NovelToon NovelToon
SURAT DARI BATAVIA

SURAT DARI BATAVIA

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / Fantasi / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Melalui surat-surat yang melintasi waktu 94 tahun, cinta tumbuh di antara dua orang yang tidak mungkin bersatu. Alina jatuh cinta pada keberanian Arya, dan Arya jatuh cinta pada harapan yang dibawa Alina.
​Namun, sejarah mencatat bahwa Arya dijadwalkan untuk dieksekusi mati dalam waktu tiga bulan. Alina bertekad mengubah takdir itu. Dengan pengetahuan sejarahnya, ia mencoba menuntun Arya menghindari maut. Tetapi, setiap huruf yang ia ketik untuk mengubah masa lalu, mulai mengacaukan realitas masa kini.
​Di tengah ancaman marsose Belanda di tahun 1930 dan memudarnya ingatan sejarah di tahun 2024, Alina dan Arya harus memilih: Menyelamatkan nyawa satu sama lain, atau menyelamatkan kemerdekaan bangsa yang mereka cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Bayangan di Tanjung Perak

20 Juni 1931. Pukul 06.00 waktu Surabaya.

Stasiun Gubeng.

Uap putih mengepul dari cerobong lokomotif hitam Eendaagsche Express yang siap berangkat menuju Batavia. Peluit panjang berbunyi, membelah udara pagi yang dingin.

Arya berdiri di peron, menatap sosok Sarsinah yang duduk di dekat jendela gerbong kelas tiga.

Tidak ada kata-kata manis. Hanya anggukan pelan.

Sarsinah menempelkan telapak tangannya ke kaca jendela. Arya membalasnya dari luar.

"Hati-hati, Nah," bisik Arya.

Kereta mulai bergerak perlahan. Roda besi berdecit. Wajah Sarsinah perlahan menjauh, membawa serta masa lalu Arya yang terakhir. Wanita itu menepati janjinya: dia pulang untuk menempuh takdirnya sendiri, meninggalkan Arya di medan perangnya.

Arya berdiri mematung sampai kereta itu hilang di tikungan. Dia merasa separuh hatinya kosong, tapi separuh lagi—bagian yang bertahan hidup—merasa lega.

Sekarang dia kembali sendiri. Hantu tanpa beban.

Dia membetulkan letak topinya, meraba pistol FN Browning yang terselip di pinggangnya (dia membawanya lagi setelah mengambilnya dari persembunyian di bawah lantai kos), lalu berjalan keluar stasiun.

Dia harus bekerja. Kapal kargo dari Makassar baru sandar. Miko si kuli panggul tidak boleh terlambat.

20 Juni 2025. Pukul 10.00 WIB.

Kamar Hotel Majapahit, Surabaya.

Alina tidak bisa tidur semalaman. Dia terus memantau pergerakan mesin tik lewat aplikasi di ponselnya, takut kalau-kalau ada pesan darurat.

Pagi ini, dia memutuskan untuk mengecek arsip koran lagi. Dia ingin memastikan Sarsinah benar-benar pulang dan tidak ada berita penangkapan "Miko".

Namun, saat dia menelusuri berita kriminal di koran Soerabaijasch Handelsblad edisi sore tanggal 21 Juni 1931 (besok di masa lalu), matanya menangkap sebuah berita kecil di halaman pojok bawah.

> LIJK IN DE KALIMAS

> (Mayat di Kalimas)

> "Sesosok mayat pria tak dikenal ditemukan mengapung di Sungai Kalimas, dekat Jembatan Merah, pagi ini. Kondisi mayat mengenaskan dengan luka tusuk dan tembak. Ciri-ciri khusus: Pria tersebut hanya memiliki satu mata."

>

Alina ternganga. Dia menutup mulutnya dengan tangan.

Satu mata.

"Si Mata Satu..." desis Alina. "Dia mati di Surabaya."

Itu artinya... Arya membunuhnya?

Jika berita itu terbit tanggal 21 Juni pagi, berarti kejadiannya adalah tanggal 20 Juni malam. Malam ini (di masa lalu).

Alina melirik jam. Di tahun 1931, sekarang masih siang. Arya masih bekerja di pelabuhan. Si Mata Satu mungkin baru saja turun dari kapal, sedang mengintai mangsanya.

Pertarungan itu akan terjadi beberapa jam lagi.

Alina segera membuka aplikasi mesin tiknya. Dia harus memperingatkan Arya. Dia harus memberitahunya bahwa musuhnya sudah ada di kota yang sama.

> Arya! Siaga satu!

> Si Mata Satu ada di Surabaya!

> Sejarah mencatat mayatnya ditemukan besok pagi di Kalimas.

> Itu artinya kau akan bertarung dengannya malam ini!

> Jangan lengah! Dia pasti mengintaimu di pelabuhan!

>

20 Juni 1931. Pukul 14.00 waktu Surabaya.

Gudang 4, Pelabuhan Tanjung Perak.

Arya sedang mengangkat peti kayu berisi teh, ketika dia merasakan getaran di saku celananya. Bukan HP, tapi instingnya yang tiba-tiba berteriak. Dia merasa diawasi.

Bulu kuduk di tengkuknya berdiri.

Arya meletakkan peti itu perlahan. Dia pura-pura menyeka keringat, sambil matanya menyapu sekeliling dermaga yang sibuk.

Ratusan kuli. Mandor-mandor Belanda. Pedagang asongan.

Dan di sana... di balik tumpukan drum minyak... ada kilatan cahaya.

Bukan kilatan kamera. Tapi kilatan pantulan matahari pada lensa teropong. Atau mungkin... mata pisau.

Arya tidak menunggu. Dia menyelinap di antara tumpukan karung goni, bergerak menuju kantor mandor yang kosong untuk mengecek mesin tiknya (dia selalu membawa mesin tik itu ke tempat kerja dan menyembunyikannya di loker mandor yang dia sogok, karena takut meninggalkannya di kosan).

Dia melihat kertas yang sudah terisi tulisan Alina.

Si Mata Satu ada di Surabaya.

Bertarung malam ini.

"Bajingan," umpat Arya. Van Heutz bergerak cepat.

Arya mengambil mesin tiknya, memasukkannya ke dalam tas goni jelek agar tidak mencolok. Dia tidak bisa pulang ke kosan Ampel. Itu tempat pertama yang akan didatangi pembunuh itu.

Dia harus menjebak si pembunuh di tempat yang dia kuasai.

Arya mengeluarkan pistol FN Browning-nya, mengecek magasin. Enam peluru.

"Baiklah," gumam Arya, matanya dingin di balik kacamata Miko. "Kau mau mayat, Jampang? Aku kasih mayat."

Arya keluar dari gudang, sengaja berjalan agak lambat di area terbuka, memancing penguntitnya. Dia berjalan menuju area Kalimas, sungai yang membelah kota tua Surabaya. Di sana ada gudang-gudang tua yang sepi dan lorong-lorong sempit.

Dia merasakan langkah kaki berat mengikutinya.

Arya berbelok masuk ke sebuah lorong buntu di antara dua gudang rempah yang tutup. Dia meletakkan tas mesin tiknya di balik tong sampah, lalu bersembunyi di balik bayangan pilar.

Hening.

Tap. Tap. Tap.

Suara sepatu bot kulit ular di atas paving basah.

Sosok kekar itu muncul di mulut lorong. Topi laken. Satu mata tertutup kain hitam. Pisau belati di tangan kanan.

"Keluar, Raden Mas," suara Jampang serak dan menggema. "Gue tahu lu di situ. Bau keringat priyayi lu beda sama kuli."

Arya menahan napas, menggenggam pistolnya yang licin oleh keringat.

"Gue kagum lu bisa nipu Van Heutz pake darah kambing di Ancol," lanjut Jampang sambil melangkah maju pelan-pelan. "Tapi mata gue yang satu ini lebih tajem dari mata orang normal. Gue liat lu di Jembatan Merah kemarin. Gue liat lu sama cewek itu."

Arya menggeram dalam hati. Sarsinah. Kecerobohan kemarin benar-benar membawa maut.

"Keluar, Arya! Atau gue susul cewek lu di kereta!"

Ancaman itu membuat darah Arya mendidih.

Arya melangkah keluar dari bayangan, pistol teracung lurus.

"Jangan sentuh dia," kata Arya dingin.

Jampang tertawa meremehkan melihat pistol di tangan Arya. "Wih, penulis megang pestol. Bisa makenya, Den? Jangan-jangan meledak di tangan."

Jampang tiba-tiba melempar pisau belatinya dengan kecepatan kilat.

WUSH!

Pisau itu melayang ke arah kepala Arya.

Arya menghindar refleks, tapi pisau itu menggores pipinya. Darah menetes.

Memanfaatkan momen itu, Jampang menerjang maju seperti banteng. Dia menubruk Arya hingga keduanya jatuh berguling di tanah berlumpur.

Pistol Arya terlempar jauh.

Kini adu fisik.

Jampang jauh lebih kuat. Dia mencekik leher Arya dengan lengan kekarnya.

"Mati lu! Mati!"

Arya meronta, memukul wajah Jampang, tapi sia-sia. Oksigen di parunya menipis. Pemandangan mulai gelap.

Dia teringat latihan napasnya di gentong air. Jangan panik. Fokus.

Tangan Arya meraba-raba tanah. Jarinya menyentuh sesuatu yang keras. Pecahan botol beling.

Dengan sisa tenaga terakhir, Arya menghantamkan pecahan botol itu ke sisi wajah Jampang—ke mata yang tersisa.

"AAAARGH!" Jampang meraung, melepaskan cekikannya, menutupi matanya yang berdarah. Kini dia buta total.

Arya terbatuk-batuk, merangkak menjauh. Dia melihat pistolnya tergeletak dua meter di depan.

Jampang mengamuk membabi buta, mengayunkan tinjunya ke udara kosong. "Gue bunuh lu! Gue bunuh lu!"

Arya memungut pistolnya. Tangannya gemetar hebat. Dia belum pernah membunuh orang.

Jampang mendengar suara kokang pistol. Dia berhenti bergerak, napasnya memburu, darah mengucur dari matanya.

"Tembak gue, Den," tantang Jampang sambil menyeringai mengerikan. "Kalo lu nggak tembak, gue bakal hantui lu sampe neraka."

Dia berlari menerjang ke arah suara Arya.

DOR!

Suara letusan memecah kesunyian Kalimas. Burung-burung gagak terbang kaget.

Jampang terhenti. Ada lubang merah di dadanya. Dia menatap kosong ke arah Arya, lalu ambruk ke tanah. Mati.

Arya berdiri mematung. Asap tipis keluar dari ujung pistolnya. Telinganya berdenging.

Dia baru saja membunuh manusia.

Dia muntah. Isi perutnya keluar semua di pinggir sungai. Tubuhnya gemetar tak terkendali.

"Maafkan saya, Tuhan... Maafkan saya..."

Tapi kemudian dia teringat wajah Van Heutz. Dia teringat Sarsinah. Dia teringat Alina.

Ini bukan pembunuhan. Ini pertahanan hidup.

Arya menyeret mayat Jampang yang berat itu ke pinggir sungai. Dia mendorongnya jatuh ke air keruh Kalimas.

BYUR.

Mayat itu tenggelam, lalu mengapung perlahan, hanyut menuju muara. Sejarah besok pagi akan mencatat penemuan mayat itu.

Arya mengambil tas mesin tiknya. Dia membersihkan sidik jarinya di pistol, lalu melempar pistol itu juga ke sungai. Dia tidak butuh senjata itu lagi. Tangannya sudah cukup kotor.

Dia berjalan tertatih-tatih meninggalkan lorong itu.

...****************...

...Bersambung......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
tintakering
Kisah yang menarik. Mendebarkan dan cukup tegang👍
Anis Safitri
karya yg bagus beda dgn yg lain semangat buat author 💪😍
A'arisy🪻
Baru kali ini aku merinding sekujur badan selama baca cerita ini. pokok nya semangat terus buat author nya💪💪
Riana Zahrah
kurang puas sama ending nya, tapi setelah dipikir-pikir ada benarnya keputusan yg arya buat. Terima kasih untuk author karena dgn cerita ini hidup saya jadi bersejarah, hidup baik" ya author
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
yahh kok tamat sih, endingnya sad but happy. seenggaknya Alina dicintai pejuang klo kata Arya. semangat kak Tant, ditunggu karya selanjutnya 💪
tanty rahayu: makasih ka support nya
total 1 replies
R0220
huhu😢, thor cerita mu membuat ku menangis 🥹, ending yang bahagia tetapi sedih, terus kn membuat novel yang menarik Thor, semangat!! 🥹👍🏻
tanty rahayu: happy nya aku.... 😍 terima kasih ya ka support nya 😍
total 1 replies
R0220
terus kn membuat novel yang menarik , semangat!! 🥹👍🏻
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Akhir yang sempurna untuk Arya dan tak lupa memberi wasiat cinta untuk Alina.
menjalani hidup semestinya, dari berbagai peristiwa yang mendebarkan, heroik ,penuh welas asih kepada musuh bebuyutannya.
Legowo melepas rasa yang tak mungkin untuk bisa bersatu.
semoga takdir bisa mempertemukan ikatan kasih inu meski di keabadian kelak.


terimakasih thor, telah berkenan memberi suguhan novel yang begitu apik, memompa semangat, menderaikan airmata, senyum kelegaan dan keikhlasan , apa lagi yang mau di pinta : melihat yang tersayang hidup bahagia itu sdh cukup.
maturnuwun sanget thor
mengajarkan arti cinta tanpa keegoisan🙏
tanty rahayu: makasih banyak kaka buat semua support nya😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
mantap ya Alina
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
beneran matii ya Van hurst
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Giliran kita hai nona masa depan ,mari kita bantai hendrik van de vries.
Datang2 bawa dendam, mari kita pulang dalam kekalahan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
semoga keduanya selamat
semoga keadaan menjadi lebih baik ,setelah van heutz tiada.
semoga ambisi cucu nya juga terkubur bersama kabar sang kakek yang telah tiada.

selanjutnya menata babak baru dalam kehidupan yang semoga saja lebih damai, aman dan tentram.

aamiin
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
waduh perang terbuka Arya vs Vanshurt
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Dendam lama kembali berkobar
satu untuk mengalahkan dan satu nya harus di kalahkan.
Memelihara rasa benci dan kesumat itu berat tuan heutz, semoga jiwamu nanti tenang disana.
ntah siapa yang akan menghembuskan nafas terakhirnya duluan,semoga dendam juga ikut terkubur bersama jasad masuk liang lahat.
"Legowo"
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wahh ketemu lagi sama musuhh bebuyutan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Tunjungan Surabaya adalah yang sekarang jadi tempat doiku cari udara segar 😄
tanty rahayu: aku ke Surabaya cuma sekali itu pun karena temen ku nikah, gak sempet jalan"
total 3 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Merinding sekaligus menetes air mata ku thor, terbayang betapa berat perjuangan penduduk Indonesia,yang tanpa pamrih memberikan segala daya upaya,jiwa raga dan materi demi tercapai nya kemerdekaan yang sekarang sudah kita nikmati hasilnya.

suasana kacau ,mencekam ,genting begitu nyata terbaca.
sukses selalu dengan karya mu thor.
kali ini adegan demi adegan yang detail memacu adrenalin pembaca, ikut larut dalam suasana yang lebih mendebarkan,betapa mereka ketakutan tapi semangat juang tetap membara dengan satu tujuan.

semoga bung miko ketika sampai Yogyakarta ,bisa selamat dari musuh bebuyutannya.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡: sami2 thor,
jujur saja aku sangat suka novel ini,ada daya magnet tertentu yang menautkan hati
ketika mendengar lagu INDONESIA RAYA hati penuh haru ,airmata merebak, seperti merasakan kilasan peristiwa perjuangan rakyat Indonesia
penuh darah ,keringat dan air mata.


alfatihah untuk semua pejuang baik yang tertulis namanya maupun yang tidak dikenali
semoga surga menjadi balasan atas semua jasa2 nya.


merdeka 💪
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Ahh, ...aku telah mengikhlaskannya, tapi takdir berkata lain.
kegembiraan membuncah dalam dada...
haru biru serasa dalam hangat dekap mu.
airmata bahagia memuncak berderai seperti air terjun.
tangis bahagia ,dibingkai pertemuan.
andai suatu masa bisa bertemu sungguhan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
terharu, definisi jodoh gai kemana untuk kali ini ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bener ya pura-pura matii untuk kedua kalinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!