NovelToon NovelToon
Nona Cantik Psycho

Nona Cantik Psycho

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: oell

Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi diacara ulang tahun

...Acara berlanjut dengan memberikan kado, Vanes mendapatkan banyak kado dari teman-teman nya. Kini saat nya Kiara yang memberikan kado nya....

...Kiara mengeluarkan kotak kecil dari tas nya, dan memberikan nya kepada Vanes....

..."Ini untuk mu, semoga panjang umur dan tetap menjadi gadis yang manis" ucap Kiara, memberikan kotak merah hati itu pada Vanes....

...Vanes menerima nya dengan senang, dia lalu memeluk Kiara dengan erat....

..."Makasih yaa... tapi Kamu datang aja aku udah seneng banget, kenapa harus repot-repot kasih kado" ucap Vanes senang....

..."Ini acara ulang tahun, sudah sepantasnya aku kasih kamu kado" jawab Kiara....

...Vanes dengan cepat membuka kotak cantik itu. Matanya langsung berbinar melihat isi nya....

..."Astaga Kia... Ini buat aku?" Tanya Vanes Tak percaya....

..."Iyaa buat siapa lagi kalo gak buat kamu" jawab Kiara tersenyum....

...Vanes langsung mengambil kalung itu dan memakainya.Semua mata langsung terpana melihat kalung yang ada di leher Vanes, apalagi saat melihat liontin nya yang bertabur dengan berlian asli, kalung itu langsung berkilau ketika terkena cahaya lampu....

...Kiara tersenyum melihat wajah bahagia sahabat nya, terlebih-lebih Dewi, dia bahkan tak bisa mengedipkan mata nya melihat kalung itu takjub....

..."Wahhh.... Kalung itu cantik banget" ucap Sinta membelalakkan matanya....

..."Iya, Vanes jadi seperti princess pakai kalung itu" jawab Tasya....

..."Kiara memang sahabat yang baik, dia bahkan memberikan hadiah yang begitu hebatnya untuk Vanes" sahut Riska....

..."Aaahhh.... Makasih Kia" ucap Vanes memeluk Kiara, matanya berlinang ingin menangis saking bahagianya....

...Vanes juga menarik tangan Dewi dan berpelukan bersama....

...Rifki hanya tersenyum melihat tiga sekawan itu, terlebih saat melihat Kiara, senyumnya tak pernah bisa hilang....

...Acara potong kue dan memberikan kado sudah selesai, acara di lanjut dengan makan siang. Karena waktu masih siang, sementara acara siap nya hingga malam, mereka memutuskan untuk melakukan pesta dansa kecil, hal itu juga di lakukan supaya pertemanan antara mereka semakin akrab....

...Banyak di antara mereka yang maju berpasang-pasangan untuk berdansa, acara dansa ini sangat menyenangkan, mereka tertawa bahagia bersama, tidak ada yang cemberut dan bad mood dalam acara ini....

...Di tengah-tengah asyiknya mereka berdansa, Rifki berlutut di depan Kiara sambil mengulurkan tangannya....

..."Bersedia kah nona Kiara untuk berdansa dengan saya" ucap Rifki penuh penghayatan....

...Semua orang bertepuk tangan sambil berteriak histeris, apalagi cewek-cewek yang tidak mendapatkan pasangan dansa, mereka bahkan menitikkan air mata saking iri nya, adegan seperti itu hanya mereka lihat di tv, tak pernah mereka membayangkan akan melihat adegan itu secara langsung....

...Kiara heran dan menatap Rifki dengan lekat sambil menggeleng pelan....

..."Ayolah Kiara, kaki gue udah pegel, tolong jangan permalukan gue please..." Ucap Rifki berbisnis dan menundukkan kepalanya. ...

..."Tentu saja tuan Rifki" ucap Kiara tersenyum, menggapai tangan Rifki....

..."Ahhhhhhhh...."...

..."Ini tidak adill"...

..."Berikan kami pasangan jugaaaa"...

..."Apakah ini mimpi? Mereka terlihat sangat nyata"...

...ku" "Ahhkkhh, tolong kirimkan malaikat juga untuk...

...Teriak teman-teman perempuan Vanes, anak-anak yang sekelas dengan mereka juga tidak kalah hebohnya....

...Rifki mendongak menatap Kiara yang sudah berdiri sambil tersenyum manis....

...Rifki dengan cepat menarik tangan Kiara dan membawa nya ke tengah-tengah teman-teman nya. Mereka berdansa dengan santai, dansa mereka tidak asal-asalan dan tertata dengan rapi....

...Mereka seperti tidak nyata, semua mata memandang mereka dengan terpana....

...***...

...Saat mereka selesai mengakhiri dansa, lampu gantung yang ada di atas mereka tiba-tiba jatuh, dengan sigap Rifki menarik tangan Kiara hingga mereka jatuh terhuyung. Lampu gantung itu pecah berserakan tepat dimana tempat Kiara dan Rifki berdansa tadi, Kiara terjatuh dalam pelukan Rifki, mereka saling bertatapan dengan kaget....

...Jeritan heboh dari teman-teman nya membuyarkan lamunan mereka, dengan cepat Kiara beranjak dan berdiri, namun dia kembali terjatuh saat teman-teman nya berlarian tak tentu arah dan menabrak nya hingga kembali ke pelukan Rifki, tubuh Rifki sudah tidak karuan karena terkena pijakan dari teman-teman nya, takut Kiara mengalami hal yang sama, Rifki memeluk Kiara dengan erat....

...Saat semua sudah lebih tenang, Kiara beranjak dari tempatnya, dia merasa salah tingkah saat terus menerus dekat dengan Rifki....

...Di lihatnya Dewi yang sudah menangis dengan di dalam kungkungan Bu Saras, dengan pisau yang hampir mengenai leher Dewi....

..."Bu lepasin Dewi, kenapa ibu jadi jahat begini?" Ucap Vanes yang mencoba menarik Dewi dari Kungkungan bu Saras....

...Bu Saras dengan dengan cepatnya menghempaskan tangan Vanes dengan kuat, hingga pisau yang di ada di genggaman Bu Saras menggores mengenai lengan Vanes....

..."Auuhh..." Erang Vanes kesakitan, dia tersungkur ke lantai....

..."Lebih baik kamu tidak usah ikut campur, ini urusan saya dengan dia, dia pasti yang sudah menghilangkan Monica, dari dulu dia selalu jadi bahan suruhan dan Bullyan Monica, sekarang pasti dia balas dendam dan menghilangkan nyawa anak saya Monica" ucap Bu Saras dengan sinis nya....

...Kiara langsung berlari menghampiri Vanes yang sudah terluka, darah sudah mulai menetes dari luka nya....

...Kiara yang melihat seketika emosi, dia berdiri dan menantang Bu Saras. Vanes Dan Rifki mencoba menahan Kiara....

..."Kia JANGAN dekati dia, dia berbahaya" ucap Vanes menahan kaki Kiara....

..."Iya Kia, biar aku yang akan mencoba membujuk nya" ucap Rifki....

..."Sudah lah, dia tidak akan mempan di bujuk, Rifki, sebaiknya kamu keluar dan panggil security Dan polisi" ucap Kiara. Dia merobek taplak meja yang masih bersih dan membungkuk luka Vanes, bi Saras memandang mereka dengan tersenyum sinis, Rifki dengan cepat keluar memanggil keamanan dan menelpon polisi....

..."Kamu tenang aja, aku gak akan kenapa- kenapa" ucap Kiara menyelesaikan ikatannya....

...Kiara mengambil gelas yang berisi minuman di pojokan, dan membuang minuman itu, lalu memecahkan bagian atas gelasnya, kau dengan cepat mendekati Bu Saras....

...Melihat itu Bu Saras terkejut dan mundur beberapa langkah ke belakang....

..."Jangan macam-macam dengan ku, atau aku akan membun*h nya" ancam Bu Saras menempelkan pisaunya ke leher Dewi, tangis Dewi semakin kencang....

...Kiara berhenti tepat di depannya....

..."Kau tidak akan berani membun*h nya, kita kau ingin melakukannya, kau akan membun*h nya dari tadi, bukan membuang-buang waktu mu dengan percuma" ucap Kiara sambil tersenyum mencemooh, dia memandang Bu Saras dengan remeh....

...Bu Saras tertegun melihat keberanian Kiara, dia merasa emosi dan menempelkan pisau itu lebih erat....

..."Bukannya itu Monica?" Tanya Kiara mengarahkan dagunya ke belakang Bu Saras....

...Bu Saras dengan cepat menoleh kebelakang, kesempatan itu tak akan di sia-siakan Kiara. Dia menarik tangan Dewi dan menendang perut Bu Saras kuat, hingga membuat Bu Saras tersungkur ke belakang....

..."Ahhhhhhhh" pekik Bu Saras kuat, dia merasakan sakit yang amat sangat di perutnya....

...Dewi lari ke belakang dan berpelukan bersama Vanes....

...Kiara jongkok di dekat Bu Saras, di tatapnya Bu Saras dengan tajam, membuat tubuh Bu Saras gemetar. Kiara lalu mengambil pisau yang ada di tangan Bu Saras, lalu menggesek kan pelan pisau itu di tangan Bu Saras....

..."Berani-beraninya kau melukai sahabat ku"...

...ucap Kiara pelan namun pandangan nya menusuk....

..."Apa yang kau lakukan, jauhkan pisau itu sekarang" ucap Bu Saras gemetar....

..."Kau sudah sangat salah menuduh dan mencelakai teman-teman ku, kau harus mendapatkan hal yang serupa" ucap Kiara lalu menusuk kan pisau itu ke lengan kanan Bu Saras....

..."Ahhkkhh" teriakan Bu Saras memenuhi ruangan....

..."Kiaraaaa" teriak Dewi dan Vanes bersamaan, mereka sangat syok dengan yang terjadi di depan mata mereka....

..."Kali ini aku akan memaafkan mu karena disini ada teman-teman ku, lain kali tak ada maaf untuk mu" ucap Kiara tajam, lalu berdiri dan menginjak tangan kiri Bu Saras hingga patah....

...Kreeaakk......

..."Ahhkkhh.... Ampun..." Teriak Bu Saras....

...Kiara tersenyum menatap Bu Saras dengan tajam....

...Dia lalu membalikkan badannya dan menatap khawatir pada kedua temannya....

..."Kalian gak papa?" Tanya Kiara khawatir....

..."Gak papa Kia, kamu gak papa?" Tanya Vanes....

...Kiara menggeleng lalu menatap Dewi, dia naikkan nya dagu Dewi melihat bekas goresan kecil bekas pisau itu di lehernya....

..."Kamu gak papa Dew?" Tanya Kiara Tak kalah khawatir nya....

..."Gak papa Kia... makasihh ya, kalo gak ada kamu pasti aku akan mati hari ini" jawab Dewi menangis....

..."Syukurlah kalo kalian gak papa, kita harus segera keluar dari sini" ucap Kiara....

...Rifki dengan beberapa polisi dan dua security masuk dengan tergesa-gesa. ...

...Mereka kaget melihat Bu Saras yang terkapar kemah dengan darah yang terus mengalir di tangannya....

..."Kalian gak papa?" Tanya security itu...

..."Enggak pak, tolong aman kan ibu itu, dia sudah mencelakakan kedua teman saya" jawab Kiara....

...Security itu mengangguk dan mendatangi temannya dan juga polisi yang tengah memeriksa Bu Saras....

..."Kalian gak papa?" Tanya Rifki khawatir...

..."Enggak, tapi kayaknya kita harus bawa Ang me rumah sakit, takutnya infeksi" ucap Kiara....

..."Ayo biar gue antar" ucap Rifki....

..."Tunggu dulu, ini kenapa ibu ini seperti ini?" Tanya pak polisi heran....

..."Saya yang melakukan nya pak, apakah salah jika saya membela diri, jika saya tidak membela diri mungkin nasib kami bertiga sama, sama-sama tertusuk seperti Vanes, atau bahkan lebih dari itu, lagi pula saya tidak membun*h nya pak, saya hanya membela diri" jawab Kiara sedih....

...Para polisi dan security mengangguk paham....

..."Baiklah jika seperti itu, kami akan mengurus nya, kalian lebih baik pulang atau ke rumah sakit sekarang" jawab polisi itu....

...Kiara mengangguk....

..."Terima kasih pak" ucap Kiara lalu memapah Vanes Dan membawanya ke rumah sakit....

...Bersambung.......

1
falea sezi
lanjut
falea sezi
🤣🤣 suka cwek cupu yg Badas gini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!