Berkisah tentang seorang laki-laki yang begitu mencintai sosok kekasih masa kecilnya yang tak lain adalah Humairah Aarin Ashab Lemos dan laki-laki itu bernama Brayen Pahlevi Rahmat Lubis.
Keduanya sama-sama berasal dari keluarga Sultan!
"Aku lelah memperjuangkan hubungan kita. Selama ini hanya aku yang kegirangan saat kita menghabiskan waktu bersama. Sedangkan kamu? Kamu menganggap aku tak lebih dari parasit yang melekat padamu! Jadi mari akhiri semua ini." Brayen berucap lirih di iringi butiran kristal membasahi pipinya.
***
"Jika dulu Brayen yang mengejar ku. Maka sekarang aku yang akan mengejarnya. Akan aku pastikan Brayen kembali ke dalam pelukan ku! Meski itu membutuhkan waktu yang lama." Aarin berucap dengan semangat berapi-api.
STOP PLATGIAT ✋✋ INI MURNI KARYA AUTHOR
JANGAN LUPA TAP FAVORIT, LIKE KOMENTAR VOTE DAN BERI RATING 5 YAH KAKAK 😘😘 AGAR KARYA INI SEMAKIN BERSINAR 🤭🥰🤗🥳🥳
YANG SUKA KOMEDI BISA LANGSUNG STAY DI SINI🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di larang pergi
Sebelum membaca harap tekan gambar jempol terlebih dahulu ..
Ya Allah semoga yang like coment dan vote di mudahkan rezekinya 🙏🙏🙏🙏
...----------------...
Aku pergi …
Untuk menata hati yang telah di sakiti ..
Ini bukan akhir dari kisah cinta suci ..
Tapi ini bukti dari mencintai ..
Akan ada yang berubah ..
Akan ada yang bertahan ..
Tapi percayalah ..
Namamu tetap bertahta di hati ku ini ..
Brayen Pahlevi Rahmat Lubis
...----------------...
"Sayang .. mommy tidak izinkan kamu ke Amerika!" Putri berucap tegas membuat Aaron, Arka dan Aarin tersentak.
"Myy .." Aarin menatap nanar wanita yang telah melahirkan dirinya.
"Sekarang mommy mau tanya! Kamu ke Amerika ngapain?" tanya Putri menatap intens wajah Aarin yang basah akan air mata.
"Aarin mau Brayen .. Aarin mau kejar Brayen .." Gadis cantik berambut pirang itu berkata jujur. Karena yang ada di pikirannya yaitu Brayen. Kekasih masa kecilnya yang selalu bersama nya kini pergi meninggalkan dirinya dalam keadaan hati yang terluka.
"Lalu apa menurut kamu Brayen akan menerima kamu lagi?" Putri bertanya datar membuat Aarin tersentak kaget. Mommy nya bertanya seolah-olah Brayen tak mau lagi bersama dengannya.
"Apa maksud mommy? Tentu saja Brayen akan mau sama Aarin karena Brayen cinta sama Aarin!" Gadis cantik yang sedang rapuh itu tak sengaja meninggikan suaranya membuat Arka, Aaron dan Putri tersentak.
"Aarin .."
"Beraninya kamu meninggikan suaramu pada mommy, huh?" Aaron yang sedari tadi diam begitu murka ketika mendengar Aarin meninggikan suaranya saat berbicara dengan Putri. Sosok ibu yang begitu di sayang dan di sanjung nya selama ini.
Begitu juga Aarin yang merasa bersalah karena tersadar saat melihat Putri menjatuhkan air matanya. Aarin segera bersimpuh di bawah kaki Putri memohon ampun pada ibunya.
Aarin tahu betul malapetaka apa yang akan menimpa seorang anak bila membuat ibunya menangis. Istilah kata satu tetesan air mata seorang ibu mampu menenggelamkan satu negara.
"Mommy .. maafin Aarin! Hiks .. hiks .. Aarin berdosa karena sudah membentak mommy! Maafin Aarin .. Myy!" Aarin mencium kaki dan lutut Putri.
Putri menghapus air matanya lalu tersenyum lembut menangkup pipi anak perempuan nya.
"Myy .." Aarin memanggil putri dengan suara serak.
"Apa benar kamu sayang sama Brayen?" tanya Putri serius dengan suara yang lembut mampu menggetarkan jiwa siapapun yang mendengarnya.
"Benar Myy .. Aarin menyesal karena udah menyia-nyiakan Brayen selama ini! Aarin sadar kalau selama ini telah banyak menyakiti Brayen. Bahkan Aarin menolak menikah dengan Brayen hanya demi mengejar cita-cita Aarin!" Gadis itu mengatakan apa yang di rasakan nya pada mommy nya.
Arka, Putri dan Aaron tersentak mendengar perkataan Aarin. Mereka tidak menyangka Brayen akan melamar Aarin secepat itu.
"Brayen mengajak kamu menikah?" tanya Arka tak percaya.
"Bener, Dad. Brayen tiap hari ngajak Aarin nikah!" jawab Aarin mengangguk kepalanya polos.
"Syukur lah .. dia cuma ajak kamu nikah bukan ajak kamu kawin .." Arka mengelus dadanya, sedangkan Putri yang mendengarnya mencubit halus pinggang Arka karena sudah berbicara tak bagus di depan anak-anaknya yang masih polos.
"Haduh .. ampun sayang .. ampun!" Arka meringis kesakitan mengelus pinggangnya yang terasa sakit.
"Kenapa sih kamu selalu kelepasan kalau ngomong!" bisik Putri kesal membuat Arka tertawa cengengesan.
"Hehe .. rem nya blong sayang!" Arka mencium pipi Putri guna meredam kekesalan istri tercintanya yang sedang sensitif karena hormon kehamilan itu.
Putri berdehem guna menormalkan emosinya. Kemudian wanita cantik itu tersenyum lembut mengelus puncak kepala Aarin penuh cinta.
"Kalau memang benar Brayen pernah mengajak kamu menikah .. mommy mengizinkan kamu ke Amerika .. tapi dengan syarat! Aaron ikut kamu ke sana agar dia bisa menjaga kamu!" Putri berucap tegas membuat Aarin tersenyum lebar sedangkan Aaron terkejut.
"Mom .. tapi Aaron maunya ke Prancis bukan ke Amerika!" bantah Aaron membuat Aarin langsung menatap dirinya dengan mata puppy eyes.
Degg.
Mulai deh batin Aaron kesal.
"Abang …" Aarin bangkit berdiri menggenggam kedua tangan Aaron. Gadis cantik berambut pirang itu memiringkan kepalanya ke samping, tak lupa memasang wajah seimut mungkin berharap saudara kembarnya luluh.
"Abang-abang .. giliran ada maunya baru kamu panggil aku Abang! Kemarin-kemarin kamu enggak tuh panggil aku Abang .." Aaron membuang wajahnya ke samping tak sanggup melihat wajah Aarin.
Namun gadis cantik itu tak kehabisan akal. Aarin memeluk erat tubuh Aaron kemudian mendusel di ketiak Aaron. Hal yang biasa yang Ia lakukan bila meminta sesuatu pada Aaron.
"Ih .. apaan sih! Pokoknya aku gak mau ke Amerika. Aku mau ke Prancis ikut Bryan!" Aaron berusaha melepaskan pelukan Aarin namun gadis cantik itu semakin mengeratkan pelukannya.
"Gak boleh nolak permintaan adik sendiri. Nanti durhaka baru tahu rasa!"
"Idih .. di mana-mana yang kecil durhaka pada yang tua. Ini malah kebalikannya! Gak mau aku .."
"Aku janji akan memanggil Aaron Abang kedepannya! Aku janji juga gak bakal galak-galak lagi. Aku janji akan jadi adik yang baik! Asalkan Abang mau ikut aku ke Amerika!" Aarin berusaha membujuk Aaron dengan segala janji manis yang di ucapkan nya.
"Gak .." Tolak Aaron tegas membuat Aarin langsung menyeringai penuh arti.
"Kalau begitu aku akan mengatakan sama mommy dan Daddy kalau kemarin kamu di cium sama Monica!" bisik Aarin membuat Aaron terbelalak.
Oh tidak .. rahasia yang di simpan oleh Aaron tercium oleh Aarin.
Oh ya ampun .. bisa-bisa aku di kirim ke pondok pesantren kalau sampai mommy mau batin Aaron ketakutan.
"Haiss .. baiklah aku akan menuruti kemauan kamu. Dan jangan bilang sama mommy dan Daddy tentang Monika! Kamu juga harus memanggil aku Abang dan bersikap baik pada aku ke depannya!" bisik Aaron di telinga Aarin dan di balas anggukan oleh gadis cantik itu.
"Janji akan jadi adik yang baik!"
*
*
*
Sedangkan di tempat lain. Seorang pria tampan duduk bersandar di kursi kafe mewah. Terlihat pria tampan itu seperti sedang menunggu seseorang karena sedari tadi Ia melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Kalau bukan karena perintah mama aku males bertemu dengan gadis itu!" gumam pria tampan tersebut menghela nafas berat.
Pria itu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Dia mengusap layar ponselnya penuh cinta. Terlihat sebuah foto seorang gadis cantik berambut pirang sedang tertidur memeluk boneka kelinci dengan pose yang teramat sangat imut.
"Kamu lagi apa di sana? Apa kamu merindukan ku? Maafin aku yang udah ninggalin kamu tanpa kabar! Tapi kalau aku masih di sana bisa-bisa rencana yang telah aku susun rapi hancur karena aku sendiri yang tidak sanggup menahan rindu untuk bertemu kamu. Lebih baik aku yang pergi untuk menenangkan hati dan jiwa ku. Nanti kalau aku sudah tenang dan aku sanggup berhadapan dengan mu. Barulah aku kembali!"
Pria tampan itu tersenyum lembut mencium layar ponselnya. Kerinduan nya pada sosok gadis yang berada di tempat yang jauh membuat dirinya terasa tersiksa.
"Hi .. I'm sorry I'm late!" Seorang gadis cantik tiba-tiba datang lalu mencium pipi pria tampan itu.
Bersambung.
Hai .. Kaka semua ..
Perjuangan Aarin akan segera di mulai nih .. kira-kira gimana ya bila gadis bar-bar dan dingin seperti Aarin bucin 🙈🙈🙈🤔🤔
Author up lagi nih ..
Maaf telat up karena author ketiduran efek minum obat😂😂🤧🤧
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰