NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:192.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: Alisha Chanel

hidup sudah berat, jadikan baca novel sebagai hiburan aja ya. selamat membaca❤

3 tahun menikah, Yusuf selalu bersikap dingin terhadap Hazel.
namun saat Hazel memutuskan untuk pergi, Yusuf seperti orang gila mengejar cinta sang istri mati-matian.
Ikuti kisahnya hingga akhir ya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alisha Chanel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak punya daddy

"Kenapa selalu mengancam aku dengan perceraian sih? Apa kau lupa dengan jasa kakakku yang sudah menyelamatkan hidupmu?!" pekik Syifa dengan netra menyalak tajam.

Syifa yakin jika sudah mengungkit jasa sang kakak yang telah menyelamatkan nyawa Yusuf di masa lalu, maka Yusuf tidak akan bisa berkutik lagi.

"Aku tidak pernah lupa dengan jasa kakakmu, karna itu aku mau menikah denganmu Syifa. Jika tidak aku pasti sudah meninggalkanmu sejak lama!" balas Yusuf seraya berlalu pergi meninggalkan Syifa.

Ancaman wanita itu sudah tidak berarti apa-apa lagi bagi Yusuf.

Yusuf sudah menyerahkan seluruh hidupnya dengan cara menikahi Syifa, jadi ia merasa hutangnya pada Virly kakak Syifa telah lunas.

"Yusuf! Kau mau pergi kemana? Jangan tinggalkan aku lagi!" ucap Syifa namun tak dihiraukan oleh Yusuf.

Syifa hanya bisa menatap nanar punggung Yusuf yang terus berjalan semakin menjauh, hingga menghilang di balik tembok.

***

***

"Kira-kira mas Yusuf sakit apa ya? Apa penyakitnya cukup parah sampai dia harus berobat ke negara ini?" tanya Hazel pada dirinya sendiri.

Sejak tadi kedua tangan Hazel sibuk menyuapi bubur untuk Tiffany, tapi tatapan matanya terlihat kosong.

Pertemuannya dengan sang mantan suami membuat perasaan cinta yang telah lama Hazel kubur dalam-dalam terhadap Yusuf mulai bersemi kembali.

Walau bagaimanapun Hazel telah mencintai Yusuf dalam waktu yang cukup lama, bohong jika Hazel mengatakan rasa itu telah benar-benar hilang.

"Mom, mommy kenapa?" tanya Tiffany yang merasa heran melihat sang mommy terus mengaduk bubur di dalam mangkok, namun tak kunjung menyuapkan ke dalam mulutnya.

Ucapan Tiffany membuyarkan lamunan Hazel tentang masa lalunya bersama sang mantan suami.

"Eh, iya sayang. Buburnya mau lagi ya?" tanya Hazel yang langsung dibalas dengan anggukkan kepala oleh Tiffany.

Kemudian Hazel segera menyuapi sang putri tanpa ada drama melamun lagi.

Tiffany terlihat begitu lahap karna bisa makan disuapi oleh tangan sang mommy yang selama ini selalu sibuk dan jarang ada waktu untuknya.

"Makannya pelan-pelan sayang." ucap Hazel seraya membersihkan sisa makanan di bibir Tiffany.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu mengalihkan atensi Hazel dari wajah cantik sang putri.

Seorang wanita berjas putih berdiri di ambang pintu yang baru saja terbuka.

"Hallo Tiffany, bagaimana keadaanmu? Apa merasa lebih baik hari ini?" tanya dokter Maria dengan ramah.

"Tidak baik-baik saja doktel, aku masih harus dilawat selama bebelapa hali lagi di sini." jawab Tiffany dengan wajah dibuat sememelas mungkin.

"Loh, memangnya kenapa? Apa Tiffany sakit lagi?" tanya dokter Maria dengan dahi yang mengkerut.

Walaupun penyakit Tiffany cukup parah, tapi kondisi gadis kecil itu sudah cukup stabil sekarang dan bisa segera pulang. Tapi gadis kecil itu malah meminta di rawat di rumah sakit selama beberapa hari lagi.

"Habisnya kalau aku sakit mommy selalu mememani aku setiap hali, kalau aku sembuh pasti mommy sibuk kelja lagi. Jadi aku mau tetap sakit dan dilawat di sini saja." cicit Tiffany dengan manja.

Hati Hazel merasa tersentil mendengar ucapan sang putri, yang secara tidak langsung menyindir dirinya yang terlalu sibuk bekerja hingga tidak ada waktu untuk Tiffany.

"Sayang, Tiffany tidak boleh bicara seperti itu. Tiffany harus sehat dan tidak boleh sakit lagi. Setelah Tiffany sembuh mommy janji akan meluangkan lebih banyak waktu untuk Tiffany." Hazel memeluk Tiffany begitu erat seakan takut kehilangan gadis kecil itu.

"Mommy benar sayang, mommy sibuk bekerja kan semuanya demi Tiffany juga. Jadi Tiffany harus sembuh, ok." dokter Maria ikut menimpali.

"Iya doktel." balas Tiffany seraya menganggukkan kepalanya.

"Begitu dong, ini baru namanya gadis pintar." dokter Maria mengelus puncak kepala Tiffany dengan gemas.

"Sekarang Tiffany istirahat ya, karna dokter ingin berbicara dengan mommy. Boleh kan?" pinta dokter Maria tanpa ada sedikitpun paksaan.

"Boleh doktel." patuh Tiffany yang mulai merasakan kantuk karna epek obat.

Hazel membantu membenarkan bantal Tiffany agar gadis kecil itu bisa tidur dengan lebih nyaman. Membenarkan selimutnya pula serta mencium kening sang putri dengan sayang.

"Nyonya Hazel, mari kita berbicara di ruangan kerjaku." ucap dokter Maria setelah mendengar suara dengkuran halus keluar dari mulut mungil Tiffany.

"Baik dokter." patuh Hazel.

Setelah memastikan Tiffany sudah tertidur lelap, Hazel dan dokter Maria segera meninggalkan ruangan bernuansa hello kitty itu untuk menuju ke ruangan kerja dokter Maria.

***

***

Drrrd drrrd

Suara ponsel yang bergetar membuat Tiffany terjaga dari tidurnya. Gadis kecil itu mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk mencari di mana sumber suara tersebut.

"Inikan Hp mommy, pasti ketinggalan." cicit Tiffany saat menemukan ponsel milik sang mommy tergeletak di samping tempat tidurnya.

"Aku halus segela balikin Hp ini ke mommy." Tiffany mencoba untuk turun dari ranjang tempat tidurnya, kemudian menyusul sang mommy di ruangan dokter Maria.

Bruk!

Suara Tiffany terjatuh dari atas ranjang pasien, di susul dengan suara tangisan Tiffany yang cukup keras.

Mendengar suara tangisan seorang gadis kecil yang cukup memilukan, Yusuf jadi menghentikan langkahnya dan memutuskan untuk mencari dimana sumber suara tangisan tersebut.

"Sepertinya suara tangisan itu berasal dari tempat ini?" Langkah Yusuf terhenti di depan bangsal pasien khusus anak-anak.

Tanpa pikir panjang, Yusuf segera membuka pintu kamar pasien dimana sumber suara tangisan berasal.

"Nak, kau baik-baik saja?" tanya Yusuf seraya membantu Tiffany berdiri kemudian menggendong gadis kecil itu dan membaringkannya kembali ke atas ranjang pasien.

"Om ganteng, aku gak papa kok. Hiks." balas Tiffany dengan suara terisak.

"Dimana orang tuamu nak? Kenapa kau sendirian?" tanya Yusuf yang tidak menemukan ada siapapun lagi di ruangan itu selain Tiffany seorang.

"Mommy sedang belbicara dengan doktel Malia di luangannya." balas Tiffany.

"Lalu dimana daddymu?" tanya Yusuf.

Jika Tiffany punya seorang mommy, pastinya punya daddy juga. Sesederhana itu pemikiran Yusuf.

"Aku tidak punya Daddy om ganteng, mommy bilang daddy sudah ada di sulga. Tapi aku punya lima olang papa." balas Tiffany masih dengan suara terisak namun mencoba untuk tetap tersenyum.

"Lima orang papa?" dahi Yusuf mengkerut saat mendengar jawaban gadis kecil itu.

Bersambung.

1
Evy Budman Sagun
ceritanya semakin ngawur. jd malas baca, ngga rekomended novel ini
Alisha Chanel: ok makasih👍
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
hukum karma syifa kmu bohongin yusuf mnyakiti hanzel
Ririn Nursisminingsih
gregetrn a sama yusuf ceo kok bodohhhhh
Ririn Nursisminingsih
ayolah yusuf jg jadi ceo bodoh selidiki semuanya
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg ngrebut suami orang rumah tanggamu ndak bahagia kan syifa
Ririn Nursisminingsih
sukurin
Ririn Nursisminingsih
yusuf2 kok yo nikahin syifa
Ririn Nursisminingsih
rasain yusuf bingung sendiri kan di cuekin hanzel
Ririn Nursisminingsih
boding kmu yusuf senja itu ya hazel sendiri🤭🤭
Ririn Nursisminingsih
kuras abis hanzel uang yusuf biar tau rasa😄😄
Lyeend
15 minit sahaja,.???🤭🤣mana asik lhorr.singkat sangat tu pemanasan badan
Lyeend: 🤣🤣mana asyik,mana sampai ke syurga kalau 5 minit saja😁🤭
total 2 replies
Rosaline
Yusuf masih aja gengsian😁
Ziyah El-suniyah Azwa
ceritanya asik
Cantika
syukurlah Hazel dan Yusuf bisa hidup bahagia
Cantika
aku malah udh baca kisah Rena sebelum baca novel ini thor😄
Cantika
ternyata syifa yang akan menggantikan Yusuf untuk donor jantung
Cantika
Tyo the best👍
Cantika
akan terjadi kesalahan pahaman lagi kayaknya
Dewi
terimakasih Thor Atas ceritanya, ditunggu karya-karya selanjutnya😊
Dewi
dari dulu kelakuan Rena memang ada-ada aja😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!