Karena permasalahan keluarga membuat dia bersama kakak dan kedua adiknya harus tinggal di panti asuhan.
Suatu hari ada dua orang menantu dan mertua yang merupakan seorang donatur tetap panti asuhan. Mereka adalah keluarga konglomerat yang cukup terkenal. Dan ternyata mereka mengangkat aku, kakakku dan kedua adikku menjadi anak angkatnya.
Dari sana lah aku menemukan bidadari yang mencuri hatiku. Dia adalah anak bungsu perempuan satu-satunya orang tua angkatnya. Awalnya dia menganggap hanya rasa suka karena dia adik angkatnya. Tapi bertambah usia perasaan itu tak pernah hilang tapi dia makin mencintainya.
Apakah dia akan bersama dengan pujaan hatinya atau dia harus mengubur rasa cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renav Renren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. periksa
Siang hari di temani oleh Mommy dan suaminya, Zafira pun sampai di rumah sakit. Setelah mendaftar mereka pun langsung menuju poli obgyn.
Siang itu lumayan banyak yang memeriksa kandungan dan mereka pun ikut mengantri.
" Masih lama ya Mom." Tanya Zafira.
" Iya sayang."
Zafira membuang nafasnya " Coba di rumah sakit kakek pasti nggak akan ngantri." gumamnya.
" Sabar sayang," Ucap Mommy khayra menenangkan anaknya.
" Mas Fira boleh nggak beliin Fira ice chocolate sama kue apa aja muffin kek, roti kek atau apa aja Fira lapar." Pinta Zafira manja.
" Ya udah mas pergi beli dulu ya." Ucap Bagas Bangun dari duduknya sambil mengelus kepala Zafira yang tertutup hijab.
" Mommy mau di beliin apa?." Tanya Bagas.
" Ice coffee late boleh gas." Jawab Mommy yang entah kenapa ruangan tempat mereka menunggu itu lumayan panas.
Maklum rumah sakit ini adalah rumah sakit milik pemerintah satu-satunya yang berada di kota P. Jadi jangan heran kalau pasien nya lumayan banyak terkadang rumah sakit tidak bisa menampung pasien.
Makanya al-Fatir corp sedang membangun rumah sakit besar dengan fasilitas yang bagus serta alat-alat yang canggih. Proyek rumah sakit ini adalah proyek yang sedang di tangani oleh Bagas.
Tak lama di dekat Mommy nya duduk wanita muda sepertinya seumuran dengan Zafira. Wanita itu datang dengan mengendong anak yang usianya sekitar dua tahun dan perut wanita itu buncit. Mungkin kalau melihat bentuk perutnya bisa jadi usia kandungannya tujuh bulan.
" Ya Allah nak kenapa masih mengendong anaknya kamu sedang hamil loh." ucap Mommy yang membantu wanita itu yang tampak kesusahan menurunkan anaknya dari gendongannya.
" Terima kasih Bu." jawab wanita itu dan duduk di samping Mommy sambil memegang tangan anaknya agar anaknya tidak pergi jauh dari nya.
" Sama-sama nak, Kamu sendirian aja." Tanya Mommy lagi karena tak melihat orang yang menemaninya.
" Iya Bu."
" Maaf memang suami kamu kemana atau kenapa tidak minta tolong keluarga lainnya." Ucap Mommy yang kasihan.
" Saya yatim piatu Bu hanya tinggal sama si mbok, suami saya..." Wanita itu menggeleng dan raut wajahnya berubah.
" Maaf kalau saya membuat kamu sedih." Ucap Mommy.
Tak lama Bagas datang membawa pesanan yang di minta istrinya dan juga Bagas membawa kipas angin USB agar istrinya tidak kegerahan.
Melihat Bagas memberikan minuman ke Zafira dan juga Mommy khayra. Anak wanita itu menunjuk-nunjuk ke arah Bagas.
Bagas yang mengerti langsung memberikan minuman ke anak tersebut.
" Ini buat kamu." Ucap Bagas .
" Nggak usah mas." Jawab wanita itu.
" Nggak apa-apa buat adiknya aja itu susu Milo kok jadi nggak apa-apa buat anak kecil." Ucap Bagas.
" Oh iya kamu mau yang mana" Bagas memperlihatkan kue yang Bagas bawa agar anak tersebut bisa memilih.
Anak tersebut pun memilih donat dan saat Bagas memberikan anak tersebut bahagia sekali.
" Rahma kamu sudah datang." Tiba-tiba seorang wanita dewasa dengan seragam perawat datang menghampiri wanita tersebut.
" Baru datang kok bude."
" Ya bude daftarin tadi bude tanya dulu ya masih lama atau nggak." Wanita yang di panggil bude itu pun pergi ke meja perawat.
Tak lama wanita itu kembali
" Habis ini giliran kamu, Dimas biar sama bude aja."
Dan benar perawat pun memanggil wanita tersebut.
" Maaf mbak wanita itu memang suaminya kemana ya?." tanya Mommy yang mulai kepo.
" Oh suaminya..." wanita itu seperti berpikir mungkin dia berpikir untuk cerita atau nggak.
" Maaf kalau saya kepo tapi entah kenapa kok saya merasa bukan kasihan tapi kaya prihatin dengannya." Ucap Mommy yang dia benar-benar merasa ada sesuatu dengan wanita tersebut.
" Sebenarnya saya tidak mau membuka aib orang, tapi saya juga kasihan dengan Rahma dan si mbok nya. Sebenarnya Kalau saya orang mampu saya sudah pasti akan membawa Rahma keluar dari kampungnya mungkin keluar dari kota ini. Tapi apa daya saya dan suami saya hanya seorang perawat di sini. Yang hanya bisa membantu Rahma untuk membiayai untuk periksa kandungan dan juga hanya bisa memberi ongkos dari desa ke sini." ucap wanita itu sedih.
" Memang tinggalnya jauh." tanya Mommy.
" Iya desa kami satu setengah jam dari sini."
Terlihat wanita yang bernama Rahma itu pun keluar dari ruang dokter obgyn.
" Maaf mbak namanya siapa?." tanya Mommy.
" Saya Masinah."
" Mbak Masinah nama saya Khayra, Nggak tahu kenapa kok hati saya mau membantu Rahma tapi saya kan belum tahu cerita. Mungkin nanti sepulang mbak Masinah kerja kita bisa ngobrol. Ini no ponsel saya nanti hubungi saya saja mau ketemuan dimana dan jam berapa? Tapi kalau bisa hari ini juga soalnya besok saya harus kembali pulang ke Jakarta." Ucap Mommy.
" Iya mbak terima kasih nanti saya hubungi mbak Khayra."
Ternyata setelah wanita yang bernama Rahma giliran Zafira yang di panggil.
extra part dong kak..🙏🙏
please ada ekstra part donk kak
selalu ditunggu" nih
mksh buat critanya ya thor....
di tunggu trus karya Thor🥰🤭
ayo semangat thor utk lanjut lagi.... semoga sehat selalu.....