Banyak yang beranggapan bahwa musik hanyalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan. Terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang mampu menciptakan nada indah.
Namun, tidak... Musik tidak sesederhana itu.
Musik jauh lebih kompleks dan dalam daripada apa pun di dunia ini. Musik mengandung kekuatan magis yang mampu membuat seseorang menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, lebih peka terhadap rasa, dan bahkan menjadi sosok yang penuh dramatis.
Musik memiliki kekuatan untuk membentuk kehidupan seseorang, namun di saat yang sama, ia juga bisa menjadi alat yang menghancurkan segalanya.
Ketika musik menjadi alasan bagi seseorang untuk memutuskan ikatan emosionalnya dengan orang lain, lalu menutup diri dari dunia...
Maka pertanyaannya kini adalah...
Bisakah musik itu juga menjadi alasan untuk mempersatukan mereka kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Chandra
Judika menatap tajam Jodha. Tangannya mengepal kuat.
"Baiklah. Kalau kau diam berarti kau ingin tahu jawabnya. Chandra mengatakan padaku dan kami semuanya jika dia bertemu dengan adik dan ayahnya. Maka dia tidak akan pernah memaafkan semua kesalahan ayahnya. Dia tidak akan pernah mengakui adik dan ayahnya. Bahkan Chandra dan ibunya sudah merencanakan sesuatu yang buruk kepadamu. Jika mereka berhasil masuk ke rumahmu dan berkumpul denganmu di rumah itu dan juga berhasil mengambil hatimu, maka Chandra dan ibunya akan mengambil alih rumah mewahmu itu dan kemudian akan mengusirmu dari rumah tersebut."
Saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Jodha membuat Chandra benar-benar marah.
"Brengsek kau Jodha. Kau berani berbicara seperti itu didepan adikku. Kau memang benar bahwa adikku memang tidak mengetahui watakku yang sebenarnya, tapi bukan berarti kau tahu segalanya tentangku. Kau belum mengetahui semuanya tentangku, Jodha. Ada satu hal yang tidak kau ketahui dariku. Lihatlah saja apa yang akan aku lakukan padamu jika adikku sampai terpancing akan ucapanmu itu," ucap Chandra.
Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko dan Tamma yang melihat kemarahan di dalam matanya Chandra sangat paham. Mana ada seorang kakak yang akan diam saja jika ada seseorang yang berbicara seperti itu didepan adiknya. Dan berusaha mencuci pikiran sang adik tentangnya.
PUK..
Arjuna menepuk pelan bahu Chandra sehingga membuat Chandra pun tersadar lalu memberikan ponsel tersebut pada Arjuna.
"Lupakan dulu video itu. Lebih baik kita segera ke taman itu. Kita harus segera bertemu dengan Judika," ucap Arjuna.
"Baiklah."
Setelah itu, mereka kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka menuju taman.
***
Jodha masih terus menjelek-jelekkan Chandra didepan Judika. Dirinya berharap Judika semakin membenci Chandra.
Jodha tahu bagaimana hubungan Chandra dan Judika saat ini. Hubungan persaudaraan mereka masih belum membaik sampai detik ini karena ulah Chandra sendiri.
"Apa kau sudah puas berbicara? Apa masih ada lagi? Jika sudah selesai, silahkan pergi dari sini. Tinggalkan aku sendiri," ucap Judika.
"Hahaha. Apa kau berpikir aku membohongimu dengan mengatakan tentang Chandra?"
"Bukan urusanmu. Lebih baik kau pergi dan bawa para antek-antek idiotmu itu dari sini. Nyahlah kau dari hadapanku," jawab Judika.
"Brengsek!" bentak Jodha. "Kalian... serang!" teriak Jodha.
Dan akhirnya terjadi perkelahian yang tak seimbang.
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
DUAGH
DUAGH
DUAGH
SREETT
SREETT
Judika berhasil mengalahkan sepuluh orang-orang Jodha sehingga kesepuluhnya tersungkur ke tanah dengan memuntahkan darah segar.
Para orang-orang Jodha terus menyerang Judika secara brutal. Mereka sama sekali tidak membiarkan Judika untuk beristirahat sejenak. Sesekali Judika mendapatkan pukulan dan juga tendangan dari lawannya.
Namun bukan Judika namanya jika dirinya akan kalah dan menyerah begitu saja. Judika pun tak kalah menghajar para musuhnya.
BUGH
BUGH
DUAGH
BUGH
BUGH
DUAGH
SREETT
SREETT
Sepuluh orang terkapar akibat pukulan dan tendangan dari Judika serta Judika mematahkan kedua tangan dari musuhnya itu.
Kini tersisa tiga puluh orang ditambah dengan Jodha sendiri.
Judika merasakan sakit dan juga lelah di tubuhnya. Nafas terengah-engah. Keringat bercucuran membasahi wajah tampannya. Bahkan Judika juga beberapa kali mendapatkan tendangan tepat di perutnya. Tendangan yang sangat kuat.
"Cih! Beraninya main keroyokan. Kalau kau berani, lawan aku sendirian. Dasar banci," ucap Judika dengan nafas yang masih terengah-engah.
"Tidak usah banyak bicara kau sialan. Kalau sudah kalah, ngaku kalah saja," ejek Jodha.
"Hahaha." Judika tertawa meremehkan. "Kalah katamu. Apa kau tidak lihat, hah? Siapa yang kalah disini? Coba kau lihat dengan mata kepalamu sendiri berapa banyak orang-orangmu tumbang olehku dan sisanya merasakan kesakitan di tubuh mereka masing-masing," ejek Judika.
Jodha menatap nyalang Judika. "Brengsek!"
"Kalian.. serang bajingan itu. Bunuh dia!" teriak Jodha.
Mereka kembali menyerang Judika bersamaan secara membabi buta.
Judika awalnya masih bisa melawannya. Namun beberapa detik kemudian, Judika benar-benar sudah tidak sanggup lagi untuk membalas setiap pukulan dan juga tendangan yang diterimanya. Judika merasakan sakit di bagian kepalanya dan nyeri di bagian perutnya.
Namun Judika berusaha untuk tetap kuat dan terus menyerang musuh-musuhnya.
Melihat Judika yang sedikit kelelahan sembari memegang kepala dan perutnya, Jodha tidak membuang kesempatan tersebut. Jodha kemudian menyerang Jungkook secara diam-diam.
DUAGH
DUAGH
"Aakkkhhh."
"Hanya seorang pecundang dan juga banci yang berani menyerang secara diam-diam," ucap Chandra.
Arjuna, Yongki, Hendy, Nathan, Jericko, Tamma dan Chandra dan sahabat-sahabatnya datang dan berhasil menggagalkan serangan Jodha terhadap Judika.
Pertarungan kembali terjadi. Arjuna dan yang lainnya seperti orang kerasukan menghajar orang-orangnya Jodha. Sementara Chandra yang melawan Jodha sendirian.
BRUUKKK
Judika jatuh tak sadarkan diri ditengah-tengah pertarungan.
"Berani sekali kau menyakiti adikku, Jodha!" bentak Chandra.
BUGH
BUGH
DUAGH
Chandra memukul dan menendang Jodha sehingga tubuh Jodha tersungkur ke tanah, serta mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
"Jika kau benci padaku, kenapa bukan aku langsung yang kau cari? Kenapa harus adikku? Kenapa harus Judika yang kau bawa-bawa dalam masalah ini?" teriak Chandra.
Chandra menatap nyalang kearah Jodha.
Sementara disisi lain, para sahabatnya dan juga para sahabat adiknya tengah menghajar orang-orang Jodha dengan sangat brutal.
BUGH
BUGH
BUGH
DUAGH
DUAGH
SREEKK
SREEKK
DUAGH
DUAGH
Mendapatkan pukulan dan tendangan secara beruntun membuat semua orang-orangnya Jodha terkapar dan tidak sadarkan diri.
Melihat para musuh sudah tidak berdaya, mereka pun menghentikan pertarungan tersebut. Seketika Tamma langsung berteriak histeris saat melihat Judika yang sudah tidak sadarkan diri di tanah.
"Judika!" teriak Tamma.
Tamma berlari menghampiri Judika dan diikuti oleh yang lainnya, terutama Chandra. Sementara Jodha, tubuhnya sudah dipegang oleh Lucas dan Surya.
Chandra mengangkat kepala adiknya dan meletakkan di atas pahanya.
"Hiks.. Dika.. hiks.. bangunlah. Buka matamu, sayang. Ini kakak.. kak Chandra. Maafkan kakak yang datang terlambat.. hiks."
Chandra mengelus-elus lembut rambut dan wajah tampan adiknya itu. Dan tak lupa memberikan kecupan sayang di keningnya.
"Hiks.. Dika," isak Jericko dan Tamma.
"Judika," lirih Arjuna, Yongki, Hendy dan Nathan.
Sementara sahabat-sahabat Chandra yang melihat kondisi Judika hanya bisa menangis.
"Chan. Lebih baik bawa Jungkook kerumah sakit segera!" seru Bima.
"Masalah Jodha biar jadi urusan kami," ucap Surya.
Chandra langsung mengangkat tubuh Judika dan dibantu oleh Arjuna untuk di bawah masuk ke dalam mobil. Mereka pun pergi menuju rumah sakit.
Sementara Lucas, Zaky dan Surya membawa Jodha ke kantor polisi untuk diproses.
makanya Musuh tuw harus diselesaikan sebelum dika masuk ke dunia kalian..
atau kamu mau menutup mata kalau judika itu adik kandungnya candra