NovelToon NovelToon
TERJEBAK HASRAT TERLARANG

TERJEBAK HASRAT TERLARANG

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Rate 21+


Menikahi orang yang kita cintai tentu sangat membahagiakan bagi kita. Namun apa jadinya kalau diri kita yang tadinya diperlakukan bak seorang ratu, ternyata hanya dijadikan sebuah batu loncatan untuk menutupi sebuah rahasia besar.

Carenina Martadina. Terpaksa terjebak hasrat terlarang, dengan pria yang dianggap tidak berguna, namun sangat berguna bagi Carenina untuk mengisi kekosongan hatinya.


Akankah Carenina terjebak selamanya?


Yuk kepoin kisahnya🤭🤭🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Terusir

Delano menatap wajah papa, dengan tatapan datar. Sementara papaku menatapnya dengan tatapan merendahkan. Delano mengerutkan dahinya, sementara aku jadi menelan ludahku sendiri karena takut Delano membongkar rahasiaku dengan cepat. Aku memang akan memberitahu keluarganku, namun tidak berbarengan dengan hari perceraianku. Dengan Aku bercerai saja, membuat mereka terluka. Apalagi sampai mereka tahu, kalau aku saat ini tengah mengandung anak hasil dari perselingkuhan.

Aku rasa tidak hanya terluka, pasti mereka juga akan malu.

"Pa. Ayo kita pulang,"

Aku berusaha membuat papa tidak bicara dengan Delano. Aku takut papa mengatakan hal yang tidak-tidak, dan kemudian membuat Delano berang yang akan mengakibatkan pria itu jadi mempermalukan keluargaku.

Tapi tentu saja usahaku itu tidak semudah yang aku pikirkan. Sepertinya Delano bisa membaca pikiranku saat ini.

"Biarkan papa ingin bicara padaku," ujar Delano.

"Kamu sudah kehilangan hak memanggilku dengan sebutan papa sejak beberapa menit yang lalu. Kita sekarang sudah menjadi orang asing, terlebih aku tidak sudi dipanggil papa oleh manusia kotor sepertimu," hardik papa.

Delano sepertinya tersinggung, saat papa mengatainya manusia kotor. Itu bisa kulihat dari kilat matanya yang memerah. Delano kemudian mengalihkan pandangannya padaku, namun lagi-lagi aku membuang muka kearah lain.

"Apa maksud anda mengataiku manusia kotor?" tanya Delano dengan penuh penekanan.

"Jadi aku harus mengataimu manusia apa? suci? manusia suci mana, yang mempunyai orientasi menyimpang?" tanya papa.

Delano lagi-lagi menoleh kepadaku, namun kali ini aku jadi tertunduk. Sepertinya aku sadar, kalau riwayatku juga akan tamat kali ini. Aku melirik sekilas kearah Delano, dan aku melihat pria itu menyeringai. Seringai yang sangat mengerikan menurutku. Kini aku sadar, aku sama sekali tidak mengenal sisi Delano yang ini selama ini.

"Lalu. Apa anda tahu, sesuci apa putri anda ini?" tanya Delano.

"Apa maksudmu?" tanya papa balik.

"Aku akui orientasi seksualku memang menyimpang, tapi paling tidak aku tidak berselingkuh dengan wanita." Jawab Delano.

"Sama saja. Selingkuh dengan wanita ataupun pria. Malah lebih baik kamu berselingkuh dengan wanita saja, daripada kamu terkena penyakit menular seksual gara-gara kebiasaanmu itu, sehingga bisa menulari anak dan istrimu," ujar Papa.

"Oh ya? apa itu artinya anda mendukung prilaku putri anda yang terlihat polos ini?" tanya Delano.

Kali ini aku melihat papalah yang mengerutkan dahinya. Jangan ditanya jantungku saat ini, jantungku seakan hendak melompat dari orbitnya. Aku benar-benar sangat cemas.

"Apa maksudmu?" tanya papa.

"Caren. Kamu yang akan menjelaskan, atau aku yang akan menjelaskannya. Kamu membuka aibku, tentu aku tidak akan membiarkan aibmu begitu saja. Aku ingin kita impas."

Aku terdiam. Bibirku kelu untuk mengeluarkan suara.

"Sepertinya putrimu takut menyampaikan kebenaran. Berbeda denganku yang dengan bangga mengakui, sementara putrimu sibuk bersembunyi mencari pembenaran sendiri," ujar Delano.

"Jangan bertele-tele. Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Papa.

"Disini tidak hanya aku yang membuat kesalahan. Tapi diam-diam putrimu juga berselingkuh dibelakangku, hingga mengandung bayi dari laki-laki lain." Jawab Delano.

Jderrrrrrr

Pernyataan Delano seperti petir yang menyambar bagi Papa. Aku bisa melihat wajah papa jadi merah padam, hingga dia dampai mengangkat tangannya kearah Delano.

Tap

Delano menangkis tangan papa, dan meyingkirkannya perlahan.

"Seharusnya sebelum menamparku, anda tanyakan dulu kebenarannya pada putri anda," ujar Delano.

"Putriku tidak mungkin seperti itu. Kami mendidiknya dengan sangat baik. Tidak seperti kamu yang jadi manusia hina," hardik papa.

"Hina atau bukan, itu bukanlah urusan anda. Sebaiknya anda urusi saja putri anda yang juga sudah berzina dengan pria lain. Bukankah anda mengajarinya dengan baik? maka sesuai ajaran terdahulu, sebaiknya putri anda di cambuk saja," ucap Delano yang tak kalah berapi-api.

Papa menoleh kearahku, aku sudah tertunduk dan terisak. Dan saat itu juga papa menyeretku untuk dibawa pulang. Aku sudah membayangkan apa yang akan terjadi kedepannya nanti. Sementara sebelum pergi menjauh, aku sempat menoleh kearah pria yang sudah menghancurkan hidupku itu. Aku melihat dia tersenyum puas, mungkin dia puas karena kami sama-sama sudah hancur.

Brakkkkkk

Papa menutup pintu rumah dengan kasar. Dia menyeretku hingga aku terduduk di sofa. Aku bisa melihat wajah mama dan nenek tidak kalah panik, sebab mereka tahu bagaimana papa mendidik anaknya dengan keras dan disiplin. Terlebih beliau selalu menekankan padaku, agar aku tidak pernah melupakan Tuhan apapun keadaanku.

"Katakan! apakah yang dikatakan Delano itu benar?" tanya papa dengan penuh emosi.

Aku terdiam. Aku hanya menjawabnya dengan isak tangisan.

"Jawab!" papa membentakku dengan keras, hingga aku reflek mengusap perutku.

"Tapi ini bukan sepenuhnya salah Caren pa. Ano yang memberikan kesem...."

Plaaakkkkkk

Belum sempat aku meneruskan kata-kataku, telapak tangan papa sudah bersarang di pipiku. Rasanya sangat sakit dan panas.

"Anak kurang ajar! kamu membuatku malu dengan mengandung benih dari pria lain, sementara saat itu kamu masih berstatus istri orang. Bisa-Bisanya kamu masih berani membuat alasan, dan mencari pembenaran sendiri?"

"Apapun keadaanmu, alasanmu, tidak ada alasan yang membenarkan kamu harus berselingkuh. Dengar tidak?" hardik papa yang membuatku tambah terisak.

Sementara mama dan nenek jadi ikutan terisak. Nenek yang biasa membelaku saat dimarahi, kini jadi hanya terdiam dan ikut meneteskan air mata saja.

"Sekarang dimana pria yang menghamilimu itu?" tanya papa yang kemudian kujawab dengan gelengan kepala.

"Bisa-Bisanya kamu menyerahkan kehormatanmu demi laki-laki seperti itu. Sebenarnya dimana otakmu itu hah?" hardik papa.

"Ini bukan salahnya pa. Aku yang memintanya melupakanku. Aku tidak tahu kalau ini anaknya, dan dia sudah terlanjur pergi daat aku baru menyadarinya." Jawabku sembari terisak.

"Pergilah! lebih baik aku tidak punya anak sama sekali. Rasanya aku ingin mati saja kalau hidup menanggung malu seperti ini,"

"Pa. Maafin Caren pa...hiks...jangan usir Caren,"

Aku berlutut dan meraih kaki papa. Papa kemudian menggeser kakinya, seolah dia tidak sudi aku sentuh.

"Pergilah yang jauh. Jangan pernah kembali lagi," ucap papa.

"Pa. Sudahlah, kasihan Caren dia sedang mengandung saat ini. Lagipula ini sudah terjadi," mama berusaha membelaku.

"Jangan lagi membelanya. Dia yang pergi, atau aku yang pergi dari rumah ini," hardik apa.

"Marta. Caren...."

"Tidak ma. Sudah cukup mama membelanya selama ini. Kali ini tidak ada yang boleh membelanya. Dia berani berbuat, jadi harus berani mengambil resiko," papa bahkan memotong ucapan nenek yang ingin membelaku.

"Cepatlah kemasi barang-barangmu! satu lagi, tidak ada yang boleh memberinya bekal sepeserpun. Aku tidak perduli meski dia mati sekalipun,"

Kata-Kata papa begitu kasar dan menyakitiku. Tapi aku bisa mengerti, aku memang salah dan sudah mempermalukannya. Aku tidak lagi memohon untuk tetap tinggal. Aku segera memasuki kamar dan mengemasi pakaianku. Setelah selesai aku menyeret koper dan melangkah pergi dengan deraian air mata. Aku bisa melihat ketidakberdayaan mama dan nenek, tapi itu tidak apa. Aku tidak ingin membuat kedua orang tua itu kena imbas karena perbuatanku.

Untuk terakhir kalinya aku menoleh kebelakang. Entah kapan aku bisa kembali lagi kerumah itu. Yang pasti saat ini aku harus menyelamatkan anak yang aku kandung, dengan mencari pekerjaan semampuku. Saat aku tengah menyeret koperku, tiba-tiba mobil Delano berjalan disampingku. Pria itu tersenyum sinis kearahku, seolah puas dengan apa yang aku alami saat ini.

1
Farika Willesden
keren bngt certannya
Dysha♡💕
iyuhhh🤢
Dysha♡💕
gila siang bolong baca beginian🤣
aysea
Luar biasa
玫瑰
recommended
Rydwan Ap
sii caren kyak kucing beranak pindah² tempat🙏😂
Rydwan Ap
ini udah ketebak pasti Delano selingkuh sama si vika😫
Rydwan Ap
Delano sedikit mencurigakan 🤔
Vita Bayu
Luar biasa
NAJ L
keren thor
Devi Puspita Sari
ka net kamu kemana aja kenapa kga lanjut mpb
Devi Puspita Sari
ka neti kamu kemana kenapa kga update lagi jdmp ka
juendidi
wkwkwk.... sejauh aku membaca selalu ingin ngetik komen ga jadi tp sampai di sini aku ga tahan, pantas gay dijulukin lobang tahi bukn lgbt njirrr whakakwk keren thor ..
Hera sasuwe
nyesek jg denger pengakuan Delano 🥺😥
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Suci Fatana
kira2 gimana reaksi ortu delano ya
Suci Fatana
q kok gk rela ya caren balik ma dios. scara dia sudah menyakiti hati caren... bila mungki sekar melepaskan dios mungkin imbalannya anak caren
Suci Fatana
kurasa delano main sama lako
Hanum Mustika Biantari
rumit sekali hidup mu...
didi aja
laaah.. pd ngga sadar ya? ini kan kejadian yg sama persis dgn sebelumnya, hanya dibalik aja orgnya! waktu sekar masih istri sah dios, caren minta dios ninggalin istrinya kan, untuk bantuin caren dan anaknya. lah skrg ya sama! caren istri dios, sekar minta bantuan dios utk nemenin dia sekarat. apa bedany?! skrg caren tau kan rasanya, jd istri sah, tp ada perempuan lain yg minta bantuan suaminya. nah, karma tuh!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!