NovelToon NovelToon
Bertukar Jiwa

Bertukar Jiwa

Status: tamat
Genre:Action / TimeTravel / Balas Dendam / Kriminal / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Berubah manjadi cantik / Chicklit / Tamat
Popularitas:283.4k
Nilai: 5
Nama Author: xianyan

Pengumuman! sedang masa di revisi dari bab 85
Maaf, atas ketidaknyamanannya, mungkin akan ada pengubahan jalan ceritanya, terima kasih

Bagaimana jadinya ketika seorang wanita Mafia bertukar tubuh dengan seorang gadis SMA yang merupakan kekerasan sekolah, tak hanya itu gadis itu juga merupakan putri dari cinta pertamanya? Akankah dia bisa menjalani kehidupan itu? Dan membantunya membalas dendam pada orang-orang yang telah menyakitinya? Simak kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xianyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

" Kenapa kamu pulang sangat larut? dan juga warna merah apa yang melekat di baju mu? Kamu tak terluka bukan. " Tanya Ruslan dengan nada yang masih mengintimidasi.

Dahi Ruksa mengernyit heran seraya mencari noda merah yang di maksud oleh ayah Dania. Hingga kedua matanya mendarat di bagian bahunya yang memang terdapat noda merah, yang di yakini bahwa noda tersebut adalah darah dari Alvaro.

" Oh, Bukan apa-apa, ini hanya . . . hanya . . hanya noda cat, tadi nggak sengaja nyenggol orang yang lagi ngecat. " elaknya,

" Oh, kalau begitu ,segera cuci cepat. mumpung nodanya masih basah. " ujar Ruslan dengan suara dinginnya.

Dengan Patuh, Ruksa pun bergegas menuju kamar tidurnya, mengganti pakaiannya dengan sebuah pakaian santai dengan celana pendek dan kaus pendek yang melengkapi penampilan santainya.

Di depan mesin cuci, dengan kedua tangannya Ruksa terus menyikatnya, berusaha sebisa mungkin untuk menghilangkan noda darah itu. Namun seberapa keras ia mencoba menghilangkan noda darah itu, tapi noda itu tak kunjung hilang sepenuhnya membuatnya frustasi

Ia pun akhirnya menyerah dan memilih untuk menghubungi Dania, memintanya untuk membelikan seragam baru untuknya.

Dania yang berada di sebrang sana hanya bisa mengelus dadanya, sebab wanita itu selalu menghubungi di waktu dirinya tengah tertidur pulas.

Dan juga, untuk apa dia meminta seragam baru? Memang nya ada apa dengan seragam lamanya? Seingatnya, seragamnya masih bagus.

Namun ia tak mengutarakannya, karena takut wanita itu akan memarahinya balik.

Dania pun hanya bisa mengatakan iya sebagai jawabannya, tanpa menanyakan alasannya.

Setelah memutuskan panggilan dari Dania, Ruksa pun menghentikan aktivitasnya membiarkan noda darah itu tetap berada di sana.

Ruksa pun teringat kembali akan kejadian, di tempat gang sempit nan gelap. Dirinya yang merupakan satu-satunya wanita di sana berdiri dengan kokoh.

Setelah berhasil menumbangkan salah satu dari mereka, ketiga pria itu sedikit terkaget dengan aksi Ruksa yang berhasil menumbangkan ketua mereka dalam satu kaki serang.

Tersirat rasa takut di wajah mereka, takut jika mereka telah menyinggung orang yang salah.

Namun, pria dengan luka di wajah itu tak terima dan tak peduli pada status wanita yang telah merusak masa depannya.

Dia berdiri secara perlahan, lalu menyuruh anak buahnya untuk membalaskan dendamnya.

Mendengar hal tersebut, Ruksa tak merasa gentar sekali pun, sorot matanya terlihat sangat tenang bagaikan air.

Ia terdiam di tempat yang sama dengan memasang kuda-kuda.

Satu di antara ke tiga pria itu pun maju dengan membawa balok kayu di tangannya.

Ruksa pun menghindari setiap serangan dari pria itu, membuat sang pria berdecak kesal.

Dia pun meminta kedua temannya untuk menyerang Ruksa secara bersamaan.

Akan tetapi, Ruksa malah terkekeh geli, ia pun semakin bersemangat meladeni mereka. Namun di detik berikutnya ia harus menelan kecewa, sebab ke tiga pria itu tak memenuhi ekspektasinya.

Bagaimana bisa mereka bisa tumbang hanya dalam hitungan menit saja?

Pria dengan luka di wajahnya itu sangat terkejut, kedua matanya menatap tak percaya pada Ruksa.

Sedangkan Ruksa sendiri hanya busa menyunggingkan senyumnya dan berjalan menghampiri pria yang tengah ketakutan setengah mati.

" Tolong berikan belas kasihmu, aku janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama. Jika perlu, Aku akan menjadi bawahan . . oh tidak, maksudnya aku rela menjadi anjing peliharaan mu. " pintanya, seraya meminta memohon.

Ruksa pun berjalan mendekat, menghampiri pria itu. Lalu berjongkok, menyamakan tingginya dengan pria itu.

" Baiklah, kali ini gue maafkan. Kalau begitu pergilah. "

" Benarkah? "

" Mmm, pergilah sebelum aku berubah pikiran. " Ruksa berkata.

Kedua sudut bibir pria itu terangkat ke atas, lalu pergi seperti yang di katakan oleh Ruksa.

Kini di tempat itu, hanya menyisakan Ruksa dan juga Alvaro yang masih tak sadarkan diri.

Ia pun menoleh kebelakang, menatap Alvaro yang terkulai lemas di atas tanah. Ia pun mendesis seraya berkacak pinggang seraya berpikir bagaimana membawa tubuh bongsor itu dengan tubuh mungilnya.

Ruksa pun mencoba mengangkat tubuh itu, namun apa daya tubuhnya tak mampu. Tangannya merogoh ponselnya, hendak menghubungi Ismail. Namun jari tangannya terhenti di udara, dan berpikir bahwa dirinya terlalu sering meminta bantuan pada pria itu. Ia pun akhirnya memutuskan untuk membawanya sendiri.

" Gila, dia makan apaan sih? Kok bisa segede gaban gini? " Keluhnya serata terus berjalan.

Kedua kakinya gemetar menahan beban tubuh Alvaro yang dua kali lipat besar darinya. Keringat peluhnya membasahi seluruh tubuhnya.

Sepanjang jalan, ia tak berhenti mengumpat. Sebab tak ada satupun kendaraan yang melintas, bahkan ojeg pun tak ada. Seharusnya ia tak membiarkan pria dengan luka di wajah itu pergi.

Nafasnya terengah-engah.

" Ke . . .. mana perginya semua kendaraan umum ?! Ke. . napa di . . saat seperti ini me. . . reka pada menghilang! "

Setelah menyiksa diri selama satu jam, dengan berjalan menyusuri jalan dengan membawa Alvaro di punggungnya.

Ruksa pun akhirnya sampai di rumah sakit terdekat. Tanpa menunggu hasilnya ia pun langsung pulang ke rumah.

Kini jam sudah menunjukan pukul 23:00 malam. Di depan pintu rumah, Ruksa terdiam mematung takut untuk masuk ke dalam rumah seraya meneguk salivanya. Ia bisa menebak semarah apa pria itu terhadapnya.

Sebenarnya, Ruksa tak bermaksud, tidak memberi kabar. Hanya saja, baterai ponselnya sudah habis, dan akhirnya tak bisa memberi kabar.

" Sudah tidur kali yah. " terkanya karena melihat kondisi rumah yang sudah gelap.

Tangannya mencoba memutar kenop pintu secara perlahan, ia begitu terkejut ketika pintu itu ternyata tak di kunci sama sekali.

Keadaan rumah begitu gelap gulita, hanya cahaya lampu temaram dari lampu luar yang menerangi ruangan tengah

Ruksa berjalan mengendap-endap, berharap langkah kakinya tak menimbulkan suara.

Namun tiba-tiba lampu ruangan itu menyala, memperlihatkan Ruslan dengan raut yang sulit untuk di jelaskan.

Dan di sinilah Ruksa berada, di sidang oleh Ruslan. Setelah selesai dengan urusan noda di baju itu, ayah Dania tiba-tiba memanggilnya ke ruang tengah.

Kepala Ruksa menunduk menatap lantai rumah, seraya memainkan ke sepuluh jarinya. Di depannya, Ruslan melipat kedua tangannya di dada. menatap putrinya dengan tatapan mengintimidasi.

Karena melihat penampilan kacau dari putrinya, Ruslan pun hanya bisa memberinya hukuman ringan dengan menyuruhnya menghilangkan noda yang berada di bahunya.

Setelah putrinya selesai dengan hukumannya, ia pun kembali memanggilnya seraya menginterogasinya lagi.

" Apa kamu tahu sudah jam berapa ini? "

Ruksa tak menjawab, kepalanya semakin menunduk ke bawah, dan menyadari akan kesalahan yang di perbuatnya.

" Apa kamu tahu betapa khawatirnya ayah?! Apalagi kamu ini seorang wanita. Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Apa yang harus ayah lakukan? "

Ruslan pun menghela nafas, tangannya memijat pelipisnya, ke dua matanya menatap putrinya yang sedang ketakutan.

Ia pun beranjak dari kursi, mengambil kotak p3k.

" Sebenarnya kamu habis dari mana? Apa teman-teman mu itu menganggu mu lagi? "

Ruksa menggelengkan kepalanya.

" Lantas, dari mana kamu mendapat luka ini? "

Mulut Ruksa pun bungkam, tak berani menjawab.

" Apa kamu tak mempercayai ayah? "

" Bukan itu, hanya saja . . . hanya saja . . . Aku tak ingin menjadi beban. "

1
Di Elva
banyak kalimat yg tidak padu, tp ceritanya bisa disimak.. nice 👍
Liana Simon
keren ini ceritanya
Dede Mila
baca
Uci Umami
coba klw Arga tuh ga bodoh nd jujur ma ayahnya trus ga pengecut pasti ga terjebak dengan wanita itu ,trus Nisya juga ga mati 😭
Uci Umami
cih alay Luh Laila
Uci Umami
sumpah keren banget novel ini Thor....gue kasih bintang 5 klw ada 10 juga gue kasih , kata gue cerita novel u yg ini tuh sama kaya cerita novel yg lain genre fantasi, transmigrasi ke novel , reinkarnasi atau time travel yg lain tapi disini sih keren sih alur ceritanya ....ceritanya ga ketebak dan bikin gue ga nyangka ternyata Dania masih terhubung ma keluarga ruksa alias kembaran Aldan nd si Ruslan tuh blm nikah sama sekali... kasian sama si Nisya juga karena di perkosa trus ga disetujui untuk tinggal bersama anak2nya sama kakek Chandra jadi dia bawa salah satu anaknya, novel lu tuh bener2 keren sih semua misteri akhirnya kebongkar,kata gue awal2 ceritanya bikin bosen tapi malah greget nd bikin penasaran trus setiap baca bab demi bab nya..sukses selalu thor
Uci Umami
kayanya dia yg ambil keperawanan ruksa
Ipit Pugar
hahahaha ada2 ada ya malaikat maut salah sabut nyawa
Cahaya Bulanppppppppppp
hi
Naraa 🌻
Clara licik ya, dia merangkul anak² yg kurang perhatian dari ortu terus di jadikan senjata
Naraa 🌻
kan bener El ada hubungannya
Naraa 🌻
Gue heran Ruksa katanya mafia, tapi knp gegabah Mulu, ga bisa main cantik, ceritanya bagus tapi agak membosankan, semangatt thor
mr. rmayy
seruuu banget ceritanya. gk nyangka udah habis padahal bacanya gk lama² amat deh. seru² banget ahh. dan makasih yah buat authornya yang udah semangat bikinya sampe tamat em yeyy
mr. rmayy
wahh memang benar yah kata orang. luaran buku tidak mencerminkan bagaimana dalamnya em.
mr. rmayy
wah³ licik juga yahh aldan. hahahhahah
mr. rmayy
terus darah Dania hitam emang?
mr. rmayy
yaelah emangnya tuh sekolah punya loh hah? kgak kan..
mr. rmayy
wkwkwkwkw pasti malu bangett tuhh..
mr. rmayy
wahhh author plotwist sekali. wahh saya dipermainkan lagi sekali yah. bener² dah
mr. rmayy
wahh thorr sangat baguss ya cerita nya. baru pgen marah eih gk jadi sekarang em
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!