Lien Hua, Selir yang tidak diinginkan dan tidak diperdulikan oleh Kaisar.
Kaisar hanya mencintai sang Permaisuri saja.
Lien Hua yang lelah akan sikap Kaisar, memutuskan untuk pergi meninggalkan istana, namun saat perjalanan, ia dan pelayannya mengalami kejaidan naas yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Saat kesadarannya tiba, ia memutuskan untuk kembali ke istana, memberikan pelajaran pada Kaisar, juga orang yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32: Terungkap
Pagi harinya, Lien Hua bersama yang lain pergi meninggalkan kekaisaran Yang menuju ke kekaisaran Li. Termasuk Kaisar Yang Jian yang memakai hanfu biasa.
"Tuan Xuemin, kau tahu apa yang harus kau lakukan nanti." Ucap Lien Hua sebelum berangkat.
"Ya Nona, aku tahu." Jawab Xuemin yang tahu betul apa tugas yang akan dia lakukan.
"Mari." Ucap Kaisar Yang Jian membantu Lien Hua naik keatas tandu, Kaisar menyiapkan tiga dua tandu dan satu kuda. Dimana tandu pertama berisi Kaisar dan Lien Hua, tandu ke dua ada Tabib Chen dan Pelayan Fu, sedangkan Xuemin menunggang kuda.
Sampai di kekaisaran Li, Lien Hua langsung masuk bersama yang lain, Lien Hua menuntun mereka semua langsung kedalam ruang sidang istana.
"Fu, kau panggilkan semua orang." Perintah Lien Hua, Pelayan Fu mengangguk.
Pelayan Fu datang ke kediaman Phoenix terlebih dahulu, ia menyampaikan pesan itu kepada Pelayan Chu.
Pelayan Chu menyampaikannya pada Permaisuri, mulanya permaisuri kesal dan marah akan kedatangan Lien Hua yang seharusnya sudah pergi jauh dari istana, tapi kemarahan itu berubah menjadi rasa khawatir secara tiba tiba.
Setelah itu, Pelayan Fu pergi ke kediaman Naga, dia menyampaikan pesan itu kepada Kasim Yu, awalnya Kasim Yu terkejut akan kemunculan Pelayan Fu yang telah dikabarkan menghilang bersama dengan Selir Agung.
Dengan langkah gontai Kaisar Li pergi ke ruang sidang istana, ia melihat Lien Hua dengan mata berbinar, ia ingin memeluknya, namun Kaisar Yang Jian menghalanginya.
"Siapa kau? kenapa menghalangiku?" Tanya Kaisar Li menatap tajam Kaisar Yang.
"Tidak penting siapa dia, aku kemari bukan untuk kembali ke kekaisaran ini, apalagi ingin kembali ke istana ini." Ucap Lien Hua datar.
Saat itu juga Jendral Shi datang, ia telah menyelesaikan hukumannya, ia langsung memeluk Lien Hua. Lien Hua membalas pelukan itu dengan senyuman.
"Li'er, aku merindukanmu." Ucap Jendral Shi, Kaisar Yang Jian yang melihat ia merasakan cemburu, tapi Lien Hua memberikannya kode agar Kaisar Yang Jian tetap tenang.
"Aku mendengar kau tidak akan kembali ke istana, ada apa?" Tanya Jendral Shi melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku kakak ipar, aku pergi tanpa pamit, aku hanya pergi beberapa hari saja ke kekaisaran Yang, selama aku disana aku telah menyadari perasaanku sekarang, selama ini yang aku rasakan terhadapmu hanyalah kekaguman semata, bukan karena aku mencintaimu." Ucap Lien Hua jujur.
Jendral Shi yang mendengar hatinya remuk seketika, tapi ia tersenyum pada Lien Hua.
"Kenapa? kau menemukan orang yang kau cintai? hmmm jika begitu aku akan merelakan mu untuknya, jika kau bahagia maka aku juga akan bahagia." Ucap Jendral Shi sangat bijak, Lien Hua memeluk Jendral Shi.
Dalam hati Kaisar Li Yuan sedang berbunga bunga, ia pikir dialah orang yang dicintai oleh Lien Hua. Begitu juga Jendral Shi yang mengira bahwa Lien Hua telah kembali mencintai adiknya, Kaisar Li Yuan.
"Baiklah aku kesini meminta agar kau membebaskan Selir Fen Yin, karena dia sama sekali tidak bersalah." Ucap Lien Hua pada Kaisar Li Yuan.
"Bagaimana kau bisa menyebut dia tidak bersalah? bukankah kau sendiri yang memberitahuku." Sanggah Kaisar Li Yuan.
"Aku bisa membuktikannya pada mu, sekarang bawalah Selir Fen Yin kemari." Ucap Lien Hua.
Seketika Kaisar Li Yuan mengangguk, ia memerintahkan pengawal bayangannya untuk membawa Selir Fen Yin kedalam ruang sidang.
Tak lama Selir Fen Yin datang, seketika wajah Permaisuri Mei Yin pucat.
"Apa kau yang menyewa pembunuh bayaran?" Tanya Kaisar Li Yuan.
"Yang Mulia, aku sudah mengatakannya bahwa bukan aku yang menyewanya, tetapi Permaisuri Mei Yin lah yang menyewanya." Jawab Selir Fen Yin tanpa ragu.
"Apa kau bilang! aku tidak akan pernah melakukan itu! berani beraninya kau menuduhku!" Ucap Permaisuri hendak menampar Selir Fen Yin, namun langsung ditahan oleh Lien Hua.
"Jika bukan dirimu, kau tidak perlu menunjukan respon yang berlebihan." Ucap Lien Hua menghempaskan tangan Permaisuri Mei Yin. Seketika Permaisuri Mei Yin terdiam.
"Kau masuklah." Ucap Lien Hua, seketika muncullah Tuan Xuemin dari arah pintu. Pelayan Chu yang melihat siapa yang datang, ia juga menjadi pucat sendiri.
"Katakan apa yang kau mau katakan." Ucap Lien Hua lagi.
"Yang Mulia, maaf hambalah pembunuh bayaran yang diperintahkan untuk membunuh Selir Agung Lien Hua, bukan dia yang menyuruh hamba, tetapi Permaisuri Mei Yin, pelayannya lah yang menemui hamba saat itu." Ucap Xuemin mengatakan sesuai apa yang terjadi malam itu.
"Hamba tidak berani membunuh Selir Agung, karena dia pernah menolong hamba saat hamba dalam kesulitan saat itu, dan hambalah yang menaruh surat perintah itu ke kediaman Mawar." Sambung Xuemin.
Seketika Kaisar Li Yuan terkejut akan apa yang dilakukan permaisurinya, ia tidak menduga bahwa hal itu benar benar Permaisuri Mei Yin yang melakukannya.
"Yang Mulia, hamba juga ingin mengatakan sesuatu." Ucap Selir Fen Yin.
"Hamba juga mengetahui bahwa Permaisuri Mei Yin pernah menyuruh orang untuk mendorong Selir Agung dan pelayannya saat mereka meninggalkan istana, mereka berdua jatuh kedalam jurang yang dalam." Ucap Selir Fen Yin membongkar semua kebusukan Permaisuri Mei Yin.
"Hambalah yang saat itu menolong Selir Agung dia tidak sadarkan diri sampai dua bulan lamanya, dan Selir Agung menganggap hamba sebagai ayahnya sendiri." Timpal Tabib Chen.
Kaisar tercengang akan kebenaran yang dikatakan Selir Fen Yin juga Tabib Chen.
Plak!
Ibu Suri yang sedari tadi menyimak kini menampar keras pipi Permaisuri Mei Yin.
"Dasar rubah!" Ucap Ibu Suri yang sungguh tidak menyangka, ternyata begini sifat permaisuri kekaisaran Li.
"Yang Mulia, tolong jangan hukum hamba, hamba melakukan ini karena hamba tidak ingin kehilangan Yang Mulia." Ucap Permaisuri Mei Yin dengan air mata yang sudah berderai, ia tidak bisa lagi mengelak karena sudah ada saksi mata yang memberikan kesaksian.
Kaisar yang mendengar itu rasanya ia sangat jijik. Ia memilih untuk menghukum Permaisuri, toh permaisuri belum mengandung anaknya.
"Hukum dia, asingkan ke desa paling terpencil, aku menceraikanmu, lepas gelarnya dan enyahlah dari hadapanku." Ucap Kaisar menurunkan titahnya.
Lien Hua yang melihat itu sangatlah senang, meski Mei Yin tidak dihukum mati oleh Kaisar.
"Selir Agung, terima kasih." Ucap Selir Fen Yin memeluk Lien Hua.
"Tidak perlu, hiduplah seperti yang kau mau sekarang, kau bisa memiliki kaisar." Ucap Lien Hua tersenyum pada Selir Fen Yin.
"Ibu Suri, maafkan Li'er, Li'er tidak bisa menjadi menantu yang seperti Ibu Suri inginkan, Li'er tidak memiliki perasaan apapun terhadap Kaisar." Ucap Lien Hua pada Ibu Suri. Ibu Suri tidak menanggapinya, ia hanya diam, karena dia sendiri juga tahu betapa besar kesalahan yang telah dibuat Li Yuan karena telah mencampakkan Lien Hua.
"Saya permisi Yang Mulia, dan segeralah untuk menceraikan Saya." Ucap Lien Hua meninggalkan istana diikuti kaisar Yang Jian dan yang lainnya.
Kaisar yang mendengar itu hatinya dan dunianya serasa runtuh seketika. Ia sudah berpikir bahwa Lien Hua mencintainya, tapi nyatanya tidak.
"Setidaknya kau tahu kemana dia pergi." Ucap Jendral Shi menepuk pundak Li Yuan dan berlalu pergi begitu saja, sama halnya dengan Ibu Suri, dia juga pergi meninggalkan Li Yuan sendiri.
terus semangat thorr,,,,,,❤️❤️🌷🌷
tetap semangat terus thorr
sukses selalu buat mu thorr,,,,,,