NovelToon NovelToon
Revenge : Luna

Revenge : Luna

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:482.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kelliana

Kemalangan yang menimpa dengan bertubi-tubi, seakan takdir mempermiankannya. Luna, gadis dari panti asuhan yang tiba-tiba di jemput oleh orang tuanya saat usianya lima belas tahun, padahal ia telah hilang sejak bayi, bagaimana bisa mereka baru menemukannya? Apalagi mereka adalah keluarga yang sangat terpandang?

Dan lagi, memangnya yang seperti ini bisa di sebut keluarga? Kenapa mereka mengacuhkan Luna? Lalu, siapa gadis asing ini?

Ah, Luna mengetahuinya sekarang, tapi semuanya terlambat, dia akan segera mati, jadi tidak berguna meskipun dia mengetahui semuanya.

Tapi tunggu! Kenapa dia malah masih hidup? Dan lagi, apakah ia kembali ke waktu dua tahun lalu? Sebelum orang tua aslinya menjemputnya di panti asuhan?!

Yah, apapun itu, dia berterimakasih pada Tuhan, sekarang dia akan membalas dendam untuk semua rasa sakit dan kemalangan yang di alaminya. Bersiaplah, karena tidak akan ada hari tenang untuk kalian!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kelliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. She's My Princess

Demi apapun, Luna tidak suka situasi saat ini, sejak ia memasuki area sekolah, para murid banyak yang menatapnya, bukan tatapan baik, tapi tatapan permusuhan dan tatapan jijik.

Bukan apa, itu karena dia datang ke sekolah di antar oleh kakak keduanya, Maverick. Pria itu berkata jika dia ingin mengantar Luna sekalian pergi ke tempat syuting yang ada di dekat sekolah.

Tapi yang tidak Luna duga, ternyata tempat syuting itu bukan dekat sekolahnya, tapi sekolah itu sendiri. Dia bahkan melihat ada lebih banyak orang dari biasanya, camera man, stylish, aktor dan aktris lainnya, sutradara, dan banyak pekerja per-filman lainnya.

Semua orang itu menatap Luna dengan tatapan menyelidik, mereka menukik alis tajam saat melihat tangan besar Maverick merangkul pinggang gadis itu. Bahkan tadi pria yang di kenal dunia sebagai Ice Prince itu, dengan suka rela membukakan pintu mobil untuk Luna turun, memperlakukan gadis itu dengan lembut dan hati-hati.

Katakan padaku, gadis mana yang tidak iri saat melihat adegan bak dalam serial film itu? Aku saja iri!

Kembali pada keadaan Luna yang hanya bisa tersenyum canggung di antara sang kakak dan seorang aktris yang kini menatap dirinya dan sang kakak dengan tatapan tak percaya dan marah.

"Maverick! Apa-apaan ini?! Siapa gadis cabe ini!?" Sentaknya dan menunjuk pada Luna.

Luna mengerjab palan, apa katanya tadi? Cabe? Bagian mana dari dirinya yang mirip sayuran yang paling dia hindari itu?!

"Nona, anda butuh kaca?" Tanya Luna dengan nada julid. Hei! Dia tidak suka jika dirinya di sangkut pautkan dengan sesuatu yang menjadi musuh alaminya.

"Apa? Kau bilang apa?" Aktris itu melotot dengan wajah kesal, membuat Luna bergidik ngeri karena merasa jika mata aktris itu akan keluar dari tempatnya.

"Dasar tidak tahu malu! Kau mau terus menempel pada tunanganku seperti itu?!" Sentaknya lagi kala Luna hanya mendiamkannya.

"Apa? Tunangan?" Beo Luna bingung.

Aktris itu tersenyum angkuh, dia lantas merangkul tangan Maverick yang terbebas, dan menatap Luna dengan tatapan jijik.

"Ya, Maverick itu tunanganku, kau jal*ng kecil, beraninya menyentuh milikku!"

Luna menganga tak percaya, gadis itu bergidik ngeri kala melihat ekspresi sang kakak yang benar-benar tidak baik, wajahnya mengatakan jika dia tengah menahan amarah.

Dengan cepat gadis itu menarik tangan sang kakak dan membawanya ke belakang dirinya, membuat rangkulan aktris itu terlepas secara paksa.

"Jangan bermimpi ya, TANTE. Kak Erick belum punya tunangan, dan dia bukan milik anda, dia milik saya!" Ujarnya Luna dengan menekan kata tante, membuat aktris itu semakin berang.

"Maverick! Kenapa kamu diam saja? Katakan pada gadis busuk itu hubungan kita!" Kesalnya dan menunjuk Luna.

Helaan nafas dalam dan kasar keluar dari bibir pria dingin itu, membuat suasana langsung tegang, mereka sejak tadi sibuk memperhatikan perdebatan kecil antara Aktris itu dan Luna, hingga tidak menyadari wajah menggelap Maverick yang menahan emosi.

"Maaf nona Dinda Ayundina, tapi memangnya kita memiliki hubungan apa?" Tanya pria itu dingin, membuat aktris itu terdiam dengan wajah pucat.

"A-apa? Bukankah kita sepasang tunangan? Keluarga kita telah sepakat akan menjodohkan kita!" Jawab aktris bernama Dinda itu.

Maverick lagi-lagi menghela nafas, "Bukan keluarga kita, tapi keluarga Anda yang mendesak ingin mengajukan lamaran pada keluarga saya, dan saya ataupun keluarga saya tidak pernah menerima lamaran itu, hanya pihak kalian yang terlalu terbawa suasana." Jelasnya, tangan yang tadi di rangkul Dinda dia tepuk-tepuk sekolah tengah membersihkan debu.

"Lalu, tentang gadis ini." Luke menarik pinggang Luna agar lebih mendekat pada dirinya, diambilnya tangan ramping dan putih gadis itu, lalu di kecup dengan lembut. "She's mine, My Princess." Lanjutnya dengan sebuah kecupan kupu-kupu di bubuhkannya pada dahi gadis yang kini wajahnya telah memerah padam itu.

Maverick terkekeh saat melihat adik manisnya mendunduk dengan wajah merah padam, dia tidak peduli jika semua orang melihat adegan itu, dia malah sengaja, dia ingin memberikan peringatan bagi siapapun yang berani mendekati adik manisnya dengan niat tak baik.

"Wah, manis sekali~"

Wajah lembut dan senyum kecil Maverick luntur seketika, kala dirinya mendengar suara familiar yang entah kenapa, dia benci dengan suara dan pemilik dari suara itu.

"Albert." Suara rendah dan dingin Maverick terdengar, pria itu juga menatap tajam pada Albert yang ternyata juga adalah salah satu aktor yang akan ikut beradu akting dengannya.

Albert menaikkan sebelah alisnya, dia tersenyum lebar pada Maverick, membuat pemuda berusia dua puluh satu tahun itu bergidik ngeri.

"Apa? Kau mulai gila?" Tanyanya dengan tangan yang membawa sang adik ke belakang tubuhnya.

"Jahat sekali~"

Sekali lagi Maverick merinding mendengar suara mendayu itu, dia benar-benar berfikir jika sahabatnya itu telah gila.

"Halo, Nona manis~"

Tatapan Maverick secepat kilat langsung berubah, di tatapnya tajam pria dengan surai Blonde itu, dia juga semakin menyembunyikan Luna di belakang tubuhnya.

Luna sendiri hanya diam, dia sendari tadi menatap aneh dan tak percaya pada Albert yang datang, dia tidak menyangka jika Albert akan terlibat dalam pembuatan film bersama kakaknya.

"Halo, Tuan muda Rodriguez." Sapa Luna sopan.

Albert tersenyum hingga matanya menyipit, dia lantas berjalan semakin dekat pada kedua kakak beradik itu.

"Berhenti! Jangan mendekat!" Suara rendah milik Maverick tak di gubsir oleh Albert, pria itu malah berjalan semakin mendekat.

Sret.

Maverick kecolongan, Albert telah dengan lancang mengambil tangan adiknya dan mengecup punggung tangan putih itu. "Aku terima tawaranmu." Ujar pria itu.

Luna yang tak siap hanya bisa terdiam dengan mata mengerjab pelan, tapi setelahnya dia tersadar dan langsung menarik tangannya dengan pelan, senyum terpantri di wajah cantik itu.

"Terima kasih, mohon kerja samanya."

Maverick? Pria itu menatap tak mengerti pada adik dan sahabatnya, apakah mereka sebelumnya telah saling mengenal? Pikirnya.

Bel sekolah berbunyi, Luna berpamitan pada kakak keduanya dan pada Albert, dia dengan cepat berlari meninggalkan kumpulan para pemain dan crew film.

Sret.

Maverick menarik kerah baju Albert dan menatapnya tajam. "Sial*n, kau mengenal adikku?" Tanyanya dengan nada menekan.

Albert tersenyum simpul, dia mengangkat bahunya. "Aku tidak punya hak untuk memberitahumu hal itu." Jawabnya santai.

"Cih!"

Maverick menghempaskan tubuh Albert, hingga pria itu sedikit mundur dan merapihkan kerah bajunya. "Tidak perlu marah, kita akan menjadi saudara." Ujarnya enteng, menatap Maverick yang kini telah berwajah lebih menyeramkan dari sebelumnya.

"Mimpi sial*n!"

Setalah mengatakan itu, Maverick pergi kepada Manager dan Stylish-nya, sedangkan Albert telah tertawa pelan, dia lantas menatap pada bangunan yang tadi di masuki oleh Luna.

"Gadis manis, kamu telah mengikatku, jadi jangan mencoba untuk lari nanti."

Mata Biru Saphire itu berkilat berbahaya, dia tidak akan pernah melepaskan sesuatu yang telah menjadi miliknya, dia juga tidak suka jika miliknya di ganggu oleh orang lain, jadi dia menempatkan seseorang di sisi gadis manisnya.

"Awasi dengan baik, jangan sampai aku mendengar rumor menyebar tentang kucing manisku." Ujarnya pada ponsel yang telah menyambungkan pada orang di sebrang sana.

Bersambung...

1
Alif Rezky Ramadhan Eki
bagus bngetttt , mastepiece
☭E.N BAYU
ceritanya bener" patah
☭E.N BAYU
patah banget ceritanya
☭E.N BAYU
kok lama" gw jijik yaa bacanya, karena keluarga Luna terutama KK KK Luna terlalu protektif bahkan terkesan berlebihan kpd Luna walaupun saya tau itu bentuk kasih sayang tapi tidak segitu berlebihan juga
Alif Rezky Ramadhan Eki: gak usah baca dekk klo jijik
total 1 replies
Alif Rezky Ramadhan Eki
ternyata ada mistik"nya cuyy
Alif Rezky Ramadhan Eki
si blek cukk
Jade Meamoure
ya ampunnnn 😂😂😂
Jade Meamoure
pasti itu Mr Albert Rodriguez
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
intinya keluarganya yg jahat sekarang musnah... singkat BNR crtnya...mana penyesalannya..keenakan kl tiba2 musnah...
☭E.N BAYU
adik kedua atau ketiga? yang mana sih yang benar?
Andriyati
ini anak bungsu keluarga besar nya nenek luna
Fitrian
sama, remah-remah nya dulu baru makan intinya yang di eksekusir dengan sempurna 😁🔪
Rina Arie
good /Angry//Angry/
Helen Nirawan
siscon apaan seh ?
Helen Nirawan
itu Luna di bw pulang k rmh , and itu anak pungut gk di depak jauh2 seh ?
Sonya Bererenwarin
Luar biasa
Sonya Bererenwarin
Lumayan
✨✨✨~*I'M ANTAGONIS*~✨✨✨
persembahan yang bagus
A.R
mungkin semuanx mengulang waktu kecuali sihh onohhh tuhh ank angkatx
Lilik Mudrikah
kenapa tokoh central cerita ini meninggal....
andingnya tidak bahagia
Sella Fitri cahaya: kok meninggal GK seru thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!