NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Mafia

Terjerat Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Psikopat itu cintaku / Hamil di luar nikah / Mafia / Tamat
Popularitas:106.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Masatha.

"Kenapa kau menciumku?" pekik Liora panik, apalagi ini adalah ciuman pertamanya.

"Kau yang menggodaku duluan!" balas Daichi menyeringai sembari menunjukkan foto Liora yang seksi dan pesan-pesan menggatal.

Liora mengumpat dalam hati, awalnya dia diminta oleh sahabatnya untuk menggoda calon pacarnya. Tapi siapa sangka Elvara malah salah memberikan nomor kakaknya sendiri. Yang selama ini katanya kalem dan pemalu tapi ternyata adalah cowok brengsek dan psikopat.

Hingga suatu saat tanpa sengaja Liora memergoki Daichi membunuh orang, diapun terjerat oleh lelaki tersebut yang ternyata adalah seorang Mafia.

Visual cek di Instagram Masatha2022

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masatha., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Liora sempat mengira Daichi akan membawanya ke apartemen dan melakukan hal-hal cabul seperti biasanya, sebagai bentuk “hukuman” atas pembangkangannya. Tapi rupanya, malam ini berbeda. Mobil itu justru berhenti di depan rumah besar dengan halaman luas, lampu-lampu taman memantulkan cahaya keemasan di antara dedaunan basah.

Rumah Daichi.

Liora terdiam, mencoba menebak arah pikir lelaki itu. “Kenapa kamu bawa aku ke sini?” tanyanya dengan suara datar, namun matanya waspada.

Daichi tidak langsung menjawab. Ia hanya menarik napas panjang, menatap lurus ke depan seolah berperang dengan pikirannya sendiri. “Aku capek, Lio. Capek disalahpahami terus. Malam ini aku cuma mau semuanya selesai. Aku nggak mau kamu ngambek lagi.”

Nada suaranya lelah, tapi masih mengandung tekanan yang membuat dada Liora berdesir. Ia tak yakin harus percaya atau tidak.

Di halaman rumah, Alana sedang duduk di bangku kayu, mengobrol di telepon sambil tersenyum manis. Ketika mobil Daichi berhenti, wajahnya langsung berseri. Namun ekspresinya membeku saat Daichi turun, berjalan mengitari mobil, dan membukakan pintu untuk—Liora.

Mata Alana menajam, dan sekejap keheningan menggantung di udara.

Demi apa pun, Liora merasakan kepuasan kecil yang dingin di dadanya. Bukan karena lelaki itu, tapi karena akhirnya Alana tahu posisinya. Selama ini perempuan itu terlalu pongah, merasa istimewa hanya karena bisa tinggal di rumah Daichi.

Daichi menatap Liora, lalu menggenggam tangannya dengan tenang. Genggaman yang hangat tapi sarat kuasa. Ia mendekati Alana, sementara Liora menegakkan bahu, seolah baru saja memenangkan perang tak kasatmata.

“Alana,” suara Daichi lembut tapi tegas. “Mulai besok kamu tinggal di hotel, ya. Aku nggak mau Liora salah paham lagi.”

Alana tertegun, wajahnya memucat. “Tapi... Daichi, kamu sudah janji sama kakakku untuk melindungiku selama aku di Indonesia.”

Daichi mengangguk pelan. “Aku tetap menepati janji itu. Akan ada bodyguard yang menjaga kamu. Aku cuma nggak mau ada lagi kesalahpahaman.”

Alana menatap mereka bergantian. Pandangan itu penuh luka, tapi juga amarah yang ditahan. “Kamu berubah,” bisiknya, sebelum berbalik dan berlari masuk ke dalam rumah. Suara pintu yang dibanting menggema, membelah malam.

Liora diam saja, tapi bibirnya tersungging samar. Ada rasa puas yang ia benci tapi tak bisa disangkal.

Sementara Daichi menatap pintu yang tertutup rapat itu, matanya suram. “Aku sudah mengingkari janji pada sahabat aku, ” katanya pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri.

Liora menatapnya dari samping. Untuk pertama kalinya malam itu, Daichi tampak... manusiawi. Tidak mendominasi, tidak memaksa. Hanya lelah, dan kesepian.

Dan entah kenapa, bagian kecil dari hati Liora bergetar melihat itu.

Namun ia buru-buru menepisnya, menegakkan kepala. “Kamu sungguh-sungguh mencintaiku?"

Daichi menatapnya dalam-dalam. Senyum tipis muncul di wajahnya—bukan lagi senyum dingin yang biasa, tapi sesuatu yang lebih berbahaya.

“Apakah ini masih kurang? Baiklah.Aku akan buktikan, Lio. Tapi setelah malam ini, kamu nggak akan bisa pergi dariku lagi.”

"Maksud kamu apa dengan kata setelah malam ini?" tanya Liora tak paham.

Daichi segera menarik Liora dalam dekapannya, di bawah bulan yang bersinar terang Daichi mendekatkan wajahnya ke wajah Liora lalu mengecup bibirnya penuh perasaan.

"Aku tak pernah tertarik dengan wanita manapun, jangankan menyentuh mereka, memperhatikan saja tidak," lirih Daichi.

Liora tercengang, apakah dia benar-benar yang pertama untuk Daichi? Sialnya Daichi juga merupakan lelaki pertama untuknya yang membuat jantungnya berdebar-debar seperti ini.

*

*

*

Alana menangis tersedu di kamar lantai dua. Isakannya pecah dalam keheningan malam, menyatu dengan desau angin yang menembus celah jendela. Ia tahu dirinya sudah kalah.

Daichi adalah lelaki yang keras kepala. Jika ia berkata A, maka dunia pun tak akan bisa mengubahnya menjadi B. Pendiriannya tajam seperti baja, dan malam ini, Alana sadar—lelaki itu telah memilih.

Dari balik tirai balkon, Alana bisa melihat mereka. Di bawah sana, di halaman yang masih diterangi lampu taman, Daichi memeluk Liora. Tubuhnya condong, napasnya berat, dan dalam ledakan emosi yang tertahan, ia mencium perempuan itu dengan penuh hasrat. Ciuman yang tidak menyisakan ruang bagi siapa pun di antara mereka.

Seketika dada Alana terasa diremas. Napasnya tersengal. Air mata jatuh tanpa henti di pipinya yang pucat.

Dulu, di Italia, Daichi selalu jadi sorotan. Lelaki populer di klub malam, tampan, tenang, dan sulit didekati. Banyak wanita mencoba menjeratnya, tapi ia selalu menolak dengan dingin. Itu sebabnya Alana dulu percaya—ia berbeda. Ia yakin Daichi bersikap baik padanya karena cinta.

Namun malam ini, semua keyakinan itu runtuh. Ia baru mengerti bahwa Daichi memperlakukannya dengan lembut bukan karena perasaan, melainkan karena statusnya—adik dari De Luca.

Dengan tangan gemetar, Alana meraih ponsel dan menekan nomor yang sangat dikenalnya. Sambungan tersambung, dan suara berat di seberang sana langsung terdengar.

“Alana?”

Tangisnya pecah. “Kak... Daichi memilih perempuan itu. Dia lebih memilih Liora daripada aku. Padahal dia sudah janji akan menjagaku di sini.”

Beberapa detik hening. Hanya terdengar tarikan napas pelan dari De Luca di seberang. Saat akhirnya berbicara, suaranya tenang tapi dingin.

“Berhenti menangis,” katanya datar. “Jangan bodoh. Lelaki seperti Daichi tidak mudah diluluhkan. Kalau kau ingin menang, jangan tunjukkan kelemahanmu.”

“Tapi aku—”

“Diam dan dengarkan.” Nada suaranya tajam. “Untuk sekarang, bersabarlah. Jangan lakukan apa pun yang membuatnya muak padamu. Biarkan dia percaya kalau kau sudah menyerah.”

Alana terdiam. Suara tangisnya perlahan mereda.

De Luca melanjutkan, kali ini dengan nada lebih pelan, tapi menyimpan racun halus. “Sebentar lagi dia akan kembali ke Italia. Mereka akan LDR. Waktu dan jarak akan jadi senjata terbaikmu. Saat dia lengah... hancurkan kepercayaan mereka.”

Kata-kata itu menggema di telinga Alana, menyalakan bara di hatinya yang retak. Ia menghapus air mata, menatap bayangan dirinya di kaca—pucat, tapi dengan sorot mata baru yang tak lagi rapuh.

“Baik, Kak,” bisiknya pelan. “Aku tidak akan kalah lagi.”

"Besok kamu patuh saja saat diminta tinggal dihotel. Bodyguard yang menjagamu juga nggak kalah hebat, yang penting saat ini kamu aman."

"Tapi aku nggak akan melihat Daichi, dia terlalu sibuk dengan kekasihnya."

"Atau kau ingin pulang saja ke Itali?"

"Tidak, aku ingin pulang bersama Daichi."

"Kalau gitu patuhlah, jangan membuat masalah di negara orang."

"Iya, Kak."

Alana memutuskan sambungan telepon. Menatap Daichi dan Liora dengan tatapan tajam.

Di bawah sana, Liora masih berada dalam pelukan Daichi. Ah sial, dadanya terasa panas terbakar api cemburu. Seharusnya yang dalam dekapan Daichi dan dicintai segila itu adalah dirinya. Bukan Liora. Kalau saja saat ini sedang di negaranya, sudah pasti Alana ingin melenyapkan nyawa Liora.

1
Lanii_29
ceritanya menarik
christina paya wan
nama saja org kaya,kenapa tak di siasat..aku yg geram thor..
christina paya wan
pasti ulah ibu tiri liona tu..
christina paya wan
mula2 nama kakak tiri liona Raka,kok sekarang jadi Saka thor..
Dian Fitriana
update
Aira Zaskia
Kak cerita yg 2 kok gk ada lagi kak,kebucinan suami posesif sama menikah demi warisa
Linda Si'alienn
min ko udah di cari lanjutannya lio sama kenji ko ngk ada ya,,udah klik judulnya tapi ngk nongol2 😔😌
Linda Si'alienn
👍👍
Lestari Ari Astuti
udah ubpet blm kak, masih di noveltoon
Ana Sihaloho
bagus banget tapi sayang kalo Liora nya sama mada😭
Maya_she
👍
Zeni Safitri
visuaLnya ga ada ta thor
Zeni Safitri
👍
Masatha
Yang penasaran dengan kisah Liora dan Daichi sudah ada season dia ya, judulnya : Mantan Membawa Petaka
Ana Sihaloho: ia min di aplikasi apa
kalo bisa di noveltoon aja ia😄
dan kalo bisa cepat ia soalnya udh penasaran kali ini
total 2 replies
Iryani levana khrisna Khrisna
deg degan tapi penasaran sama daichi dan Lio 🫣
Iryani levana khrisna Khrisna
jadi deg deg an sendiri
Iryani levana khrisna Khrisna
jadi penasaran 🤔
Encuzse Wakgoes
nah ya, papa tirinya orang Bali juga holkay
Encuzse Wakgoes
nyesek
Encuzse Wakgoes
ah elvara, pengen ikutan meluk kamu, solidaritas tanpa batas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!