aku hanya sedikit tergores " dia tersenyum menatap gadis berambut hijau di hadapan nya.

"kau seharusnya juga meminta untuk di sembuhkan" ucap gadis berambut hijau itu dengan suara bergetar.

"memang nya ada orang yang tega membiarkan teman seperguruan nya terluka? batin gadis berambut hijau itu.

Agarin Alesia Vonte, seorang Healer berbakat yang menjadi teman seperguruan sekaligus rekan Athena.

" Srekhh!

" mundur lah Athena biar aku yang menyelesaikan sisa nya" seorang pemuda tiba-tiba saja datang dan menebas monster di hadapan Athena.

Emiliano Edwards Karsa, seorang pendekar pedang api dari keluarga duke Karsa, ia adalah teman seperguruan sekaligus rekan Athena.

"jangan menghina ku! ucap Athena dingin dan datar, gadis itu terus membunuh monster demi monster tanpa mendengarkan perkataan rekan nya.

Valeo dan tiga kembar menatap datar gadis itu, kenapa dia sekeras kepala itu untuk menyelesaikan semua nya seorang diri?

" kenapa dia begitu keras kepala sih?! heran rekan Athena.

"Srekhh!

" srekhh!

gadis itu membabi buta membunuh para monster tanpa memedulikan apapun.

"Boom!

" boom!

ia meledakkan kepala para monster yang berdiri di hadapan nya dengan tatapan datar seolah-olah semua nya biasa saja.

"Deg!

" Emiliano!!!!!!! teriak Athena dengan wajah panik.

"apa? Emiliano mengernyit heran.

"kenapa Athena berteriak? gumam nya heran, pemuda itu tidak fokus pada pertarungan nya hingga tidak menyadari bencana yang berdiri tepat di hadapan nya.

" kau mengalihkan fokus mu" ucap seseorang menusuk kan pedang tepat di perut Emiliano.

"Jleb!

"uhuk! pemuda itu tidak sempat mencerna situasi.

belum sempat ia melancarkan serangan seseorang yang menusuk perut nya mundur menjauh.

" uhuk! uhuk! Emiliano memegangi perut nya yang terus mengalirkan darah segar.

ia menatap tajam dua orang di hadapan nya.

penampilan mereka tidak wajar, yang satu persis seperti manusia namun ia tidak memiliki wajah, yang satu lagi melilit seluruh wajah nya menggunakan perban.

"apa kau tak apa?!! tanya Athena menghampiri pemuda itu, ia lalu mulai menyembuhkan luka Emiliano menggunakan sihir.

namun mana gadis itu tidak cukup, ia kehilangan terlalu banyak tenaga untuk mengaktifkan sihir tingkat tinggi.

" maaf" ucap nya saat hanya bisa menutup sementara luka pemuda itu agar darah tidak mengalir semakin banyak.

"loh?

" seperti nya tusukan ku berhasil mengenai organ vital? gumam salah satu dari dua orang itu.

"mungkin kau kehilangan keseimbangan? gumam seseorang yang satu lagi.

" siapa kalian?! tanya Athena menatap mereka tajam.

dilihat dari penampilan mereka mereka bukan lah sejenis dengan manusia.

"siapa kami?

" kami hanya lah bawahan raja iblis yang agung"

"raja iblis?

" tidak ada raja iblis di dunia ini! ucap gadis itu.

"sekarang memang tidak ada,,,tapi kami akan segera menciptakan raja iblis baru yang mampu mengetarkan dunia!!! ucap salah satu dari mereka gembira.

Athena menatap mereka datar, gadis itu lalu memberikan sinyal darurat takut diri nya tak mampu melawan dua orang itu.

ia lalu menarik pedang nya dan maju menyerang salah satu dari mereka.

"Prang!

" prang!

"prang!

Athena beradu pedang dengan orang yang menusuk Emiliano tadi.

" kemampuan pedang mu lumayan " ucap nya memuji Athena.

"namun masih terlalu kurang untuk menahan pedang ku" lanjut nya menebas Athena dan mengenai Lengan gadis itu.

"ugh..! lenguh Athena memegangi lengan nya yang mengeluarkan darah.

ia lalu menggunakan sihir nya untuk menutup luka itu.

"Athena! panggil Keeta keluar dari bayangan gadis itu.

" apa?

"aku mengenal mereka!! ucap nya dengan keringat dingin.

" benarkah? gadis itu menaikkan satu alis nya.

"mereka orang yang sama dengan yang membunuh tuan kami dulu" sahut Keiya ikut keluar yang kemudian di susul oleh Valeo dan Keisha.

"tuan kalian dulu?

" itu artinya mereka setidaknya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu'

"apa kalian tahu kekuatan mereka?

" tidak!

"tapi saran ku lebih baik kau mundur bersama teman teman mu!

" aku merasakan kekuatan aneh dari dalam diri mereka!! saran Keeta dengan tatapan waspada.

Athena diam, gadis itu melirik ke arah Agarin Sina dan Aron yang berada di dalam pelindung.

"kalian kembalilah!! ucap gadis itu pada Emiliano.

" Apa?!!

"memang nya kau pikir kami bodoh hingga mau meninggalkan rekan kami?!!! Emiliano tersulut emosi, pemuda itu bangkit dan menatap tajam mata Athena.

" mereka bukan lah lawan yang bisa kalian hadapi!!!! teriak gadis itu tepat di hadapan Emiliano.

"lalu?!!

" kau pikir hanya dengan embel-embel jenius kau mampu mengalahkan mereka?!!

"Hei lihatlah!

" mereka berdua bertengkar!! ucap salah satu dari dua orang itu kegirangan.

"justru karena aku memiliki embel-embel itu aku menyuruh kalian kembali!! ucap Athena dingin dengan suara yang berat.

tatapan nya menajam menatap Emiliano.

Agarin memandangi situasi yang di hadapi Athena dan Emiliano dengan wajah panik, melihat rupa dari dua orang di hadapan mereka ia merasa mereka bukan lah musuh biasa.

ia lalu mengaktifkan sihir nya untuk memanggil bantuan.

"Grep! seseorang memegangi lengan gadis itu.

" apa yang kau lakukan?!! tanya Agarin pada Sina yang justru menahan tangan nya untuk meminta bantuan.

"kau pikir aku akan membiarkan mu?! ucap Sina menatap Remeh agarin.

" apa maksud mu Asina? tanya Agarin dengan suara bergetar.

"aku muak menggunakan wajah ini! ucap gadis itu perlahan-lahan mengelupas kulit wajah nya.

" A-Asina??!!

"aku bukan Asina bodoh!! penampilan nya berubah drastis, ia bukan lagi seorang gadis cantik dengan rambut hijau alami.

dia adalah seorang entitas asing dengan wajah buruk rupa.

" Arrrrggghhhh!!!!!!! teriakan Agarin berhasil memancing perhatian Athena dan Emiliano.

"Agarin! Sina! Aron!

dengan wajah panik Emiliano berlari untuk pergi ke pelindung yang di buat Athena.

"Grep!! Athena menahan tubuh Emiliano.

" Apa yang kau lakukan?!! tanya pemuda itu menatap Athena tajam.

"jangan pergi ke sana! gadis itu mencengkram kuat baju Emiliano.

" kau-

"Boomm!!!! tempat berada nya Agarin Sina dan Aron meledak.

dengan wajah panik Emiliano berlari pergi menghampiri namun Athena menahan kuat.

" kubilang jangan pergi!!!! ucap gadis itu.

"jangan menahan ku Athena!!!!

" Mereka bukan lah rekan mu!!!! teriak gadis itu.

"apa maksud mu? tanya Emiliano dengan suara bergetar.

" mereka bukan rekan mu,,,, Asina dan Aron sejak awal tidak ada disini"

"Agarin hanya menyembuhkan entitas tak di kenal yang memakai tubuh mereka berdua!!

" kau bicara omong ko-

"aku tidak bicara omong kosong!!

" lihat lah dari sini!! tunjuk gadis itu.

seorang mahluk bertubuh pendek keluar sambil menyeret Agarin.

Penampilan mahluk itu mengerikan, ia adalah perwujudan dari buruk rupa itu sendiri.

"Oh!!

" kau sudah selesai Eina?!!! tanya salah satu dari dua orang itu melambaikan tangan.

"dia rekan mereka berdua! ucap Athena menatap tajam ketiga musuh di hadapan nya.

Emiliano terdiam kaku, ia memandangi Agarin dengan tatapan kosong.

" Bantu aku" gumam Athena.

gadis itu lalu menajamkan kuku nya dan menusuk dada nya sendiri.

"Jleb!!

" apa yang kau lakukan Athena!!!? teriak Emiliano panik.

"diamlah!!

gadis itu lalu memompa jantung nya sendiri dan menghancurkan salah satu rantai.

" aku hanya membuka kekuatan ku" ucap nya dengan darah yang mengalir keluar dari mulut nya.

"lihat lah dia mau bunuh diri?!!!

" seperti nya tidak!

"ugh! Athena meringis kesakitan.

namun sebuah segel sihir mengitari gadis itu, cahaya cahaya terang mulai menyinari nya.

ia lalu kembali menarik tangan nya keluar.

rambut gadis itu yang awal nya hitam pekat berubah menjadi putih pucat.

warna mata nya berubah menjadi merah darah, tatapan gadis itu kosong, ia lalu menarik pedang nya dan memberi isyarat untuk mundur pada Emiliano.

"berjuang lah Athena!!

" aku akan memberikan kekuatan ku pada mu!!

"Hei! Hei! Hei!

" bukan kah ini gawat?!!

dengan gerakan secepat kilat gadis itu menyambar kedua musuh nya.

"Srekh!

" Srekh!

"prang!!

ia berhasil menebas salah satu musuh nya namun yang lain justru berhasil menangkis serangan nya.

" apa kau menggunakan cara curang untuk melawan kami?!! tanya salah satu dari mereka yang menerima tebasan Athena.

"Dasar menjijikkan!! ucap mahluk buruk rupa yang memegangi Agarin.

ia menatap taham Athena yang berhasil merebut tubuh gadis dari genggaman nya.

Athena lalu memberikan Agarin pada Emiliano.

" bawa lah dia dan pergi dari sini! ucap gadis itu datar dan tenang.

"lalu kau? tanya Emiliano, tatapan pemuda itu kosong, ia tak tahu harus memilih yang mana antara membawa Agarin pergi atau berjuang melawan mereka bersama Athena?

" jangan berbalik ke sini setelah kau dan Agarin meninggalkan perbatasan " ucap Athena mendorong tubuh pemuda itu menggunakan sihir cahaya.

"dia kabur loh?! tunjuk salah satu dari mereka.

" aku akan mengejar nya!! salah satu dari mereka melesat namun berhasil di tahan oleh Athena.

"lawan mu adalah aku,, jangan berani-beraninya mengejar mereka! ucap gadis itu dingin.

" Prang!!

"Prang!

" prang!

"prang! mereka berdua lalu saling beradu pedang.

" Valeo! teriak Athena.

Valeo lalu keluar dari bayangan gadis itu dan mengambil alih pertarungan, ia melawan si pedang dan Tiga kembar melawan si lilitan perban.

gadis itu melesat menghampiri si buruk rupa yang memcuri indentitas Asina.

"bertahan lah Agarin! ucap Emiliano terus berlari sambil mengendong gadis itu.

" berkat Athena aku bisa membawa mu jadi setidaknya tetap lah hidup " gumam pemuda itu dengan tatapan kosong.

"Agarin?

" Boomm!!

"Deg! jantung Athena tiba-tiba saja berdetak dengan sangat kuat dan cepat.

" seperti nya mereka sudah mati" gumam nya dengan tatapan kosong.

"jangan mengalihkan pandangan mu dari ku!!!! teriak si buruk rupa menyerang Athena.

" Srekh!!

gadis itu dengan tenang menebas kepala si buruk rupa.

"dasar sialan!! teriak nya sesaat sebelum tubuh nya menghilang perlahan.

" apa apaan penampilan mu itu? tanya si lilitan perban.

"aku menggunakan ini saat melawan musuh yang kuat" balas Athena berjalan mendekat.

"kalian bantu Valeo" ucap gadis itu memberi isyarat tangan pada Si kembar.

"apa kau yakin mampu melawan nya seorang diri? tanya Keiya.

" aku yakin meskipun tidak 100%"

"baiklah"

mereka bertiga lalu melesat meninggalkan Athena seorang diri untuk membantu Valeo.

"kau mengakui ku kuat?

" bersyukurlah aku menganggap mu lawan yang sepadan " Athena mengangkat pedang nya dan menyerang si lilitan perban.

"maaf saja tapi aku bukanlah pengguna pedang" ucap nya.

ia lalu mengeluarkan sihir racun nya dan menyerang Athena.

"Ces" Racun nya berhasil membuat pedang Athena berkarat.

"Cih!

gadis itu menghancurkan pedang nya, ia lalu menarik pedang baru yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

pedang suci sang pemimpin Pareidas.

" lawan mu bukan lah aku tapi mereka! lilitan perban itu lalu menjentikkan jari dan para monster seketika menyerang Athena.

"mereka bukan lah halangan besar bagi ku" gadis itu lalu melayang kan serangan kuat yang langsung membuat ratusan monster yang menyerang nya hangus.

"apa kau itu monster?!!! tanya si lilitan perban gembira.

" bukankah yang kau berikan pada ku tadi yang monster? gadis itu menebas salah satu lengan si lilitan perban.

"Srekh!!

" ugh..!!

"uhuk! ia memegangi lengan nya yang sudah buntung.

" apa? heran nya saat kemampuan regenerasi nya justru tidak mempan.

"kau pikir setelah tertebas Pareidas masih bisa melakukan regenerasi? Athena kembali melesat dan menebas lengan nya.

" Srekh!

"uhuk!

" huffttt" entitas lilitan perban itu menatap langit.

"dasar menyebalkan!!

"apa kau pernah mendengar tentang legenda raja iblis?

" aku pernah mendengar nya"

"Bugh!

" bugh!

"Srakh!

" srakh!

"prang!

" aku sangat senang saat tau di dunia manusia ada calon kandidat raja iblis baru" ucap nya tersenyum.

ia lalu mengayunkan pedang nya untuk menebas Valeo.

"prang! pedang nya berhasil di tahan oleh Keiya.

" apa di dunia manusia seperti ini raja iblis bisa terlahir? tanya Keisha menyerang nya dari belakang.

"Prang!

" tentu saja!

"raja iblis baru bisa terlahir dari dunia manapun!!

" Brakh!

"Bugh!

" Bugh!

"Bugh!

" ugh!

entitas dengan pedang itu menggigit bibir nya kuat saat tubuh nya di tendang oleh Keeta.

"uhuk!

" apa kalian tidak merasa bersalah telah mengeroyok satu orang lemah? tanya nya menaikkan satu alis nya.

"kau bukan lah manusia" ucap Valeo datar.

"apa kalian juga akan melakukan hal yang sama jika lawan kalian adalah manusia? tanya nya melesat dan menyerang Valeo.

" itu bisa dibicarakan! Keiya menghadang sebelum berhasil mendekati Valeo.

"prang!!

" Prang!

"Prang!

" prang!

"Srekh!

" srekh!

"bugh!

pertarungan mereka berempat melawan satu orang terus berlanjut, meskipun mengalami luka luka, setidaknya kondisi mereka lebih baik dari yang mereka lawan.

" kita kembali! ucap seorang dengan pedang itu, ia memegangi kerah baju si lilitan perban lalu pergi menggunakan sihir ruang.

"Kau pikir bisa lolos? Athena melayang kan sihir tingkat tinggi yang berhasil memblokir sihir ruang si pedang.

" Ck!!

"ini tidak ada di kontrak!! gumam nya kesal.

ia lalu menjentikkan jari kuat dan ratusan monster dan juga Hewan spiritual membabi buta.

mereka menyerang Athena dan 4 pendamping nya.

" lawan lah mereka selagi aku dan dia pergi " ucap nya kembali membuka ruang.

"Tunggu!!! teriak gadis itu.

namun para monster dan hewan spiritual menyerang nya, ia terpaksa tidak mengejar mereka dan melawan para monster.

" Srekh!

"Srekh!

" srekh!

"srekh!

" lebih cepat!

"apa kau masih tidak bisa melihat ke sana?!!

" aku tidak bisa melihat apapun!

"tapi sinyal kehidupan masih ada disana!

" aku merasakan inti kekuatan Athena!

"bagaimana dengan Emiliano Agarin Sina dan Aron?!!

" aku tidak merasakan apapun!

"jangan sibuk berpikir hal macam-macam!

" percepat langkah kalian dan terus berlari!

"tunggu!

" brakh!

"ada apa?

" aku menemukan jepit rambut milik Agarin!

"apa?!

" lihat!

"sarung pedang Emiliano berada disini!

" apa mereka sudah?!

"kita urus nanti!!

" ambil barang itu dan lanjut berlari!!

"bisa saja keadaan di sana sangat buruk!!

ia mengenggam erat penjepit rambut di tangan nya.

" kau benar!

"jika kita tidak segera datang aku takut Athena juga...

" Athena!! teriak seorang pemuda.

di belakang nya beberapa orang lagi ikut datang.

"huh?

" apa-apaan ini?

gumam mereka terkejut saat melihat pemandangan di hadapan mereka.

"dia benar-benar monster!

" memang nya ada manusia yang bisa melakukan semua ini seorang diri?

seorang gadis berdiri tegak di tengah tengah tumpukan mayat monster, tubuh gadis itu berlumuran darah hingga membuat rambut putih nya berubah menjadi setengah merah.

ia lalu menoleh ke belakang, tatapan nya kosong namun menajam, ia menginjak tubuh seekor monster sambil memegang erat sobekan pakaian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!