NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Sementara itu, Bram yang

acara meetingnya jam 2 batal karena ditunda minggu depan, sudah melajukan

mobilnya menuju bandara menjemput Renata tanpa memberitahukan dulu untuk

kejutan. Bram langsung mengarahkan mobilnya menuju gedung parkir. Saat Bram

melintas di dalam gedung parkir, dari jauh sudut matanya melihat sosok Renata

yang berjalan beriringan dengan Erwin akan masuk mobil yang diikuti dengan

sopirnya, dan kemudian mobil berjalan ke arah luar gedung parkir. Hati Bram

benar-benar bergejolak. Marah, sedih, kecewa, menyesal bercampur aduk jadi

satu. Dia menyesal kenapa tidak memberi tahukan lebih dulu pada Renata kalau

dia sudah berada di sekitar bandara. Dia kecewa kenapa Renata yang semula

bilang akan naik taksi ternyata ikut dengan Erwin. Dia sedih dan takut

kehilangan Renata. Tanpa sadar Bram meremas-remas rambutnya ketika mobil yang

ditumpangi Renata dan Erwin sudah tidak kelihatan lagi.

Di dalam mobil, Renata

dan Erwin yang duduk di jok belakang sama-sama diam. Tidak ada yang memulai pembicaraan.

Renata memalingkan wajahnya ke luar jendela, sementara Erwin asyik dengan

ponselnya

Bram dengan segala perasaannya,

akhirnya keluar dari gedung parkir bandara dan melajukan mobilnya ke kantor

papinya. Dia tidak mau balik ke kantornya. Dia butuh orang untuk diajak bicara,

untuk menumpahkan kekesalan dan kekecewaannya, dan orang itu adalah Arya,

sahabatnya.

Setelah menempuh

perjalanan hampir 1 jam, mobilpun sudah sampai di depan rumah Renata. Sopir

turun untuk mengeluarkan koper Renata dari bagasi, sementara Renata turun

diikuti oleh Erwin.

“Makasih pak sudah

mengantar sampai rumah.” Kata Renata

“Oke... sama-sama. Besok

kamu ngantor kan..?”

“Iya pak....”

“Yuuukkk... aku pamit

dulu...” Kata Erwin sambil masuk kedalam mobilnya. Renata mengangguk.

“Pak makasih ya ...” Kata

Renata pada sopir Erwin.

“Iya bu... sama-sama... mari....”

Mobilpun melaju

meninggalkan rumah Renata, yang kemudian masuk ke dalam rumah setelah mbok Jum

membuka pintu. Mbok Jum terlihat senang Renata sudah kembali ke rumah.

“Lhooo... jeng katanya

sampai Jumat.”

“Kerjaan sudah selesai

mbok. Itu oleh-oleh yang sebagian buat di rumah ya mbok, lainnya besok buat

temen kantor, Rena mandi dulu terus mau tidur.” Kata Renata sambil melangkah

menuju kamarnya.

Mbok Jum kemudian

mengeluarkan baju-baju kotor dari dalam koper dan menaruh ke dalam keranjang

cucian.

Sementara itu Bram yang

sudah sampai di kantor papinya, langsung menuju lift untuk ke ruangan Arya

dengan wajah kusut. Para karyawan yang berpapasan dengan Bram heran dan

berbisik-bisik, karena biasanya anak bos yang tinggi gagah dan terkenal ganteng

itu ramah, tapi kali ini wajahnya kusut dan sangat cuek.

“Nita.. Arya ada..??” Tanya

Bram pada sekretaris papinya. Nita terkejut karena tiba-tiba Bram sudah berdiri

di depannya dengan wajah kusut.

“Eeeeehhh.... pak Bram bikin

kaget aja. Pak Arya masih meeting. Mungkin sebentar lagi selesai..”

“Sama papi juga...?”

“Iya pak, sama tamu dari

Singapore..”

Bram langsung menjatuhkan

tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu. Nita makin heran melihat Bram

selonjoran di sofa sambil memejamkan matanya.

“Mau saya buatkan kopi

pak..?”

“Boleh dech. Makasih ya..”

Jawab Bram masih dengan mata terpejam. Nita berjalan menuju pantry untuk

membuat kopi. Setelah selesai ditaruh di meja depan sofa. Bram masih tetap diam.

Sekitar 15 menit kemudian, papinya masuk ke ruangan diikuti Arya di

belakangnya.

“Lho Bram... ngapain kamu

di sini...?” Tanya papinya heran.

“Eh... papi... udah

selesai meeting pi...?’ Bram malah balik tanya.

“Sudah. Bram masuk ke

ruangan papi..!!!” Perintah papinya.

“Entar aja pi, mau

ngobrol sama Arya dulu...”

“Ya sudah...” Papinya

melangkah masuk ke ruangan,diikuti Nita yang membawa dokumen-dokumen untuk

ditandatangani.

“Ngapain muka loe kusut

begitu...?” Tanya Arya setelah mereka masuk ke ruangan Arya. Bram langsung

selonjoran di sofa panjang. Bram diam, belum menjawab pertanyaan Arya, tapi

Arya sudah menduga pasti ada masalah yang berhubungan dengan Renata. Arya tahu

persis, kalau soal pekerjaan tidak akan pernah membuat Bram sekacau ini,

sesulit apapun pekerjaan itu. Arya kemudian berjalan keluar, minta tolong Nita

untuk menyuruh OB membuatkan kopi.

“Bram... loe ngapain

kesini kalau cuman mau bengong doank..???” Tanya Arya karena melihat Bram diam

saja, dengan wajah yang masih kusut.

Bram menghela nafas

panjang, kemudian garuk-garuk kepala yang tidak gatal.

“Gua barusan dari bandara

mau jemput Renata......” Bram diam, kembali menghela nafas panjang

Tak lama seorang OB

datang membawa nampan berisi dua cangkir kopi.

“Makasih...”

“Ya pak.... sama-sama....

permisi...” OB pun keluar.

“Minum dulu kopinya, biar

seger.... baru cerita...” Kata Arya lagi sambil menyeruput kopinya. Bram pun

ikut-ikutan.

“Terus kenapa dengan

Renata..?” Tanya Arya. Kemudian Bram menceritakan semuanya pada Arya. Setelah

cerita, Bram kembali meneguk kopinya. Arya tertawa mendengar cerita Bram

“Kenapa loe malah

ketawa..???” Tanya Bram kesal sambil melotot ke arah temannya.

“Gimana gua gak ketawa....

lha loe kayak anak AGB begitu. Cemburu gak jelas sampai muka loe kusut kayak kucing

kesiram air begitu”

“Terus gue mesti

gimana...???”

“Sekarang gue tanya...,

apa Renata udah resmi jadi pacar loe....??”

Bram menghela nafas lagi

mendengar pertanyaan Arya. Yaaa memang Renata belum resmi menjadi pacar Bram.

Bahkan ungkapan cinta dari Bram pun belum mendapat jawaban sampai sekarang.

Kenapa dirinya jadi se posesif dan sekacau begini?

“Bram coba deh loe pikir

dengan kepala dingin. Loe ngomong nggak kalau mau jemput Renata? Kan loe dah

bilang kalau loe ada meeting terus nggak bisa jemput. Nah... sekarang giliran

Renata bareng ma cowok, kenapa loe yang sewot? Jangan nyalahin Renata donk.

Kali aja rumah mereka searah. Terus Erwin merasa sebagai laki-laki dan bos yang

bertanggungjawab nganterin Renata. Why not???”

“Tapi kenapa mesti Erwin?

Kok loe jadi belain mereka sih...!” kata Bram dengan muka kesal mendengar

pejelasan Arya panjang lebar yang tidak mengenakkan hatinya.

“Gue bukan belain mereka.

Tapi kan benar Renata gak tahu kalau loe mau jemput. Loe nya aja yang ke PD an

mau bikin surprise... ehhh..... malah terkejut sendiri..”

“Terus gue mesti

gimana....???”

“Yaaa.... anggab aja sekarang

lagi ada ajang kompetisi, tinggal lihat siapa yang jadi pemenang... haa.....”

Arya tertawa melihat wajah Bram makin mengkerut

******

Tims kalau masih setia.... ayo mampir terus, beri semangat like komen vote, biar terus rajin up..😍😍😍

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!