NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Terbuang

Bangkitnya Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Ruang Ajaib
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Seorang wanita ahli pengobatan dan racun tiba-tiba memasuki tubuh seorang gadis lemah bernama Feng Wu. Terbangun di tempat asing, ia sempat mengira semua itu hanyalah mimpi. Namun, tempat dan kehidupan baru yang dihadapinya ternyata benar-benar nyata.

Jika Feng Wu sebelumnya dikenal sebagai gadis bodoh dan lemah yang selalu diremehkan, maka kedatangan jiwa baru akan mengubah segalanya.

Mulai sekarang, Feng Wu bukan lagi gadis yang mudah ditindas.

Karena sudah masuk ke tubuh Feng Wu, maka wanita itu akan menuntut balas atas perlakuan buruk pada pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Feng Wu terdiam cukup lama, hatinya bergejolak hebat. Bayangan Pangeran Ketiga yang dingin dan kejam tadi, membuat pikirannya kacau.

"Jadi... selama ini dia hidup dalam ketidakadilan?" gumam Feng Wu pelan, tak menyadari bahwa pertanyaannya keluar begitu saja.

Wen Jin mengangguk berat, menatap ke arah pintu keluar restoran. "Pangeran Ketiga bukan hanya harus bersaing dengan orang-orang yang licik dan berkuasa, dia juga harus berjuang sendiri, tanpa ada pihak yang mendukung secara terbuka. Itulah sebabnya menjadi begitu dingin, begitu tegas, dan tak kenal ampun karena di dunia tempatnya hidup, kelemahan berarti kematian."

Feng Wu menelan ludah, rasa ngeri bercampur rasa kagum yang tak disadari mulai tumbuh di hatinya. "Ternyata... hidupnya jauh lebih berat bebannya daripada pangeran yang lain"

"Sudahlah, Wu'er. Lebih baik kita pulang," ajak Wen Jin pelan, berdiri dari tempat duduknya. "Tempat ini sudah tidak nyaman lagi. Dan cerita ini... simpanlah baik-baik di dalam hatimu. Jangan pernah mengucapkannya kepada siapa pun. Jika tersebar, bisa membahayakan nyawa kita sekeluarga."

Feng Wu mengangguk mantap. "Aku paham, Kakak Jin. Aku takkan menceritakannya pada siapa pun."

Keduanya segera meninggalkan restoran itu. Sepanjang perjalanan pulang, Feng Wu tak banyak bicara. Pikirannya terus tertuju pada sosok Pangeran Ketiga sang Dewa Kematian yang ditakuti semua orang, namun ternyata menyimpan luka dan ketidakadilan yang begitu dalam.

"Apakah soal racunnya? permaisuri sengaja ingin membunuhnya karena pangeran ketiga adalah ancaman, tidak benar! ini tidak benar, mengapa aku terlalu khawatir" Batin Feng Wu yang gelisah.

Sesampainya di kediaman Wen, suasana tampak hening dan sendu. Di ruang tengah, Wen Qi sedang duduk sendirian, menatap ke depan tanpa melihat apa pun. Di tangannya tergenggam sebuah benda kecil yang dibalut kain sutra, mungkin kenangan dari Su Meng. Wajahnya tampak semakin pucat dan murung, seolah setiap detik yang berlalu semakin mendekatkannya pada perpisahan dengan kebahagiaannya sendiri.

Malam semakin larut, bulan bersinar redup di langit gelap. Feng Wu bersiap untuk beristirahat, ia melangkah menuju jendela untuk menutupnya. Namun baru saja tangannya menyentuh bingkai jendela, sesosok bayangan hitam melompat masuk dengan gerakan begitu ringan hingga tak menimbulkan suara sedikit pun.

Feng Wu tersentak mundur, jantungnya berpacu kencang. Pangeran Ketiga berdiri di tengah kamarnya, wajahnya masih tampak dingin namun tatapannya jatuh tepat ke arahnya.

Saat itu juga Feng Wu menyadari pakaian tidurnya sedikit terbuka di bagian kerah dan lengan. Wajahnya seketika memerah, ia segera merapikan pakaiannya dengan tergesa-gesa, menarik kerah ke atas dan menyusupkan kain yang terurai. Meski ia berusaha menutupinya secepat mungkin, ia tahu jika Pangeran Ketiga sudah sempat melihat semuanya.

"Kau... apa maksud Pangeran menyusup masuk ke kamarku di tengah malam begini?!" tanyanya dengan suara bergetar, campuran antara marah, malu, dan gugup. Ia memeluk tubuhnya sendiri, berusaha menutup diri sekaligus menahan rasa malu yang membakar wajahnya.

Pangeran Ketiga berdiri diam di tempatnya, menatap Feng Wu lekat-lekat. Di bawah cahaya remang lampu minyak, wajahnya yang biasanya datar tampak sedikit berbeda, ada bayangan emosi yang sulit diartikan, namun tak ada niat jahat sedikit pun di matanya.

"Maaf... aku tidak bermaksud mengintaimu," ucapnya pelan, suaranya rendah namun terdengar jelas di keheningan kamar. "Aku hanya... ingin memastikan keadaanmu. Dan kau... kau terlihat cantik, bahkan tanpa perlu dihias apa pun."

Feng Wu tertegun mendengar kata-kata itu, wajahnya semakin panas. Ia segera memalingkan wajah, tak berani menatap mata pria itu. "Pangeran... tolong jangan bercanda begini. Malam-malam begini Pangeran masuk ke kamar wanita, itu bukan hal yang pantas!"

Pangeran Ketiga tidak bergerak sedikit pun, tatapannya justru semakin dalam menembus jiwa Feng Wu.

"Bercanda? Kau pikir aku datang sejauh ini hanya untuk bercanda di tengah malam?" suaranya merendah, berat dan bergetar pelan. Langkah kakinya perlahan mendekat, membuat Feng Wu mundur hingga punggungnya menyentuh dinding kamar. "Aku datang... karena aku tahu kau melihat semuanya di restoran tadi. Kau melihat sisi tergelapku, sisi yang paling orang takuti dan benci. Dan aku... aku takut kau ikut menjauh dariku."

Feng Wu menelan ludah, jantungnya berpacu liar. "Pangeran... itu... itu memang mengerikan. Tapi aku tidak berhak menghakimi Pangeran. Aku hanya... aku hanya bingung, mengapa Pangeran datang ke sini hanya karena itu?"

Pangeran Ketiga berhenti tepat di hadapannya, jarak di antara mereka hanya beberapa jengkal. Aroma cendana dingin yang khas dari tubuhnya menyelimuti Feng Wu, membuat napas gadis itu tertahan.

"Karena kau berbeda, Feng Wu. Saat semua orang gemetar ketakutan melihatku, kau malah menatapku seolah ingin memahamiku. Dan itu... membuatku tak bisa tenang." Tangannya terangkat perlahan, ujung jarinya menyentuh pelan pipi Feng Wu yang masih memerah. "Sore tadi... saat melihatmu di restoran, ada rasa takut yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Takut kau melihatku sebagai monster, bukan sebagai diriku yang sebenarnya."

Feng Wu terdiam, menatap mata pria itu. Di balik tatapan dingin dan kejam yang dilihat semua orang, ia kini melihat sesuatu yang lain, seperti kesepian yang mendalam, kerinduan untuk dipahami, dan ketulusan yang tersembunyi.

"Aku tidak takut pada Pangeran," jawab Feng Wu pelan namun tegas, matanya tak berkedip menatapnya. "Aku hanya sedih... menyadari bahwa di balik kekejaman itu, Pangeran sebenarnya kesepian dan sendirian."

Kalimat itu seolah menyentuh hati terdalam Pangeran Ketiga. Matanya berkedip pelan, dan untuk pertama kalinya, ekspresi wajahnya melembut sepenuhnya. Ia mendekatkan wajahnya, bibirnya hampir menyentuh telinga Feng Wu.

"Kau... benar-benar wanita yang tak bisa diprediksi. Dan karena itulah... aku tak bisa lagi melepaskanmu."

Namun sebelum hal lain terjadi, Feng Wu segera menegur dengan suara gemetar namun tegas. "Pangeran! Ini larut malam, dan ini kamar seorang gadis! Jika ada yang melihat, reputasiku akan hancur! Tolong... pergilah!"

Pangeran Ketiga menghela napas panjang, namun tak ada kemarahan di wajahnya. Ia tersenyum tipis, senyum yang begitu langka dan memukau.

"Feng Wu, mengapa pipimu merah?" goda Pangeran ketiga.

"Pangeran! Mengapa kau tidak tahu malu sekali, cepat pergi atau aku akan mengusirmu dengan paksa!". Jerit Feng Wu dengan nada kesal.

"Baiklah aku akan pergi, ngomong-ngomong ternyata kau tidak sekurus itu ya, lumayan seksi". Bisik Pangeran ketiga.

"Pergi!!!". Seru Feng Wu, tangannya mengepal, hendak membogem wajah Pangeran ketiga.

Pangeran ketiga terpaksa pergi, ia berbalik dan melompat keluar jendela, menghilang ke dalam kegelapan malam seolah tak pernah ada di sana. Tinggallah Feng Wu yang bersandar di dinding, tangannya menekan dada kirinya yang berdebaran tak kunjung reda. Malam itu, ia menyadari satu hal perasaannya pada Pangeran Ketiga telah berubah, dan tak ada jalan kembali lagi.

Setelah sosok Pangeran Ketiga benar-benar menghilang di kegelapan malam, Feng Wu baru bisa menghela napas panjang dan merosot duduk di tepi ranjang. Wajahnya masih memerah, jantungnya berpacu liar, namun perlahan-lahan kesadarannya kembali pulih.

"Sial! Sial! Sial!" gerutunya berkali-kali sambil memukul pelan dada kirinya sendiri. "Feng Wu, kau ini apa sih?! Hampir saja kau terbuai oleh wajah tampan dan kata-kata manisnya! Sadarlah!"

Ia berdiri dan berjalan mondar-mandir di kamar, berusaha menenangkan dirinya sendiri.

"Memang benar... dia tampan luar biasa. Matanya tajam namun kadang terlihat lembut, suaranya berat dan menenangkan... harus diakui, dia memang pria yang memukau. Tapi itu semua bukan alasan!" batinnya berteriak keras. "Aku harus menahan diriku. Sekuat apa pun dia menarik hatiku, aku tidak boleh jatuh cinta padanya! Tidak boleh!"

Feng Wu berhenti bergerak, menatap pantulan dirinya di cermin kecil di meja rias. Matanya kembali tajam dan tegas, seketika mengusir segala keraguan.

"Tujuan utamaku jelas. Aku datang ke sini bukan untuk bercinta. Aku datang untuk membalas dendam pada Keluarga Feng yang telah menyiksaku, membuangku, dan merampas semua hakku serta ibuku! Cinta... itu hanyalah gangguan yang bisa menghancurkan rencanaku. Aku tidak butuh itu!"

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Mulai sekarang, aku harus menjaga jarak darinya. Sekali pun dia datang, aku tidak boleh goyah. Hatiku harus keras seperti batu. Pangeran Ketiga... maafkan aku. Tapi aku punya jalan sendiri yang harus kutempuh, dan cinta bukan bagian dari rencanaku."

Feng Wu berbalik, menutup jendela dengan rapat, lalu mengunci pintu kamar seakan mengunci segala kemungkinan yang baru saja hampir tumbuh di hatinya. Malam itu, ia berjanji pada dirinya sendiri jika apa pun yang terjadi, balas dendam adalah prioritas utama, dan tak ada satu pun pria yang boleh menghalanginya.

1
jenny
jangan² pria selingkuhan selir Yu nih yang menebarkan racun atas usulan selir Yu
Dian Utami
feng Wu terlalu egois thor dan bertindak sesuka hati, giliran di perhatikan dia kesel
ummu syafanah
lanjut thor
jenny
semoga wen qi tersadar dan gak perlu marah² ke su meng
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please🙏Thor, thank you 🌹
jenny
permainan segera dimulai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!