NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegangan Di ruang pembersihan

Suasana dalam ruangan terasa menegangkan Elena duduk dengan tegap menunjukan ketegasannya pada bawahannya

"Saya tidak suka membuang waktu," kata Elena membuka suara, nadanya datar namun menusuk. "Pak Hendra, Pak Diki, Pak Sutedjo. Berdasarkan laporan dari Direktur Operasional Lapangan, Joko, pasokan semen dan baja untuk menara utama Adiguna City tertahan di pelabuhan dan gudang regional karena belum adanya validasi tanda tangan dari divisi Anda bertiga. Bisa jelaskan mengapa administrasi sederhana membutuhkan waktu hingga tiga hari?"

Suasana untuk sesaat sepi,terdiam mereka berkecamuk dalam fikiran masing-masing,apalagi melihat aura yang keluar dari Elena,membuat semua orang yang ada diruangan merasa seperti berada dalam kabin sebuah pesawat yang hendak tinggal landas,tegang dan mencekam .

"Kenapa kalian pada diam? Aku tidak butuh diam kalian,aku butuh penjelasan,aku tidak punya banyak waktu untuk itu ."Suara Elena yang dingin dan tegas,semua orang masih nampak terdiam hingga seseorang membuyarkan keheningan.

Hendra berdeham, mencoba mengatur suaranya agar tidak bergetar. "Anu, Bu ... ada kendala pada sistem verifikasi baru yang diterapkan oleh tim audit Van Doren Group. Kami memerlukan waktu lebih untuk memastikan tidak ada kesalahan pelaporan keuangan. Ini semua demi kebaikan perusahaan." jantung Hendra berdetak tidak beraturan,ia merasa berada diujung tanduk.

"Demi kebaikan perusahaan, atau demi menunggu instruksi dari Rendy Pratama dari balik sel isolasinya?" sahut Elena langsung, memotong kalimat Hendra tanpa ampun,ia menatap tajam kearah Hendra,dan kearah semua orang yang ada diruangan.

Semua orang nampak tertunduk ,wajah tegang terlihat disana ,sementara itu wajah Hendra seketika memucat. Diki dan Sutedjo saling berpandangan dengan kecemasan yang luar biasa,jantung mereka berdetak semakin kencang .

"Bu Elena, tolong jaga bicara Anda. Kami telah mengabdi di Adiguna Group selama lima belas tahun! Tuduhan tanpa bukti seperti ini bisa mencemarkan nama baik kami," protes Diki dengan nada yang mencoba terdengar tersinggung, meskipun matanya bergerak liar ke arah pintu keluar.

Elena menoleh sedikit ke arah Arka, memberi kode rahasia yang langsung dipahami oleh pria itu. Arka melangkah maju dari sudut ruangan, meletakkan sebuah map hitam di tengah meja rapat dengan hentakan yang cukup keras untuk mengejutkan ketiga pria itu.

"Silakan buka halaman keempat, Tuan-Tuan," ucap Arka dingin. "Di sana tertera rincian aliran dana dari rekening perusahaan cangkang atas nama Lisa Anggraini ke rekening luar negeri milik istri dan anak-anak Anda sekalian. Transaksi terakhir dilakukan tepat dua hari sebelum Rendy Pratama ditangkap. Tugas Anda bertiga sangat sederhana: sabotase internal untuk menurunkan nilai saham Adiguna, sehingga konsorsium bayangan milik sekutu Rendy dapat membeli saham kembali dengan harga murah."

Sutedjo, yang sejak tadi paling diam, langsung terkulai lemas di kursinya. Map di depannya terbuka, menampilkan bukti transfer dan rekaman percakapan digital yang sangat akurat. Tidak ada ruang untuk mengelak.

Tim siber yang dikoordinasikan Arka telah membedah seluruh kejahatan mereka hingga ke akar-akarnya.

"Kalian pikir, dengan berlindung di balik status karyawan senior, aku tidak akan berani menyentuh kalian?" Elena mencondongkan tubuhnya ke depan, tatapannya mengunci ketiga pria yang kini telah kehilangan seluruh harga dirinya.

"Pengabdian lima belas tahun kalian tidak lebih dari sekadar topeng untuk merampok perusahaan ini dari dalam."

"Bu Elena ... tolong kasihanilah kami. Kami terpaksa ... Rendy mengancam akan memecat kami jika kami tidak mematuhi perintahnya," ratap Hendra, suaranya kini sepenuhnya pecah. Ia mencoba meraih ujung meja Elena, namun Januar segera menepisnya dengan tegas.

"Kasihan?" Elena tersenyum dingin. "Apakah kalian memikirkan nasib ratusan pekerja bangunan di Adiguna City yang terancam tidak menerima upah jika proyek itu berhenti? Apakah kalian memikirkan nasib vendor kecil yang modalnya tertahan karena keegoisan kalian? Tidak. Kalian hanya memikirkan isi perut kalian sendiri."

Elena berdiri dari kursinya, merapikan blazernya dengan gerakan yang sangat tenang. "Hari ini, per detik ini juga, kalian bertiga dipecat secara tidak hormat dari Adiguna Group. Seluruh pesangon dan hak kalian dihapuskan karena pelanggaran berat kode etik dan keterlibatan dalam tindak pidana korporasi."

"Dan untuk masalah hukum..." Januar menambahkan sambil membuka pintu penghubung ke ruang sebelah. Dua orang petugas berseragam Kejaksaan Tinggi dan tiga personel keamanan internal masuk dengan langkah tegap. "...pihak kejaksaan telah mengeluarkan surat perintah penahanan atas tuduhan sabotase ekonomi dan pencucian uang. Silakan ikuti petugas."

Hendra, Diki, dan Sutedjo digiring keluar dari ruang rapat dalam keadaan tangan diborgol, wajah mereka tertunduk dalam-dalam menghadapi kenyataan bahwa karier dan hidup mereka telah hancur total. Mereka mencoba melawan takdir, namun di hadapan suksesi Elena Van Doren yang dieksekusi tanpa celah, mereka tidak lebih dari sekadar debu yang disapu bersih dari lantai istana.

Ruang rapat kembali hening. Januar mengemasi berkas-berkasnya dengan senyuman puas. "Eksekusi yang luar biasa, Bu Elena. Dengan ini, seluruh kepala divisi yang tersisa akan berpikir seribu kali sebelum mencoba bermain kotor di belakang Anda."

"Terima kasih, Januar. Pastikan Joko segera mencairkan seluruh dana operasional untuk vendor hari ini juga. Jangan biarkan proyek di lapangan tertunda bahkan untuk satu menit," perintah Elena.

"Baik, Bu. Saya permisi dulu," ucap Januar sebelum melangkah keluar, menyisakan Elena dan Arka di dalam ruangan.

Elena menghela napas panjang, ketegangan yang sempat memuncak kini perlahan mereda. Ia berbalik, menemukan Arka yang sedang menatapnya dengan tatapan yang begitu lembut namun intens.

Arka berjalan mendekati Elena, meraih pinggang wanita itu dan menariknya ke dalam pelukan yang hangat. "Kau melakukannya dengan sangat baik, Elena. Sebuah pembersihan yang bersih, tanpa darah di tanganmu."

Elena menyandarkan kepalanya di bahu Arka, menghirup aroma maskulin yang selalu menjadi candu baginya. "Ini semua karena persiapan yang kau lakukan, Arka. Tanpa bukti-bukti yang kau temukan, mereka pasti akan mencoba berkelit menggunakan celah hukum."

"Kita adalah tim, Elena," bisik Arka di dekat telinga wanita itu, kecupan lembut mendarat di leher Elena, membuat wanita itu sedikit meremang karena kemesraan yang tiba-tiba. "Aku akan selalu memastikan bahwa setiap langkah yang kau ambil menuju puncak dunia ini akan selalu aman dari segala bentuk pengkhianatan."

Di bawah pendar cahaya lampu ruang rapat yang modern, di tengah runtuhnya sisa-sisa kekuatan Rendy Pratama, Elena tahu bahwa takhtanya kini telah benar-benar kokoh. Bukan hanya karena saham mayoritas yang ia miliki, melainkan karena ada sosok Arka,sang pelindung abadi yang hatinya telah menyerahkan seluruh kesetiaannya pada sang ratu.

Pembersihan internal telah selesai, dan Adiguna Group kini siap melangkah menuju era baru yang gemilang di bawah kepemimpinan Elena Van Doren.

1
Lasa Hardianti
Suka sma karakter Alana yang nggak menye-menye😌😘
MayAyunda: terimkasih kak
total 1 replies
Mega Siregar
mampir yuk 😁
arsyila putri
kaka semangat nulisnya ya, aku mampir🙏🙏
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Mutia Kim🍑
Apakah Alana akan kembali ke masa lalunya?
MayAyunda: nggk kak ,masa depan lebih menjanjikan 😄😄
total 1 replies
MayAyunda
ini pengecualian kak 😄😄
Mega Siregar
wow, jarang sih ada orang kaya rendah hati 🤔
Mega Siregar
semangat ya 😄👍
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!