Arjuna sangat terkejut saat membuka kedua matanya, statusnya yang lajang berubah menjadi menikah. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Simak terus kelanjutannya yuk!
Follow IG: @thalindalena
Add FB : Thalinda Lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti squisy?
WARNING! Seneng 'kan kalean kalau ada peringatan segede itu. Ngaku deh.🤣
Yuk, cekidot! Tapi sebelum itu kasih vote dan dukungan buat emak gesrek biar makin semangat ❤❤
"Iya aku akan memakanmu dan mencabik-cabik tubuhmu menjadi beberapa bagian!" jawab Arjuna dengan kesal dan tidak mau basa-basi lagi, ia segera melajukan mobilnya menuju hotel yang terdekat.
"A-apa? Kamu tega sekali." Wajah Aluna menjadi pias, ia menyilankan kedua tangannya di bagian dada, melirik Arjuna dengan perasaan takut.
"Persiapkan dirimu!" ucap Arjuna lagi seraya melirik Aluna sembil menahan senyumannya.
"Apa yang harus aku persiapkan? Apakah dia akan memotong leherku? Atau kedua kakiku? Argghh! Mommy tamatlah riwayat hidupku, hiks ..," batin Aluna dengan segala pemikirannya sendiri, bahkan ia sampai tidak sadar jika mobil yang di kendarai Arjuna sudah sampai di depan lobby hotel bintang lima tepatnya di pusat kota.
"Ayo turun!" ajak Arjuna sembari memegang pundak istrinya.
Aluna tersentak kaget dan tersadar lamunannya saat tangan Arjuna memegang pundaknya. "Apa?' tanya Aluna sembari melirik suaminya.
"Ayo turun, aku sudah tidak sabar untuk memakanmu," jawab Arjuna sembari menyeringai iblis.
GLEK
"A-aku tidak mau," jawab Aluna dengan terbata dan memiringkan tubuhnya, menjauhi Arjuna.
"Oke! Kamu mau turun sendiri atau aku akan menyeretmu keluar!" ucap tegas Arjuna sembari keluar dari dalam mobil, lalu berjalan mengitari mobil bagian depan dan membuka pintu mobil bagian kiri. "Ayo keluar!" titah Arjuna, dan Aluna tetap kekeuh tidak mau. Tanpa basi-basi lagi Arjuna menarik paksa tangan Aluna keluar dari dalam mobil.
"Parkirkan mobilku!" titah Arjuna kepada security yang berjaga di sana.
"Baik Tuan," jawabnya seraya membungkukan setengah badannya.
*
*
*
"Arjuna lepaskan aku! Aku tidak mau!" tolak Aluna, berusaha untuk melepaskan tannganya yang di tarik oleh suaminya.
"CK! Lama!" kesal Arjuna lalu dengan tidak sabaran ia memanggul tubuh Aluna di pundaknya.
"Arjuna!!!" pekik Aluna sembari mememukuli pundak suaminya itu berulang kali dan dengan keras. Akan tetapi Arjuna bergeming, tetap melanjutkan langkahnya ke lift menuju lantai teratas di hotel mewah tersebut.
Arjuna yang memanggul Aluna seperti karung beras menjadi pusat perhatian para tamu hotel dan juga para pegawainya. Akan tetapi mereka tidak berani berkomentar karena takut dengan pemilik hotel mewah tersebut.
Sampai di President Suite Room hotel mewah tersebut, Arjuna langsung menghempaskan tubuh Aluna di atas ranjang empuk yang super mewah itu.
"Ini di mana? Apakah ini hotel Arjuna?" batin Aluna bertanya sembari mengedarkan pandangannya di seluruh kamar tersebut.
"Hah!" Arjuna menghembuskan nafaasnya dengan kasar seraya menggulung lengan kemejanya sampai sebatas siku, kemudian ia berkacak pinggang, menatap Aluna dengan sangat tajam. "Tubuhmu berat sekali," ucap Arjuna sembari mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Apa kamu bilang!" sewot Aluna seraya beranjak dari atas ranjang tersebut, namun gerakannya tertahan saat Arjuna menahan pundaknya.
"Kamu tidak boleh pergi kemana-mana karena aku akan memulai memakanmu," ucap Arjuna menyeringai tipis.
"Arjuna, apakah kamu ini masih waras? Kamu bukan seorang kan*bal 'kan?!" seru Aluna sembari memundurkan punggungnya saat Arjuna menundukkan badannya ke arahnya.
CLETAK!
"Dasar bodoh! Otak udang!" umpat Arjuna seraya menyentil kening Aluna dengan sangat keras, membuat istrinya itu meringis kesakitan.
"Aww! Sakit tahu!" sungut Aluna seraya mengusap keningnya yang terasa sangat sakit dan perih.
"Aku akan memakanmu, maksudnya adalah ..." Arjuna tidak melanjutkan ucapannya namun pria itu justru menarik dagu Aluna dan mellumat bibir istrinya itu dengan sangat rakus.
"Emph." Aluna terkejut sembari memegangi kedua sisi pundak Arjuna.
Arjuna melepaskan tautan bibirnya itu seraya menatap wajah cantik istrinya denga jarak yang sangat dekat. "Kita lanjutkan yang di bioskop tadi," bisik Arjuna tepat di depan bibir Aluna yang ranum.
"Tapi, aku—"
"Sssttt." Arjuna meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Aluna agar istrinya itu berhenti berbicara.
"Aku tidak mau mendengar penolakan darimu. Kita tidak akan berpisah, kamu paham," ucap Arjuna dengan penuh kelembutan dan menatap kedua mata Aluna dengan sangat dalam hingga mampu menghipnotis Aluna yang juga tengah menatap kedua matanya.
"Tapi, aku takut jika--" ucapan Aluna terhenti saat Arjuna memotong ucapannya.
"Aku tidak akan meninggalkanmu. Kita akan membuat anak yang lucu-lucu dan menjadi keluarga yang sangat bahagia, kamu percaya kepadaku 'kan?' ucap Arjuna dengan sangat lembut.
Aluna terdiam dan mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Arjuna. Aluna yang mengharapkan pernikahan satu kali dalam hidupnya itu pun mengangguk pelan, setuju dengan ucapan Arjuna.
"Aku percaya denganmu, tapi jangan pernah sakiti hatiku lagi," jawab Aluna sembari menatap wajah tampan suaminya.
"Tidak akan pernah," jawab Arjuna dengan lembut dan meyakinkan Aluna.
Arjuna mulai mendorong tubuh Aluna ke belakang hingga terlentang di atas tempat tidur, kemudian ia segera mengungkung tubuh istrinya itu.
Kedua mata saling memandang dan bibir mereka semakin mendekat, dan pada akhirnya ...
CUP
Bibir mereka menyatu dengan penuh kelembutan dan tanpa keraguan.
Arjuna menggerakkan bibirnya menyesap bibir Aluna atas bawah bergantian dan Aluna tidak mau kalah, membelas setiap gerakan bibir suaminya yang menari-nari di permukaan bibirnya.
Aluna memejamkan kedua matanya menikmati sebuah ciuman yang lembut dan penuh dengan kehangatan hingga menjalar sampai ke relung hatinya.
"Jika kamu adalah yang terbaik untukku, jiwaku dan masa depanku. Maka hari ini juga aku akan memasrahkan tubuh ini dan hati ini kepadamu," batin Aluna sembari mengaitkan kedua tangannya di leher kokoh Arjuna.
Ciuman mereka yang awalnya lembut kini mulai menuntut dan penuh gairah. Lidah mereka saling bertaut, dan suara decapan bibir semakin keras terdengar. Mereka saling bertukarr saliva-nya dan nafas mereka mulai memburu.
Entah siapa yang memulai lebih dulu, tanpa sadar tubuh mereka sudah polos tanpa sehelai benang. Arjuna meraba seluruh tubuh istrinya dengan penuh kelembutan, memberikan sentuhan manjah pada titik sensitif Aluna, sehingga membuat istrinya itu tidak berhenti mendesah.
Gairah Arjuna sudah berada di ubun-ubun. Ia sudah tidak sabar untuk meng-eksekusi tubuh istrinya. Ia mulai memosisikan diri, namun sebelum itu ia membuka lebar kedua kaki Aluna, menatap celah sempit yang ada di ujung sana terlihat sangat segar, berwarna pink kemerahan dan di sekelilingnya di tumbuhi rumput hitam yang tipis.
"Arjuna aku takut. Kenapa si Junaedi sangat menyeramkan?" tanya Aluna sembari melirik senjata tempur Arjuna yang terlihat panjang, besar dan berurat.
"Tapi dia polos dan juga baik. Kenalan dulu dong sama dia," jawab Arjuna nyeleneh sembari menarik tangan Aluna untuk memegang leher Si Junaedi.
"Eh!" pekik Aluna saat tangannya sudah menggenggam senjata suaminya.
"Kenapa?" tanya Arjuna dengan alis yang berkerut.
"Rasanya kenyal dan keras. Lucu mirip squisy," jawab Aluna sembari terkekeh geli.
"Astaga! Ternyata istriku polos sekali," batin Arjuna semakin merasa gemas dengan tingkah istrinya yang polos bin oon. 🤣
Bersambung dulu, mendadak otakku nge-lag gara-gara tingkah Aluna🤣🙈
Sabar ya sabar jangan esmosi 🤣🤣🙏