NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zaviar yang Mulai Bertindak

Di atas ranjang king size, Arumi mulai menggerakkan jemari tangannya pelan. Kelopak matanya bergetar beberapa kali sebelum akhirnya terbuka dengan lambat. Hal pertama yang ia rasakan saat kesadarannya terkumpul adalah rasa remuk redam yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Otot-otot paha, pinggang, dan punggungnya terasa kaku, seolah-olah ia baru saja dijatuhi sebongkah batu besar. Arumi meringis pelan, mencoba mengubah posisi duduknya, namun erangan lirih langsung lolos dari bibirnya yang terasa kering.

‎"Sialan... badan gue kayak habis digilas truk tronton," umpat Arumi dengan suara yang luar biasa serak dan parau. Sifat ceplas-ceplosnya langsung keluar bahkan sebelum nyawanya genap terkumpul sepenuhnya.

‎Ia menolehkan kepalanya ke samping, dan detak jantungnya langsung berdesir konstan. Di sana, duduk di sebuah kursi berlengan tunggal tepat di sisi ranjang, Zaviar Ravindra sedang menatapnya. Pria itu sudah berganti pakaian mengenakan kemeja santai berwarna abu-abu arang dengan beberapa kancing atas yang sengaja dibuka. Di atas pangkuannya, terdapat sebuah tablet kerja yang menyala, namun fokus matanya sama sekali tidak berada pada layar digital tersebut. Mata obsidian Zaviar yang tenang, dalam, dan sarat akan obsesi murni terkunci mati pada raga Arumi sejak wanita itu menghela napas pertamanya saat terbangun.

‎Zaviar meletakkan tabletnya di atas meja kecil, lalu menggeser duduknya ke tepi ranjang. Tangan besarnya yang hangat langsung terulur, menyentuh kening Arumi untuk memeriksa suhu tubuh istrinya. "Demammu sudah turun. Bagaimana perasaanmu? Masih ada yang sakit?" tanya Zaviar dengan suara baritonnya yang rendah dan penuh perhatian yang protektif.

‎Arumi menepis tangan Zaviar dengan sisa tenaganya yang minim, meskipun ia tahu tindakan itu sama sekali tidak akan membuat suaminya menjauh. "Gak usah sok manis lu, Kaku! Pake nanya bagian mana yang sakit lagi. Lu sama peliharaan lu yang gila di dalam kepala itu beneran kagak ada otaknya ya! Bergantian ngehajar gue dari malam sampai siang, dikira badan gue terbuat dari karet apa?!" semprot Arumi, matanya mendelik tajam menatap wajah tampan di depannya.

‎‎Zaviar tidak terpengaruh sama sekali oleh semprotan barbar Arumi. Sebaliknya, ia justru menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Arumi, memastikan gaun tidur sutra longgar yang dikenakan istrinya tetap menutupi leher dan bahunya dengan baik agar tidak terkena embusan angin pendingin ruangan. Sifat posesifnya yang kaku kembali mengambil alih dominasi ruangan.

‎"Kau yang memanggil Varian keluar semalam, Sayang. Jangan menyalahkan kami jika alter egoku mengambil jatahnya dengan cara yang tidak kau sukai," balas Zaviar datar, namun jemarinya bergerak lembut, mengusap bekas lebam merah keunguan di pergelangan tangan Arumi dengan tatapan yang menyiratkan penyesalan samar. "Dan untuk rapat pentingmu jam sembilan pagi tadi... aku sudah menyuruh Mahendra membatalkannya secara sepihak. Ravindra Group memegang saham mayoritas di sana, mereka tidak akan berani memprotes ketidakhadiranmu."

‎"Apa?! Lu gila ya, Zaviar!" Arumi langsung menegakkan tubuhnya, mengabaikan rasa nyeri yang menusuk di pinggang bawahnya. "Itu proyek yang udah gue susun berminggu-minggu, kampret! Lu main batalin aja seenak jidat lu! Gue ini bukan pajangan di rumah ini yang kerjaannya cuma tiduran di atas kasur sutra lu!"

‎Melihat Arumi yang mulai tersulut emosi, sorot mata Zaviar mendadak berubah menjadi sangat dingin dan mengintimidasi. Ia memajukan tubuhnya, mengikis jarak di antara mereka hingga Arumi bisa mencium aroma maskulin dan wangi sabun mandi yang pekat dari tubuh suaminya. Zaviar mencengkeram kedua bahu Arumi dengan lembut namun tak terbantahkan, memaksa wanita itu untuk bersandar kembali pada tumpukan bantal.

‎"Dengarkan aku, Sayang," desis Zaviar, suaranya bergetar rendah oleh amarah yang tertahan. "Mulai hari ini, kau tidak akan pergi ke kantor mana pun tanpa pengawalan berlapis dari tim eliteku. Jika kau menolak, aku akan membeli perusahaan tempatmu bekerja, membakarnya hingga rata dengan tanah, dan mengurungmu di dalam kamar ini selamanya agar kau tidak bisa melangkah keluar satu senti pun."

‎Arumi tertegun sejenak menatap kilat kegilaan di mata obsidian Zaviar. Ia tahu pria di depannya ini tidak pernah main-main dengan ucapannya. Sisi posesif Zaviar yang kaku ternyata bisa sama mengerikannya dengan keliaran Varian jika sudah menyangkut keselamatan raganya.

‎Arumi mendengus kasar, memalingkan wajahnya ke samping dengan kesal. "Posesif lu beneran udah sakit jiwa, Kaku. Lama-lama gue bisa stres tinggal di mansion ini."

‎"Aku tidak peduli jika harus dicap sakit jiwa, asalkan kau tetap hidup dan berada di bawah kendaliku," jawab Zaviar mutlak. Tangan besarnya bergerak naik, mengusap rahang Arumi dengan ibu jarinya, memaksa wajah cantik istrinya untuk kembali menatapnya. "Aroma tubuhmu saat kondisi galaktoreamu bangkit adalah milikku, Arumi. Setiap inci kulitmu adalah wilayah kekuasaanku. Dan aku tidak akan membiarkan tikus seperti Calista atau siapa pun mengancam apa yang sudah menjadi milik mutlak Zaviar Ravindra."

Mendengar nama Clarissa disebut, ingatan Arumi tentang kejadian di lobi utama semalam langsung berputar kembali. Ia menepis pelan tangan Zaviar dari rahangnya, lalu menatap suaminya dengan pandangan menyelidik.

‎"Ngomong-ngomong soal si lampir Calista... gimana kelanjutannya? Lu jangan bilang lu lembek lagi kayak kemarin ya, Kaku. Awas aja kalau lu bebaskan dia cuma karena prosedur hukum sialan lu itu," tanya Arumi, nadanya berubah serius. Insting Macan Kemayoran-nya menuntut kepastian bahwa ancaman bom tempo hari tidak akan terulang lagi.

‎Zaviar menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang, menarik napas dalam sebelum akhirnya seulas senyuman tipis yang sangat dingin terukir di bibirnya. "Kau meminta ketegasan dariku semalam, bukan? Kau menyuruhku bertindak sekejam Varian."

‎Arumi menaikkan sebelah alisnya. "Terus? Lu beneran lakuin?"

‎"Calista tidak akan pernah melihat matahari sebagai wanita bebas lagi, Sayang," ucap Zaviar, nada suaranya terdengar sangat santai namun sanggup membuat bulu kuduk meremang jika didengar oleh orang awam. "Tadi siang, dia mencoba mengancamku di dalam sel isolasi. Dia menolak menandatangani surat cerai paksa yang dibawa oleh Mahendra. Dia bahkan mengancam akan menyebarkan berkas medis rahasia mengenai kondisi kejiwaanku dan keberadaan Varian kepada media dan dewan komisaris untuk menghancurkanku."

‎Arumi langsung mendengus remeh, tidak ada rasa takut sedikit pun di wajah barbarnya. "Dih, lagu lama. Ular kalau udah kejepit emang suka ngeluarin bisa terakhirnya. Terus lu takut?"

‎"Takut?" Zaviar terkekeh rendah, sebuah tawa maskulin yang terdengar sangat hampa dan kejam. "Aku menyuruh Mahendra menggunakan cara apa pun di dalam sel itu. Aku memerintahkan untuk mematahkan jari-jarinya jika diperlukan, membuat tangannya mengalami disfungsi total akibat kecelakaan buatan, sampai pena itu menandatangani surat cerai atas namanya sendiri. Dan sebelum jam tiga sore tadi... surat cerai itu sudah sah ditandatangani dengan darahnya sendiri."

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah mampir 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!