NovelToon NovelToon
Sifat tersembunyi My Husban

Sifat tersembunyi My Husban

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erni Permata Dewi

Menikah adalah suatu yang sakrar yang dinanti-nantikan oleh semua umat manusia dan merupakan salah satu ibadah. Menikah? yang pasti mereka ingin menikah dengan orang yang mereka cintai dan sayangi. Lalu bagaimana dengan zahra yang menikah bukan karena cinta. ini bukan pernikahan karena cinta dan bukan juga pernikahan karena perjodohan.. lalu pernikahan apa ini? ya pernikahan paksa oleh lelaki bejat. lelaki ini bukan mencintai zahra tapi untuk menikmati tubuh zahra. ya Zahra menikahi lelaki yang hampir saja memperkosannya.

lalu bagaimana pernikahan ini bisa terjadi?
dan apa yang akan terjadi setelah pernikahan ini? apa zahra akan membiarkan lelaki ini menjamahnya karena statusnya sudah menjadi suami zahra apalagi bagi zahra yang alim dan mengenal agama? apakah mereka akan bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lBab 31

Zahra terbangun. Ia merasa lapar.

Ia pelan-pelan melepaskan pelukan Sofian. setelah lepas ia keluar ruangan.

"Nyonya sudah bangun?"

"Nyonya mau kemana?"

"Apa ada yang mau nyonya kerjakan"

tanya bodyguard yang ada diluar

"Aku lapar" jawab Zahra.

"Nyonya masuk saja. Nanti kami yang membelikannya."

"Tapi aku ingin makan disana langsung"

"Tapi nyonya..."

"Aku ingin soto jika di bawa kesini rasanya berubah" potong Zahra.

"Baiklah"

Zahra berjalan. Ambri mengikuti dari belakang

Zahra kekantin makan sotonya.

Setelah itu ia membungkuskan nasi rendang untuk Sofian.

Sofian terbangun. Kaget ada wanita paruh baya yang duduk disampingnya. Dan ada Agnes juga.

"Mami? Kenapa mami ada disini?"

"Mami marah sama kamu Sofian. Saat sakit dan terluka kau seperti hidup sendiri. Ingat mami masih hidup. Kenapa tidak pernah telpon mami? mami juga ingin tau keadaan anak mami. Kalau Agnes tidak memberi tau mami mungkin mami pasti mengira kau baik-baik saja. Karena pesanmu bilang kau sehat dan sedang sibuk" ujar Nawal mami Sofian yang sudah sembab matanya karena menangis

Jadi yang sms Nawal adalah bodyguard Parel setiap 2 hari sekali. Akan selalu bilang baik-baik saja dan sibuk jika disuruh pulang.

"Aku baik-baik saja, mi"

"Baik? Di rumah sakit? Tujuh hari tidak sadar? Kau bilang baik. Bahkan bukan hanya itu kau menikah juga tidak mengundang mami. Mami punya salah sama kamu? " tangis Nawal pecah.

Anak satu-satunya tidak memberi tau keadaanya dan menikah pun tidak mengundangnya.

"Mami tidak ada salah dengan Sofian. Pernikahan itu dadakan, mi. Sofian akan buat pesta besar nantinya bersama kami"

" Marahi saja, mi. Marahin" kompor Agnes.

"Diam kau!" marah Sofian pada Agnes.

"Kau yang salah" pelotot Nawal pada Sofian.

"Mami tetap kecewa. Mana istrimu kenapa dia juga tidak mengundang mami? kalian memang kejam sama mami"

Didepan ruangan Sofian. Zahra hanya mendengarkan percakapan Sofian dengan seorang yang dipangil mami. Air mata Zahra mengalir. Jikka dia jadi seorang ibu seperti mami Sofian pasti marah.

"Zahra tidak salah, mi. Sofian yang memaksanya. Zahra bahkan tidak tau mami ada"

"Kau. Kau tidak pernah membicarakan mami pada istrimu. Apa mami kau angap telah meninggal. Ingat mami masih hidup. "

"Mi. Panjang ceritanya. Sofian akan menceritakannya. Jika waktunya tepat. Istri Sofian juga pasti mau tau" ujar Sofian.

"Mana istrimu. Diruangan mana? Mami kasih pelajaran dia"

"Jangan mi. Zahra belum sembuh mi dia juga sedang mengandung_

Agnes mendengar itu langsung menutup mulutnya yang menganga.

Ia hampir saya membunuh temanya, istri dan anak dalam kandunganya. Jika mulut tidak lebos maka ini tidak terjadi masalah ini.

"Apa istrimu mengandung? Ini juga tidak kau beri tau mamimu ini" Nawal menjewer telinga Sofian.

"Aw aw mi, Sakit" Sofian meronta minta dilepaskan.

"Biarin. Hidup sendiri aja kamu. Lupain aja mamimu ini. Buang kelaut"

"Buka begitu, mi. Sofian juga baru tau. Sakit loh mi sakit."

Nawal melepaskan jewera nya.

Agnes mendekati Sofian.

"Gua minta maaf ya, Sof. Kalau waktu itu gua engga lebos. Mungkin loe tidak disini" Agnes merasa bersalah.

"Semua baik-baik aja, Nes. Ada hikmah dibalik semua kejadian. Setidaknya aku bisa jujur dengan istriku setelah ini"

"Mami itu tanya dimana ruangan istri kamu?"

"Mi, tadi dia tidur samping Sofian. Sofian tidak tau. mungkin cari angin"

Krek.

Zahra masuk "Aku disini, mas"

"Sini sayang"suruh Sofian duduk disampingnya "Kamu dari mana?"

Zahra hanya diam dan menunduk.

Nawal memandang Sofian dan Zahra bergantian.

Agnes melihati Zahra dari atas sampai bawah

"Tadi katanya mau tau istri Sofian. Setelah disini malah bengong" sindir Sofian pada maminya.

Nawal mendekati Zahra. Zahra hanya menunduk.

"Sini sayang" Nawal membimbing Zahra duduk di Sofa.

"Kok disana sih mi. Kenapa tidak disini aja." protes Sofian.

"Kenapa? kamu bukan anak mami. Anak mami yang ini"

"Mi. ish ah sudahlah"

"Siapa namamu nak?"

"Zahra tante. Zahra Sholeha Trustania"

"Albarnista Zahra bukan Trustania" protes Sofian

Namun Zahra dan Nawal tidak mempedulikan protes Sofian.

"Ok. Zahra panggilnya jangan tante ya tapi mami. Mami kan maminya Sofian. Zahra mantu tante jadi panggilnya mami sama kek Sofian"

" Iya. mi"

"Bagaimana keadaanmu nak dan kabar cucu mami?" tanya Najwa pada Zahra.

"Alhamdulillah baik mi. Mereka kuat" ucap Zahra mengelus perutnya.

"Syukur deh. Kamu tidak disiksa kan dengan Sofian?"

"Mana ada mi. Sofian yang selalu disiksa sama Zahra. Dia kejam, mi" Sofian yang menjawab.

"Benar, nak?"

"Iya mi. Sofian tidak pernah menyiksa Zahra kok"

"Dengar tuh mi. Dengar mantu mami itu yang ngomong"

Nawal tidak mendengarkan ocehan Sofian.

"Mami boleh pengang perut kamu?"

"Silahkan mi"

Nawal mengelus perut Zahra.

"Sudah besar ya? berapa bulan?"

"Jalan 3 bulan mi."

"Lah, mami kira sudah 4-5 bulan"

"Anak Sofian kembar mi" jawab Sofian

"Kembar?"

"Iya mi"

Agnes mendekati Zahra "gua minta maaf ya. Kalau gua tidak..."

"Diam loe, Nes. Biar gua yang cerita. Engga usah lebos loe" potong Sofian.

"Ya udah cerita" Nawal

"Nanti setelah Sofian sembuh. Ayah Ramli juga mau dengar."

"Ayah?" Zahra jadi kangen ayahnya.

"Iya. Dia ayahku kan?" ujar Sofian.

"Baiklah. Setelah sehat kamu harus cerita semua sama, mami dan juga istrimu"

"Baiklah mi"

"Kamu tadi dari mana?" tanya Nawal

"Dari kantin tadi mi. hehhhe laper"

Tring tring. HP Agnes berbunyi.

"Aku pamit ya dari tadi sudah dicariin" pamit Agnes.

"Pergi aja loe. Sana" usir Sofian.

Agnes salim dengan nawal dann memeluk Zahra.

"Gua dulu memang suka Sofian tapi cinta Sofian bukan untuk gua. Gua sudah rela kok. Selalu bahagia dan maaf" bisik Agnes ke Zahra sebelum pergi.

"Cepet sehat loe" ucap Agnes dan pergi.

"Oh, ya mas aku bawa nasi rendang. Kamu belum makan kan? Aku siapinya?"

Zahra hendak bangun. Namun di cekal oleh Nawal.

"Sini biar mami aja. Kamu istirahat" Nawal mengambil bungkusan di tangan Zahra.

"Mi. Zahra mau disini"

"Siapa yang nyuruh kamu pergi?"

"Eh?"

"Sini sayang tidur samping, mas" tawar Sofian.

Klak Nawal menepeleng kepala Sofian pelan. Sofian mengusap kepalanya pelan.

"Engga disitu juga kali disitu sempit. Mantu dan cucu mami bisa jatuh nanti"

"Jadi mami suruh Zahra tidur di sofa?" ucap Sofian kesal.

"Aduh anak mami ini ternyata kurang pinter. Suruh seseorang bawa kasur kesini."

Zahra keluar dan menyuruh seseorang membawakan tempat tidur dan masuk kembali.

"Tapi mi. Sofian mau meluk Zahra"

"Makan" Nawal memberikan piring berisi makanan yang dibawa Zahra

"Yang, suapin dong" rengek Sofian.

"Cih.. Kek anak bayi" ejek Nawal m

Zahra mengambil piring itu dan mulai menyuapi Sofian.

"Dih. kek anak kecil"

"Biarin"

"*A*ku tidak tau kamu dari mana? yang aku tau anakku bahagia bersamamu. aku bisa melihatnya tersenyum itu cukup bagiku. aku bahkan terasa dekat sekali dengan anakku. aku tidak menyangka wajah dinginnya bisa menjadi begitu lucu didekakmu Zahra. Selalu bahagia ya" batin Nawal.

see you next time.

tinggalkan jejak anda dengan like dan komen

1
Alanna Th
akhirnya zahra (tania kcl) dprtemukn dg ian (sofian), pngntn kcl mrk, oleh dr tio 👍😘😍😂🤣
Alanna Th
bisa nguamuk tuh sofian, kl zahra ken kursi 😱👍😂🤣
Alanna Th
tania = zahra, zahra nama dpn, tania nm blkng. main rahasia"n sih, jadinya salah paham 😱😵😠
Alanna Th
tak mungkin sofian mmbiarkn zahra (tania-nya) kabur. aq hrp sofian mnderita parah dulu sblm mndptkn istri n sikem nya 😱😵😫💔💔
Alanna Th
mungkin tmn n ttngg ms kcl, itu sbbny ayah zahra percaya pd sofian.tp pnykt jiwanya mngerikn 😱😵😫😥😰🤮
Alanna Th
bnr" tdk punya otak! kuliah perlu prjuangn - aq gagal - stlh lulus ilmunya d sia" kn! ayah k mn? sptnya dsogok, sm aja dg mnjual anak. tega, smoga mrk kena azab n karma!
🌟æ⃝᷍𝖒ᵐᵉN^W^NH^Ti᭄💫
Sofyan itu siapa thor???kok aku ngeri sendiri ya,gila ga sih dia????
Malem Sihombing
sayang banget itu dokter nya Zahra ngga di pake buat kerja ya, mana dari Harvard University lagi, sayang banget ya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
pasti kerennnnnnnn ceritanya👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
seru kayaknya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bahagianya skrng Sofian dan Zahra
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus kalungnya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Nawal mertua yg baik
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ngakak liat Dani🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
oh gitu ceritanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
tuhkan bener Sofian itu Ian
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
baperrrrrrrrrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ian tuh Sofian kayaknya🤔🤔🤔🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
siapa lg
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
trus Alex nya mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!